Ayahku meninggal karena kecelakaan mobil, hanya beberapa hari sebelum dia akan menikah dengan Tante Welly.
Sementara itu, Tante Welly masih berbahagia di kawasan Kompleks Cherry. Dia berhasil dilamar oleh ayahku berkat putranya. Sejak itu, dia mewujudkan mimpinya untuk menjadi istri orang kaya yang berkuasa.
Dia tidak menyangka bahwa aku sudah berdiri di depan rumahnya bersama seorang tukang kunci.
1
Ayahku meninggal.
Dia kehilangan fokus saat mengemudi dan masuk ke jalur lawan arah. Mobilnya bertabrakan secara frontal dengan truk pengangkut beton sehingga itu langsung menghancurkan tubuhnya.
Melihat tubuhnya yang tak berbentuk manusia, aku langsung mengurus penutupan akunnya, kremasinya, dan mengajak anggota keluarga makan sebagai upacara pemakaman.
Keesokan harinya, dengan membawa surat kematian dan dokumen hubungan keluarga lainnya, aku mengurus perubahan kepemilikan dan prosedur pemindahan, lalu secara sah mewarisi semua tabungan, aset, dan sebagian saham yang dimiliki oleh ayahku.
Di masa lalu, setelah ibuku bunuh diri dengan melompat dari gedung, dia tidak pernah menikah lagi dan akulah satu-satunya pewaris warisannya.
Tante Welly berusaha untuk menggoda ayahku dengan licik selama pernikahannya dan "bekerja keras" bersama dengannya selama bertahun-tahun. Dia menunggu kelahiran anaknya dan juga pernikahan resmi.
Namun, ketika dia hamil baru-baru ini, ayahku tiba-tiba meninggal.
Sebagai ungkapan terima kasih atas usahanya "merawatku dengan cinta" sepanjang tahun, aku langsung menelepon dan membatalkan pemesanan tempat persalinan.
Selain itu, aku langsung datang dengan pengacara ke Kompleks Cherry tempat Tante Welly tinggal
dan memberinya waktu tiga hari untuk pindah.
Tiga hari berlalu dengan cepat. Aku datang dengan pengacara dan tim pindahan untuk mengambil kembali rumah, tetapi dia sama sekali tidak bersedia membuka pintu.
Aku sudah memperkirakannya, jadi aku juga membawa tukang kunci. Tukang kunci itu memiliki keterampilan yang baik dengan biaya satu juta enam ratus ribu. Dia membuka kunci elektronik yang mahal dengan mudahnya.
"Shawn Sanders, putrimu sudah gila. Dia ingin mengusir ibu tirinya yang sedang hamil ini dari rumah! Apakah masih ada hukum dan keadilan di dunia ini!?"
Tampaknya, dia masih tidak tahu kabar kematian ayahku.
Benar juga, dia adalah seorang wanita yang hidup di luar selama bertahun-tahun tanpa menikah secara resmi dengan ayahku. Siapa yang akan memberitahunya?
2
Tidak lama kemudian, polisi pun datang.
Orang-orang di sekitar mulai membela Welly. Mereka mengatakan bahwa aku tidak beradab, kejam, dan jelas bukanlah orang baik.
Welly juga bersikap berani. Dia berlari ke arah polisi sambil meratap, "Dia membawa pergi barang-barangku dan ingin mengusirku dari sini! Aku sedang hamil. Kalian tidak boleh membiarkannya semena-mena begitu!"
Polisi melihat ke arahku dengan ekspresi campur aduk.
Aku menganggukkan kepala memberi isyarat kepada pengacaraku.
Pengacara mengeluarkan semua dokumen di depan polisi.
Polisi memeriksa dokumen-dokumen tersebut. Meskipun semua bukti menunjukkan bahwa aku adalah pemilik sah dari properti ini, tetap ada keraguan dalam benaknya. "Bukankah pemilik sebelumnya adalah Shawn Sanders? Kenapa tiba-tiba berubah?"
"Oh, itu." Aku menundukkan kepala dan mencubit pahaku agar tidak tertawa. "Tentunya karena dia meninggal dan aku sudah mewarisi ini dengan sah."
Welly tiba-tiba panik dan menunjukkan ekspresi tak percaya.
Dia tampak merinding. "Jangan terus-menerus berkata kalau ayahmu sudah meninggal. Dia adalah ayah kandungmu. Kamu seharusnya lebih menghormatinya."
"Oh, begitu? Kamu tahu dia adalah ayah kandungku?" Aku tertawa dingin. "Apa yang kamu lakukan ketika dia membiarkan aku tinggal di luar negeri dan mengabaikanku selama bertahun-tahun?"
Aku melemparkan salinan surat kematian ke wajahnya.
"Anggaplah ini sebagai kebaikanmu dan sebagai nasihat terakhir bagimu. Hiduplah dengan tenang dan jangan pernah berharap Shawn akan hidup kembali."
Welly Winata, kematian Shawn hanyalah permulaan.
3
Kembali ke rumah dengan kelelahan fisik dan mental, aku mengeluarkan barang yang dicari Welly dari tas dan mengamankannya di dalam brankas.
Aku yakin bahwa buku catatan itu berisi rahasia tentang apa yang terjadi lima tahun yang lalu. Namun, aku tidak memiliki keberanian untuk membacanya sekarang.
Lima tahun yang lalu, ibuku meninggal hanya dua hari sebelum dia bercerai dengan ayahku.
Dalam perdebatan terakhir mereka yang paling keras, ibuku berteriak, "Shawn Sanders, ayo bercerai! Aku akan merestuimu bersama Welly. Suatu hari nanti, aku akan membalaskan dendam terhadapmu dan wanita jahat itu!"
Namun, ibuku tidak hidup pada hari itu.
Pada suatu sore yang cerah, dia memelukku erat.
"Yasa, ibu ingin makan stroberi. Tolong belikan untuk Ibu, ya? Kalau Ibu makan stroberi, suasana hati Ibu pasti akan lebih baik."
Aku hanya ingin membuatnya senang sehingga berlarian ke luar untuk membeli stroberi dengan membawa uang.
Ketika aku kembali, sekelilingku dipenuhi oleh orang-orang. Ketika mereka melihatku, mereka mengucapkan belasungkawa yang penuh simpati.
"Ini adalah anak yang kehilangan ibunya dengan cara seperti itu. Sungguh kasihan!"
Aku menerobos kerumunan orang dan tiba di tengah. Ibuku tampak terbaring di tanah. Dengan kaku, aku mengeluarkan stroberi itu dan menaruhnya di bibirnya, lalu pura-pura dengan santai berkata, "Ibu, makanlah ini. Aku secara khusus membelinya!"
Namun, dia tidak membuka mulut ataupun tersenyum.
4
Aku secara khusus mempelajari psikologi untuk memahami kondisinya pada saat itu.
Namun, makin aku menganalisisnya, aku makin merasa bahwa ada sesuatu yang mencurigakan dari kematian ibuku.
Ketika sedang membantu Welly memindahkan lemari, aku langsung merasa ada sesuatu yang aneh dengan buku ini. Siapa yang akan sengaja menyembunyikan buku biasa di dalam lemari pakaian?
Tiba-tiba telepon berdering. Tanpa melihat siapa peneleponnya, aku langsung mengangkatnya.
"Yasa Sanders, kamu ..." Aku mengernyit sambil menjauhkan telepon dari telinga. Begitu melihat nomor yang tertampil, oh itu adalah pamanku.
"Di mana warisan kakakku? Kenapa aku tidak mendapatkannya? Apa kamu merampas semuanya?"
Benar saja, dia marah gara-gara ini.
Tak disangka, keesokan harinya pamanku pun datang.
Dia berteriak di depan pintu, "Yasa Sanders! Dasar gadis hina! Keluarlah! Kenapa kamu merampas semua warisan kakakku? Kamu harus memberi penjelasan!"
Awalnya, suasana hatiku sudah buruk di pagi itu. Begitu melihat pamanku, amarah dalam hatiku pun makin membeludak. Ayahku selalu membantunya di masa lalu, juga memberinya uang jika dia membutuhkan. Ayahku bahkan memberi pekerjaan jika dia menginginkannya. Dapat dikatakan, ayahku sangat memanjakan adiknya.
Di masa lalu, Welly tidak menyukaiku dan meminta ayahku mengirimku ke luar negeri untuk melanjutkan studi. Hal itu kebetulan sesuai dengan keinginan ayahku.
Mereka menyuruhku untuk kuliah, tetapi mereka tidak pernah meminta pendapatku ataupun memberiku uang sedikit pun.
Aku sudah seperti sampah yang tidak berguna yang dibuang ke luar negeri untuk hidup dan bertahan sendiri.
Aku sudah tidak punya jalan lain sehingga hanya bisa meminta bantuan dari pamanku, Simon Sanders.
Paman yang selalu lembut dan ramah serta memanggilku "Yasa", kali ini berkata dengan tegas kepadaku, "Yasa Sanders, apa kamu tidak tahu kondisi keluarga kami? Dari mana kami punya uang untuk membiayaimu! Dasar sialan."
5
Pamanku masih berteriak di luar pintu.
Aku malas memperhatikan dia yang buta hukum ini sehingga langsung menelepon polisi.
"Petugas polisi, ada seseorang yang mencaci maki dan mengancam keselamatanku di depan pintu rumah, segera datanglah."
Tak lama kemudian, suasana di luar pintu menjadi hening dan terdengar bunyi ketukan pintu.
Pamanku mengadukan bahwa aku mencuri bagian warisannya karena dia sama sekali tidak mendapat apa-apa. Begitu mendengar perkataannya, aku langsung merasa marah dan berdiri sembari menepuk meja.
"Warisan? Apakah kamu tahu apa itu warisan? Undang-undang memperbolehkan pewaris berurutan adalah pasangan, anak, dan orang tua. Kamu berhak apa atas warisan? Apakah kamu pikir uang itu bisa diambil dari tanah begitu saja? Semua orang yang melihatnya punya hak?"
Polisi menanyai pamanku, "Apakah kamu memiliki wasiat Shawn Sanders? Jika ada wasiat, harta warisan akan diwariskan sesuai dengan isi wasiat."
Aku melirik pamanku dan tahu apa yang akan dia lakukan.
"Paman, biar kuberi tahu, memalsukan wasiat merupakan kejahatan penipuan. Ayahku sudah tidak ada lagi, jadi jangan paksa aku untuk memenjarakanmu."
Akhirnya, kejadian itu berakhir dengan teguran serius dari polisi padanya.
Aku pikir dia akan tenang setelah itu untuk sementara waktu, tetapi aku salah. Aku telah meremehkan daya tarik uang terhadap manusia.
6
Aku sedang membaca buku harian yang kudapatkan dari lemari Welly. Halaman-halamannya ditandatangani oleh ayahku.
Aku berbalik halaman demi halaman tanpa menemukan kebenaran di balik bunuh diri ibu lima tahun lalu.
Yang tercatat di dalam buku ini adalah hal-hal yang sangat biasa.
Apa anehnya dari semua informasi ini? Mengapa Welly begitu tertarik dengan buku ini begitu mendengar kabar ayahku yang meninggal?
Yang lebih aneh adalah setiap halaman di dalam buku hanya terisi di bagian depan, sementara bagian belakangnya kosong.
Aku menahan amarah dan mengingat kembali hari di mana aku menemukan masalah dengan video di luar negeri.
Hari itu, aku tidur dengan mendengarkan suara ibu seperti biasa.
Aku mendengar suara yang sangat samar-samar. "Harus membunuhnya ...."
Aku menekan tombol jeda dan mundur, memakai headphone, dan memutar suara dengan volume maksimal hingga jantungku mulai berdebar.
Aku mendengarnya berkali-kali untuk memastikan bahwa aku mendengar suara itu bukan karena halusinasi.