Aku Nira Larasati usia ku 26 tahun, kata orang-orang di sekeliling ku seharusnya aku sudah menikah.
Sebenarnya aku tidak paham dengan beberapa hal di dunia ini. Kenapa seseorang dirasa pantas menikah hanya karena usianya sudah matang, bukankah seharusnya pernikahan terjadi karena dirasa sudah siap untuk dijalani. Apalagi aku sama sekali belum memiliki kekasih, sungguh menyebalkan mendengarkan ocehan mereka.
Sejak aku di sekolah menengah atas, aku selalu didatangi mimpi-mimpi kehadiran seorang laki-laki yang berperawakan tinggi dengan mata yang sangat indah, yang selalu menolongku disaat aku kehilangan keteguhan hati untuk menjalani kehidupan ku. Dia datang didalam mimpi ku namun bisa merubah sesuatu di dunia nyata ku.
Dia selalu datang dan tersenyum, mengajak ku berlari, tertawa, bercerita, menangis di pelukannya, semua yang tidak pernah ku lakukan pada siapapun di dunia ini aku lakukan dengannya.
Hingga saat ini, aku masih berharap dia adalah nyata bagiku. Bukan sekedar mimpi yang kemudian dia akan menghilang ketika fajar.
Aku tidak pernah tahu apa yang disebut cinta, bagaimana seseorang dikatakan sedang jatuh cinta. Apa itu pernikahan ? bagaimana orang bisa memutuskan menikah. Tapi saat bersamanya aku selalu merasa bahagia, ada detak yang begitu cepat, di dalam mimpi aku ingin kami menikah bersama sepanjang sisa kehidupan kami. Namun ketika terbangun aku sadar dia seperti sebuah harapan yang hampa. Ada namun tak berwujud.
Ku tatap senja ketika aku sangat merindukannya, aku yakin ada alasan kenapa tuhan menghadirkan dirinya di dalam mimpi ku.
Dia mungkin tidak nyata namun perasaan ku nyata untuk nya. Untuk dia yang menghiasi sebagian kisah didalam hidupku, untuk dia yang ku sebut kekasih namun tak nyata. Orang mungkin akan mengatakan aku gila karena telah mengharap pada sebuah mimpi. Namun ketika mereka tahu bahwa yang ku harap bukanlah mimpi tapi dia yang akan datang diwaktu yang seharusnya sebagai sosok yang nyata, yang saat menatapnya nanti aku akan merasakan hal yang sama saat aku menatap dia yang ku sebut senja.
Aku menyimpan dirinya sebagai senja di hati ku.
end.