Riddle Story dalam cerita ini aku kutip dari berbagai sumber yang aku ubah sedemikian rupa tanpa menghilangkan makna dari Riddle itu sendiri.
*┈┈┈┈*┈┈┈┈*┈┈┈┈
Apakah itu Riddle?—Riddle atau teka-teki adalah sebuah pernyataan atau pertanyaan atau frase yang memiliki makna ganda ataupun makna tertutup diajukan sebagai puzzle untuk diselesaikan.
Contoh: Belajar untuk menjadi dokter bedah benar-benar memerlukan kerja keras, tetapi aku mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum'at lalu. Namun, semua itu berkat bantuan dari teman sekamarku. Aku berharap dapat berterimakasih padanya, tetapi dia sudah tidak bersama kami lagi. RIP Jacob.
Jawaban: 'Aku' membunuh Jacob untuk tes otopsinya.
Mengerti? ^_^
.-.-.-.-.
"Apa Kau Pernah Mencuci Bonekamu?"
.-.-.-.-.
"Wah, bonekamu banyak sekali, Cloud!" ujar Mia seraya tersenyum manis. Dia memandangi setiap koleksi boneka milik Cloudy yang nyaris dua kali lipat dari koleksi bonekanya di rumah. "Manis-manis lagi. Dan wah yang itu imut sekali." Mia mengambil salah satu boneka milik Cloudy dan memeluknya.
"Benarkah? Kupikir boneka yang itu terlalu girly. Aku tidak suka," balas Cloudy. Dia duduk di tepi kasurnya, memandangi Mia yang berputar di seluruh kamarnya sambil memandangi setiap koleksi bonekanya dengan sebuah boneka yang masih dipeluknya.
"Kau bisa memiliki itu kok, Mia." Cloudy berkata riang membuat Mia tersentak senang.
"Benarkah? Kau baik sekali Cloud. Terimakasih," sahut Mia senang lalu memutar boneka itu bersamanya.
"Tapi ada syaratnya," lanjut Cloudy.
"Eh? Apa?"
"Hm..." Cloudy bergumam tampak berpikir lama.
"Sebenarnya aku sudah mulai bosan dengan boneka-bonekaku ini. Aku ingin memiliki yang baru. Aku butuh bantuanmu. Dan cuma kamu yang bisa menolongku."
.-.-.-.-.
Tiga Hari Kemudian
Di dalam kamarnya, Cloudy terduduk di atas kasur memandangi boneka barunya yang agak berbau akhir-akhir ini. Dia sedang kebingungan bagaimana mencuci bonekanya agar tidak bau kembali. Ia pun membuka ponselnya dan langsung meluncur ke grup chatting-nya dan membuat status.
Cloudy : Teman-teman, apakah kalian pernah mencuci boneka kalian? Punyaku sudah berbau akhir-akhir ini.
Teman terdekatnya, Hesti segera menanggapi status Cloudy dan memberikan saran kepadanya.
Hesti : Clou, kau tak boleh mencuci boneka dari bahan soft viny. Kau bisa menggunakan detergen tapi tak sebanyak untuk pakaian. Atau dry laundry saja.
Lain halnya dengan komentar lain yang datang dari Lia yang secara tersirat mengejeknya namun tak dihiraukan oleh Cloudy.
Lia : Mungkin kau bisa mandi bersamanya, Clou. Hahaha.
Menghembuskan napas panjang setelah membaca komentar temannya. Ia berbisik lirih, "tidak bisa". Lalu ia ketikkan balasan untuk temannya itu.
Cloudy : Tapi kondisinya sudah parah. Terakhir kali aku mencuci rambutnya, ada segumpal besar bagiannya lepas.
Setelah meng-klik send, Cloudy merasa melupakan sesuatu ia pun menambahi balasannya.
Cloudy : Salah satu bola matanya lepas juga... Padahal matanya besar dan sungguh indah. Tapi aneh, kupikir mereka malah terlihat seperti tomat busuk.
Tak berselang lama Hesti membalasnya.
Hesti : Clou, kau yakin sedang membicarakan boneka?
Cloudy tersenyum lebar membaca komentar Hesti. Ia memandangi bonekanya yang matanya tinggal satu itu. Namun, bau menyengat dari bonekanya membuatnya mendengus jengkel. Ia pun membuat status baru tanpa membalas komentar Hesti.
Cloudy : Sial! Baunya tak hilang-hilang! Siaaaaaalllll!
-End-