Umat manusia di ambang kepunahan, dikarenakan para iblis yang semakin merajalela. Linmei adalah seorang anak yang tinggal di pedesaan, suatu hari linmei bersama temannya lantian sedang berlatih di puncak gunung shu. Namun, di tempat lain si jago merah Tengah sibuk melahap habis desa yang berada di dekat gunung shu.
Saat sore hari linmei dan lantian pun turun dari puncak gunung shu, kejadian yang tak akan pernah mereka bayangkan terjadi, linmei dan lantian terkejut melihat apa yang sedang terjadi di tempat tinggal mereka. Rumah-rumah hangus terbakar, mayat-mayat berserakan. Hal tersebut membuat linmei dan lantian berpisah dan berlari ke arah rumah mereka masing-masing.
Saat linmei memeriksa rumahnya, rumahnya hangus terbakar tak bersisa, hal tersebut membuat linmei menangis, Iya kira ibunya sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Tapi syukurlah ibunya tidak apa-apa. Ibunya bercerita bahwa ia diselamatkan oleh warga desa saat terjadi kebakaran. Berbeda dengan lantian, ayah dan ibunya menjadi salah satu dari banyaknya korban dalam kebakaran tersebut. Linme yang mengetahui hal tersebut pun berlari mencari-cari lantian. Namun, hasilnya nihil, Iya tak melihat lantian sama sekali. Bulan demi bulan pun telah berlalu, Line Mei meminta izin kepada ibunya bahwa dia ingin pergi ke kota untuk berlatih. Awalnya sang ibu tidak mengizinkan linmei untuk pergi ke kota, namun, saat sang ibu melihat tekad besar yang dimiliki oleh linmei anaknya untuk berlatih di kota, Iya pun mengizinkannya. Lin Mei berterima kasih kepada ibunya, sebab sudah mengizinkannya untuk berlatih di kota. Keesokan harinya, Line Mei sudah bersiap untuk berangkat ke kota.namun, sebelum linmei pergi ibunya memberikan linmei sebuah kalung berlian biru yang sangat indah. Ibunya berkata pada Line Mei bahwa kalung itu adalah jimat keselamatan. Tak lupa linme mengucap terima kasih pada ibunya dan tak lupa juga ia berpamitan kepada sang ibu.
Saat tibanya Line Mei di kota, Line Mei pergi ke sebuah akademi kecil di kota, sambil belajar di kota linmei juga bekerja paruh waktu di sebuah restoran makanan yang terkenal di kota itu, restoran tersebut sangat dekat dengan akademinya tempat linmei belajar. Jadinya ia mudah untuk berjalan dari akademi ke restoran tempatnya bekerja paruh waktu. Suatu hari di saat Lin Mei Tengah bekerja, ada seorang pria yang menghampirinya. Pria itu bertanya kepada linmei tentang dari mana mendapatkan kalung yang sedang ia pakai sekarang. Yang mana kalung itu tak lain dan tak bukan adalah pemberian ibu linmei saat linmei hendak pergi ke kota. Line Mei pun menanggapi pria itu dengan sikap acuh tak acuh pada pria tersebut. Karena linmei merupakan orang yang tidak suka ditanyai tentang kehidupannya, apalagi pria tersebut sama sekali bukan orang yang dia kenal.
Saat Di Academy linmei bertemu dengan seorang wanita yang bernama Huang yu. Uangnya bertanya kepada linmei Karena Linmei sudah terlalu lama sekali pulang hari ini dari kerja paruh waktu nya. Line Mei pun menjawab bahwa ia ada pekerjaan yang menumpuk di restoran tadi. Saat pagi harinya linmei yang sedang latihan teknik baru bersama Huang yu, mereka memiliki tipe kekuatan yang satu yaitu "Fiwags" dan teknik yang baru saja diajarkan tadi adalah teknik double wags, di mana teknik itu bisa memanipulasi kekuatan lawan.
Saat berlatih linmei dan hwangnew sempat gagal berkali-kali untuk menguasai teknik tersebut. Hingga pada akhirnya guru Wei datang untuk membantu mereka. Guru way mengatakan bahwa jika linmei dan Huang yu ingin menguasai teknik tersebut kita akan terlebih dahulu mempelajarinya, begitu pula jika kita ingin menguasai teknik-teknik lain sebelum mencoba kita harus mempelajari nya. Huang yu pun bertanya kepada guru Wei mengenai apa yang baru saja guru wei katakan tadi karena ia sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan guru Wei tersebut.
Guru pun menjelaskan bahwa jika ingin menguasai suatu teknik kita harus mengetahui cara teknik itu bekerja, asal usul dari teknik tersebut dan cara menyeimbangkan teknik itu dengan teknik yang lainnya, serta tak lupa pula cara untuk membiasakan diri.
Beberapa bulan pun berlalu, hari demi hari dilalui oleh linmei untuk belajar dan belajar tak lupa pula ia akan bekerja paruh waktu di setiap hari nya.sampai tak menyangka linmei telah menginjak umur 14 tahun. Saat libur Iya kembali ke desa tempat ia dilahirkan. Namun, sepanjang perjalanan linmei merasa bahwa ia telah di ikuti oleh seseorang yang ia tidak kenal dari belakang.
Sesampainya di rumah tempat ia tinggal ia bertemu dengan ibunya yang sedang menjemur pakaian. Ibunya pun membawa linmei masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. Namun, saat Line ingin duduk seseorang mengetuk pintu rumah. Line Mei pun izin ke dapur untuk mengambil minuman, saat kembali ke depan Line Mei melihat seorang pria yang pernah bertanya tentang kalung yang ia pakai saat tengah kerja paruh waktu di restoran. Ia melihat Pria itu sedang memeluk ibunya dan ibunya pun sedang menangis di pelukan pria tersebut. Lin Mayang salah paham dengan tergesa-gesa menyerang pria tersebut. Namun, saat serangannya hendak mengenai pria tersebut, ibunya menghentikan linmei dan menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi. Ibunya berkata pada Line bahwa pria yang memeluk ibunya tersebut adalah ayahnya yang telah menghilang sejak Lin Mei masih kecil. Linme yang mendengar hal itu pun menangis dan memeluk ayahnya. Sejak dulu Lin Mei sangat menginginkan pelukan hangat dari sang ayah dan akhirnya ia pun mendapatkannya. Sang ayah mengajak istri dan anak nya tersebut untuk pindah ke kota. Lin mei dan ibunya pun pindah ke kota, tinggal bersama sang ayah dan tidak lagi merasakan hidup susah seperti saat berada di desa. Namun, sampai saat ini masih saja mencari lantian teman masa kecil yang menjadi teman latihannya.
Pada suatu hari saat linmei dan ayahnya pergi ke suatu tempat makan di luar kota Lin Mei melihat seorang pria yang sangat mirip dengan lantian. Lin mei pun mengejar orang tersebut dan meninggalkan ayahnya yang tengah makan.
Saat tiba di suatu gang, orang itu pun berhenti dan memeluk Lin mei. Ia adalah lantian teman masa kecil Lin mei yang selalu Lin Mei cari cari selama ini. Lin mei pun mengajak Lantian untuk tinggal di rumah nya bersama ibu dan ayahnya serta mengajak nya untuk belajar di akademi bersama dirinya. Namun, lantian menolak karena dirinya tak ingin menyusahkan orang lain dan Lin mei pun menghargai keputusan dari sahabat nya itu dan lantian pun pergi. Lin mei kembali ke tempat ayah nya sedang makan lalu pulang ke rumah bersama sang ayah. Sesampainya di rumah Lin mei menceritakan kejadian tadi Kepada ibu nya dan ibu nya senang karena lantian baik baik saja dan mereka pun hidup bahagia.
"Tamat"