Aku adalah seorang gadis kaya palsu, saat gadis kaya sejati kembali, dia merasa tidak nyaman dengan kehadiranku dan bahkan berusaha merebut segala yang kumiliki.
Aku memahaminya, karena aku telah mengambil status gadis kaya selama lebih dari dua puluh tahun, hidup yang luar biasa. Oleh karena itu, aku mencoba untuk menghindar dan mengalah darinya. Sampai suatu hari, aku mendengar isi hatinya.
"Aku sangat jahat! Dia sudah sangat sengsara tetapi aku masih menindasnya, aku benar-benar jahat!"
Aku. ?????
1
Setelah keluarga Chandra mengakui bahwa Ivana Chandra adalah anak kandung mereka, aku masih harus tetap berada di keluarga Chandra dengan identitasku yang terasa canggung. Keluarga Chandra selalu mempertimbangkan perasaannya dan tidak pernah menunjukkan kedekatan yang berlebihan padaku.
Ivana menekannya tanpa henti. "Kapan kamu akan mengumumkan identitasku ke dunia luar? Hanya boleh ada seorang putri keluarga Chandra dan itu adalah aku!"
Pada awalnya, ayah Ivana ingin mengumumkan bahwa Ivana adalah kembaranku, dan kami berdua adalah putri keluarga Chandra. Namun, Ivana sangat menentang ide tersebut dan berkata. "Hanya boleh ada salah satu diantara kami!"
Ayah Ivana tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginannya.
Aku duduk di tempat yang tenang sambil minum susu dan makan telur. Dalam pandangan sekilasku, aku menatap Ivana dan tanganku gemetar.
"Ah ... aku tidak ingin jahat seperti ini, tapi aku memerankan tokoh antagonis yang jahat. Sebagai akibatnya, setelah dia kehilangan status putri keluarga ini, kisah tragis antara sang protagonis pria dan aku akan dimulai!"
Tokoh antagonis wanita .... Apakah itu menunjuk pada Ivana?
Protagonis wanita .... Apakah itu aku?
Protagonis pria .... Siapa lagi?
Dengan siapa aku memiliki kisah cinta yang tragis????
2
Aku akhirnya menyadari bahwa aku bisa mendengar isi hati Ivana saat hari ketiga setelah dia diakui kembali di keluarga. Saat itu, Ivana merebut kue kecil, hadiah dari kakak laki-lakiku yang pulang dari perjalanan bisnis.
Aku sendiri tidak memiliki pikiran apapun, tapi dia terus merasa bersalah dalam hatinya, menyumpahi dirinya sendiri sebagai penjahat sejati.
Padahal, dia terlihat sangat bahagia saat memakan kue kecil.
Aku mencoba beberapa kali, tapi aku akhirnya menyadari bahwa aku tidak memiliki kemampuan khusus, aku tidak bisa mendengar suara hati orang lain, hanya suara hati Ivana yang bisa kudengar.
"Dik ...."
Suatu bayangan menutupi sudut yang tenang, aku mengerutkan kening dan menatap ke arah orang yang datang.
"Dik, kita tumbuh bersama sejak kecil, hubungan kita tidak bisa dibandingkan dengan Ivana!"
Aku menaikkan alisku dan sedikit tersenyum. "Oh? Apa maksudmu, kamu akan membatalkan pertunanganmu dengan keluarga Chandra, lalu hidup bersamaku?"
Jonathan mengulurkan tangannya untuk mencoba menarikku, aku segera berdiri dan menghindari tangan yang diulurkannya, tatapan aku benar-benar dingin.
"Kalian sedang apa?"
Ivana mengangkat segelas jus, berdiri dengan tanpa ekspresi.
Aku baru saja hendak memberikan sedikit penjelasan, tapi tiba-tiba suara berisik menggema di telingaku.
'Aku benar-benar tidak suka cowok ini! Cowok ini tidak tegas, sudah punya pacar tapi masih ingin menggoda cewek lain, aku tidak mengerti kenapa protagonis wanita sebelumnya bisa menyukainya ... pokoknya, aku pasti tidak menyukainya!'
"Dik! Apakah kamu tidak tahu malu? Jonathan adalah tunanganku! Kamu menggoda tunanganku?!"
Ivana berteriak dan melambaikan tangan ke arahku.
Jontathan segera berdiri dan menghadang di depanku.
Aku menarik lengan Jonathan dan mendorongnya ke depan.
'Plak-'
Jonathan terkena siraman jus di wajah dan seluruh tubuhnya.
Ivana berusaha menahan tawa dan berteriak dalam hati. "Laki-laki brengsek! Kau layak mendapatkannya!"
Karena takut tidak bisa menahan tawa, Ivana buru-buru meninggalkan kata-kata kejam dan langsung mengangkat roknya dan pergi.
Aku menarik kembali pandanganku dan meminta pelayan memberikan handuk bersih untuk Jonathan.
"Tuan muda Jonathan, terima kasih, tapi jangan lagi melakukan hal yang tidak berarti seperti ini di masa depan, itu akan membuat Ivana salah paham."
Sambil menerima handuk yang pelayan berikan, aku memberikan handuk itu pada Jonathan dan dengan nada dingin berkata, "Aku masih memiliki urusan yang harus diselesaikan, jadi aku harus pergi sekarang."
Setelah itu, aku pergi tanpa merasa kehilangan sedikitpun.
3
Menurut perasaan Ivana, aku adalah apa yang disebut protagonis wanita, sedangkan Jonathan adalah protagonis pria, dan kami akan memiliki hubungan cinta yang menyedihkan.
Tetapi aku tidak ingin memiliki hubungan cinta yang menyedihkan dengan Jonathan, jadi setelah pesta itu, aku secara sengaja menghindari Jonathan dan mencoba untuk tidak berhubungan dengannya.
Selain itu, aku juga menyadari bahwa Ivana senang merebut barang-barang milikku.
Atau mungkin dia harus tetap menjadi karakter antagonis yang jahat, jadi tidak peduli apa yang kumiliki, dia selalu ingin merebutnya.
Aku memperhatikan beberapa hari dan sadar bahwa Ivana suka makan makanan manis, terutama kue.
Jadi, setiap malam ketika aku pulang ke rumah, aku selalu membeli satu potong kue kecil, dan biasanya begitu aku memasuki pintu, kue itu akan "direbut" olehnya.
Saat aku baru saja melangkah menuju tangga, aku mendengar suara dari belakang,
"Ini adalah drama populer 'Imperial Concubine Chronicles' di mana protagonis wanita dan pria melewatkan kesempatan mereka untuk menjadi pasangan karena alasan-alasan tertentu. Jika protagonsis wanita tidak melewatkan audisi karena harus mengurus protagonis pria yang sakit, mungkin dia akan menjadi aktris termuda di industri hiburan!"
Aku mengangkat alis dan menggenggam naskah yang ada di tanganku.
Sakit?
Bahkan jika Jonathan mati karena sakit, itu juga bukan urusanku!
......
Akhirnya aku mendapatkan peran itu, dan akhirnya bebanku yang besar pun berkurang.
Namun, manajer yang ikut serta dalam audisi, Kak Jessy, tampak khawatir.
Aku dengan tegas mengatakan kepadanya. "Kak Jessy, aku akan mendapatkan peran dalam 'Imperial Concubine Chronicles', percayalah padaku."
Kak Jessy menghela napas lalu menggelengkan kepala dan tidak mengatakan apapun lagi.
Setelah keluar dari gedung perfilman, aku memberikan instruksi kepada kakak Jessy di dalam mobil. "Nanti waktu melewati toko kue kemarin, berhenti sebentar ya, aku akan membeli sepotong kue kecil."
Perhatian Kakak Jessy langsung teralihkan. "Besok kamu akan masuk ke tempat syuting, tidak bisa makan makanan berkalori tinggi seperti ini, bisa membuatmu gemuk!"
"Tidak usah khawatir, itu bukan untukku, itu untuk peliharaanku."
Kakak Jessy berkata, "Hewan peliharaan kecilmu? Kamu memelihara apa?"
Saat membawa kotak kue masuk ke dalam rumah dan meletakkannya di samping pintu, bayangan hitam pun melewati, dan detik berikutnya, kue yang ada di tanganku sudah tidak ada lagi.
Ivana berdiri di tangga, dan mengangkat dagunya. "Kak Jonathan akan datang ke rumah untuk makan malam, lebih baik kamu menyimpan pikiran kotormu dan bersikap sopan! Kalau tidak, jangan salahkan aku!"
Aku mengangguk, dan dalam hati berpikir. Bukankah Jonathan sedang sakit? Tampaknya tidak terlalu serius.
4
Di atas meja makan, Jonathan duduk dengan ekspresi lesu, wajah dan bibirnya pucat.
Ivana tak henti-hentinya memanggil "Kak Jonathan " dan memberinya makanan yang berminyak dan pedas.
Aku menundukkan kepala dan menyembunyikan senyum di wajahku.
Jonathan tidak suka makanan pedas dan melihat kondisinya yang sedang sakit, makanan pedas tidak sesuai untuknya.
Ivana tertawa sambil memberikan makanan, dan berkata dalam hatinya. "Biar kamu mati kepedasan, biar mati saja kamu, pria berengsek, pria mesum!"
Jonathan melihat tidak ada respons dari orang lain, dia akhirnya tidak bisa menahan diri dan mulai terbatuk-batuk.
"Hoek-hoek-hoek..."
Aku meletakkan sumpit dan berdiri. "Aku sudah selesai makan, kalian makan pelan-pelan."
Meninggalkan keributan di meja makan, aku kembali ke kamar dan mulai membaca skenario.
Setelah selesai membaca, aku menggerakkan leher yang sedikit kaku dan berencana untuk pergi mengisi segelas air.
Tetapi ketika aku sampai di pintu, terdengarlah ketukan di luar.
Aku tidak ingin berurusan dengan Jonathan. Aku memutar badan dan bersandar di pintu, "Tuan muda Jonathan, setelah makan malam, tidurlah lebih awal, tidak ada yang ingin kukatakan padamu."
Jonathan, yang berada di luar pintu, tampak seperti marah dan mendorong pintu dengan lebih kuat lagi.
Aku tidak bisa menahan pintu dan terdorong beberapa langkah, pintu terbuka lebar-lebar, lalu Jonathan pun memelukku dengan erat.
Hatiku mendadak dipenuhi dengan kemarahan, aku mendorong Jonathan dengan kasar. "Lepaskan aku!"
"Dik, aku sangat merindukanmu."
"Apa yang kamu lakukan?"
Ivana berlari ke arah kami, matanya menatapi kami dan jatuh pada Jonathan yang ada di dalam kamar.
"Kak Jonathan, mengapa kamu ada di kamarnya?".
Ivana maju beberapa langkah dan menarik tangan Jonathan. "Kak Jonathan, kenapa kau menarik tangannya? Apakah dia menggodamu?
Pria berengsek jelas menyukai protagonis wanita tetapi masih tidak ingin melepaskan keinginan untuk mendapatkan keuntungan dari keluarga Chandra! Benar-benar menjijikkan!
Ekspresi Jonathan terus berubah, akhirnya dia menarik tangan Ivana dan berkata dengan lembut. "Ivana, kau telah salah paham, orang yang kucintai hanya kamu."
Ivana memeluk lengan Jonathan dengan ekspresi kaget dan gembira. Saat berjalan keluar, dia menatapku dengan penuh kemarahan.
Aku melihat mereka pergi dan menggosok pergelangan tanganku yang sakit, lalu mengambil napas dalam-dalam, dan memasuki ruangan untuk mempersiapkan barang-barang.
Keesokan harinya, aku naik ke mobil kak Jessy dengan koperku dan masuk ke grup syuting sebelum matahari terbit.
5