Aku mempekerjakan seorang pengasuh, tapi dia baru mengetahui kalau pengasuh itu adalah mantan suaminya. Hal ini masih bisa diterima, yang lebih mengejutkannya adalah suami dan mantannya memiliki seorang putra ...
01
Suatu hari di bulan November 2019, jika rekanku tidak pulang untuk mengambil barang, jika aku tidak kebetulan melewati rumah yang disewa oleh suamiku, aku tidak akan melihat adegan yang mengagetkan itu …
Di balkon sebuah properti sewaan milik suamiku, berdiri seorang wanita yang bernama Intan Sari, pengasuh yang baru saja dia pekerjakan. Apakah suamiku selingkuh dengan pengasuh ini?
Aku kenal dengan Indra, seorang manajer pemasaran di sebuah lembaga pendidikan, melalui seorang teman ketika Tahun Baru Imlek tahun 2015. Sementara aku adalah seorang akuntan. Saat itu teman-teman bercanda bahwa sifat pekerjaan kami sangatlah cocok, satu internal, satunya eksternal.
Indra memiliki tubuh tinggi, kekar, serta memberikan kesan yang dapat diandalkan. Kita pacaran selama dua tahun, lalu menikah dan membeli sebuah rumah di kota G. Tiga tahun lalu, orang tua Indra pindah kembali ke kampung halaman mereka karena kesehatan ibu mertua kurang baik.
Pada bulan November 2018, aku melahirkan seorang putri bernama Lala. Karena orang tua Indra tidak berada di kota G, jadi ibuku yang membantu merawat Lala.
Setelah cuti melahirkanku berakhir pada bulan Mei 2019, ibunya mengalami peradangan pada tulangnya karena aktivitas fisik yang berlebihan dan tidak dapat menggendong bayi untuk sementara waktu. Saat itu, aku memutuskan untuk mempekerjakan seorang pengasuh. Sementara Indra memilih untuk diam.
Aku mengira bahwa suaminya khawatir dengan pengasuh, jadi aku berkata, "Ibuku akan berada di rumah bersama pengasuh. Dia tidak akan berani melakukan apa pun."
Indra mengangguk, tetapi dia terlihat seperti memikirkan sesuatu.
Keesokan harinya, Indra bersemangat menceritakan padaku bahwa temannya mengenal pengasuh yang giat, jadi ada bagusnya mempekerjakan dia. Sementara aku berpikir lebih baik menggunakan seseorang yang dikenal daripada orang asing, jadi aku dengan senang hati setuju.
Begitulah, Intan menjadi pengasuh di rumah kami.
Wajahnya memerah, terlihat penurut. Setelah aku memastikan usia dari KTP-nya, aku menyadari bahwa dia setahun lebih muda dariku dan dia juga cantik.
Aku tidak menyangka kalau pengasuh yang diperkenalkan oleh teman suamiku begitu muda. Ketika aku ragu, ibuku menarikku ke samping dan berbisik, "Hati-hati, jangan sampai pengasuh yang kamu pekerjakan adalah wanita tidak baik."
Setelah melihat terlalu banyak laporan berita tentang pengasuh yang menggoda majikan laki-laki, aku tentu saja memahami maksud dari kata ibuku. Namun, karena orangnya sudah berada di sini, pengasuh itu juga direkomendasi oleh temannya Indra, jadi aku tidak banyak pikir.
Namun, aku memang bersikap waspada terhadap Intan dan memastikan mengunci semua barang berharga di rumah sambil mengawasi setiap gerakannya.
Intan sangat rajin, juga merawat Lala dengan baik, bahkan menjaga kebersihan rumah, juga ada batasan dalam melakukan sesuatu. Dia jarang berbicara dengan Indra, mengikuti instruksiku dalam segala hal. Setiap kali aku tidak berada di rumah, dia mematuhi instruksi ibuku dan menyesuaikan pengeluaran setiap hari dengan ibuku.
Seiring waktu berjalan, ibuku yang awalnya ada kekhawatiran dengan Intan, mulai merasa Intan sebagai orang yang sempurna.
Pada bulan Agustus 2019, tiba-tiba dia mengundurkan diri, karena dia mau merawat anaknya sendiri. Aku agak terkejut karena segalanya tampak baik-baik saja, tapi dia memutuskan untuk berhenti begitu saja? Ketika aku hendak membujuknya untuk tetap bekerja, Indra yang di samping malah mengangguk setuju dan berkata, "Baiklah. Kapan kamu mau pergi, kapan kami akan melunasi gajimu."
Ibuku juga setuju dan menyatakan bahwa dia telah pulih sepenuhnya, jadi dia berharap untuk merawat cucunya sendiri. Dua hari kemudian, Intan meninggalkan rumahku.
Aku pikir tidak akan pernah melihatnya lagi, tak disangka dia muncul di rumah ini!
Banyak keanehan yang terlintas dalam pikiranku, tiba-tiba aku ingat tak lama yang lalu, aku memberi tahu Indra bahwa kita harus menjual rumah yang ditempati sekarang dan rumah lamanya di kota F, lalu menggunakan uang hasil jual rumah membeli rumah yang lebih besar.
Saat itu, dia menjawab dengan ragu-ragu, bahkan tidak setuju. Ternyata alasannya, karena ada wanita cantik yang dia sembunyikan di rumah ini!
02
"Apa hubunganmu dengan Intan?"
Setelah aku selesai dinas keluar kota, aku menanyakan hal ini pada Indra sebelum meletakkan koperku. Setelah mendengar ini, tangan Indra yang ingin membantuku mengangkat koper pun berhenti, ekspresi juga berubah menjadi gugup.
Melihat sikapnya yang seperti ini, aku yakin kalau tebakanku benar! Aku pun marah, lalu menunjuknya sambil berkata, "Kenapa kamu begitu tidak tahu malu? Pantas saja kamu tidak mau menjual rumah di kota F. Hanya tiga bulan saja, bisa-bisanya kalian berselingkuh di depanku dalam waktu sesingkat itu. Bagaimana cara kalian melakukannya? Katakan!"
Indra memainkan tuas tangan koper, lalu menunjukkan ekspresi sedih sambil menggelengkan kepala. "Bukan seperti yang kamu pikirkan … Sebenarnya, sudah lama aku ingin memberi tahu rahasia ini padamu. Tapi, aku tidak tahu bagaimana mengatakannya."
Ternyata, mereka berdua sudah dekat sebelum Intan datang ke rumahku menjadi pengasuh. Intan adalah mantan pacar Indra, mereka bersama di tahun 2012.
Saat itu, Intan baru bekerja di kota G, kebetulan Indra adalah pekerja paruh waktu yang direkrut departemen mereka. Dengan begitulah, mereka berdua saling kenal.
Setelah bersama selama dua tahun, rasa suka pelan-pelan hilang. Indra merasa tidak ada banyak topik pembicaraan dengan Intan yang tamatan SMK. Sementara Intan juga merasa tertekan bersama dengan Indra, jadi mereka memutuskan untuk putus dengan damai.
Pada tahun 2014, Intan kembali ke kampung halaman, saat itu dia baru menyadari dirinya hamil. Awalnya dia ingin melakukan aborsi, tapi dokter memberitahunya kalau endometriumnya terlalu tipis. Kalau melakukan aborsi, pasti akan menyebabkan kemandulan seumur hidup. Intan pun terpaksa melahirkan putranya yang bernama Bob, lalu seorang diri membesarkannya.
"Bella, aku benar-benar tidak tahu hal ini." Indra mengangkat tangan untuk bersumpah, "Setelah Lala lahir dan waktu cutimu hampir selesai, dia baru menghubungiku. Saat itu, Bob sudah berusia tiga tahun. Aku benar-benar tidak percaya, bahkan tidak berani menghadapi hal ini. Tapi saat Intan membawa Bob datang ke perusahaan, aku tahu bahwa aku tidak mungkin menghindari hal ini."
Setelah berhenti sejenak, dia berkata lagi, "Harapan terakhirku adalah membawa Bob melakukan tes DNA, hasil tes menyatakan dia adalah putraku. Bella, saat itu, aku benar-benar putus asa, juga tidak berani memberitahumu …"
"Baik, kalau kamu tidak ingin menghadapi mereka, kenapa kamu membiarkan Intan menjadi pengasuh di rumah kita?" Aku tidak merasa kaget, aku hanya terus bertanya.
Indra menggaruk kepala sambil berkata, "Dia bilang dia tidak ada pekerjaan, juga tidak punya uang. Jadi, berharap aku bisa membantunya mencari kerja dan tempat tinggal, lalu baru membahas masalah merawat Bob."
"Aku ingin menghindarinya, tapi dia setiap hari datang ke perusahaan untuk mencariku. Aku takut rekan kerjaku tahu, juga takut hal ini diketahui olehmu. Kebetulan, kamu ingin mencari pengasuh, jadi aku membiarkan dia kerja di rumah kita. Dia juga setuju dan berjanji tidak akan membuat kerusuhan. Kalau tidak, dia tidak akan mendapat biaya asuh yang banyak dariku. Setelah dia menjadi pengasuh, aku membiarkan dia membawa Bob pulang ke kampung halaman."
Aku hanya menundukkan kepala, sedangkan Indra terus berkata.
"Kemudian, aku takut statusnya terungkap, ditambah ibu sudah pulih, jadi aku ingin Intan pergi. Hanya saja, dia tidak ada tempat tinggal, jadi aku hanya bisa membiarkan dia tinggal di kota KG. Dia memintaku memberinya 1,2 miliar, tapi aku tidak percaya dengan omongannya, jadi aku mengusulkan rencana terakhir …"
Selesai berbicara, Indra menengadahkan kepala untuk melihatku, lalu dia menundukkan kepalanya lagi. "Aku sudah mengalihkan rumah di kota F itu kepada Bob. Dikarenakan itu adalah hartaku sebelum menikah, jadi tidak perlu tanda tanganmu. Aku pun tidak memberitahumu tentang hal ini …"
Selesai menjelaskan, Indra berlutut di depanku sambil memohon, bahkan terus berjanji kelak tidak akan ada hubungan apa pun dengan Intan.
Sedangkan, aku yang marah tidak menghiraukannya selama beberapa hari. Namun, setiap hari Indra akan mengirim berbagai pesan untuk minta maaf, juga membantuku melakukan pekerjaan rumah dan menjaga anak setelah pulang. Tujuannya agar aku bisa memaafkannya.
Aku pun mengalah. Bagaimanapun juga, masalah ini tidak bisa menyalahkannya. Tapi, Intan begitu licik, bisakah mereka tidak akan ada hubungan lagi?
03
Aku diam-diam mengamati Indra selama beberapa hari dan aku melihat dia sering memegang ponselnya untuk melakukan sesuatu yang tidak aku ketahui.
Suatu malam, ketika dia sedang tidur, aku menggunakan sidik jari dia untuk membuka kunci ponselnya dan memeriksa riwayat obrolan WhatsApp-nya.
Namun, tak ada yang aneh.
"Apakah mungkin aku terlalu berpikir banyak?" Ketika aku sedang berpikir, tiba-tiba muncul notifikasi pengiriman barang. Aku mengkliknya dan menyadari bahwa Indra telah membeli banyak mainan dan camilan secara diam-diam. Semua ini tentu untuk Bob, selain itu alamat penerima barang itu adalah alamat perusahaan Indra.
Dengan kata lain, setelah membeli mainan dan camilan secara online, Indra akan secara pribadi mengirimkannya ke Bob.
Aku menggunakan ponsel aku sendiri untuk mengambil tangkapan layar informasi di ponsel Indra dan mengirimkannya kepada Indra. Aku ingin melihat bagaimana pria yang sudah berjanji padaku menyangkal hal tersebut.
Setelah bangun di pagi hari dan melihat pesan WhatsApp yang aku kirimkan kepadanya, Indra dengan cepat memelukku dari belakang.