Sebelum menikah ibu selalu mengingatkanku jangan hanya melihat kebaikan pria dalam memilih pasangan hidup, tetapi lihat juga keburukannya. Waktu itu aku meyakinkan ibuku bahwa suamiku tidak merokok dan tidak minum alkohol, satu-satunya hobi dia hanya bermain ponsel. Bagaimana mungkin ada masalah yang muncul dari bermain ponsel saja?
Siapa sangka hidupku malah hancur karena ponsel ini.
Pada malam itu, untuk yang kesekian kalinya aku melihat dia bermain ponsel saat kami sedang berhubungan intim. Saat aku merampas ponselnya, aku malah melihat dia sedang melakukan siaran langsung tentang hubungan seks kami...
Saya kenal Ricko dari temanku. Saat itu, aku sudah di usia yang dewasa. Aku memiliki pendidikan tinggi dan pekerjaan yang stabil. Satu-satunya yang aku butuhkan hanya pacar saja. Hal ini membuat teman dan keluarga sangat khawatir. Aku juga ingin berkeluarga dan hidup bahagia. Sehingga aku menjadi anggota beberapa platform perjodohan. Tetapi tidak ada yang menarik bagiku, sehingga aku malas untuk mencari lagi.
Pertemuanku dengan Ricko cukup rumit. Ricko suka fitness. Thomas merupakan salah satu teman fitnesnya. Dia merasa Ricko adalah pria yang cukup baik. Karena merasa wanita yang dia kenal tidak ada yang cocok untuk Ricko, dia pun bertanya pada istrinya. Sementara istrinya adalah rekan kerjaku di kantor. Meskipun tidak akrab, tapi seluruh kantor tahu aku sedang mencari pacar, sehingga kami berkenalan melalui kenalan yang berlapis seperti ini.
Aku pribadi menyukai pria introvert berkacamata. Sementara Ricko adalah tipe pria berotot yang suka bercanda. Ketika kami mengobrol aku merasa cara pandang dan juga pengalaman kami sangat cocok. Sehingga tidak lama setelahnya kami pun mulai berkencan. Aku sempat bergurau bahwa aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan pasangan seperti Ricko.
Percintaan pada usia yang sudah dewasa memang sangat cepat. Kami berpacaran kurang dari tiga bulan ketika bertemu dengan orang tua kami dan mulai tinggal bersama. Setengah tahun setelah itu kami bertunangan. Dalam waktu kurang dari setahun kami melangsungkan pernikahan dan telah membayar uang muka rumah di kota besar. Aku merasa ini seperti bermimpi. Sebentar lagi aku akan memiliki keluarga sendiri. Ricko sangat menyukai olahraga, dia juga rapi dan gesit dalam melakukan pekerjaan rumah. Ia juga pandai memasak dan memiliki tubuh yang atletis, sehingga kehidupan seksual kami yang berkualitas.
Jika aku harus mencari kekurangannya, selain suka bermain ponsel dia juga memiliki gairah seksual yang tinggi.
Hal itu sudah terlihat di awal kami tinggal bersama. Ia bermain ponsel saat makan, mengobrol, mandi, bahkan sebelum tidur. Aku sudah memintanya untuk lebih fokus pada kehidupan nyata juga pada diriku. Tetapi dia mengatakan bahwa bermain ponsel membuatnya rileks setelah hari yang sibuk, sehingga aku pun tidak memperdebatkannya lagi.
Awalnya aku tidak menganggap gairah seksual yang tinggi ini sebagai masalah, karena sejujurnya aku juga menikmati aktivitas seks kami saat tinggal bersama. Saat kami sudah tinggal bersama pun dia melakukan fitness setiap malam, jadi setiap malam kami akan melakukan hubungan seksual.