Aku mengambil cuti pada hari ulang tahun suamiku untuk memberinya kejutan. Namun, aku malah mendengar suara dengkuran.
Aku yang panik mengira ada pencuri, ketika menelpon polisi, aku mendengar suara wanita dan pria. Saat itu, aku baru menyadari bahwa suamiku selingkuh.
Mereka keluar hendak untuk mandi, aku tidak terima dengan ini semua. Aku memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka.
Selama aku menguping, aku menyadari siapa wanita itu dan perasaanku terhadap suamiku telah hilang, aku bertekad untuk membalas dendam.
Aku pun menyelinap ke dalam lemari pakaian dan diam-diam merekam bukti perselingkuhan mereka.
Tidak disangka, ketika suamiku dan selingkuhannya selesai, atasan suamiku datang mencarinya.
1
Hari ini adalah ulang tahun suamiku, aku sengaja mengambil cuti untuk memberikan sebuah kejutan padanya.
Namun ketika aku memberikan kejutan, tiba-tiba aku mendengar suara dengkuran dari dalam kamar tidur.
Suamiku baru pulang pada malam hari, jadi siapa yang ada di dalam kamar tidur sekarang?
Pelan-pelan aku bersandar ke dinding mendekati pintu kamar tidur.
Aku teringat pada sebuah film, yang menceritakan tentang seorang pencuri yang ketika mencuri barang di rumah orang lain, menyadari bahwa tidak ada orang di rumah, pencuri itu tinggal di kamarnya selama sebulan, baru ketahuan ketika pemilik rumah pulang.
Apakah aku juga akan menghadapi situasi seperti itu?
Aku mengeluarkan ponselku, siap-siap ingin menelepon polisi.
Namun ketika aku sedang menelpon, aku mendengar suara wanita yang manja dari dalam kamar.
"Boleh nggak kamu berhenti mendengkur, aku terbangun karna suara dengkuranmu."
Apa yang sebenarnya terjadi?
"Aku juga tidak bisa apa-apa, mendengkur itu tidak bisa aku kendalikan."
Suara laki-laki itu seolah-olah seperti petir yang meledak di telingaku.
Ini suara suamiku!
Seketika pikiranku kacau.
Suamiku bernama Antony, dia adalah seorang pria matre yang berasal dari keluarga miskin di desa.
Sementara aku berasal dari kota ini dengan keadaan keluarga yang lebih baik.
Kami berdua bertemu dalam sebuah kencan buta.
Meskipun kondisi ekonomi keluarganya buruk, tetapi karena memiliki banyak minat dan hobi yang sama, ditambah kepribadiannya yang humoris, aku tidak peduli jika orang tua menentang, tidak berapa lama kami pun menikah.
Seperti kebanyakan wanita, setelah menikah, suamiku tidak lagi begitu mencintaiku seperti saat kita masih pacaran, malah terlihat ada sedikit rasa tidak suka padaku.
Aku tidak mempermasalahkannya, aku merasa suatu hari nanti, cinta akan berubah menjadi perasaan keluarga dan kami akan hidup bahagia hingga tua.
Namun sekarang terlihat aku terlalu naif.
"Kamu itu banyak sekali menuntut, aku sudah menikah dengan istriku selama tiga bulan, dia tidak pernah tidak menyukaiku padaku."
Kata-kata suamiku membangunkanku.
Aku tersenyum pahit, bukan karena aku selalu suka, tetapi karena aku tidak punya pilihan.
"Sana, mandi keluar sana."
"Kamu tidak takut istrimu pulang?"
"Hari ini dia kerja, malam baru pulang.
Suara gemerisik terdengar dari dalam kamar, aku segera membersihkan bekas punggungku di dinding, lalu bersembunyi di balik sofa.
"Gendong aku."
Bunyi manja wanita itu terdengar.
"Baik baik baik."
Aku baru berani keluar setelah terdengar suara air mengalir.
Perselingkuhan suamiku telah terkuak, tetapi kami baru saja menikah selama tiga bulan, apakah pernikahan pertama dalam hidupku akan dinyatakan gagal seperti ini?
Aku tidak rela.
Rasa marah mendorongku untuk pergi ke kamar mandi.
"Hmm, tak disangka semua pria memiliki tabiat seperti itu, tetapi aku malah suka."
Suara wanita itu terdengar sangat akrab, entah kenapa, seperti pernah mendengarnya.
2
Semakin aku mendengarnya, semakin merasa suara wanita itu sangat akrab.
Tiba-tiba aku teringat akan seseorang, seorang bawahan dari suamiku, Veronica.
Dua bulan yang lalu, aku mengantarkan makan siang untuk suamiku, aku mengunjungi perusahaannya sekali.
Perusahaan itu memiliki banyak karyawan, tapi hanya Veronica yang meninggalkan kesan yang cukup mendalam padaku.
Ketika istirahat siang, dia menyiapkan matras yoga di kantor, mengenakan pakaian yoga, dan berlatih yoga.
Para rekan kerja pria menjadi terpesona, beberapa karyawan pria yang ingin tidur siang pun tidak mengantuk lagi dan wajah mereka memerah.
Para rekan kerja wanita merendahkannya, tetapi tidak ada yang berani seperti dia, bahkan tidak ada yang berlatih yoga dengan matras itu.
Aku diam-diam bertanya pada Antony, "Apa kamu tidak akan menegurnya?"
Antony menjawab, "Atasan juga suka melihatnya, jika memecatnya, maka kamu berurusan dengan atasan."
Mengingat semuanya, aku tiba-tiba tersadar, Antony bukannya juga seorang atasan.
Aku mengertakan gigiku, Antony bukan digoda, tetapi dari awal dia sudah punya niat.
Mulai dari berlatih yoga di kantor hingga ke tempat tidur atasan, dia memang pandai dalam hal ini.
Antony berkata pada Veronica, "Beberapa hari lagi akan ada kompetisi lempar-tangkap piringan terbang, nanti kamu bisa mengenakan pakaian yoga itu dan beriteraksi dengan para bos."
Veronica berkata, "Aku adalah wanitamu, aku tidak akan pergi."
"Ayo nurut, aku akan menambahkan dua puluh juta pada uang sakumu bulan ini."
"Baiklah, tapi kamu harus menggunakan mobil Mercedes, mobil Chery yang kemarin membuatku malu di depan saudari-saudariku."
"Untung aku mengirim fotomu yang menggunakan mobil Mercedes kepada mereka, barulah mereka berhenti mengejekku."
Mendengar kata-kata ini, aku marah sampai seluruh tubuhku bergetar.
Antony memiliki karier yang baik, semua ini berkat dukungan dari keluargaku.
Tempat kerjanya, diperkenalkan oleh ayahku.
Rumahnya, sebagian besar subsidi dari keluargaku.
Dan mobilnya, setelah dia naik pangkat, dia mengatakan padaku bahwa mobil Chery tidak sesuai dengan posisinya sebagai manajer, dia ingin membeli mobil Mercedes.
Akhirnya, dia mengeluarkan tujuh puluh juta dan aku memberikan segala harta yang aku miliki sebagai maskawin, baru bisa membeli mobil itu.
Sedangkan mobil Chery, dia tidak pernah menyentuhnya lagi.
Dia mengambil uangku dan uang keluargaku untuk memelihara perempuan selingkuhannya di luar sana, bahkan dengan berani mengatakan bahwa Chery tidak sepadan dengan posisinya di kantor.
Serigala berbulu domba!
Aku tidak akan membiarkan pasangan haram ini merendahkanku.
3
Di sebelah kiri kamar tidur adalah lemari, lebarnya tiga meter dan panjangnya dua setengah meter, dengan ketebalan setengah meter lebih, cukup besar untuk menyembunyikan seseorang dengan leluasa.
Aku mengambil pakaian dan menahannya di depan tubuhku, dengan hati-hati membuka sedikit celah, aku mengangkat ponselku menghadap ke tempat tidur, aku akan merekam bukti perselingkuhan mereka, dan membuat reputasi mereka hancur!
Setelah beberapa waktu, mereka berdua masuk.
Ucapan mereka selanjutnya sangatlah menjijikan, aku menutup telingaku dan hanya membiarkan ponsel merekam video.
Tiba-tiba, sebuah tangan datang, itu adalah tangan Veronica, dia ingin membuka lemari!
Ketahuan ya?
Karena sebelumnya aku menutup telingaku, aku tidak mendengar apa yang mereka katakan, bahkan ketika Veronica mendekat, aku pun tidak bereaksi.
Tidak keburu!
Sambil melihat pintu lemari terbuka, aku dengan susah payah memiringkan tubuh dan merunduk di dalam lemari.
Namun, gerakan tadi menyebabkan gantungan pakaiannya terjatuh, dan pakaian itu berjatuhan di atas tubuhku.
"Di mana?"
"Di sudut kanan."
"Dapat!"
Seiring dengan ditutupnya pintu lemari, detak jantungku kembali normal.
Beruntung, dia hanya mencari sesuatu.
Ditambah lagi, cahaya di dalam lemari redup, sehingga jika dia tidak melihat ke arah kiri, maka dia tidak akan melihatku.
"Tadi sepertinya ada suara di dalam lemari."
"Tentu saja pakaian yang jatuh, sudah, lupakanlah."
Suara Antony terdengar terburu-buru, aku menempel pada celah pintu, dan melihat barang yang diambil Veronica dari dalam lemari adalah sebuah botol kecil.
Veronica menuangkan sedikit cairan dari botol ke telapak tangannya, dan mengoleskannya di punggung Antony, punggungnya penuh dengan bekas goresan.
Aku belum pernah melihat botol ini sebelumnya, tapi aku tahu betul keterampilan Veronica, ini bukanlah hal yang baru bagi mereka.
Dari sini, aku yakin bahwa Antony tidak menikahiku karena cinta, tetapi semata-mata demi masa depannya dan karena dia tertarik dengan kondisi keluargaku.
Berpikir seperti ini, perasaanku cintaku terhadap Antony juga lenyap begitu saja.
"Kapan kamu akan bercerai dengan istri kamu, supaya aku juga bisa putus dengan pacarku?"
"Tunggu sebentar lagi, tunggu sampai aku naik pangkat lagi, dan sampai aku menjadi seorang direktur."
"Masih harus tunggu lagi? Pacarku bekerja sebagai kurir makanan setiap hari, seluruh tubuhnya bau keringat. Aku bahkan mengatakan kepada teman-temanku bahwa pacarku adalah kamu."
Wah, perempuan matre ini sungguh tidak tahu malu!
Aku mencari sudut yang tepat, berusaha memotretnya sebaik mungkin, aku ingin semua orang melihat, bagaimana gambaran seorang perempuan yang tidak tahu malu.
4
Saat keduanya tengah berpelukan, ponsel Antony berdering.
Setelah mengambil ponsel itu, wajahnya berubah pucat.
Dia segera mengambil selimut untuk menutupi tubuh Veronica, lalu mengumpulkan semua pakaian Veronica di atas tempat tidur dan menyelipkannya dengan tergesa-gesa di bawah kasur.
"Cepat cari tempat untuk bersembunyi!"
Veronica bingung dan segera bertanya, "Istri kamu sudah pulang?"
Antony terdiam sejenak, kemudian berkata, "Ya, istriku pulang lebih cepat. Cepat cari tempat untuk bersembunyi."
Setelah itu, dia melihat sekeliling dan akhirnya matanya tertuju pada lemari.
Aku tiba-tiba terkejut, lalu tersenyum sinis.
Tingkah Antony sangat panik, terlihat jelas bahwa dia juga takut. Tetapi siapa sebenarnya orang di luar pintu saat ini?
Aku justru sebaliknya, aku ingin keluar dan membuat masalah.
Tiba-tiba, terdengar suara keras dari luar pintu utama, "Antony, cepat buka pintu!"
Suara ini penuh dengan energi, terdengar setidaknya memiliki umur empat atau lima puluh tahun.
Aku merasa sedikit bingung, apa yang terjadi? Apa mertuaku datang? Suaranya bukan seperti ini.
Antony mencengkeram lemari pakaian, dengan niat ingin menyembunyikan Veronica di dalamnya.
Aku sangat terkejut, jika dia membuka lemari maka aku akan ketahuan.
Walaupun aku sangat ingin membuat masalah, tetapi aku akan keluar ketika semuanya sudah jelas.
Tidak ada petunjuk sekarang, keluar pun justru akan sia-sia.
Maka dari itu, aku memegang erat pegangan pintu lemati, tidak membiarkan Antony membukanya.
Memang kekuatan perempuan tidak setara dengan laki-laki.
Namun, Antony saat ini sudah sangat lemah, ditambah lagi ketukan pintu luar yang sangat tergesa-gesa, setelah mencoba beberapa kali tetapi tidak berhasil membuka pintu, dia mengumpat dan menyuruh Veronica memanjat keluar jendela.
Tanganku tiba-tiba gemetar, di luar jendela rumahku tidak ada jendela, hanya ada jalur tembok selebar beberapa puluh sentimeter.