Orang yang ku pacari selama dua tahun memberi tahu sahabatnya bahwa dia menganggapku sebagai mainan.
Kebetulan, sahabat kayanya menyatakan perasaannya kepadaku.
Kemudian, pacarku menangis dan memohonku untuk kembali padanya.
Sebelum aku berbicara, sahabat kayanya menepuknya.
"Minggir, ini pacarku."
1
Sandra diputuskan secara sepihak tanpa tanda-tanda apa pun.
David, pacar Sandra selama dua tahun, berkata kepada temannya di belakang Sandra bahwa dia berpacaran dengan Sandra untuk bermain-main. Dia tidak pernah benar-benar menyukai Sandra.
Dia memacari Sandra karena Sandra cantik sehingga tidak malu untuk dibawa keluar. Sekarang David sudah memiliki target baru, maka Sandra adalah mantan pacar. Selain itu, Sandra sama sekali tidak menarik.
Sandra berdiri di pojok, bersandar di dinding dengan hati serasa diiris.
Ketika dia tidak tahu harus berbuat apa dan hendak lari, seseorang tiba-tiba membayang di atasnya.
Lalu, suara yang akrab tiba-tiba terdengar.
"Sandra!"
Sandra mendongak, lalu melihat wajah tampan Yansen.
Sebelum Sandra bereaksi, pergelangan tangannya ditarik oleh Yansen ke sebuah ruang privat.
Sandra didorong ke pintu oleh Yansen.
Yansen menyalakan lampu, lalu bertanya dengan suara rendah, "Maukah kamu menjadi pacarku?"
Tadi dia melihat bagaimana gadis ini diputuskan secara sepihak.
Dia selalu tahu David seperti apa, tetapi Sandra selalu sangat serius sehingga Yansen tidak berani berbicara dengannya secara langsung.
Kebetulan hari ini dia menemukan kesempatan yang bagus.
"Cukup, Yansen!"
Pelupuk mata Sandra langsung memerah. "Apakah kamu merasa ini menyenangkan?"
Suaranya agak gemetar. "Kalian benar-benar sahabat. Demi membantunya memperrmalukanku, kamu bahkan mengorbankan dirimu. Atau kamu ingin membalas dendam kepadaku?"
Yansen tersenyum.
Sebenarnya dia dan David tidak bisa disebut sahabat. Hanya saja David dan lainnya suka bermain dengan Yansen. Kasarnya, keluarga David dan lainnya membutuhkan bantuan dari keluarga seperti Yansen.
Sandra baru saja putus dengan sahabatnya, Yansen langsung meminta Sandra menjadi pacarnya.
Sangat tidak masuk akal.
Sandra tidak bisa menemukan alasan lain selain untuk mempermainkannya.
Yansen tiba-tiba bertanya, "Apakah kamu tidak ingin membalas dendam kepada David?"
Berdasarkan pemahaman Yansen tentang Sandra, Sandra bukanlah tipe orang yang diam saja ketika disakiti. Walaupun sekarang Sandra sangat sedih, David pasti akan menyesal telah memutuskannya.
Bagaimanapun, Sandra pasti akan membalas dendam.
Dia tidak akan tinggal diam.
Dia menatap Yansen. "Kenapa? Kamu ingin membantuku?"
Alasan utama David memutuskan Sandra adalah dia menemukan wanita yang lebih kaya dan bisa membantu usahanya.
Namun, kali ini David benar-benar menganggap penting hal sepele dan mengabaikan hal penting.
2
Ketika Sandra masih ragu, David menelepon Yansen.
"Yansen, kenapa kamu belum datang? Aku dan Lexi sudah menunggumu sejak tadi."
Yansen mengangkat sebelah alisnya, lalu menatap Sandra.
Dia mencubit pinggang Sandra.
Sandra meringis kesakitan.
Baru saja Sandra akan mengomel, suara David terdengar dari telepon. "Yansen, apakah kamu sudah punya pacar? Kamu sedang bersama pacarmu?"
Yansen hanya menjawabnya dengan dengungan.
David seolah menyadari sesuatu. "Aku mengerti, aku mengerti. Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu. Besok baru kita janjian lagi."
Setelah panggilan telepon dimatikan, Sandra langsung menendang Yansen.
Melihat gadis yang seperti kucing liar itu, Yansen tiba-tiba tersenyum. "Menurutmu, bagaimana saranku?"
Sandra menatap Yansen yang menyeringai. Walaupun dia enggan mengakuinya, berpacaran dengan Yansen memang merupakan pembalasan yang mematikan bagi David.
Sandra menatap Yansen. "Kenapa kamu membantuku?"
Yansen menyeringai. "Karena aku ingin menjadi pacarmu."
"Kamu!"
Sandra benar-benar tidak tahu apa yang Yansen pikirkan.
Dia dan Yansen adalah teman sepermainan. Kalau bukan karena Yansen berulah dulu, hubungan mereka tidak akan menjadi secanggung ini.
Tahun di mana Sandra masuk kuliah adalah hari di mana pesta ulang tahun kedelapan belasnya diadakan.
Kakak laki-laki Sandra memesan sebuah ruang privat untuk Sandra, Yansen dan Lexi agar mereka bermain dengan puas.
Hari itu, semua orang agak mabuk. Hari itu juga merupakan ulang tahun Sandra kedelapan belas. Begitu jam 12, Yansen menarik Sandra keluar, lalu menciumnya dengan agresif.
Saat itu, Sandra merasa dirinya mematung.
Dia baru saja menginjak usia legal, ciuman pertamanya langsung direnggut oleh Yansen.
Saat itu, Sandra langsung menangis. Yansen pun dibuat terkejut oleh reaksinya.
Yansen terus menghiburnya dan mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab.
Seperti hari ini ketika Yansen bertanya maukah Sandra menjadi pacarnya.
Saat itu, Sandra sangat kebingungan. Dia mendorong Yansen, lalu berlari.
Keesokan harinya, Yansen tidak lagi mencarinya.
Seminggu kemudian, Sandra mendapat kabar bahwa Yansen kuliah di luar negeri.
Sandra langsung marah. Pria itu pengecut.
Yansen menghilang dari hidup Sandra untuk waktu yang lama sehingga ketika bertemu dengan Yansen lagi, Sandra hampir tidak bisa mengenalinya.
3
Sandra berkompromi. Dia berpacaran dengan Yansen.
Sekarang Sandra masih kuliah, Yansen lulus setahun lebih cepat darinya. Pria itu sudah mulai magang di perusahaan keluarganya sendiri.