Aurora adalah seorang Malaikat yang bertugas untuk membagikan cinta dan kasih sayang. Dia selalu membuat orang yang tidak saling mengenal menjadi pasangan. Bahkan, pasangan yang sudah berpisah pun, Aurora akan membantu untuk menyatukan. Meskipun Aurora adalah seorang malaikat kasih sayang, tapi dia tidak pernah memiliki kekasih untuk dicintai.
Sebuah ide terlintas di benak Aurora. Dia meminta izin untuk menjadi manusia. Akhirnya, Aurora diizinkan untuk menjadi manusia, namun hanya untuk sementara. Walau hanya sementara, Aurora sangat senang. Karena dia bisa menjadi manusia.
Aurora turun dari langit dan memiliki tubuh manusia.
“Wahh... aku jadi manusia," ucap Aurora senang.
Aurora melompat kegirangan. Dia berjalan-jalan mengelilingi kota.
“Wah... manusia memang hebat," Aurora kagum dengan manusia yang mampu membuat hal-hal yang menakjubkan.
Saat sedang berjalan, Aurora melihat ada kelompok pria yang sedang menganggu seorang gadis. Aurora bergegas menghampiri gadis itu.
“Hey, jangan ganggu gadis ini," ucap Aurora.
Kemudian Aurora menyuruh gadis itu untuk segera pergi.
“Oh, nona gak usah ikut campur," ujar ketua pria itu.
“Bos, tapi perempuan ini cantik lho. Kita milih ini aja," bisik anggota kelompok itu.
“Ide bagus," ucap ketua kelompok itu.
“SEMUANYA, KITA BAWA PEREMPUAN INI SAJA!" Bos itu memerintahkan para anggotanya untuk membawa Aurora.
“Baik bos," para anggotanya segera membawa Aurora.
“Nona cantik, ayo ikut kami!" ajak salah satu anggota kelompok tersebut.
“Lepasin, kalian semua jahat," Aurora berusaha untuk melepaskan diri.
“Hey, lepaskan perempuan itu," ucap seorang laki-laki tampan.
“Ini urusan kami, lo gak usah ikut campur," ujar bisa bos kelompok tersebut.
“Aku hitung sampai tiga, lepaskan perempuan itu. Atau kalian harus bersiap untuk masuk rumah sakit," ujar laki-laki tersebut.
“Gak usah sok pahlawan lo," bos kelompok itu maju untuk menyerang laki-laki tersebut.
Setelah berbalas beberapa pukulan. Pada akhirnya, laki-laki itu lah yang memenangkan pertarungan. Karena telah kalah, bos mengajak para anggotanya untuk pergi.
“Kamu gak papa kan?" tanya laki-laki itu.
“Ngg... enggak papa kok, terima kasih ya," ucap Aurora.
“Oh iya kenalin namaku Ryuji Morishima," ucap Ryuji.
“Namaku Aurora," Aurora memperkenalkan diri.
“Aurora ya... hmm namamu seperti seorang malaikat ya," ujar Ryuji.
“Eh... iya," Aurora tidak ingin mengungkapkan identitasnya.
Ryuji mengajak Aurora untuk pergi ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Ryuji menyuruh Aurora untuk duduk karena Ryuji ingin membuatkannya sebuah makanan. Aurora tidak tahu apa itu makanan, dia hanya mengangguk.
“Ini aku buatin mie rebus, kamu makan ya," ucap Ryuji.
Aurora hanya memandangi mie itu. Karena malaikat tidak memliki hawa dan nafsu, jadi Aurora tidak bisa memakan mie tersebut.
Ryuji izin untuk pergi ke kamar mandi sebentar. Sepeninggal Ryuji, Aurora langsung menghilangkan mie rebus itu.
Ryuji keluar dari kamar mandi dan menghampiri Aurora.
“Wahh... kau sudah menghabiskan mie nya" tanya Ryuji.
“Iya, makasih ya," ucap Aurora.
“Kamu tinggal di mana?" tanya Ryuji.
“Aku tidak punya tempat tinggal," jawab Aurora.
“Kalau begitu, untuk sementara tinggal di rumahku aja," ujar Ryuji.
“Benarkah?" tanya Aurora memastikan.
“Iya," ucap Ryuji sambil mengangguk.
---Beberapa Hari Kemudian---
“Aurora, sekarang adalah saatnya kau kembali untuk menjalankan tugasmu," ucap sebuah cahaya.
“Hah," Aurora terbangun dari tidurnya.
“Aku rasa waktuku untuk menjadi manusia telah selesai," gumam Aurora.
Aurora bergegas turun dari kasur. Namun, saat dia melewati kaca, Aurora terkejut. Air mata mulai mengalir dari mata Aurora.
“Kenapa aku menangis?" tanya Aurora.
Aurora langsung mengusap air matanya. Namun, air mata itu selalu keluar. Hatinya merasa sangat sakit.
“Kenapa hatiku terasa sangat sakit?" tanya Aurora pada dirinya sendiri lagi.
Aurora segera pergi keluar. Dia membuka baju bajunya. Ryuji masuk ke dalam kamar Aurora, Ryuji berniat untuk mengajak Aurora pergi ke taman. Namun, Ryuji terkejut saat melihat Aurora memliki sayap di punggungnya.
“Aurora," Ryuji memanggil Aurora.
“Maaf Ryuji, aku belum mengatakan padamu. Aku adalah seorang malaikat kasih sayang. Aku bertugas untuk memberikan cinta dan kasih sayang untuk seluruh umat manusia," ujar Aurora.
“Tapi bagaimana kau bisa menjadi seorang manusia?" tanya Ryuji.
“Aku penasaran dengan rasa cinta sesama manusia, jadi aku memohon agar menjadi manusia untuk sementara. Sekarang, aku harus kembali menjalankan tugasku," jelas Aurora.
“Aku mohon jangan pergi," ucap Ryuji sambil memegangi tangan Aurora.
“Maafkan aku, tapi ini adalah kewajibanku," ucap Aurora sambil mengepakkan sayapnya.
“AURORA AKU MENCINTAIMU," Ryuji mengutarakan perasaannya.
Aurora mematung dan matanya berkaca-kaca. Hatinya merasa sangat sakit. Namun, Aurora memutuskan untuk tetap kembali.
“AURORA," Ryuji berteriak.
Sesampainya di atas, Aurora langsung bergegas untuk menjalankan tugasnya lagi.
“Aurora, kamu tidak perlu menjadi manusia lagi," ucap sebuah cahaya.
“Apakah hamba membuat kesalahan Tuan?" tanya Aurora.
“Tidak, tapi aku rasa kau telah menemukan cinta sejatimu."
“Maksud Tuan?" tanya Aurora.
“Aku akan mengubahmu menjadi manusia seutuhnya saja."
“Lalu siapa yang akan menjadi malaikat kasih sayang Tuan?" tanya Aurora.
“Kau tidak perlu menghiraukan hal itu, tenang saja."
“Terima kasih Tuan," ucap Aurora.
Kemudian, sebuah cahaya menyilaukan muncul.
---Keesokan Harinya---
Ryuji baru bangun tidur. Kemudian, Ryuji turun dari kasurnya dan hendak sarapan. Ryuji terkejut saat melihat ada semangkuk mie rebus di meja makan.
“Siapa yang memasak mie?," tanya Ryuji dalam hati.
“Ohayou, Ryuji," seseorang memanggil dari belakang.
Ya, dia adalah Aurora.
“Aurora, bagaimana kau bisa ada di sini, bukankah kau harus menjalankan tugas malaikat?" tanya Ryuji.
“Sekarang aku telah menjadi manusia seutuhnya," jelas Aurora.
Ryuji memeluk Aurora sambil mengelus-ngelus rambut Aurora yang halus nan lembut.
“Aku senang kau ada di sini," bisik Ryuji.
Pipi Aurora memerah. Baru kali ini, dia merasa suka kepada seseorang. Aurora melepas pelukan Ryuji.
“Ayo makan mie rebusnya, maaf aku cuma bisa buat mie rebus," ucap Aurora.
“Gak papa, kalau kamu yang masak pasti enak," Ryuji ngegombal.
“Hilih gombal," pipi Aurora memerah.
“Tapi pipi kamu merah gitu, kalau kamu suka sama aku tinggal bilang aja," ucap Ryuji.
“Eh... siapa yang suka sama kamu," pipi Aurora makin memerah.
“Hahaha," Ryuji tertawa.
Aurora juga ikut tertawa. Mereka berdua hidup bahagia bersama.
---Tamat---