Kisah cinta seorang pengawal dan majikannya.
Cinta bisa datang kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja, cinta bisa membuat bahagia namun cinta juga bisa membuat luka.
Alice angelina, gadis cantik anak konglomerat Asia, usianya 18 tahun dan dia adalah seorang pelajar SMA, karena ia adalah anak orang yang sangat kaya maka, ia mempunyai seorang Bodyguard yang menjaganya atas perintah sang Ayah.
Kemanapun ia pergi selalu di kawal, dan itu membuatnya merasa risih, namun ia tidak bisa menentang orang tuanya, karena rasa kepedulian mereka terhadap putri kesayanganya itu.
Pagi itu terasa menyebalkan bagi Alice, lagi lagi ia harus dikawal dan dibuntuti oleh Bodyguard suruhan Ayahnya, Code pengawal (X9)
"Bisakah kau tidak membututiku."ucap Alice menatap X9 yang tidak pernah melihatnya saat berbicara.
"Maaf aku hanya menjalankan tugasku."jawab X9.
Dengan raut wajah tampak begitu kesal Alice terpaksa masuk kedalam mobil dan diikuti oleh X9 yang setia mengawalnya, perjalanan menuju sekolah menjadi sangat membosankan bagi gadis cantik itu.
X9 adalah Bodyguard pribadi Alice, usia mereka hanya berbeda 6 tahun berpostur tinggi dan juga tampan, ia melaksanakan tugas itu atas perintah Tuannya langsung, melindungi Alice adalah misi penting baginya, karena jika terjadi sesuatu kepada Alice itu akan membuatnya di asingkan di pelosok desa Somalia.
Sesampainya disekolah Alice meminta X9 untuk tidak ikut masuk ke dalam sekolah, dan itu tidak bisa dituruti oleh X9.
"Kau tidak usah masuk!"bentak Alice.
"Maaf nona itu tidak bisa saya penuhi."balas X9
"Ayolah sekali saja turuti aku."ucap Alice memelas.
"Sekali lagi maaf nona."balas X9 yang selalu tidak melihat Alice saat sedang berbicara, dan itu membuat gadis itu murka.
Alice memukul perutnya, namun itu tetap tidak digubris oleh X9, Alice menginjak kakinya tetap saja itu tidak berpengaruh, namun gadis cantik itu tidak hilang akal, dia menendang alat vital X9 yang langsung tertunduk menahan sakit, saat ia membukanya Alice sudah berlari meninggalkannya, sialnya pintu gerbang ditutup oleh satpam jadi X9 harus menunggu Alice di depan gerbang.
"Cih..rasakan haha."gerutu Alice memasuki kelasnya.
*****
Setelah pulang sekolah Alice berulah lagi, kali ini ia kabur lewat pagar belakang bersama teman temannya, namun hal itu disadari X9 yang sudah menunggunya, Alice berlari menghindar dari X9 hingga akhirnya ada mobil yang berhenti mendadak dan menculik Alice, tentu saja itu membuat X9 panik dan langsung menyambar motor yang lewat dan mengejarnya, sementara itu di dalam mobil Alice ketakutan melihat beberapa lelaki yang sangat seram mengikat kedua tangannya dan menyumpal mulutnya dengan kain.
X9 terus mengikuti mobil itu, hingga akhirnya tibalah mereka di Villa sepi dalam hutan yang hanya ada satu Villa besar itu, mereka membawa Alice masuk dengan paksa, terlihat jelas gadis itu menangis meronta ronta, Alice di ikat dan di dudukan diatas kursi, para penculik melepaskan sumpalan mulut Alice yang langsung berteriak meminta tolong.
"Tolong!..tolong aku X9"teriak Alice memanggil meminta bantuan dengan air mata ketakutan yang terus mengalir.
"Diam!, kalau tidak"bos penculik menodongkan pisau ke arah wajah cantik Alice yang langsung menahan tangisnya tersedu sedu, kalau saja ia mendengarkan X9 mungkin ia tidak akan merasakan insiden mengerikan seperti ini batinya.
Setelah 6 jam di sekap tanpa air dan makanan serta mulut yang disumpal, Alice tampak lemas, wajahnya pucat air matanya terus mengalir, sementara itu X9 masih mengintai, ia tidak mau gegabah karena itu dapat membahayakan Alice.
Alice diculik untuk dijual kepada pengusaha untuk sekedar menikmati tubuh gadis perawan, dan mereka dibayar sangat mahal untuk itu.
X9 sudah siap ia menyelinap dari semak belukar hanya untuk mencari celah masuk ke dalam area Villa itu dengan hati hati, setelah dirasa aman ia menjalankan aksinya yang sudah lama ia pelajari, aksi para militer yang terlatih.
Setelah berputar putar cukup lama di dalam Villa itu ia akhirnya menemukan Alice yang sudah tampak tak berdaya, ia langsung melepaskan ikatan tangan serta sumpalan mulut Alice, gadis itu tampak sangat senang karena X9 datang untuk membantunya.
"Terimakasih, dan maafkan aku..hiks..hiks"ucap Alice memeluk tubuh X9 yang sedang menggendongnya.
X9 tidak menjawab itu ia hanya mengintip ke arah luar dengan hati hati ia membawa Alice keluar, namun belum jauh dari Villa mereka dikejar oleh para penculik yang mengetahui aksi kabur itu.
Daripada tertangkap berdua lebih baik ia menghadapinya dan menyuruh Alice kabur ke dalam hutan, ia tidak menerima penolakan dari Alice yang terpaksa mengangguk.
"Pergilah Non cepat berlarilah sekuat mungkin."pintah X9 dengan wajah pucatnya karena menggendong Alice, untuk pertama kalinya Alice melihat mata itu menatapnya dengan penuh harap.
"Aku tidak bisa."balas Alice mulai menangis, namun mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk menikmati perpisahan, X9 mendorong Alice masuk kedalam hutan berteriak sangat keras membuat Alice ketakutan"Pergilah gadis bodoh!.
Alice berlari meninggalkan X9, ia melihat sesekali ke belakang, X9 sedang bertarung 1 lawan 6, ia yang menyaksikan itu sangat sedih melihat X9 yang dipukuli oleh para penculik itu, namun ia harus terus berlari, kalau tidak ingin pengorbanan X9 menjadi sia sia.
Dalam pertarungan itu, X9 unggul namun ia harus menyerah tergeletak menahan sakitnya tikaman pisau itu di perutnya, para penculik mulai berlari mengejar Alice yang terus berlari mencari pertolongan.
Pengejaran itu terus berlanjut, sampai akhirnya Alice ditemukan, ia menangis ketakutan, ia hanya bisa menggeliat di tanah karena kehabisan tenaga.
BRUKK!!!
X9 menerjang salah satu kawanan penculik hingga terpental, pertarungan itu terjadi lagi, dengan hati hati Alice melarikan diri code dari X9.
Kali ini gadis itu tidak ingin perjuangan X9 menyelamatkannya menjadi sebuah pengorbanan yang sia sia, ia berlari melampaui batasnya, hingga akhirnya ia ditemukan oleh pengawal Ayahnya yang sedang mencarinya.
X9 sangat pintar, ia mengaktifkan GPS nya dan meletakan GPS itu dibalik baju Alice saat ia menggendong gadis itu, ia juga tidak lupa menghubungi markas pusat untuk segera mengirim bantuan mengikuti GPS nya yang melekat pada Alice.
*****
Singkat cerita, setelah kejadian itu Alice langsung dibawa kerumah sakit untuk diperiksa, namun ia tidak apa apa, ia menangis ketika mengingat bagaimana nasib X9 yang berjuang mengorbankan nyawanya hanya untuk gadis bodoh sepertinya.
Alice pun dibawa pulang, dan saat mereka sampai di depan gerbang rumahnya, mobil berhenti melihat pria berjas yang tergeletak bersimbah darah, Alice sudah menebak itu X9 ia menghamburkan dirinya keluar mobil mendekati pria itu dengan terisak isak, benar dugaannya X9 tersenyum melihat Alice selamat, gadis kecil itu memangkunya dan menangis histeris, Ayah Alice memerintahkan untuk segera menyelamatkan X9, namun Ayahnya juga tetap marah atas kelalaian X9 yang membahayakan putrinya, dengan terpaksa ia menarik Alice untuk masuk kedalam rumah.
******
1 bulan kemudian….
Alice tidak pernah lagi melihat keberadaan X9 di rumahnya, itu membuatnya sangat gelisah, tampak raut wajah cantiknya yang sangat khawatir dengan keadaan X9, tidak bisa dipungkiri, ia jatuh hati sejak insiden itu menimpanya, ia mulai memikirkan raut wajah X9 yang selalu hadir di dalam mimpinya di tengah malam.
"Pak jamal."Panggil Alice kepada pengawal barunya itu.
"Iya non."balas Pak Jamal.
"Bisa kita bicara sebentar."balas Alice.
Akhirnya pak jamal menepikan mobil dipinggir jalan, dengan sangat gugup Alice mulai bertanya.
"Apakah bapak tau, dimana X9?"tanya Alice, namun pak Jamal diam tidak menjawab.
"Pak jamal."panggil Alice sekali lagi.
"Maaf non saya tidak bisa menjawabnya."balas pak Jamal yang langsung membuat tangis Alice pecah tersedu sedu, dengan berat hati pak Jamal akhirnya memberitahu Alice tentang sebuah kebenaran.
Alice terdiam mendengar penjelasan pak Jamal dan matanya mulai mengeluarkan butiran butiran bening itu lagi, bagaimana tidak sedih, penyelamatnya sekaligus orang yang dicintainya sudah dipecat, namun ia tidak diasingkan melainkan dipecat dari pengawal pribadi menjadi penjaga Villa milik Ayahnya di Bandung.
Saat itu juga Alice memaksa pak jamal untuk ke Bandung, tanpa penolakan pak Jamal langsung tancap gas, dia tidak ingin melihat Alice bersedih karena ia tahu betapa besarnya perasaan anak majikannya itu kepada X9.
Setibanya di Villa, Alice melihat pria tampan sedang menjemur pakaiannya, tak terasa air matanya menetes, ia berlari mendekati sosok yang sangat ia rindukan itu dan langsung memeluknya menangis di dada bidang, yang hanya bingung mendapati Alice yang menyusulnya ke Villa dan sekarang memeluknya dengan erat, ia merasa bingung harus bagaimana karena Alice adalah putri majikannya, ia merasa tidak mampu untuk memeluk Alice, padahal ia juga sangat rindu kepada gadis menyebalkan itu, saking menyebalkannya Alice membuat X9 jatuh hati namun sadar akan posisinya.
Sementara itu pak Jamal yang menyaksikan itu pun ikut meneteskan air mata haru, tiba tiba handphonenya berbunyi, panggilan dari Ibu Alice yang menanyakan kabar Alice, Pak jamal memotret moment haru itu dan mengirimkannya kepada Ibu Alice, Ibu Alice pun ikut meneteskan air matanya, karena ia tahu perasaan anaknya yang sangat mencintai X9.
"Maafkan aku..hiks..hiks"ucap Alice memandang wajah X9 dengan raut wajah sembab, namun seperti biasa ia tidak membalas serta memalingkan wajahnya karena matanya yang berkaca kaca.
"Hei X9 tolong lihat aku kali ini saja."pinta Alice memohon dengan tangisannya.
X9 tak kuasa menahan air matanya lagi, seketika ia ikut menangis dan memeluknya dengan terpaksa ia menyentuh putri majikannya.
"Kau sehat."tanya X9 mendekap tubuh kecil itu.
Alice hanya menganggukkan kepalanya, ia masih menangis dalam di pelukan hangat itu.
"Apa kau tidak rindu padaku."tanya Alice membuat X9 merasa bersalah tidak pernah membalas pesan Alice.
Tidak ada jawaban hanya saja kedua telapak tangan itu meraih pipi mungil Alice dan
Cuppp….
Kecupan manis di kening itu mungkin akan diingat Alice selama lamanya, Alice terdiam sesegukan menatap X9 yang akhirnya memperlihat kan senyumnya kepada Alice untuk pertama kalinya selama setahun bersama, Alice pun tak kuasa, ia menangis lagi memukul pelan dada bidang itu.
"Sudah, kau sangat cengeng."goda X9 yang tidak melepas pelukannya.
"Aku merindukanmu, aku selalu menunggumu setiap hari."ucap Alice memberitahu dalam tangisnya.
X9 mengangkat dagu lancip itu dan mencium bibir mungil dan menggemaskan itu, Alice membalasnya, ia melingkarkan tangannya di leher X9 yang jauh lebih tinggi darinya, pelukan serta ciuman itu menjadi saksi bisu tentang perasaan mereka, mereka sangat menikmati pertemuan itu namun ciumannya tak kunjung usai, sampai akhirnya nafas mereka terasa sesak dan melepaskan ciuman itu lalu sama sama terkekeh karena malu.
.
.
.
.
.
.
.
Dahlah Tamat, Author mulai halu kalo udah peluk cium gini mah. 😂