Ditengah hutan yg begitu rimbun penuh dengan akar pohon yg terlihat bergerak hidup, matahari di atas kepala tapi masih sejuk, sudah 7 bulan 8 hari aku meninggalkan rumah, aku bernama singgar tah, berusia 16 thn.
aku dari desa terpencil dibesarkan kakek dan nenek, pedang compang ini diberikan kakekku sejak aku di usia 10 tahun, kata kakek bawalah pedang ini suatu saat akan mengejutkanmu, aku juga mempunyai mimpi menjadi seorang penguasa suatu saat nanti...
prookprak" aku tersandung akar yg menjalar, apa itu? ucapku dengan heran, aku mendekati akar yg menggulung seperti tubuh manusia,
satset seet....seet, pedang dari kakek cabut, langsung aku kuliti akar dengan perlahan.
Pluk..zrtrrs,, keluar seorang gadis, terlihat sebaya denganku, tubuhnya luka-luka terlihat bekas lilitan,untung saja ia masih bernafas, langsung aku memopongnya perlahan ke dekat pohon beringin besar, aku sudah mempelajari cara merawat luka, jadi aku membersihkan lukanya terlebih dahulu, aku mengobatinya perlahan, nafasnya begitu pelan, wajah gadis ini lumayan cantik, dan dari pakaian dan perhiasannya dia bukan orang yg sederhana, inikah yg dimaksud bunga yg indah terjatuh di atas kotoran sapi itu, gumamku sambil melihat senja menuju malam kala itu.
Hoaam aku tertidur dengan kepala gadis dipangkuanku, waktu berlalu cahaya matahari mengenai wajahku, tidurku begitu nyenyak tidur 15 jam, aku langsung berdiri meregangkan tubuhku, aku baru ingat ada yg hilang, kemana perginya gadis yg luka semalam gumamku sambil mencarinya, sekitar 7 menit berlalu, terdengar suara air mengalir, lumayan jauh dari beringin tadi, aku berjalan perlahan, ada gadis mandi dengan selembar kain, diakah gadis semalam gumamku sambil penasaran, tapi tubuhnya mulus tidak ada luka, aku samperin ah.
Permisi apa kamu melihat gadis terluka disekitar sini, ucapku dengan santuin, aah...jangan melihatku gadis itu berteriak sambil tersipu malu, aku...aku cuma bertanya tidak mau menggodamu, (tapi si kecil berdiri dikit).
Tunggu aku mau memakai baju dulu, kamu berbliklah jangan mengintip ucap gadis itu dengan lembut.
Tuan kamu sudah bangun, aku berbalik ke arah gadis itu,
Tuan ini aku terima kasih sudah menyelamatkanku ucap gadis sambil duduk ke dekat pohon tepi sungai, aku berjalan kearahnya, lukamu kemana tanyaku, lukaku sudah pulih tuan, kok bisa ngecheat ya tanyaku?, tidak tuan tubuhku memang cepet dalam penyembuhan, mungkin tubuhmu adalah tubuh yg langka ucapku, dengan rasa gembira dan kaget melihat gadis cantik yg memanggilnya tuan di depannya, kamu mandi tidak mengajak aku ucap singgar tah, gadis itu tersenyum menutupi mulutnya dengan tangan, oia nama kamu siapa tanya singgar tah? nama aku sri pindawara.
Sri pindawara aku mandi dulu,
wuss ikat satu persatu keluar dari sungai, singgartar mengobok2obok air sungai, membakar ikan berdua, kamu kenapa sampai terlilit akar merambat itu tanya singgar tah? kemarin hari terakhirku dalam mencari ketenangan, semedi selama 9 hari jawab sri pindawara, lantas kenap kamu melakukan semedi itu tanya singgar tah? aku melakukannya karna kabur dari rumah karna ayahku menjodohkanku dengan orang yg tidak aku suka, waktu berjalan sudah hampir siang, terdengar suara langkah kaki dari dalam hutan, puluhan pasukan sepertinya mengarah ke sungai, Ssst beresembunyilah aku akan bertanya pada panglima itu ucap singgar tah.
halo pnglima nyari apa ser??
hai anak muda, apa kamu melihat tuan putri kami? jika aku melihatnya, apa yg kamu janjikan padaku tanya singgar tah?
Kamu mungkin akan mendapat hadiah dari kerajan,,,(pemuda ayahnya sangat merindukannya, tolong katakan jika kau menemukannya, aku sudah mencarinya selama 8 hari, ucap panglima dengan suara pelan).
Gadis keluarlah ucap singgar tah,
paman panglima gadis itu menangis,
ayo kita kembali ke kerajaan,ayahmu sangat sedih disana kata panglima, aku akan kembali bersama singgar tah, aku sri pindawara sudah memutuskan, aku sudah membuat pantangan sendiri menunggu seseorang selama 9 hari sampai aku terlilit akar, dan pria ini yg menyelamatkaku paman, ucap sri pindawara, baiklah bari bicaraka ini pada ayahmu, balik ke kerajaan dulu, 6 jam berlalu sampai di kerajaan tuan putri, tutup semua gerbang pasukan kepung mereka, siapa pria ini Raja bertanya, baginda dia adalah orang yg membawa kabur tuan putri jawab panglima,
bajingan kecil beraninya kamu pasukan tangkap dia ucap raja, aku...aku tidak melakukan itu lepaskan aku, dasar panglima bejad gak ada otak licik ucap singgar tah sambil mengeluarkan pedang lusuhnya, ayahanda apa yg kamu lakukan bubarkan pasukannya, dia adalah oenyelamatku, saat aku terlilit akar ucap sri pindawara sambil menangis, alasan saja kamu, aku sudah menjodohkanmu dengan si "plung kun tul" pangeran kerajaan paksit, kerajaan dedoro kita akan menjadi negara adidaya, kita bisa mengimbangi kerajaan sebrang, jika kamu tidak mengusir pria ini, maka aku akan memenggalnya,ucap raja, sialan raja ini gumam singgar tah dalam hati... baiklah jika itu yg kau mau aku pergi dari sini, aku akan melanjutkan perjalananku, suatu saat aku akan menjadi penguasa yg lebih hebat dari kerajaanmu ini... permisi tuan putri aku akan pergi ucap singgar tah, wuszz singgar tah pergi,,,berhenti tuan singgar, aku ingin menikah denganmu, tunggu aku tuan,,, sri pindawara menangis sambil mengejar singgar tah tapi di hadang oleh prajurit, putri di tangkap dan di paksa menikah dengan pangeran kerajaan 'paksit' jika tidak menikahi pangeran maka raja akan mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh singgar tah, akhirnya putripun menyetujui pernikahan secara berat hati, kedua kerajaan sudah menjadi sekutu.
Singgar tah telah 1 bulan berlalu, ia kini berada di tebing atas air terjun di bagian barat daratan pulau sanggartah telah bersemedi mencari kekuata dan terus mengasah diri, duar duar suara kekuatan hasil latihan singgar tah meledak ledak.
huh hari ini saatnya aku melanjutkan perjalanan,singgar tah berjalan kembali ketepi selatan deket pesisir pantai, di perjalanan, dukdikdakdikduk suara sepatu kuda berlari kearahnya seperti dikejar pinjol,ada yg tidak beres, wuzz singgar tah dengan cepat menenangkan kuda itu, hiya putar arah ke arah, singgar tah meloncar dari kuda menerjang belasan perampok, lepaskan dia bandit kampang, doar para pandit terpental oleh singgar tah, wuuss munculah seseorang dengan tekatan dan aura yg mengerikan"ketua bandit"
Oi siapa kamu ucap ketua bandit,
Aku singgar tah calon penguasa negri ini jawab singgar tah, bandit bndit kagum dengan kekuatan singgar tah, yg masih muda sudah bisa memporak porandakan kru banditnya dan sepertinya ketua bandit mengenali tanda di pedang singgar tah, hmm kamu memang kuat tapi masih jauh untuk bisa menguasai negri ini, nama aku 'kong cu'
Aku dulu hidup di pulau sebrang yang sangat kuat sepertinya aku mengenali pola di ganggang pedang karatmu itu ucap bandit 'kong cu'
benarkah tunggu dulu,ucap singgar tah, aku akan menanyakanmu nanti, tuan yg di rampok bandit silahkan bawa grobak dan kuda anda, mohon suatu saat lebih hati2 tuan ucap singgar tah,
Terimakasih nak ini ada sedikit hadiah untukmu, terima kasih kembali tuan jawab singgar tah, wuzz dukdikdak suara kuda tuan telah pergi jauh, singgartah membuka hadiah dari orangtua tadi, apa ini bercahaya, clingz wah ini emas, sepertinya orangtua tadi orang kaya, pantas saja mau dirampok, tapi aneh kok gak di jaga ucap singgar tah, tidak tuan tadi dia ada yg jaga, tapi setelah kami muncul penjaganya pada kabur ucap ketua bandit '"kong cu'" baiklah sekarang aku ceritakan sebenarnya aku adalah mata-mata kerajaan "mahabangga" dari sebrang sana, aku menyamar menjadi bandit supaya merekrut orang2 dari negri(kerajaan dedorodanantek2nya), Ucap 'kong cu' bandit.
Sepertinya kita sejalan dan tuhan mengarahkan ucap"singgar tah"
lihatlah ini belati pasukan khusus pengintai kerajaan "Mahabangga" ini tuan, bukan kah pola dari ganggangnya sama, tapi punya tuan terlihat sudah berkarat dan koyak.
Tunggu coba aku lihat pedangmu tuan ucap bandit kong cu, ini lihatlah jawab singgar tah, wah ini adalah pedang yg hilang membuat semua kerajaan heboh waktu aku masih 6 tahun dan aku ingat ada seorang bayi laki2, putra sulung raja yang di bawa oleh seolah sahabat kakekmu raja sebelumnya, sepertiny kamu adalah pangeran dari kerajaan ku tuan, kamu adalah pangeran kerajaan "Mahabangga" putra raja "surkawa tahtra", ratu "dewitra wirta" dan kakekmu seorang yang agung namanya ialah "brotawara tahtra" dan nama "tah" mu itu mungkin di ambil dari nama "tahtra", tapi sebaiknya kita rahasiakan dulu,aku akan mengirim pesan kekerajaan aku akan menjadikanmu murid, harusnya raja akan sangat senang mendengar berita ini, setelah kita selesai mengintai dan mengetahui kekuatan dan perkembangan kerajaan lawan kita kan kembali ke "mahabhangga" ucap bandit "kong cu", oia paman bandit cu kenapa kalian ingin menyerang kerajaan (dedoro) ini.. seperti kebetulan sekali aku juga sudah diperlakukan tidak pantas oleh kerajaan ini, kapan paman cu akan melatihku, kata singgar tah, kita kembali ke persembunyian dulu ucap pman cu", sampailah di persembunyian, perembunyiannya adalah," kedai anggur" disini kita bisa mendapat informasi dari tamu yg mampir, biasanya orang mabuk akan berbicara, istirahatlah dulu, besok kita latihan dibelakang kedai saja"ucap paman cu" keesokan harinya" singgar tah berlatih keras bersama paman cu dan pasukannya...
1 tahun berlalu saatnya kembali ke
"mahabhangga", tiba di pesisir,,
dua perahu besar muncul dari balik tebing, wuzz perahu meluncur,, sepertinya kerajaan kecil "dedora" sebentar lagi akan diganti nama, persiapkan dirimu nak bertemu dengan ayahmu, "ucap kong cu",, baik paman cu" ucap "singgartah"
dong lonceng perahu berbunyi menandakan sudah di pesisir pantai "mahabhangga" semua orang menyambut kepulangan mereka" mereka sangat dihormati karna satupun dari mereka tidak ada korban jiwa", dan menggali banyak informasi", siapa pemuda didekat tuan "kong cu" itu
orang orang bebisik,,mereka samapai di lapangan utama kerajaan" salam raja kami kembali ucap kongcu dan pasukannya,,"terimakasih atas kerja keras kalian" hai putraku kemarilah peluk ayahmu ucap raja surkawa tahtra, ini hari yang berbahagia kita akan berpesta 3 hari raja surkawa tahtra melepaskan kerinduannya", ini seperti mimpi ayah,ibu,kakek, aku tiba2 menjadi seorang pangeran ucap,singgr tah benar kamu telah tumbuh dewasa cucuku, pedangku sudah berkarat kau membawanya pulang cucuku haha, ucap kakek brothawara tahtra, pesta berlangsung 3 hari 3 malam, saatnya menunggu pengumuman untuk menginvasi daerah musuh, semuanya 1 bulan sudah berlalu kedepan 2 hari lagi siapakan semangat kalian kita akan meratakan kerajaan dan raja sombong itu,,,ucap raja surkawa tahtra,,semua informasi,seluk beluk, sekutu, kekuatan, tujuan mereka memperluas kerajaan, rencana mereka untuk menantang kerajaan kita,dan jumlah pasukan mereka telah kita ketahui...sekian sampai ketemu di lapang 2 hari lagi semuanya,,,
makanan disini begitu mewah lehat dan bergiji, aku rasanya seperti anak pungut yg hoki,gumam singgar tah, aaah kasur empuk ini,,,,,
sialan aku teringat sri pindawara,
mungkin dia sudah memiliki anak sekarang ah sudahlah, aku akan meratakan kerajaannya dan menjafikannya istriku haha,,, cinta ini abadi,,,aku yakin dengan kekuatannku sekarang aku akan mengalahkan panglima dan raja bodoh itu, gumam singgar tah.
ting dong lonceng berbunyi 2 hari berlalu, wuzz singgar tah langsung bergerak kelapangan,"raja" berbicara hari ini adalah hari yg kita tunggu, semuanya siapkan jiwa raga mental kalian, bergerak!
nak kamu akan bertarung bersama paman "kongcu" aku yakin dengan kekuatanmu yg sekarang kamu pasti bisa ucap "raja surkawa tahtra",
baik ayah aku akan berjuang, aku juga ada urusan yg belum diselesaikan dengan mereka ucap singgar tah,, setelah samapi di kerajaan "dedoro" pasukan "mahabhangga" berhasil menginvasi sekutu2 kerajaan "dedoro" setelah peperang singkat selama 3 bulan sampailah pasukan "mahbhangga" di depan gerbang kerajaan dedoro"
kedua kerajaan saling memberi isyarat,,
raja kerajaan "dedoro" sudah
mendapat informasi bahwa pemuda yang dulu bentrok dengannya
adalah putra raja "mahabhangga"
itu yang membuatnya 'raja dedoro' menyesali kesalahannya, tapi dia tidak menyerah,, raja dedoro sudah siap dan merpersiapkan kekuatan kerajaannya, tapi sayang kerajaan "dedoro" sudah diintai sejak lama oleh kerajaan "mahbhangga" jumlah pasukannya 10/4 di tambah lagi dari psukan sekutu yg menghianati kerajaan deodoro dan orang2 yg mengenal pasukan pandit" ikut bergabung dengan kerajaan "mahabhangga".
peperangan pun di mulai pasukan mahabhangga menyerang duluan menggunakan panah,, "dedoro masih bertahan, setelah tiga kali tembakan panah pasukan "mahabhangga" membantai pasukan "dedoro ini adalah kiamat kerajaan dedoro' belum lagu terlihat "singgar tah" yg menari dengan gagah bersama pedang barunya,,, singgar tah dan paman "kongcu" beserta pasukannya, maju menembus benteng, mereka berdua tak terkalahkan, sang "raja dedoro" berda di atas benteng bersama panglimanya keprcayaannya,,, 10 langkah lagi "singgar tah" akan mendekati raja dedoro" tapi masih dihalangi oleh berbarap sisa pasukan raja.
Raja dedoro sudah sangat ketakutan, memrintahkan panglimanya membunuh "singgar tah" wuz panglima seketika menerjang ke arah singgar tah, mereka melakukan duel selama 10 menit, disaat terakhir "singgar tah" terpelet oleh darah, panglima menebasnya dedoro tapi dia masih bisa menghindar, lalu singgar tah" melakukan gerakan teknik yg aneh, mungkin ini gerakan yg dilatih oleh paman kongcu,,,pedang berdarah "singgar tah" berhasil berhasil melukai belakang lutut panglima dedoro" menyebankannya bertekuk lutut, set dengan cepat menyingkirkan pedang panglima, lalu pedang singgar tah menembus leher "panglima kerajaan dedoro" setelah beberapa saat pasukan "mahabhangga" yg luar memasuki dalam benteng dan menangkap orang2 yg telah menyerah, "raja deodoro" dan kerajaan dedoro kini bendera2 bendera2 di sekitar benteng sudah dirubah, hai mantan raja, apakah kamu mengingatku,
jangan sesekali merendahkan orang lain jika engkau tidak ingin di rendahkan,,, ingat tak perlu tinggi untuk menjadi langit langit, renungkanlah nasihbmu mu di tahanan, berkata dengan lantang singgar thang, pluk tiba2 kepala pangeran menantu kerjaan dedoro terjatuh di depan "raja dedoro"
waktu berlalu dalam sekejap kerajaan dedoro berubah nama menjadi "Mahaghanggada" yg dipimpin oleh raja "Singgar tah"...
waktu berlalu begitu tenang
suara kereta kuda datang, permisi aku ingin bertemu "raja mahaghanggada" suara wanita yg tidak asing di telinga"singgar tah"
keluarlah wanita dari keretakuda,
dan wanita itu adalah"Sripindawara"
ternyata setelah menikah dia tidak pernah melepaskan cadar, yg berada di kerajaan bersama pangeran sekutu dedoro adalah pelayannya,, dia yg asli pergi tanpa sepengetahuan orang2, mengasingkan diri ke negara negara timur laut sebrang, ditemani salah satu pelayannya,,, dan keluarga angkat yg membesarkan "singgar tah" yaitu kakek dan neneknya kini sudah di jemput dan tinggal di kerajaan "MAHABHANGGADA"
"singgar tah" dan "Sri pindawa"
Akhirnya menikah dan dikaruniai dua orang anak lelaki dan perempuan, mereka pun bahagia selamanya.
"Mohon maaf baru belajar"