Jam tangan Bvlgari Diagono Chronograph milik Sea baru saja menunjukkan pukul 06.39 WIB ketika kaki Sea mendarat di depan salah satu meja yang terletak di pojok kiri samping jendela yang menghadap ke lapangan basket langsung.
Elisea Florest Belviana, seorang gadis yatim piatu yang gemar mengoleksi buku dan juga mengoleksi jam branded yang harganya di bandrol mulai dari jutaan bahkan miliyaran rupiah untuk satu barang. Gadis yang akrab dipanggil Sea ini juga sangat mengagungkan Hukum Newton dan penemuan penemuan Galileo Galilei, yang ia anggap sebagai hobby semata.
Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad.
Galileo Galilei adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Ia disebut sebagai bapak astronomi observasional, bapak ilmu fisika modern, bapak metode ilmiah, dan, bapak ilmu pengetahuan. Lahir 15 Februari 1564 di Pisa, Toscana-Itali.
Akhir akhir ini Sea dibunga bungakan oleh seorang pria satu anggkatan nya yaitu, Rivano Antoni atau lebih dikenal dengan panggilan Vano. Vano dikenal sebagai most wanted sekolah karena ketampanan dan juga prestasi nya dibidang akademik maupun non akademik.
Dan akhir akhir ini Vano tengah mencuri perhatian seorang gadis yaitu Sea, mulai dari sifat manisnya pada Sea, perhatian nya, dan juga terus terang menyatakan suka pada Sea. Itupun membuat Sea terus Salah tingkah dibuatnya.
Vano berjalan dengan senyumnya yang mengembang menuju salah satu bangku yang terletak di pojok kiri kelas 12 IPA II. Dengan senyum kebanggaannya, karena eksistensi dirinya diSMA Cordoba Negara tidak pernah berkurang, meski banyak mahasiswa angkatan baru yang tampangnya lebih menawan.
Perlu kalian ketahui, tidak sedikit mahasiswi yang mengelu-elukan bahkan mendewakan Vano yang menjadi ikon di salah satu Sekolah Menengah Atas yang terletak di kawasan Jakarta pusat itu. Bahkan, popularitas nya menyamai selebgram atau youtubers yang tengah naik daun saat ini.
Jika saja Panasonic Gobel Award menambahkan kategori mahasiswa terpopuler, maka Vano sudah memboyong piala tersebut. Sayangnya, ajang bergensi itu diapresiasi hanya untuk insan pertelevisian saja. Coba saja jika salah satu sekolah mengadakan ajang semacam itu, mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia akan semakin bersemangat mengikuti kelas, karena adanya penghargaan yang akan metera terima selain kelulusan sekolah tentunya.
"Hey cantik pagi pagi kok udah melamun bae, pasti nglamunin aku kan!!, " goda Vano. Membuat kedua pipi chuby Sea bersemu merah.
"Em.. Va-no apaan sih, " lirih Sea menelungsupkan kepalanya diantara tumpuan tangannya, untuk menutupi kedua pipinya yang bersemu merah akibat ulah dari Vano.
"Cie cie.. Malu ya, " goda Vano lagi, lalu mengacak ngacak rambut berkuncir kuda milik Sea.
Vano mengajak Sea ke kantin untuk mencari makan atau sekedar hanya minum, dengan sedikit canda dan tawanya. Semua itu juga tidak luput dari pandangan para mahasiswi fans berat Vano, bahkan juga tidak sedikit orang yang terus terang mengejek atau mencaci Sea.
Saat tiba di kantin Sea duduk berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja makan kantin. Mereka memesan nasi goreng juga es teh, beberapa menit kemudian makanan dan minuman mereka telah datang.
"Dihabisin ya sayang, " seru Vano. Membuat kedua pipi chuby Sea memerah malu malu. Vano hanya tersenyum dan memakan makanannya dia juga menyempatkan memggoda atau sekedar melirik Sea makan.
Makanan mereka telah habis perut Sea juga telah kenyang, Vano yang sedari tadi menatap Sea kini teralih pada layar ponsel miliknya lalu kembali menatap gadis yang kini juga menatapnya cengo.
"Se, aku mau bicara sama kamu bisa?, " tanya Vano. Sea nampak menganggukkan kepalanya lalu beranjak mengikuti Vano ke taman belakang sekolah. Mereka sekarang sama sama tengah duduk di kursi taman sedikit merasa canggung bagi Sea tapi entah lagi bagi Vano.
"Se, sebenarnya aku mau ngomong sama kamu, aku nggak tau mulai kapan perasaan ini datang, dan mungkin ini juga termasuk tiba tiba. Oke singkat saja Se kamu mau nggak jadi pacar aku!!, " seru Vano terus terang.
Sea membeku di tempat ini memang sungguh tiba tiba, baru saja mereka kenal satu minggu dan dia sekarang tengah mengatakan Cinta dengan dirinya. Mimpi apa dirinya semalam hingga di tembak oleh most wanted sekolah.
"Se!!, " beo Vano. Sea tersadar dari lamunannya dan menatap Salah tingkah Vano. Memang begitu cepat tapi dirinya juga telah jatuh hati dengan sikap Vano yang manis juga humoris.
"Eh-i.. Iya Van, " ujar Sea dengan menunduk. Vano menatapnya sinis lalu.
"Hey guys Tantangannya sudah berhasil, keluar lho pada, " teriak Vano, dan barulah muncul beberapa orang dari belakang Sea. Sea kaget bukan main apa tadi Tantangan apa selama seminggu ini dirinya hanya dibuat seperti permainan bagi Vano.
Vano, Angel, Rion, Jessi, Lion, dan Angkara menatap remeh Sea yang sedang menatapnya tanya, lalu mereka tertawa bersama sama. 'Apa aku cuma dibodohi mereka' batin Sea tersadarkan.
"Kaget kan pasti, dan tantangan, oh pasti Vano lupa ya. Vano itu pacar gue ya mana mungkin pacaran sama jalang kaya lho, dan semingggu ini Vano bersikap baik sama lho cuma sekedar untuk memenuhin tantangan. Bukan naksir sama lo najis banget, " gertak Jessi pacar Vano pada Sea. Sea masih diam tidak bertindak mungkin hari ini ia akan memasuki alam kegelapan sunyinya untuk meluapkan semua yang terjadi padanya.
"Kenapa diam uluh sakitnya hati dedek mas!!, " ejek Angel dihadiahi tawaan kompak dari teman temannya.
"Kau tau Cinta palsu lebih buruk dari kebencian sejati, " lirih Sea yang sedari tadi diam.
"Oh ternyata ternyata cewe culun kaya lho tau cinta juga ya, hahahah!!, " tawa keenam insan itu menggelegar di taman belakang sekolah, Sea memejamkan matanya untuk menahan kemarahannya yang sungguh akan meledak ledak.
"Kalian tau Pengecut terbesar adalah pria yang membangkitkan cinta wanita tanpa niat mencintainya, " lirih Sea lagi menahan gejolaknya.
"Dan asal lo tau, lo itu cuma jalang murahan yang nempel sama sana sini orang, dasar murahan, " pekik ejek Jessi. Membuat Sea geram. Keenam pemuda dan pemudi itu beranjak meninggalkan Sea sendiri.
Sea berjalan tertatih tatih menuju ke kelas banyak mahasiswa dan mahasiswi di kelasnya yang menatapnya penuh tanya, pasalnya minggu minggu ini Sea selalu dinatar oleh Vano bila ke kelas tapi sekarang ia hanya sendiri.
Sea mengambil pena dalam laci mejanya dan menyobek kertas coklat dalam buku diary miliknya menuliskan sesuatu yang terdapat pada kata hati kecilnya yang mempunyai beribu kata kecewa pada dirinya sendiri.
Bell pulang sekolah telah berbunyi Sea berjalan menuju mading umum Sekolahnya menempelkan secarik kertas yang berisikan goresan pena yang telah ia percantik tadi, lalu dirinya pergi pulang ke rumah besarnya.
"KU BENCI HATI INI"
Aku benci hati ini, Sudah kesekian kali disakiti namun tak bosan jatuh cinta kembali
Sudah kesekian kali dibohongi, namun tak sungkan untuk kembali mempercayai..
Sakitnya jatuh cinta kini terasa kembali, Pada rasa yang terbakar oleh sebuah pengharapan
Sebenarnya enggan merasakan, namun apa daya diri ini tak, mampu menolak sebuah perasaan..
Gores demi gores tinta memunculkan sajak nan bermakna, berusaha mengungkapkan namun tak memakai suara, berusaha bercerita namun tak ingin lagi dengan air mata..
Sudahlah aku hanya pintar memadukan rima juga kata, namun tak pernah berhasil dalam mewujudkan cinta.
(Geeky school girl)
Itulah sebuah kata hati yang terdapat pada diri si kecil culunnya yang mencintai seseorang yang telah memberikannya permainan kambing hitam.
Sea sampai di rumahnya, sebuah Mansion klasik milik keluarga Florest. Tidak ada diapapun dalam rumah sebesar istana itu, hanya dihuni oleh Sea saja, hanya ada pembantu dan tukang bersih bersih taman yang datang seminggu sekali untuk membersihkan Mansion.
Sea membuka kamar klasik bernuansa hitam pekatnya itu, mengunci pintu tersebut. Ia melempar tas putih polosnya dengan asal, membuka sepatu hitamnya lalu ia menunduk dilantai yang dingin tersebut.
Dengan cahaya remang remang Sea meluapkan semua yang pernah selama ini ia tahan mulai dari menampar diri sendiri, menjambak rambut sendiri, pukul kepala sendiri, dan nangis sambil ketawa atau teriak . karena itu cara dirinya untuk melampiaskan sakit hati dan rasa kecewanya.
Bukan pertama kali, setiap malam dirinya juga menertawakan dirinya dalam kekalutan, menertawakan dirinya dalam hinaan diri, juga terenyuh diam tidak menatap. Sungguh dirinya benar benar dalam titik down.
“Tidak ada seorang pun yang benar-benar sangat kuat dalam hidup ini. Mereka hanya merasakan kesedihan tetapi mereka terkadang berpura-pura untuk tersenyum.” -FakeSmile
[END]
{komen yuk komen, keluarin kata kata humormu, garing juga nggapapa:v}