Aku memeriksa WA dari mereka, ‘met ultah buat besok…’ kata Pratam, ‘oh yak… met ultah aku lagi di bioskop pegen nonton IT’ kata Radit, ‘aku lagi di luar nih…’ balas Ilka, ‘aku di rumah ama papa dan mama’ Diana membalas Ilka.
Besok yahh… aku nggak sadar… harusnya ini ulang tahun paling menyenangkan tapi… kenapa menyedihkan yah?
Terpikir besok ngapain ya… teman sibuk orangtua di luar kota, kakak kerjain tugas… hmp kesepian deh… tapi kok hati ini sesak ya? Apa karena nggak ada angin yang ingat besok ultah aku? Setelah terjadi pertengkaran itu aku nggak dekat lagi sama mereka…
‘Eh… Cally… ada film boru loh nih seru dah episode 24 tau…’ kata Ilka, aku masih melihat WA dari mereka… mereka punya kebahagiaan masing-masing kok aku iri ya?
Aku menoleh kakakku dia sedang nonton bola, aku bosannnn… banget hari ini… nggak ada yang buat hatiku sembuh dari sesak dan sakit ini…
Aku melempar tubuhku, “payah ah…” kata kakakku tiba-tiba karena sedang nonton bola, aku tertidur dan bermimpi…
“Eh… kita kan udah nggak ada hubungan lagi sama Cally… buat apa sih kita kasih itu anak kado?” kata Wulan, aku melihat mereka dengan lampu cerah Wulan, Radit, Pratam, Ilka, Diana, Sania bersama bergandengan tangan, aku berdiri mematung di cahaya yang gelap…
Aku merayakan ulang tahun mereka kenapa aku nggak bisa? Kalau boleh meminta aku cuma ingin persahabatan ini jadi erat… ‘kamu bukan siapa-siapa kami’ ucap mereka, “TIDAKKKK”.
Aku berteriak kencang sekali ternyata itu cuma mimpi kakak untunglah… dia tidak bangun… perlahan-lahan sesuatu mengalir, “a…aku tidak mau ditinggalkan…” ucapku lirih.
Tidak ada yang membalas WA dariku sepi sunyi… mimpi itu benar, mereka sibuk…
‘Eh… tolongin aku dong…’ Radit meng-WA, ‘kenapa dit?’ tanya yang lain… ‘gawat dah… cepet ke Xchange pleaseee…’ setelah itu yang lain off. Mungkin hal kecil… tapi aku khawatir juga jadi aku akan pergi…
Setelah sampai di Xchange… Uhh… sepi banget… katanya udah dibooking tapi kok janjiannya di sini…? Aku mulai kesal… ‘ehh… maaf… mobilku dah nggak bocor lagi jangan ke Xchange yak… aku dah sampe rumah’ kata Radit, ‘untung aja aku nggak peduli… hehehe’ balas Ilka, ‘wkwkkkk’ tambah Pratam, ‘oke… makasih infonya… Radit… kamu udah bikin aku kecewa…’ balasku, ‘EHHHH…’ semuanya ber-eh.
Sial… aku hampir menangis, “tuhan… AKU BAHAGIA TAUU!!!” teriakku, aku mengalirkan air mata, “aku… bahagia tuhan… aku bahagia… semua ninggalin aku… aku bahagia kok… aku bahagia… aku… memang… tidak… berguna” ucapku lirih.
Aku terhuyung-huyung di bawah hujan, “aku… bahagia… aku bahagia… aku bahagia… aku bahagia… aku bahagia… aku…” aku terjatuh, aku lihat WA kubiarkan hujan basahi HPku, ‘Cally… kamu sudah pulang kan?’ tanya Radit, ‘Cally… aku telpon rumah nggak diangkat kamu marah?’ tanya Diana, ‘Cally… kamu dimanaaa…!!!???’ ujar Ilka, “jangan diread doang dong Ly…” tambah Pratam, ‘Cally… aku di Xchange kamu di sebelah mana?’ tanya Sania, ‘Sann… aku dari sana jam 10 pagi tau… nggak ada…!!!’ cerocos Wulan, ‘maaf Ly…’ sesal Radit.
Tak sengaja aku merekam audio di WA, “tuhan… AKU BAHAGIA… TAUU!!!” teriakku, ‘oh tuhan… kamu hujan-hujanan… Cally…’ ujar Ilka, “Cally… maaf ya…” kata seseorang memayungiku, “ahhh… Cally kamu buat khawatir tahu!!!” teriak Diana hujan-hujanan.
“Aduhhh… Cally maaf yahh…” Radit membawakanku coffee hangat, “kalian… aku ini tidak berguna…” ujarku, “apapun hal yang terjadi kita tetaplah sahabat…” peluk Ilka, Diana dan Sania, “ah ya… aku udah ada kado nih…” tambah Pratam, “kita Happy day gimana hari ini?” dengan raut muka yang bersinar semuanya setuju…
Dan ya… ini adalah persahabatan kami… dimana tidak ada nah boleh merampasnya… tuhan aku… bahagia tau…!!!
Cerpen Karangan: Chayya Namira Blog / Facebook: chayya.namira[-at-]gmail.com