Karangan: Vinasophia_
Tanggal Published: 14 November 2020, Sabtu.
Genre: Slice-of-life, Teen, Fiksi Remaja, Sad, Love Hurts
【Bab.1】
Orang bilang Setelah Hujan pasti ada pelangi.
Tetapi bagaimana jika itu hanyalah angan angan sang hujan saja.
Bagaimana jika itu hanyalah sebuah hal yang tak akan pernah terjadi.
Inilah Kisah ku, sebagai sang hujan yang menunggu sang Pelangi untuk datang.
—Raina Putri
***
Gue Rain, Raina Putri, gue orangnya ramah baik ceria and enerjik, gue juga orangnya famous plus Friendly, banyak cowok yang suka sama gue, tapi sayangnya hati gue cuma punya satu orang, dia sahabat masa kecil gue, yang bahkan udah lupa sama gue.
Alwan Dimas Atmaja, dia orangnya dingin and cuek, gue Deket sama dia, dia ingetnya kenangan kita pas SD, tapi sama sekali gak Inget sama kenangan umur 3 tahun kita dulu, dia taunya sahabat masa kecilnya tuh pergi, Yap...gue pernah pindah ke Amrik beberapa tahun.
Gue langsung pergi ke indo lagi, pas tahu kalo Alwan kena musibah, dia kecelakaan dan Amnesia yang mungkin gak bisa kembali lagi ingatan nya, ingatan masa kecilnya, gue kecewa?iya,banget malahan.
Tapi kalo dia bisa hilangin traumanya dengan amnesianya, gue gak papa, yang penting dia bahagia.
hubungan gue sama dia mulai retak saat itu, waktu itu...
***
Rain dengan Alwan di sebelahnya sedang berjalan di lorong sekolah, Alwin yang dengan santainya memakai Headset dan Rain yang tengah membaja novel, itu memang kebiasaan mereka berdua, pas sampe di kelas, Rain gak pernah lepas pandangan dari novel, ia langsung duduk di bangkunya, Alwin juga , ia langsung merebahkan kepalanya di paha Rain lalu tidur, tangan kanan rain mengelus rambut Alwan tapi matanya masih fokus ke novel.
Alwan tak apa, toh dia juga nyaman, tiba tiba bel pun berbunyi, Rain menutup novel nya ia menepuk nepuk pipi Alwan, alwan pun juga terbangun, Guru masuk dengan seorang gadis yang tersesat sombong, satu kelas mendadak langsung mendapat sinyal buruk, mereka mendadak tak menyukai nya.
"Baiklah anak anak, kita mendapatkan murid baru, perkenalkan nama mu"ucap sang guru, gadis itu dengan sombong dan angkuh.
"Nama gue Raskia Adya, gue anak orang kaya, jangan macem macem Lo pada"ucap nya angkuh, ia memandang remeh semuanya, netranya mengedar ke seluruh kelas tatapan nya jatuh ke arah Alwan, entah mengapa aku sedikit tidak suka.
Raskia mendekati meja kami, ia tersenyum manis, ia lalu memeluk Alwan, tentu alwan marah, ia lalu mendorong Raskia hingga tersungkur.
"Hiks...kamu jahat, masa kamu gak Inget aku sih, hiks...ini aku teman masa kecil kamu"ucapnya drama, aku tahu dia berbohong karena akulah yang sebenarnya teman masa kecilnya tetapi aku tahan, aku tak ingin dia trauma.
Setelah kejadian itu, beberapa bulan setelahnya Alwan dan Raskia berpacaran, hatiku sakit, tetapi aku tetap menahannya, setidaknya dia bahagia, aku tetap menjalin hubungan baik dengan alwan, tetapi waktunya dengan ku semakin sedikit, dia yang sibuk dengan kekasihnya hingga melupakan ku, aku sebisa mungkin mengalihkan pikiran ku dari nya.
Hari ini aku berjalan dengan bahagia, hari ini adalah hari ulang tahun ku, hari ini juga Jamkos, aku dengan teman ku yang bernama Lisa dan Joy sedang duduk di bangku kantin, tiba tiba Riska menabrak ku, aku ingin marah tetapi ia menyeringai ke arahku.
Tiba tiba...
Plak!!
sebuah tamparan langsung mendarat di pipiku, aku menyentuh pipiku panas, aku menengok, Alwan menatap ku dengan amarah, hatiku sakit, aku tak tahu apa yang terjadi.
"Hiks hiks...aku hanya lewat...hiks hiks tetapi...hiks mengapa kau hiks melukaiku hiks"Raskia mendrama, aku dijebak, aku menatap ke arah Alwan percuma, sekalipun aku menjelaskan nya.
"Gue kira Lo tuh orang baik!!!gue kira Lo tuh cewek baik baik!!!ternyata gak ada bedanya sama Bitch!!"sarkas alwan dengan dingin, dada Ku sesak, pandangan ku buram, ah...aku lupa, aku lupa membawa obatku, aku lupa.......
....Aku Memiliki Tumor.
Unrequited Love Bab.1 END.
*************
【Bab.2】
Maafkan aku yang tak dapat menempati janjiku.
Maaf, aku melupakan janji itu.
Yang membuat mu semakin jauh dariku hingga tak dapat ku gapai.
Maafkan aku, seandainya.... Seandainya aku dapat mengulang waktu ku lagi.....
—Alwan Dimas Atmaja
•••
Saat itu, Alwan sedang berjalan di taman ia mencari rain karena ingin mengajak nya ke suatu tempat, tetapi tiba tiba ada seorang adik kelas yang menghampiri nya mengatakan bahwa Raiska dibully oleh Rain.
Alwan yang tidak percaya langsung bergegas, dan yang ia lihat Rain tengah menatap marah ke arah Raiska yang tengah bersimpuh, tentu Otomatis ia marah, ia menampar sahabatnya tanpa mengetahui kejelasan situasi nya.
"Gue kira Lo tuh orang baik!!!gue kira Lo tuh cewek baik baik!!!ternyata gak ada bedanya sama Bitch!!"sarkas alwan dengan dingin, tanpa memedulikan Rain yang terlihat kesakitan ia membawa tengah kesakitan dan pingsan ia membawa Raiska ke UKS.
saat di UKS ia merawat Raiska dengan lembut dan pandangan penyesalan, ia benar benar malu dengan sahabatnya.
"Sayang, aku mau beliin kamu makan dulu ya??"kata Alwan lalu mengacak rambut Raiska dengan gemas, Raiska mengangguk lucu, Alwan tersenyum.
Setelah Alwan keluar, Raiska mengambil ponsel nya, ia menelfon seseorang, ia terlihat tertawa jahat, ia benar benar puas, Alwan yang lupa mengambil dompetnya pun malah mendengar hal yang seharusnya menjadi rahasia.
"Hahaha...kerja bagus, nanti gue transfer 10 jt deh, haha...tentu lah, iya, dengan mudahnya dia percaya sama gue, tapi bagus juga, dia jadi milik gue selamanya"ucap Raiska sembari memandangi kuku kukunya.
Alwan terdiam, jadi apa dia salah, tiba tiba sekelebat ingatan masuk ke kepalanya...
"Al, lihat itu bintang nya bagus"
"Hahahaha!!!lihatlah hahaha wajahmu penuh dengan lumpur!! huahahahaha!!!"
"Huaaa!!!Al!!!Ada Kodok!!! AAAAAA!!!"
"Al!!aku cuma beberapa hari kok tenang aja"
"Baiklah, kita berjanji, saat ada Hujan maka akan ada pelangi, Jika ada Rain maka ada Alwan di sisi nya, Setuju?"
Alwan meneteskan air mata, jadi... apakah selama ini, sahabat nya yang ia rindukan, ada disisinya sendiri, orang yang paling mengerti dirinya ,orang yang bahkan mengorbankan perasaan nya agar dirinya tidak kembali trauma, Alwin mendobrak pintu UKS ia memandang Raiska dingin, Raiska terlonjak.
"Sa-sayang..."Raiska tergagap.
"Mulai sekarang kita ,PUTUS, JANGAN TEMUI AKU LAGI"ucap Alwan Final, ia meninggalkan Raiska yang tengah mematung.
Alwan pergi menaiki mobilnya, ia mengendarai nya dengan Brutal, ia frustasi, apa yang telah ia lakukan, apa yang telah ia lakukan terhadap sahabat nya, apa yang telah ia lakukan terhadap CINTA PERTAMA nya.
Ia ingin meminta maaf, ia ingin mengulang dari awal, ia menerka nerka dalam ingatan nya, apa yang paling di sukai oleh Rain, ah...dia tahu, iya COKLAT.
Ia singgah ke sebuah Supermarket, ia memborong coklat coklat disana,setelah membayar ia dengan bahagia ke mansion milik Rain, Rain tinggal sendiri kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat, ia mendirikan Cafe yang memiliki cabang di berbagai daerah.
saat ia menekan bel rumah tak ada sautan, tiba-tiba ponsel nya bergetar, ia mengambil ponselnya, MAMA, Nama itu tercetak di Ponselnya.
'Halo Ma??"
'Hiks Hiks...Alwan hiks hiks...Rain Al...Rain hiks hiks"
Deg!!!
Jantung Alwan berpacu kencang, entah mengapa firasatnya tidak enak, ia mencoba membuang jauh jauh pikiran nya itu, ia dengan segera langsung memasuki mobilnya.
'Rain kenapa mah?!!!"
'Hiks Hiks...kamu kesini sekarang hiks hiks...di RS *****"
Alwan yang kalut langsung menancap gas mobilnya, ia mengabaikan segala caci maki dari pengendara lainnya, pikirannya hanya terfokus pada Rain, ia tak ingin terjadi sesuatu kepada gadis itu, jika dia bisa memilih, ia ingin sekali mengulang waktu, agar hal ini tak pernah terjadi.
Dia sampai di RS yang sudah mama nya ucapkan, saat ia sampai dia membeku, ia mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh dokter.
"Kondisi nona Rain sudah sangat kritis, kemungkinan sangat kecil untuk tetap bertahan, penyakit TUMOR nya sudah menyebar, ia tak meminum resep obat dari saya, sekarang Tumor nya sudah Stadium Akhir dan mustahil untuk sembuh"Ucap dokter , ibu dan ayah Alwan sangat sedih, Terlebih Mama Dina menangis histeris, Papa Alwi meneteskan air mata menahan rasa sedihnya yang mendalam.
BRAK!!
Alwan menjatuhkan belanjaan nya, ia meneteskan air mata, ini hanya mimpi, ya ini hanya mimpi saja, Rain tak mungkin meninggalkan nya secepat ini.
"Bo-bolehkah aku melihatnya??"tanya Alwan Lirih.
dokter mengangguk, Alwan masuk ke ruangan Rain, dadanya begitu sesak melihatnya, air matanya tak dapat lagi di bendung, kemana tawa nya saat itu???kemanakah senyuman nya saat itu???mengapa hanya ada raut wajah lelah dan putus asa??!kemana raut wajah ceria itu???
Perlahan Rain membuka matanya, ia melirik ke arah Alwan, ia tersenyum manis, tangan nya susah payah berusaha untuk terulur, Alwan dengan cepat menggenggam tangan itu, ia menciumi tangan itu, dengan wajah yang basah akan air mata matanya pun juga sembab, tubuhnya bergetar, ini benar benar mimpi buruk, ini hanya mimpi buruk.
"Hiks hiks... mengapa??!!mengapa kau tak bilang?!!"ucap Alwan dengan sesenggukan, oh tuhan...ini benar benar menyakitkan.
"maaf...aku tak ingin kau kembali trauma"lirih Rain, ia mengusap pelupuk mata alwan yang basah akan air mata.
"Kumohon, jangan putus asa, kumohon berjuanglah, jangan tinggalkan aku, kumohon beri aku kesempatan"tangis Alwan pecah, ia sangat menyesal, ia ingin memutar waktu, ia tak ingin ini terjadi ini begitu menyakitkan.
"Jangan menangis... Selamat Tinggal"lirih Rain lalu menghembuskan nafas terakhir nya.
Alwan pun langsung panik dan memanggil dokter, ia di suruh keluar, di luar ruangan ia memukul tembok dengan kuat hingga tembok retak dan tangannya berdarah, ia menyesal, mengapa ia bisa terlambat mengingatnya, mengapa, MENGAPA?!!!
Dokter keluar dari ruangan rain, ia tak sanggup berbicara, ia hanya menggeleng kan kepala dengan air mata di pelupuk matanya, jujur dokter itu sudah sangat dekat dengan Rain karena rain sering Konsultasi dengannya, ia sudah menganggap rain seperti anaknya sendiri.
"TIDAK!!!HIKS HIKS...KAU BOHONG!!!RAINKU TAK AKAN MENINGGALKAN KU!!!!!HIKS HIKS... ARRRGGGHH!!!"Racau Alwan dengan tangisan yang menggema, bahkan yang tak mengetahui kejadian nya pun dapat merasakan kesedihan nya bahkan sampai ada yang ikut menangis.
'Kumohon, beri aku kesempatan untuk membahagiakan mu, kau Terlalu cepat meninggalkan ku rain, padahal kau sudah berjanji, kumohon Rain Kembalilah'
Unrequited Love Bab.2 END
****
"Terkadang kita tidak menyadari ketulusan seseorang selagi ada, tetapi kita baru menyadari nya saat mereka sudah tak ada lagi, dan akhir nya penyesalan selalu datang di akhir"
—Vinasophia_
•••
Tittle: Unrequited Love: Im Sorry I Can't Stay With You
Author: Vinasophia_
Bab/Chapter: 2 Bab.
Explanation: END