Alkisah, di sebuah negara yang bernama Negeri Awan, yang diperintah oleh Kaisar Lu Bing, terdapat beberapa perguruan bela diri yang terkenal dengan jurus andalan masing-masing. Perguruan tersebut antara lain Perguruan Kera Langit yang diketuai oleh Master Han Do, Perguruan Naga Emas yang diketuai oleh Master Mang Bo, Perguruan Bangau Sakti yang diketuai oleh Yoon Ji dan yang terakhir adalah Perguruan Cakar Elang yang diketuai oleh Master Lee Xing.
Masing-masing perguruan hidup berdampingan secara damai dan saling menghargai satu sama lain. Mereka bersepakat untuk tidak saling bertarung dan berbuat curang untuk mendapatkan murid.
Dari keempat perguruan bela diri tersebut, hanya Master Yoon Ji yang mempunyai anak yang tidak mau belajar bela diri dan menjadi penerusnya di Perguruan Bangau Sakti. Anak Master Yoon Ji tersebut bernama Yoon Ko.
Yoon Ko sebenarnya tidak begitu tertarik dengan dunia persilatan. Ia lebih menyukai ilmu pengobatan dan bercita-cita menjadi seorang tabib yang handal. Ayahnya, Master Yoon Ji merasa keberatan dengan pilihannya tersebut. Ia menginginkan Yoon Ko untuk berlatih ilmu bela diri Bangau Sakti dan memintanya untuk menjadi penerusnya. Namun sayang, Yoon Ko menolaknya secara halus. Sehingga Master Yoon Ji menghargai keputusan anaknya tersebut dan menyerahkan semuanya kepada anaknya tersebut.
Hingga suatu hari saat Yoon Ko berumur 20 tahun, ia berjalan menuju Pegunungan Biru, yang terletak 10 kilometer dari rumahnya, untuk mencari obat-obatan. Di tengah perjalanan, ia menemukan seorang biksu yang tergeletak di bawah pohon persik karena keracunan dan kehausan. Yoon Ko kemudian menghampirinya dan memeriksa keadaan Biksu tersebut. Ia kemudian membuat beberapa ramuan dari tanaman yang didapatkannya di hutan tadi.
Selang satu jam, Biksu tersebut sudah siuman. Yoon Ko kemudian mengantarkannya ke Kuil yang terdapat di puncak Pegunungan Biru tersebut. Ia sangat berterima kasih atas bantuan Yoon Ko yang telah menolongnya. Untuk membalas jasanya tersebut, Biksu tersebut memberinya Kitab Bela diri yang bernama Pendeta Sakti. Yoon Ko sempat menolaknya dan mengatakan bahwa ia tidak tertarik dengan dunia persilatan. Namun dengan kata-kata yang bijak dan welas asih yang mengatakan bahwa ilmu ini lain daripada yang lain dan sangat bermafaat bagi diri dan keluarganya kelak, akhirnya Yoon Ko menerimanya dan mempelajarinya dibawah asuhan Biksu Sam Cong tersebut.
Selama lima tahun, Yoon Ko berlatih ilmu Pendeta Sakti bersama Biksu Sam Cong di kuil. Dengan tekun ia mempelajari semua ilmu Pendeta Sakti tersebut. Setelah Yoon Ko menguasai ilmu Pendeta Sakti tersebut, Biksu Sam Cong memberikan nasihat untuk tidak menggunakan ilmu ini sembarangan dan hanya digunakan bila ada keadaan yang terdesak. Yoon Ko mematuhi nasihat Biksu Sam Cong dan akhirnya kembali pulang.
Master Yoon Ji sangat senang dengan kepulangan anaknya. ia sangat merindukan anaknya tersebut. Yoon Ko pun sangat senang bisa bertemu dengan ayah dan ibunya setelah sekian lama.
Namun kesenangan itu tidak berlangsung lama karena Kaisar Lu Bing mengirimkan titahnya kepada semua master bela diri di Negeri Awan untuk berkumpul di istananya. Sang Kaisar menginginkan semua master untuk bertanding satu sama lain untuk memperebutkan titel Grand Master Negeri Awan yang telah ditinggal oleh Grand Master Gong Jia yang telah wafat. Sehingga Kaisar Lu Bing perlu menunjuk satu orang sebagai pengganti Grand Master Gong Jia di istana Negeri Awan.
Master Yoon Ji berangkat ke istana Negeri Awan dengan ditemani Yoon Ko. Ibunya berpesan agar ia menemani dan menjaga ayahnya yang sudah tua. Yoon Ko menganggukkan kepala dan berjanji untuk menjaga ayahnya.
Tibalah mereka semua berkumpul di Istana Negeri Awan. Kompetisipun segera dimulai. Aturannya hanya satu, yaitu siapapun yang mampu berdiri maka dia yang menang.
Kompetisi pertama antara Master Han Do dari Perguruan Kera Langit berhadapan dengan Master Mang Bo dari Perguruan Naga Emas. Pertandingan pun berjalan seru. Kedua master bertarung dengan mengeluarkan ilmu masing-masing. Hingga akhirnya Master Han Do berhasil mengalahkan Master Mang Bo melalui Tendangan Seribu Bayangan.
Kompetisi kedua pun dimulai, Master Yoon Ji dari Perguruan Bangau Sakti kini berhadapan dengan Master Lee Xing dari Perguruan Cakar Elang. Master Lee Xing langsung mengeluarkan jurus Cakar Mautnya sedangkan Master Yoon Ji menandinginya dengan jurus Bangau Menyergap. Kedua master bertarung sangat seru. cakar dan patukan beradu satu sama lain. Hingga akhirnya Master Yoon Ji berhasil mengalahkan Master Lee Xing, walaupun harus dibayar mahal oleh Master Yoon Ji. Tubuhnya penuh dengan luka-luka yang menyebabkan ia mengalami cidera yang sangat parah.
Kompetisi final pun langsung diadakan. Master Han Do maju ke arena bertanding. Master Yoon Ji masuk ke area bertanding dengan tubuh yang lemah dan penuh luka. Yoon Ko sangat kasihan terhadap ayahnya. Ia kemudian mengajukan diri untuk menggantikan ayahnya. Ayahnya menolaknya dengan tegas karena ia tidak mau anak satu-satunya itu terluka. Namun Master Han Do menyetujuinya dan bersikeras untuk melawan Yoon Ko. Karena ia tahu bahwa Yoon Ko adalah lawan yang sangat mudah karena tidak punya dasar ilmu bela diri. Akhirnya Kaisar Lu Bing menyetujui Yoon Ko Menggantikan ayahnya. Master Yoon Ji sangat sedih. Ia lalu turun dari arena dan kembali ke tempat duduknya. Ia berdoa semoga Yoon Ko selamat.
Pertandingan pun di mulai, Master Han Do mengambil langkah kuda-kuda dan kemudian menyerang Yoon Ko dengan jurus biasa. Master Yoon Ji menutup matanya. Ia tidak tega melihat anaknya dipukul. Selang beberapa saat terdengar suara benda jatuh di arena. Master Yoon Ji mengira itu Yoon Ko dan langsung membuka matanya. Tapi ia sangat kaget karena yang terjatuh ialah Master Han Do. Sementara Yoon Ko tidak bergeming dari tempatnya. Master Han Do terlihat kesal. Ia bangun dan kemudian mengeluarkan jurusnya lagi. Yoon Ko sangat mudah menghindari dan menangkis jurus Master Han Do dan dalam satu gebrakan, Yoon Ko berhasil menjatuhkan Master Han Do untuk kedua kalinya melalui pukulan di dadanya. Hingga akhirnya Master Han Do mengeluarkan Jurus Tendangan Seribu Bayangan. Yoon Ko tidak tinggal diam, ia mengeluarkan jurus Pukulan Pendeta Sakti. Tendangan Master Han Do beradu dengan Pukulan Pendeta milik Yoon Ko. Yoon Ko memukul tendangan Master Han Do hingga kaki Master Han Do patah tulang. Master Han Do pun terjatuh di arena dan tidak bisa berdiri.
Akhirnya semua orang termasuk Master Yoon Ji merayakan kemenangan Yoon Ko. Ia tidak menyangka anaknya menguasai Jurus Ampuh Pendeta Sakti yang telah hilang 1000 tahun lamanya. Master Yoon Ji sangat bangga terhadap Yoon Ko. Kini Kaisar Lu Bing mengangkat Yoon Ko sebagai Sang Grand Master Negeri Awan sekaligus menjadi Panglima Perang Negeri Awan yang membawahi 10.000.000 pasukan.