Perjalanan panjang penuh Lika liku dan cobaan menerpa hidupku. Silih berganti hinaan dan cacian datang menerpa. Tanpa ada sandaran hidup untuk menjadi penyelamat dan penyemangat.
Ku coba terus berjalan walaupun tertatih-tatih dengan tanpa arah tujuan. Berjalan mengarungi waktu yang tak tahu arah dan tujuan hidup.
Aku mencoba untuk tegar berdiri menantang dunia dengan air mata dan rasa sakit yang menyesakkan dada.
Aku terus berjalan walaupun mereka menertawakan diriku. Mencoba untuk kuat setegar karang di lautan. Menjalani hidup walaupun tanpa tujuan.
Aku hanya seorang perempuan kecil tanpa kasih sayang dan sosok seorang pelindung. Mencoba tegar melawan sang waktu.
Aku hanya manusia biasa, sama dengan yang lainnya. Ingin merasakan kasih sayang dan cinta kasih dari seseorang yang ada di dekat diriku.
Melawan sang waktu seorang diri itu sangat melelahkan dan menyakinkan. Tapi apa boleh di kata. Ini adalah cobaan hidup yang di berikan oleh sang pencipta.
Ku coba untuk tegar walaupun hatiku sakit namun tidak berdarah. Diriku tak pernah di Anggap ada oleh orang di sekitar ku.
Hidupku selalu dalam rasa sakit dan luka. Sedari kecil kehadiran ku tidak di inginkan. Aku yang selalu merasa asing di tengah-tengah keluargaku dan orang di sekitarku.
Dari awal hidup ku menjadi orang special sekaligus aneh di mata orang di sekitarku. Aku bisa melihat masa depan melalui mimpiku, melihat seseorang dari kejauhan saat ku pejamkan mataku.
Bisa membaca pikiran seseorang hanya dalam sekali kedipan. Bisa merasakan apa yang di rasakan oleh orang yg ada di dekaktku.
Semua itu membuat diriku di kucilkan dan di benci banyak orang. Seakan-akan aku mempunyai kepribadian ganda. Mempunyai sifat yang selalu berubah-ubah dan berbeda dalam sekejap waktu.
Ya... Aneh memang, aku bisa merasakan ada yang sedang mengobrol denganku melalui kata hatiku dan itu tampak jelas aku rasakan. Seakan-akan ada seseorang yang selalu mengajakku berbicara. Menyemangati ku di saat aku putus asa. Menghiburku di saat aku menahan lara, namun aku tak mampu untuk melihat dirinya.
Aku tidak tahu aku ini gila atau bagaimana? Itu yang aku pikirkan di saat aku mulai merasakan aku berbicara dengan diriku sendiri. Seakan ada yang berbisik di dalam hatiku. Tetapi aku tidak tahu apa itu.
Mata hati... dua kata penuh arti bagiku saat ini!!
Mungkin dia adalah teman yang di kirim tuhan untukku agar aku tidak kesepian seorang diri. Ntahlah aku tidak tahu pastinya!
Aku hanya mampu menerka-nerka saja. Apa yang ada di hati dan pikiranku tidaklah singkron. Itu yang aku rasakan saat ini!!
Hmmm... ku buang nafas untuk menghilangkan rasa kesal dalam dada ini!! Setiap hari aku di kucilkan. Aku bisa menjadi dua orang yang berbeda dalam satu waktu. Aneh... Satu kata yang selalu aku dengar dari omongan orang-orang di sekitarku.
Hari ini tepat tanggal 24 November, Tepat di mana hari ini aku di lahirkan ke dunia ini, 14 tahun yang lalu. Tetapi bukan rasa bahagia yang aku rasakan melainkan rasa sepi dan sunyi seorang diri.
Kesepian... Yah, itu ungkapan yang tepat yang saat ini sedang aku rasakan, karena semua orang tidak perduli dengan diriku apa lagi hari ulang tahunku.
Aku hanya seorang diri duduk termenung sendiri di dalam kelas. Melihat ke arah luar melalui jendela kecil yang ada di kelasku.
Menatap teman-teman sekolah ku sedang asyik bermain dengan canda tawa dengan menenteng makanan dan minuman di tangan mereka.
Ntah apa yang mereka bicarakan aku tak mau tahu dan tak perduli.
Aku hanya jadi bahan omongan dan di kucilkan di saat aku mencoba ikut ngobrol dengan mereka.
Sekolah ku saat ini adalah sekolah Favorit di kotaku. Hanya anak berprestasi dan anak golongan orang terpandang yang bisa masuk kesekolahku.
Ntah apa yang terjadi kepadaku. Aku hanya anak dengan prestasi yang biasa-biasa saja. Tetapi guru sekolah dasar ku merekomendasikan diriku masuk ke dalam sekolah elit ini. Aku tidak tahu alasannya apa. Disaat aku mencari jawabannya nihil, satu kata itu yang mampu untuk mengungkapkan pencarian jawaban atas pertanyaan ku.
Guru ku tidak ada satu pun yang mau menjelaskan kenapa aku bisa di masukkan ke sekolah ini! Sekolah dengan segudang prestasi di dalamnya.
Sedangkan diriku apa? Aku tidak ada kelebihan apapun dalam mata pelajaran apapun itu!
Semua guru yang aku temui dan aku mintai keterangan hanya tersenyum sambil mengusap kerudung yang ku pakai dengan lembut.
Satu pesan dari guru Bahasa Indonesia ku yang selalu terniang dalam pikiranku saat ini. " Teruslah belajar dengan giat untuk meraih mimpimu!! Kau anak hebat dan kuat, Kau pasti bisa menaklukkan dunia dengan tanganmu sendiri. Tetaplah tersenyum manis sekalipun hatimu menangis dan terluka!"
Entahlah apa maksud dari perkataan itu aku tak mengerti. Bahkan apa artinya pun aku tidaklah tahu dan untuk apa Pak guru mengatakan kata-kata seperti itu. Disaat aku tanya maksudnya apa. Beliau hanya tersenyum menjawab pertanyaan dariku.
Huhhhh... Ku buang nafasku dengan kasarnya di saat ku teringat kata-kata itu terniang kembali di pikiranku. Aku tidak tahu arti dan makna dari kata-kata tersebut. Pusing kepalaku di saat aku mencoba memikirkannya.
Ku lihat lagi ke luar jendela, dan terkadang ada rasa iri yang aku rasakan di saat aku melihat teman sebayaku asyik mengobrol, bercanda ria. Mereka dengan senyum dan tawa lebarnya melepas beban yang mereka rasakan.
Terkadang aku berpikir, apakah tuhan tidaklah sayang kepadaku? Kenapa aku di lahirkan berbeda? Kenapa aku seperti ini?
Terlalu banyak pertanyaan yang aku ajukan ke tuhan tetapi aku merasakan semua nihil, percuma dan sia-sia saja.
Sebanyak apapun pertanyaan itu tak ada satu jawaban pun yang aku dapatkan. Tetap saja aku kesepian dan selalu kesepian.
Ntahlah aku harus bagaimana dan berbuat apa? Aku selalu dalam ke bimbingan.
Sudahlah tak penting selalu di pikirkan, toh! Tak pernah ada jawabannya. Aku buka saja buku pelajaran yang tadi di berikan pak guru kepada ku sebelum bel istirahat berbunyi.
Ya, hanya buku tempat ku bersandar saat ini. Teman yang selalu menemani dalam kesepian ku saat aku merasakan bosan dan letih dengan hidupku yang aku rasakan tak adil bagiku. Dan mata hati yang selalu mengajakku ngobrol tanpa henti.
Aku disaat istirahat tidak pernah keluar kelas dan bercanda ria seperti yang lainnya. Pernah ku coba, tetapi aku selalu di kucilkan. Setelah itu hanya buku teman setia ku di kala aku merasakan sakit akan hinaan dan cacian.
Teman yang selalu setia dan tak pernah menyakiti.
Tanpa terasa bel masuk telah berbunyi. Ku dengar langkah kaki mulai memasuki ruangan kelas. Dengan masih terdengar suara canda ria dari mereka, yang membuyarkan konsentrasi belajarku saat ini. Ku tutup buku yang ku pelajari saat ini. ku lihat dan ku perhatikan tingkah laku mereka satu persatu. Dan aku mampu untuk tahu kepribadian mereka satu persatu. Entah kenapa aku bisa melakukannya dan sejak dari kapan aku tidak tahu.