*di mana aku. kenapa semua nya gelap. kenapa aku tak bisa bergerak. kenapa sekeliling ku gelap sekali. apakah aku sedang bermimpi
tolonglah aku takut di kegelapan ini. tolong. bangunlah jika ini hanya mimpi. aku takut*!
"Shuzuki.. Shuzuki kun.. bangun nak.. kamu kenapa" ibuku membangunkan ku sambil menggoncangkan tubuh ku. aku membuka mata perlahan. dan melihat ibu ku yang sedang berdiri memandang ku khawatir
aku terdiam memandang ibuku.. kenapa wajah ibu ku gelap? ya gelap. mata. hidung. mulut. alis semua wajah nya hanya hitam. aku hanya diam memandang nya
"onii_chann!! ayo bangun kata mu mau jalan2" adik ku naik ke kasur ku lalu loncat2 menyuruh ku bangun. tapi aku tetap diam terpaku. karna... wajah adik ku juga gelap. tak aku hanya diam.
tiba2 otak ku terasa mati. seakan tak bisa berfikir. apa sebenarnya yang sedang berlaku ini. aku pun bangun dan mengambil handuk untuk mandi.
ketika aku membuka pipa air.. air nya merah.. aku diam. aku memandang sayu ke air yang berwarna merah itu 'apa aku sedang bermimpi lagi?' jujur otak ku mati dan tak bisa berfikir sesuatu. tapi hati ku merasa ada yang aneh.
tapi malangnya otak ku seperti mati sampai aku tak bisa berfikir. dan hanya hati ku sahaja yang bisa ku ajak bicara.
selesai mandi. aku pun keruang makan. ketika sampai di sana. aku melihat ibu ku terlentang di depan pintu dapur dengan darah yang lumayan banyak. aku hanya diam memandang itu.
aku menoleh ke ruang tengah untuk mencari adik ku. aku melihat adik ku tergantung di tengah2 ruangan itu. aku hanya diam. aku melihat ke meja makan. makanan nya sudah terhidang. dan kelihatan nya masih panas
aku pun berjalan kearah meja dan duduk di sana. aku mengambil piring lalu mengambil nasih yang masih hangat itu. dan mengambil telur dadar yang ibu ku masak
aku sudah makan dalam 3suapan. tiba2 adik ku melompat2 di atas meja depan tv. aku ingin menegur nya karna kelakuan nya itu. tapi ibuku terlebih dahulu menegur nya
"Azu kun jangan loncat2 nanti meja nya patah loh" ibu ku berjalan menuju pintu luar. sambil membawa bakul yang berisi kain2 yang ia baru cuci.
aku pun berdiri. memgambil pisau. lalu menghampiri mayat adik ku yang tergantung tepat di ruangan tengah. aku memotong tali nya lalu mayat adik ku jatuh tergeletak di lantai.
aku berjalan menuju tempat ibu ku yang tergeletak dengan darah di sekeliling nya itu. aku menarik mayat nya ke ruang tengah. lalu menduduk kan nya di sofa.
aku pun mengendong adik ku dan menduduk kan nya di sebelah ibuku. setelah itu. aku duduk di samping ibuku juga. aku memejam kan mata
mengingat. bagaimana indah nya kehidupan ku bersama ibuku dan adik laki2 ku. dimana ibu memanjakan ku dan adik ku. apa saja yang kami mau ibu ku bagi
tapi ada satu hari. dimana aku meminta sesuatu. ibuku tidak kasih. aku pun memberitahu adik ku kalau apa yang ku mahu ibu tidak bagi
adik ku coba meminta sesuatu ke ibuku. dan aku mengintip nya di balik pintu dapur. dan ketika adik ku meminta sesuatu. ibu ku bilang
"baiklah besok kita beli lah" aku terdiam kenapa adik ku dapat sesuatu? sedangkan aku tidak? bukan kah kami sama2 di manja kan? dan membuat ku sakit adalah melihat adik ku sangat bahagia mendapat kan sesuatu dari ibuku tanpa bantahan
aku tak terima itu. aku pun menghampiri mereka berdua. dan aku marah pada ibuku
"kenapa azu dapat apa yang ia maukan ibu!!?" aku teriak tepat di depan ibuku. adik ku kaget lalu bersembunyi di belakang ibuku
"shuzuki!!! kamu itu sudah dewasa. dan jika aku terus memanja kan mu. sampai kapan kmu begitu terus. fikirlah shuz kamu sudah dewasa"
aku memandang bengis ke ibuku. aku tak terima itu. aku pun keluar rumah. ibu ku berteriak memanggilku. tapi aku tak hiraukan.
sore pun tiba. aku pulang. aku melihat ibuku sudah memasak makanan malam. aku memandang ibuku dengan tatapan dingin
"shuz.. ibu mau bicara baik2 dengan mu nanti.. kita makan dulu yaa baru kita bincangkan hal tadi" mendengar itu aku tersenyum lebar
ibu ku kaget melihat senyum ku. ia pun terduduk di lantai saking kaget nya melihat senyum lebar ku.
"nee kassan.. apakah pisau ini bisa menembus mulut mu itu??" aku berjalan mendekat ke ibu ku. sedangkan ibuku coba mundur. namun belakankmgnya terhalang akan dinding samping pintu dapur.
adik ku menjerit takut sambil coba meminta tolong. ayolah dek. kita jauh dari jiran2. jadi tutuplah mulut mu.
"shuz letak pisau itu nak... kamu.. kamu kenapa... jangan macam2 shuz..." aku hanya memandang ibuku sebal. aku pun menarik rambut nya dan menusuk kan pisau itu tepat di mulut nya.
aku coba menolak pisau itu lebih dalam. agar ia bisa tembus. eh malah ngak bisa tembus. aku pun melepaskan nya. dan ibuku jatuh tergeletak di lantai dekat dapur dengan darah di sekelilingnya
aku memandang adik ku yang menangis melihat ke arah ku. aku melihat mainan baru nya yang tadi ia minta pada ibuku dan ibuku langsung membelikan nya
mainan yang mempunyai tali yang kuat. aku pun berjalan ke arah adik ku. dan mengambil mainan nya. ia pun tak hirau dan coba lari dari ku. aku menarik rambut nya
"Onissan!!!!! lepas!!!!! kenapa kau membunuh ibu!!!! onissan!!! lepass!!!" adik ku berteriak kencang. tapi aku tak peduli
aku mengikat tali itu di leher nya nya dengan kuat. sampai ia suka bernapas. aku pun pancat di atas meja ruangan itu lalu mengikat nya tepat di atas kipas shiling rumah ku.
aku pun turun dan memandang adik ku yang sudah mengeliat seperti cacing kepanasan. aku pun membiarkan nya. aku membalik tubuh ku dan berjalan ingin menaiki tangga menujuh kamar ku
aduuuu aku baru perasaan. tangan ku penuh darah ibuku.. aku pun bergegas naik ke atas. dan aku pun mandi dan membersih kan diri. selesai mandi. aku pun turun makan. dengan suasana yang sadis. tapi aku tak peduli
karna aku lapar. jadi aku makan. selesai makan. aku pun naik keatas. sebelum naik aku melihat adik ku yang sudah terbelalak sambil tergantung. aku hanya tersenyum dan naik masuk ke kamar ku
aku berbaring dan menghela nafas. aku menutup mata dan melelap kan mata ku.
begitulah kisah nya. aku pun duduk dengan baju yang ketat mengikat ku. dan tangan ku juga ikut di ikat. dan ada beberapa doktor yang sedang gobrol di depan ku. kalau mental ku makin rosak. dan aku sebenarnya mengidap mental otak
patutnya otak ku tak berjalan kadang.. rupa2 nya aku punya mental. oh dan lagi sebenarnya tadi itu cuman cerita buat2 ku aja. teman doktor yang sedang gobrol itu ibuku
aku hanya memandang mereka berdua..
aku memejam kan mata ku. dan ketika aku buka. aku sudah berada di atas bangunan yang tinggi. ketika aku menunduk memandang kebawa
ibu dan adik bmku berteriak agar aku tak melompat dari bangunan itu. seperti aku bilang tadi. aku punya mental. dan otak ku terasa mati.
aku pun loncat dari bangunan tinggi itu. aku mendengar teriak2 kan orang2 di bawa. termasuk ibu dan adikku
aku jatuh dari kasur. aku bangun perlahan lalu memandang sekitar ku. semuanya putih. hanya ada kasur dan aku. tiba2 muncul sebuah cermin. aku pun mendekat kecermin itu. lalu aku melihat pantulan ku dari cermin itu sedang menangis. aku hanya diam memandang nya
dan bayangan itu berbicara dengan ku..
"*Kita Sudah Mati Shuzuki"
.
/maaf jika ada kesalahan. ketypoan. atau kesamaan alur cerita🙇🏻♀/