#Cintai_Aku_Ustadz
#Part_10 [Pernikahan]
Sekuat Mana pun kita menolak,
Sejauh mana kita berlari,
Andai Ia Sudah Tertulis Sebagai jodoh kita, Ia akan tetap kembali pada kita.]
~Anisa Khunisa
Keluarga Ustadz Reyhan pergi meninggalkan kediaman Nisa setelah membicarakan tentang bagaimana konsep Pernikahan dan Lain -Lain. Pernikahan nya Akan Di laksanakan tiga hari lagi. Dan Akan Dilaksanakan di sebuah Gedung Mewah Yang Terletak di Jakarta .
***
Waktu Berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Nisa Dimana Ia Akan menikah dengan seorang yang Ia Idam- diamkan, Ia tidak banyak berpikir uantuk kejadian Ini. Ia hanya berpikir mungkin Ini adalah Takdir Sang maha kuasa. dan telah menjadi Jodohnya. tamu Uandagan mulai berdatangan Uantuk menyaksikan pernikahan keduanya. namun Rasanya ada yang Kurang bagi Nisa Karana sahabat - Sahabatnya tidak bisa uantuk menghadiri pernikahan nya, Azizah, Jihan, Rahma Pulang Ke kampung halamannya. Karena Awal Tahun Para Santri maupun para Santriwati Di Liburkan, Uantuk Beberapa hari.
Nisa duduk dengan Balutan gaun Brokat berwarna putih, Ia tampak anggun dan elegan.
"Hey, Pengantin kenapa ngelamun ?" Tanya Seseorang di belakang Nisa, membuat gadis itu terhentak.
"Eh Bang Ali, gak ngelamun ko Bang" Jawab Nisa Tersenyum masam .
"Jangan Bohong, kamu gak pinter Bohong katakan Ada Apa?" Tanya Ali , menatap Adik Kesayanganya.
Nisa Tampak menghela kan Nafas pelan, Tidak seperti biasanya Ali mengatakan itu " Tumben, Perhatian."
"Kamu itu, Abang Perhatian Salah, enga Perhatian Salah. mau kamu Apa Sih?" Tanya Ali, kembali pada mode datarnya
"Bukan gitu, Nisa Senang kalau Abang Perhatian, itu tandanya Abang Sayang Sama Nisa." Gadis itu menunduk
Ali mengusap pelan wajah Gadis itu" Jangan Sedih, kata Siapa Abang gak Sayang? Abang Sayang banget sama kamu."
"Buktinya Abang, Selalu Cuek dan dingin."
Uantuk kedua kalinya Ali Memegang Pipi Nisa Dengan kedua Telapak tangannya"Dek, Dingin Itu Sipat. susah di ubah." Jelas Ali
Nisa Hanya mengunguk, Lalu ia berucap "Bang, Sebenarnya Nisa Bingung dengan Pernikahan Ini." Ucap Nisa Lirih dan Menyender pada pundak tegap Ali.
'Abang tau ini pasti merasa Aneh buat kamu, Maafin Abang dek, Abang gak bisa jujur sama Kamu. Abang gak tau bakal sehancur apa? kalau kamu tau Semuanya' Batin Ali
"Abang." Panggil Nisa, Namun Seperti nya tidak di dengar oleh Ali
"Bang Ali!" Ucap Nisa Setengah Berteriak, Seketika menyadarkan Ali dari Lamunannya
"Eh, Iya Kenapa?"
"Bang, ko bengong? Abang Gak dengerin Nisa?" Tanya gadis itu kesal
"Dengar, udah Jangan ngambek sebentar lagi mau jadi Istri masih aja Kaya bocil." Ejek Ali menambah kekesalan Nisa.
"Bingung Kenapa? udahlah Ustadz Reyhan itu Laki-laki yang bertanggung jawab, baik. Abahnya juga pemilik Pesantren. kamu juga harus Bersyukur." jelas Ali mengusap puncak kepala Nisa.
"Terimalah Pernikahan Ini dengan Bismillah, Iklas Lilahi ta ala, Insya Allah semuanya Akan baik baik Aja." Nesehat Ali
"Tapi Nisa takut gak bisa jalani pernikahan ini dengan berhasil."
"Dek, Pernikahan itu adalah ibadah Terpanjang dan menikah Uantuk Menyempurnakan Agama. Abang Selalu Dukung Kamu, Abang Akan Selalu Dukung Kamu." Ucap Ali sembari Tersenyum dan Di belas Anggukan Oleh Nisa
Tampa Di sadari ada Seseorang yang memperhatikan Keduanya, Afgan berdiri di Ambang pintu memperhatikan kedekatan Ali Dan Nisa, Ia merasa cemburu kepada Abang Laki-laki nya Selama Nisa di Pondok, Afgan juga tidak sedakat itu dengan Ali.
Afgan Berdehem uantuk menyadarkan Ali dan Nisa. lalu menghampiri mereka
"Bang di panggil Ayah, katanya Ijab kabul nya mau di mulai." Ucap Afgan, Ali mengunguk dan menigalkan ruangan itu.
Nisa pun yang mendengar nya mata nya Berbinar itu artinya keluarga dari mempelai laki-laki sudah datang "Gan, Udah datang?" tanya Nisa Antusias
"Udah," ketus Afgan
"Ih, ketus amat Lo, kaya cewek lagi pms ajah,"
"Bodo amat," Jawab Afgan Acuh
"Ih! Lo nyebelin. ooh iya Lo pasti cemburu sama bang Ali ?."
"Terserah Lo, Gue kaya kaga di Anggap."
"Emang Lo, kagak di anggap." Walaupun Singkat ucapan Nisa mampu membuat hati Afgan sakit.
Nisa pun setelah melihat Perubahan Wajah Abang Keduanya, ia merasa Bersalah"Udah, Gue bercanda gak usah Baperan Loh."
***
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur haalan!" Dengan Satu Tarikan nafas , Ustadz Reyhan mengucapkan kalimat sakral itu dan di balas kata 'Sah' oleh para Saksi.
Nisa menagis haru Karana status nya telah berubah menjadi Seorang istri. Nisa memeluk Sang Bunda Ia menangis haru , Ia masih tidak menyangka bahwa secapat ini pernikahan nya berlangsung.
"Udah jangan nagis Sayang, nanti makeup nya luntur " Ucap Sang Bunda menghapus air mata sang putri
***
Nisa menuruni anak Tangga di Dampingi oleh bunda nya dan Sepupu perempuan yakni Sindi. Gaun serta setelan jas Di pakai Oleh Ustadz Reyhan yang membuat pasangan itu serasi.
"Cium tangan suamimu nak " Perintah Sang Bunda mendekat kan mereka Berdua
Ustadz Reyhan langsung menyerahkan punggung tangannya uantuk di Cium oleh Nisa, gadis itu meraih dan mencium punggung tangannya, Ustadz Reyhan membacakan doa di atas kepala Nisa.
"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."
(ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.)
Setelah membaca kan doa itu mereka lalu mendatangi Kedua orang tua mereka uantuk meminta Restu dan mendoakan agar pernikahan ini bertahan hingga Akhirat.
" Barakallahu lakuma wa Baa Raka Alaika wa jama'a bainakumaa FII khoiir "Berarti semoga Allah karunia kan berkah kepadamu, dan semoga Ia limpahkan barakah atas mu, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan " Ucap Abah Ustadz Reyhan saat mereka meminta Restu dari Abah Ustadz Reyhan begitu pun ketika mereka meminta Restu kepada Ayah Nisa.
Pernikahan pun berjalan lancar dan kini telah selesai.
T B C
Udah Part selanjutnya Akan Saya Update setelah 3 hari Terimakasih. Jangan lupa besok Puasa Sunah Rajab .