(nasif punya teman yang Barbar )
Halo semuanya saya di sini akan
menceritakan tentang perteman yang baik
nama saya rinda
umur saya 16th
kelas:9 SMP Nusantara
di sini saya akan mengajari kalian
tentang sahabat , mungkin menurut kalian sahabat itu adalah orang yang selalu saling menolong kan.
sama seperti saya , saya juga orang yang saling tolong menolong sesama teman.
"Awwww,kenapa kamu mencubit ku"rinda sambil mengelus tanganya
" kamu jangan sok-sokan gajari orang cara beteman kan kamu sendiri ajah gak tau cara berteman dengan bener"ucap Erika
oh iya perkenalkan namanya Erika dia teman saya yang sangat berengsek jadi jangan dengerin bila dia sedang berbicara
"Kamu bilang GW berengsek ,rinda awas saja bila kamu datang ke kelas, gue akan remas remas wajah berengsek mu itu"(dalam hati Erika sambi kesal 💢💢)
"tetap sabar tarik nafas dan keluarkan "(dalam hati Erika)
Oh iya perkenalkan
nama saya Erika
umur 16 th
kelas:9 SMP Nusantara
"buat kalian saya ingatkan jangan dengerin ocehan si berengsek rinda ini" Erika sambil tersenyum kesal kepada rinda
"cepat pergi kenapa kamu terus menganggu ku "rinda sambil kesal kepada Erika yang terus menggangunya.
"apa kah kamu Budget bel sudah berbunyi dasar tolol"Erika sambil menarik baju rinda untuk masuk ke kelas .
tapi Erika punya dendam pada rinda di akibat kan dia bilang bahwa Erika sangat cerewet,
"di mana si berengsek itu pergi"gumang Erika sambil berjalan dengan kesal
"bila aku bertemu denganya akan aku bunuh dia ,dia membuat banyak masalah"Erika sambil kesal
Erika pun melihat rinda yang sedang makan dikantin, sedang kan Erika harus menyelesaikan masalah yang dia perbuat.
"boing....."(suara benda memantul)
Rinda yang sedang makan pun merasa kesal saat mendapatkan ada benda yang memantul di kepalanya
"Hai.......siapa yang berani melempar bola kearah kepala ku ,cepat kemari"teriak rinda
Erika pun mendekati Rinda yang sedang marah
"aku yang melempar bola itu, emang masalah"Erika dengan santai merasa tidak ada salah
"Kamu kira melempar bola kepada orang yang sedang makan itu bagus"geram Rinda pada Erika
"Oh ternyata orang yang kena gue kira cicak yang kena,jadi kenapa kamu tidak mehindari dasar tolol"Erika sambil santai
"tooootolol siapa yang kamu panggil tolol"teriak rinda kepada .Erika
"kenapa kamu terus menganggu ku emang aku punya salah apa dasar berengsek"teriak rinda
"gw yang harus nya tanya kenapa lu selalu buat masalah dan gw yang harus membersihkan masalah Lu."teriak Erika pada rinda
rinda pun menjelaskan bahwa tugas teman harusnya membantu teman yang sedang masalahkan
"Lu ,kira gw apa"tanya Erika
"kan Lu teman gw jadi Lu harus membantu gw saat sedang bermasalah" Jawab Rinda.
Erika pun sangat marah pada rinda karena dia tidak pernah mendengar kan nasehatan dari Erika malah Rinda selalu mengejek Erika .
"hei Rinda kamu mau kemana lagi kamu harus membantu ku supaya menyelesaikan masalah mu"tanya Erika.
"urus saja masalah nya sendiri gw ada urusan"jawab Rinda sambil pergi dari Kanti
"Aaaaaaaaaah dasar berengsek gw akan bener bener membunuh mu dasar Rinda tolol"teriak Erika pada rinda.
tapi Rinda tidak mempedulikan teriakan Erika yang sedang marah di kantin ,Rinda malah membelakangi Erika
saat sesampai nya di kelas Erika pun duduk di bangku nya dan erika melihat Rinda tidak ada lagi di bangku nya.
membuat Erika kembali lagi marah
"di mana si berengsek itu pergi lagi ,apakah dia membuat masalah lagi"(dalam hati Erika)
"aku mohon pada mu Rinda supaya kamu tidak buat masalah lagi karena aku lelah menghadapi semua masalah mu sendiri"(dalam hati Erika).
saat Erika sedang berpikir tentang apa saja yang Rinda perbuat,
tiba tiba ada kelas 8 yang melaporkan ke pada Erika bahwa Rinda sedang di keroyokin oleh orang di belakang sekolah,Erika pun merasa sangat marah saat tau bahwa Rinda sedang di keroyok orang .
walaupun pun kami sering berantem tapi kami tetap teman yang saling tolong menolong saat berada dalam masalah.
Erikapun segera berjalan menuju belakang sekolah untuk melihat keadan Rinda yang sedang di keroyok.
"taap...taap.taap"suara langkah kaki
tapi saat Erika ingin menolong Rinda ternyata orang yang menroyok Rinda sudah pergi karena mendengar suara kaki ku.
dan yang pertama kali Erika lihat di belakang sekolah adalah keadaan Rinda yang terluka parah.
Erikapun segera membantu Rinda yang sedang teluka untuk membawanya ke UKS
"Rinda tetap bertahan sebentar lagi kita sampai di ruangan UKS"Erika sambil menggendong Rinda menuju UKS
"kenapa kamu menolong ku padahal aku selalu membuat mu dalam masalah"gumang Rinda
"kita kan sahabat jadi kita akan saling tolong menolong , walaupun kita sering berantem"jawab Erika
setelah kejadian yang menimpa Rinda ,kami pun jadi sering dekat karena Erika selalu ada di dekat Rinda walaupun dalam masalah
Erika pun segera menanyakan ke siswa yang telah melaporkan bahwa Rinda sedang di keroyok ,
Erika menanyakan nya untuk memberi tau siapa yang telah mekeroyok Rinda di belakang sekolah.
siswa itu pun menjelaskan begitu banyak dari awal kejadian sampai akhir kejadian bahwa yang telah mekeroyok Rinda adalah siswa kelas 9A.
Erika pun segera bertemu dengan siswa 9A yang menkeroyok Rinda untuk bertemu di belakang sekolah dan akhirnya mereka muncul di depan ku.
"Hai kalian kenapa kalian mengeroyok Rinda"tanya Erika
"dia yang duluan mencari garagara Dengan kami ,dia tiba tiba melempar bola ke arah kami"jawab siswa kelas 9A
"sudah aku duga bahwa yang mencari masalah duluan adalah Rinda bukan kelas 9A,Rinda kenapa kamu membuat ku malu aku kirain bahwa kelas 9A yang mencari garagara lebih dulu"(dalam hati Erika sambil kesal"
"Oh jadi yang lebih dulu cari gara gara adalah Rinda"tanya Erika
"iya dia yang cari gara gara lebih dulu"jawab siswa kelas 9A
"kalo gitu aku minta maaf atas nama Rinda" Erika sambil membungkuk
"tidak apa apa menurut ku ,aku juga harus minta maaf karena membuat Rinda babak belur"jawab semua murid kelas 9A sambil meminta maaf pada ku atas nama Rinda
kami pun saling memaafkan dan masalah sudah beres menjelaskan ke salah pahaman ini.
Erika pun segera berjalan ke UKS untuk menanyakan kebenarannya Rinda kenapa buat gara gara terlebih dahulu .
Rinda pun sadar bahwa Erika sedang berhadapan dengan 9A ,jika dia tau semua kejadian mungkin dia akan habis di tangan Erika ,dan Rinda pun berpura pura masih belum sadar karena Erika pasti marah pada ku sekarang
"kreeeeeeeeeek "suara buka pintu.
saat aku membuka mata untuk mengintip ternyata Erika yang datang dengan keadan marah
"glup...glup"suara menelan ludah
"semoga dia cepat pergi "(dalam hati Rinda dengan badan yang sedikit bergetar.
"plaaaak"suara memukul yang mendarat di kepala Rinda,
"adudududuuuu,sakit kenapa kamu memukul kepala ku kamu tidak melihat aku sedang terluka"tanya Rinda sambil memegang kepalanya
"riiiiiiiinda ,kenapa kamu buat masalh lagi sekali saja..bisa tidak, tidak buat masalah sehari saja"tanya Erika sambil marah
"tiiiiidak,...aku tidak akan buat masalah lagi aku berjanji"jawab Rinda sambil gemetar melihat Erika yang begitu marah
"aku harus berhati hati bila gk aku pasti akan di remas remas oleh nya"(dalam hati Rinda)
Erika pun kelihatan sangat marah dan
"plak...plak ..palaku"(suara memukul)Erika pun memukul Rinda tampan Apun.
"Aaaaaaaaaah,hentikanlah aku benar-benar minta maaf Erika tolong lepaskan aku "teriakan Rinda kepada Erika supaya mengampuni nya.
akhirnya Erika pun memaafkan Rinda dan dia merasa senang karena dendam nya tercapai.
"akhirnya aku bisa memukul dia di bagian kepala dan memukul pantat nya Samapi memerah itu karena dia sering pamer pantat nya yang begitu besar dari punya ku"(dalam hati Erika sambil di iringi senyum yang seram)
setelah memberikan pelajaran pada rinda yang sering buat onar Erika pun kembali ke kelasnya dengan hati senang karena bisa balas dendam pada rinda dengan pukulan.
"Aaaaaawwwwww, pantai ku begitu sakit saat di pukul oleh si berengsek itu,"geram Rinda pada Erika
"Aaaaaaku akan membalasnya 3 kali lipat dasar Erika berengsek "teriak rinda
saat itu lah kami mulai saling balas dendam tapi di dalam hati kami ,kami saling memperhatikan satu sama lain supaya tidak ada yang terluka .dan di sakiti
walaupun pun kami sering ribut tapi kami tetap berteman selamanya Dengan cara yang berbeda.
(Tamat😆😆😆)