'Yellow Rose'
Seorang wanita yang sedang berkutat dengan laptopnya terlihat begitu serius. Meskipun terlihat cukup berantakan tak mengurangi pesona kharismanya.
Tok....tok.... (suara ketukan)
"Masuk" perintahnya pada sekretaris.
"Ada kiriman buket bunga, bu Bos" ucap sekretaris dengan menyerahkan buket tersebut.
Viona yang penasaran 'pun melihat nya. Yapp wanita tersebut adalah Viona Elisha. Usianya 23 tahun, ia merupakan seorang Manager pemasaran yang tegas, berwibawa, dan juga dingin.
'Mawar kuning' batin vio seakan mengingat masa lalu.
*Flashback
Enam tahun yang lalu~~~
Langit sore cerah berawan yang terasa sejuk. Angin berhembus menggoyangkan dedaunan dipohon. Tampak dibangku taman 'Panti Harapan Indah', seorang perempuan sedang menikmati pemandangan anak - anak bermain. Terpatri jelas senyum indah diwajahnya. Wanita itu bernama Viona Elisha. Ia adalah salah satu anak panti yang masih bertahan sampai saat ini.
"Nak Vio...." seru bu Dewi di halaman panti. Selaku ibu panti.
"Ada apa bu?" Tanya diriku menghampiri.
"Itu loh nak, kamu dapat paket terus ibu menaruh nya di atas meja belajar kamu." Terang bu Dewi.
Lagi,batinku
"Dari yellow rose kah, bu? Ucap'ku antusias lalu pergi menghilang.
"Dasar anak itu main nyelonong saja" gerutu bu Dewi.
💦💦💦💦💦
Aku membuka kotak paket dengan tak sabar. 'Woahh' terkejut dengan isi nya. Sebuah laptop canggih tak lupa dengan bunga mawar kuning yang didalamnya. Aku memang membutuhkan laptop untuk tugas sekolah. Akan tetapi karena ia tak punya, maka aku hanya bisa meminjam kepada teman ataupun ke warnet saja.
Seolah yellow rose tahu apa yang selalu kubutuhkan dan inginkan. Semua kudapatkan dari kiriman paket tak terdeteksi. Ini bukan pertama kalinya aku mendapatkan sesuatu dari yellow rose. Dan yellow rose itu bukan nama sang pengirim. Hanya sebuah julukan dariku, karena selalu ada bunga mawar kuning di dalam paket.
Kini aku sungguh penasaran dengan 'mu yellow rose. Kenapa kamu selalu memberikan sesuatu untukku sejak kecil, sedangkan aku tak tau siapa dirimu dan aku hanya seorang gadis yatim piatu yang tak memiliki hal istimewa?. Batinku merenung tak ayal memang yellow rose selalu menolong maupun membantu nya selama ini entah untuk dirinya dan juga panti.
"Aku akan menemukan mu apapun caranya" kata'ku penuh dengan tekad.
🍃🍃🍃
Hari ini aku baru saja pulang sekolah, namun seketika dahinya mengernyit saat matanya menangkap sebuah mobil terparkir di halaman panti. Aku yang penasaran 'pun memasuki panti untuk mengetahuinya.
Namun, aku mengurungkan niat saat melihat bu Dewi dengan seorang pria paruh baya sedang berbicara serius.
"......"
"Kamu tak seharusnya datang dan hentikan semua yang kau berikan terhadap Viona. Jangan kamu beri dia harapan. Kamu hanya akan menyakitinya " hardik bu Dewi
"Mengapa tidak? Saya hanya ingin menemui putriku. Lalu bagaimana bisa kau meminta saya untuk berhenti. Dia tetap darah daging 'ku dan saya akan selalu mencoba yang terbaik untunya." balas pria tersebut.
Jadi dia ayahku, batinku
"Putri? Mencoba yang terbaik?" Ucap sinis bu Dewi. "Jika memang kamu menganggap Vio sebagai putrimu. Lalu kenapa kamu menelantarkan Vio dan ibunya, Haa? Berpura - pura baik dengan menjadi donatur dan yellow rose, kamu fikir semudah itu Rey."
Reynaldi Megastra, pria paruh baya yang sedang berbicara dengan Dewi alias ibu panti. Sekaligus ayah Viona Elisha yang selama ini pula menjadi yellow rose.
"Aku tau aku salah, tapi mengertilah saya sedang mencoba memperbaikinya dan menebus semua kesalahan saya. Saya menyayangi Viona, Wi sama halnya saya mencintai Riana. Saya mohon biarkan saya bertemu dan menjelaskan kepada Viona."
Tes...sebulir air mata jatuh. Sungguh semua ini terasa membingungkan, aku bahagia mengetahui ternyata pria paruh baya itu ayahku tetapi kenyataannya dia juga yang menelantarkan bahkan orang yang selama ini membantu dan menolongku diam - diam adalah dia.
"Ayah...." seruku yang sedari tadi mendengarkan dibalik pintu. "Jadi selama ini yellow rose itu ayah?" lanjutnya
"Vio"
"Viona"
Ucap mereka terkejut dengan kehadiran 'ku.
"Apa benar kalau anda ayah saya?" Suaraku lirih kepada pria yang ternyata adalah ayahku.
Rey yang melihat reaksi Vio sedang syok langsung memeluknya.
"Vi..o sayang ma..afkan a..yah, ayah sayang sama kamu nak" ungkap rey terbata - bata.
'Aku masih diam membisu dipelukanya, kupejamkan mata mencoba menerima. 'Huft' aku menghela nafas dalam, kulepaskan pelukan tersebut. Mata itu menyiratkan makna kerinduan mendalam' bicara ku dalam hati.
"Jelaskan" perintah ku dingin.
Mencoba berdamai dengan mengerti dan menerima keadaaan, meskipun semua perasaan ku sekarang berkecamuk. Itulah yang bisa kulakukan sekarang.
🍃🍃🍃
Sebulan kemudian~~~
Kini hubunganku dengan ayah Rey membaik. Ya ayah menjelaskan awal mula cerita dimana Riana, selaku ibu kandung ku adalah cinta pertamanya. Namun keluarga ayah menentang dan ayah dijodohkan, hingga membuat jalan nekat dengan menikah sirih diam - diam dengan ibuku.
Waktu ibuku meninggal saat melahirkan diriku. Ayah tak punya pilihan lain, selain menitipkan diriku kepada panti. Sebab bermula dari rahasia membuat ayah berfikir menjadi 'yellow rose' juga.
Dan aku baru tau ternyata bukan hanya ayah yang selalu membantu dan menolongku diam - diam, akan tetapi kak Arya alias kakak tiri ku yang tampan dan baik hati juga termasuk.
Sekarang aku bahagia, bisa memiliki ayah dan kakak. Ibu panti bilang 'ia juga bahagia karena aku telah menemukan kebahagianku'.
"Kak"ucap Billy yang juga anak panti, menghentikan pikiranku berkelana.
"Iya kenapa bil"balasku tersenyum pada bocah 10 tahun didepanku.
"Kakak dicariin sama tante itu"ujarnya menunjuk ke arah wanita dengan pakaian glamornya.
"Ok, makasih ganteng"balasku, lalu jalan menghampiri wanita tersebut.
"Permisi, ada apa ya tante mencari saya"tanyaku sopan
"Ga usah basa - basi, langsung to the point saja. Saya mau kamu jauhi keluarga saya" ucapnya sinis
"Maksud tante apa yaa, saya tidak mengerti. Tante siapa dan keluarga siapa maksud tante?"dahi ku mengernyit tak mengerti, kenal juga tidak.
"Saya Arfina Magastra istrinya Reynaldi Margastra dan ibunya Arya Putra Magastra. Inget kalau kamu masih berhubungan dengan keluarga saya, saya tidak akan segan - segan menghancurkan panti ini" ungkap nya sombong dan mengancam, lalu pergi menghilang.
Aku masih terdiam membeku, baru aku mendapatkan secercah harapan lalu akan pergi menghilang. Kini bedanya aku yang akan pergi menghilang.
💦💦💦💦💦
Waktu bergulir begitu cepat hingga tak kusangka sudah beberapa tahun aku pergi memulai hidup baru. Aku merindukan kalian. Suara hatiku berbicara
Harum dan indah bunga ini, tak sengaja mataku melihat sebuah kertas di sela buket bunga mawar kuning.
'Kami merindukanmu, bagaimana kabarmu sayang...maafkan kami yang menyakitimu. Jika kau memaafkan kami, temuilah kami di kafe *****. Kami menunggumu'
Yellow rose
💦💦💦💦💦
Dengan kecepatan kilat aku menuju alamat yang tertera di sebuah kertas. Tak kuhiraukan penampilan yang sudah acak - acak dengan mata sembab.
Ciittttt.......( suara mobil berhenti )
Seketika pengunjung kafe melihat ku heran, mungkin karena penampilanku yang berantakan tapi tak ku pedulikan. Mataku mencari - cari dimana letak mereka, hingga kakak yang melihatku langsung lari dan memeluk'ku.
"Kakak...hiks...hikss...." tangis ku luruh
"Stttt..jangan menangis kakak disini" ucap kak arya menenangkanku dan menuntunku ke meja dimana ayah berada.
"Vio...ayah merindukanmu nak" kata ayah menatapku dan merentangkan tangan
Akupun melepaskan rangkulan kak Arya dan menghampiri pelukan ayah.
"Yahhh kakak dianggurin nih" sindir kakak pura - pura mengambek.
"Sini kak" balas ku melonggarkan pelukan ayah dan kami berpelukan bersama layaknya teletubies.
'You are my heroes' batinku
TAMAT~~~
17:58, 12/11/20