Widya adalah anak seorang presdir sebuah perusahaan terkenal. Ayah dan ibunya menjodohkan Widya dengan Rendy. Rendy adalah anak dari Pak Bagas, yang adalah rekan kerja ayah Widya.
“Yah, aku gak mau dijodohin sama Rendy!" bentak Widya.
“Kamu gak boleh gitu dong. Rendy itu anaknya Pak Bagas, temannya ayah," jelas Ibu Widya.
“Ya jangan bawa-bawa aku dong bu, aku ini udah punya pasangan!" bentak Widya lagi.
“Gak pokoknya kamu harus sama Rendy," Keputusan Ayah Widya sudah tidak bisa diganggu gugat.
Widya kesal dan berlari masuk ke dalam kamar dan membanting pintu dengan sangat keras. Kemudian, Hana merebahkan dirinya di kasur.
“Kenapa ayah dan ibu selalu ngatur-ngatur hidupku?" tanya Widya kesal.
Widya mengambil ponselnya dan menghubungi Kevin. Kevin adalah kekasih Widya, mereka telha berpacaran sekitar 5 tahun lamanya.
“Vin, ada yang mau aku omongin nih," jelas Widya.
“Ada apa Wid?" tanya Kevin.
“Mulai hari ini kita udah gak bisa lanjutin hubungan ini," ujar Widya dengan berat hati.
“Lho kenapa Wid?" tanya Kevin bingung.
“Maaf," Widya menutup teleponnya.
Kevin bingung dengan maksud dari perkataan Widya. Kevin segera pergi ke rumah Widya untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Sesampainya di rumah Widya, Kevin melihat sebuah mobil hitam terparkir di halaman rumah Widya. Karena penasaran, Kevin mengintip dari jendela rumah untuk melihat siapa yang datang.
Ternyata itu adalah Rendy. Terlihat, Rendy sedang mengobrol dengan kedua orang tua Widya. Widya juga ada di sana. Namun, dia hanya cemberut kesal dan tidak mau menatap Rendy.
Kevin menguping pembicaraan mereka.
“Nak Rendy, kapan kamu mau lamar Widya?
“Lamar?" tanya Kevin kaget.
Sekarang Kevin mengerti kenapa Widya memutuskan hubungan mereka berdua. Kevin segera pergi dari rumah Widya karena tidak ingin merasa sakit hati. Kevin berjalan dengan lesu. Tak terasa, air mata mulai mengalir dari mata Kevin.
Keesokan harinya, Kevin pergi untuk membeli sarapan. Saat di jalan, Kevin berpapasan dengan Widya. Widya sedang berjalan berduaan dengan Rendy.
“Ha," Kevin dan Widya kaget.
“Ada apa Wid?" tanya Rendy.
“Ngg... gak papa kok," ucap Widya sembari menoleh ke kiri agar tidak melihat Kevin.
Kevin juga menoleh ke arah sebaliknya dan berpura-pura tidak melihat Widya. Kevin dan Widya saling melewati satu sama lain. Tidak ada lagi sapaan dan gurauan di antara mereka. Sekarang, hanya ada kesedihan dan kesunyian.
Besok lusa adalah hari pernikahan Kevin dan Widya. Kedua orang tua Widya mulai menyiapkan segala persiapan untuk pernikahan mereka. Namun, di saat semua sedang menyiapkan segalanya untuk pernikahan, Widya hanya duduk termenung.
“Aku tak menyangka pernikahanku harus seperti ini," ucap Widya sambil menghela napas.
“Nak, kenapa kamu kelihatan murung gitu?" tanya Ibu Widya.
“Eh gak papa kok bu," Widya berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depan ibunya.
“Ya udah, ayo milih baju buat pernikahanmu besok lusa!" ajak Ibu Widya.
“Ya bu," Widya menuruti permintaan ibunya.
Keesokan harinya, Widya sedang duduk di bangku taman sambil makan siang. Widya selalu melakukan hal ini, jika dia merasa bingung atau stress.
“Besok adalah hari pernikahanku, apa aku bisa menjadi istri Rendy?" tanya Widya pada dirinya sendiri.
Widya masih ragu, karena dia tidak mencintai Rendy sama sekali.
Malam hari tiba, terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Widya.
“Siapa sih malam-malam ngetuk pintu?" Widya bangun dan segera membuka pintu.
Ternyata yang mengetuk pintu adalah Kevin.
“Vin, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Widya kaget.
Kevin tidak menjawab pertanyaan Widya. Tiba-tiba, Kevin duduk bersimpuh di depan Widya.
“Maaf aku tidak bisa melupakan perasaanku padamu. Aku mencoba untuk merelakanmu menikah dengan Rendy, tapi kenyataanya aku gak bisa, hiks," jelas Kevin sambil menagis sejadi-jadinya.
“Kevin," Widya ikut duduk dan memegang pipi Kevin.
“Maafkan aku, aku gak bermaksud buat nyakitin kamu. Aku melakukan ini semua karena terpaksa," ujar Widya.
Kevin memegang tangan Widya dan masih terus menangis.
“Kau harus menghapusku dari kenanganmu," ucap Widya menahan tangis.
“Gak, aku udah terlanjur mencintaimu. Aku gak akan bisa melupakanmu," ucap Kevin.
Widya sudah tak bisa menahan tangisnya. Dia memeluk Kevin sembari menangis sesegukan.
“Maaf, maafkan aku," Widya terus meminta maaf.
Rendy tiba di rumah Widya, tujuan Rendy ke rumah Widya adalah untuk mengecek keadaan calon istrinya itu. Namun, di sana dia melihat Widya sedang memeluk Kevin sambil menangis.
“Siapa laki-laki itu?" tanya Rendy pada dirinya sendiri.
Rendy hendak memarahi Kevin.
“Aku juga masih mencintaimu," ucap Widya.
Rendy langsung berhenti. Perasaan marahnya berubah menjadi perasaan kasihan. Rendy memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Rendy langsung masuk ke dalam kamar. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Ibu Rendy heran, kenapa Rendy bersikap aneh.
Ibu Rendy memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Rendy dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Nak, kenapa kamu kelihatan lesu kaya gitu?" tanya Ibu Rendy.
“Bu, aku gak jadi nikah sama Widya," ujar Rendy.
“Lho kenapa?" tanya Ibu Rendy terkejut.
“Ada laki-laki yang lebih baik dariku," jelas Rendy.
“Apa maksudmu nak, kamu ini anak orang kaya dan ganteng. Gak ada laki-laki lain yang sempurna" ucap Ibu Rendy.
“Mungkin dia tidak sempurna, tapi dia bisa membuat Widya menangis karena ketulusan cintanya. Tentu, aku kalah jauh darinya," jelas Rendy.
”Nak, tapi kau yakin gak papa?" tanya Ibu Rendy.
“Gak papa kok bu," ujar Rendy sambil tersenyum untuk menutupi kesedihannya.
💮💮Keesokan harinya💮💮
Hari sudah pagi, namun Widya masih meringkuk di kasurnya. Sampai akhirnya, Ibunya membangunkan Widya. Karena hari ini adalah hari pernikahan Widya dengan Rendy.
”Nak bangun," Ibu Widya membangunkan Widya.
Widya bangun dari tidurnya. Dia berjalan dengan langkah kaki berat. Rendy telah menunggu di ruang tamu Widya.
“Maaf ya, Widya baru bangun tidur," ucap Ibu Widya.
“Gak papa kok bu, aku kesini cuma mau bilang kalau aku gak jadi nikahin Widya," jelas Rendy.
Widya yang tadinya malas berubah menjadi keheranan.
“Lho emang kenapa nak?" tanya Ibu Widya.
“Aku ingin agar Widya bisa menemukan orang yang benar-benar dia cintai. Aku tidak mau membuat Widya menyesal karena perjodohan ini," jelas Rendy.
“Rendy," ucap Widya.
“Mulai sekarang, aku tak akan menganggu hidupmu lagi," ucap Rendy sambil berjalan pergi.
Saat hendak masuk mobil, Widya memeluk Rendy.
“Terima kasih Rendy," ucap Widya sambil memeluk Rendy dengan erat.
“Sama-sama," ucap Rendy sambil memeluk Widya.
Keesokan Harinya
Widya pergi ke rumah Kevin untuk menyampaikan kabar baik ini. Sesampainya di rumah Kevin, Widya mengetuk pintu. Kevin segera membukakan pintunya.
“Kevin," Widya memanggil Kevin.
“Oh Widya, kenapa kau kemari?" tanya Kevin.
“Aku ingin memberikan kabar baik untuk kita berdua," jawab Widya.
“Apa itu?" tanya Kevin.
“Aku gak jadi nikah sama Rendy," ujar Widya.
“Benarkah?" tanya Kevin tidak percaya.
“Iya," jelas Widya.
Kevin berteriak karena senang. Kemudian, Kevin melompat kegirangan. Ternyata, Rendy sedang memperhatikan mereka dari jauh.
“Aku senang kau bahagia, Widya," ucap Rendy sambil tersenyum.
---Tamat---