Sudah dari setahun yang lalu wajah gadis pelayan ditoko Bakery itu lemah dan lesu sembari menatap hamparan roti yang berjajar di segala penjuru , sesekali air matanya menetes tanpa sadar dan segera dia meraih tisu di meja kasirnya itu .
Namanya RENI , gadis desa yang sudah berusia 25 tahun dimana usia yang sudah matang untuk berumah tangga apa lagi untuk di kalangan desa, tapi apa daya tuhan berkehendak lain , dimana lelaki bakal calon suaminya telah di panggil oleh tuhan karna sakit yang sudah lama di deritannya .
Teman seperjuangannya hanya bisa membelai punggung gadis malang itu , jika dia menyadari bila tiba tiba air mata sahabatnya itu meleleh seperti hannya hari ini yang bertepatan dengan hari satu tahun calon suaminya itu di kebumikan .
"REN ... yang sabar ya , mungkin ini lah yang terbaik untuk alm. ARIF , aku yakin ko , tuhan pasti punya rencana lain untuk kita yang ditinggalkan " iba DINA si teman kerja nya itu .
"makasih ya DIN , kamu selalu ada buat aku " lirih RENI sembari memeluk sahabatnya itu .
"iya sama sama , jangan sedih lagi ya , aku harap suatu hari nanti , tuhan akan kirimkan seseorang yang juga sangat....sayang pada sahabat ku ini dan bahkan bisa membuatnya tertawa seperti dulu " doa DIAN kemudian .
Kedua gadis itu pun kembali bekerja karna pelanggan pun juga sudah mulai berdatangan , mengingat sekarang sudah mulai beranjak sore sehingga bertepatan dengan jam pulang kerja dan beberapa pelajar yang pulang di sore hari .
Tak terasa jam pun sudah menunjuk pukul setengah 8 malam sehingga ke dua gadis itu bersiap untuk menutup toko roti itu dan berpamitan dengan atasan mereka .
Seperti biasa SOFYAN sudah terlebih dahulu parkir didepan toko sembari menunggu kekasihnya keluar dari gerbang hijau itu . Dan benar saja 10 menit kemudian dua gadis itu pun keluar dari pintu itu .
"Kamu gak apa apa kita tinggal ?" tannya DINA .
"Ga apa apa ko , mungkin sebentar lagi jemputanku datang "
"Bener ya , ga pa pa nih kita tinggal ?"
"iya ... udah sana buruan"
"ya udah... ati ati ya , kita pulang dulu daahhh....." salam sepasang sejoli itu .
Sementara RENI terpaksa bersabar menunggu jemputan dari Om Nya yang berdinas di kepolisian dekat tempat kerjannya itu , kebetulan tadi saat beliau berangkat tunggangannya mogok sehingga terpaksa berboncengan dengan keponakannya itu .
Keluarga RENI memang bukanlah keluarga yang berada , tapi paling tidak mereka bisa bersekolah sampai SMA , sementara Om nya juga terbantu karena beasiswa dan prestasinya yang menjadi PASKIBRA sehingga beliau mendapat beberapa bantuan dan bisa masuk dalam kepolisian .
Tak lama kemudian Seorang lelaki bertubuh tegap itu datang dengan tunggangan metic milik RENI .
"Ayo pulang Dek , tapi kekantor dulu ya , itu pesanan tantemu ketinggalan , nanti om di marahin lagi "
"Siap pa !!" tegas RENI .
Mereka pun segera membawa motor itu pergi dari parkiran toko dan menuju kantor kepolisian yang berjarak 500 meter dari tempat kerja RENI .
Begitu sampai Om NATA itu pun segera memarkirkan motornya disalah satu parkiran disana .
"mau ikut masuk ga ?"
"ga ah om , malu sama bapak bapak polisinya"
"ya udah om tinggal sebentar ya "
"iya om "
Sembari menunggu om nya keluar RENI pun akhirnya mengambil HP di dalam tas nya untuk mengisi ke suntukannya menunggu di parkiran kantor .
Tanpa dia sadari seseorang sudah berdiri di depannya yang difikirnya adalah om nya itu .
"Selamat malam mba , ada yang bisa di bantu ?" lembut suara itu yang tentu saja mengagetkan RENI yang duduk di atas motornya itu . Dia pun terhenti dan menatap siapa gerangan orang yang menyapanya .
Rupanya seorang polisi muda yang masih begitu asing untuknya tengah menegurnya itu .
"maaf pak , saya sedang menunggu om saya disini " jawab RENA kepadanya .
"Om mba ? "
"iya pak.... itu om saya dateng " tunjuknya pada pria yang keluar dari pintu depan itu .
"Ada apa REN ?"
"Ga ada apa apa ko om "
"Maaf pak NATA , saya fikir mba nya perlu bantuan di parkiran , ternyata malah saudara nya pak NATA "
"oohh... begitu , sekalian saja mas YUDI , kenalin ini keponakannya pa NATA namanya RENI "
"Saya YUDI , maaf kalau tadi mengganggu mba nya "
"Saya RENI , Ga apa apa ko pa "
"kalau begitu saya pamit dulu pak NATA , Selamat malam ...saya permisi ke dalam "
"iya... bapak pulang dulu ya "
"Siap pa " tegas pemuda itu sembari pergi meninggalkan parkiran .
"REN , masa kamu gak kenal sama nak YUDI , akhir akhir ini kan dia terkenal di sini "
"Om ini , emangnya RENI hobi melanggar aturan , kan RENI kerja "
"REN ... om tahu ko kalau RENI masih teringat sama Alm. nak ARIF , tapi apa RENI seneng , kalau ternyata dia juga sedih dengan keadaan RENI sekarang ? murung , menangis , bahkan ibumu selalu sedih karna kamu kadang tak mau makan apapun , dan itu justru menyiksa dirimu ,om mohon.... belajarlah untuk ikhlas meskipun itu sulit , belajarlah tersenyum meski pun kamu terluka , ibumu , ayahmu , om , tante dan semuannya itu sayang dan peduli dengan RENI , Tolong...tetaplah tegak dan bukalah lembaran lembaran baru dalam hidupmu " terang om nya malam itu dengan panjang lebar .
Mereka pun pergi meninggalkan halaman kantor polisi itu .
Sepanjang perjalanan RENI terus memikirkan nasehat dari om nya itu , bila difikir fikir selama setahun ini memang dia tak lagi ceria seperti dulu saat bersama ARIF , setiap sebelum berangkat biasanya dia selalu menemani anak bungsu om nya itu , penuh tawa dan canda di halaman rumah om nya itu . Tapi kini..selain dia pergi bekerja , dia selalu mengunci diri di kamar .
"Assalamualaikum.." salam RENI sembari membuka pintu rumahnya .
"Waalaikum salam " jawab ke dua orang tuanya dan tamu dirumahnya itu .
"Bu , RENI masuk kedalam ya? "
"Iya.. ibu sudah masak makanan kesukaanmu , nanti dimakan ya ?"
"Baik bu.. permisi " pamitnya masuk ke dalam .
Entah apa yang di bicarakan tetangganya yang bertamu malam itu , yang jelas dari obrolannya sepertinya dia ingin mengenalkan saudaranya kepada RENI .
Suara semangatnya bercerita saja bisa sampai ke ruang belakang .
Tanpa harus di bicarakan pun ibunya sudah tau apa jawaban dari anak perempuannya itu , sehingga ibunya pun tak akan menanya kan pendapatnya tentang saudara tetangganya itu .
# # #
Sepertinya nasehat dari om nya itu benar benar mengena pada diri RENI , maka dari itu dia pun bertekad untuk belajar ikhlas dan membuka lembaran lembaran baru dan menata hidupnya kembali .
Pagi itu RENI sudah sibuk di depan pekarangan rumahnya , tapi kali ini dia ditemani dengan lagu lagu favorit dari HP nya . Wajahnya pun sudah memancarkan senyum senyum indah dari mulai dia menyalami ibunya selepas sholat subuh tadi .
"Eeehhh...ada mba RENI nih lagi bersih bersih?" Tanya salah satu tetangganya yang bernama bu INDAH .
"Iya nih bu mumpung SIP siang "
"Oh ya mba RENI , Semalem ibu liat ada mba UNNA ke sini ya ?"
"Iya bu "
"Ngapain mba dia kesini ?"
"Nggak tau saya bu , saya baru pulang semalam "
"Pasti dia mau ngenalin adik nya tuh , yang katanya udah sukses jadi bos sayuran , kalo boleh saya nasehatin mba RENI ...mendingan jangan mba , kemaren saja pernah ada yang mau di kenalin tapi belum apa apa adik nya udah sombong kemana mana " terang bu INDAH itu .
"Terimakasih bu atas nasehat nya "
"Percaya deh sama omongan ibu , ya udah ya ibu pulang dulu "
"Iya bu INDAH hati hati "
Selepas bersih bersih , tiba tiba sebuah dering tertuju pada HP RENI , dimana sebuah nomor baru muncul di sana dan beberapa sapaan basa basi pun di lontarkan pada nya .
Ternyata pesan itu dari JONI adik dari bu UNNA yang semalam bertamu kerumahnya .
"Salam kenal ya ,
Aku JONI adiknya mba UNNA tetangga kamu ,
Maaf ya kalau aku baru chat kamu , ya... mau bagaimana lagi , aku sibuk sama urusan orderan sayuran setiap malam , kamu sibuk apa sekarang ?"
Sekirannya begitulah chat dari adik mba UNNA itu .
"Pantas saja bu INDAH sampai ngomel ngomel begitu " heran RENI pada isi chat baru itu .
Dia pun membalas singkat pesan dari lelaki bernama JONI itu lalu Dia pun membersihkan diri dan menyantap sarapan yang ada di meja makan , sementara ibunya sudah pergi ke warungnya yang ada di depan jalan sedang kan ayahnya sudah ada di pekarangan belakang dimana beliau berternak bebek .
RENI pun langsung berangkat karena Om nya juga tak ada kabar , mungkin saja motornya sudah selesai di perbaiki di bengkel (fikir nya ). Tapi baru saja berjalan sekitar 400 meter dari rumah tiba tiba ban motornya bermasalah sehingga mau tak mau dia berhenti di pinggir jalan .
"Yaahhh... kena paku deh " resah RENI mengingat dia sudah di pertengahan jalan antara pulang atau pun ke tempat kerjanya .
"Ada apa ya mba ? " tannya seseorang kepadannya .
"Ini...motor saya kena paku mas "jawabnya masih menatapi ban motornya yang kempes .
"Biar saya bantu dorong ke bengkel saja mba , kebetulan motor saya juga disana "
Begitu RENI hendak menjawab dia baru sadar bila yang di depannya adalah polisi yang semalam menegurnya di parkiran .
"Oohh..ga usah pak , biar tukang bengkel nya saja yang bawa "
"Mba yakin , mau yang bawa tukang bengkelnya , bapaknya lagi sibuk loo.. ?" Tunjuk polisi itu pada salah satu bengkel terdekat dimana seorang bapak yang sedang sibuk dengan sebuah motor .
"Ga apa apa nih pak ? Bapak kan kerjanya..."
"Polisi kan mengayomi masyarakat mba , selepas dari itu pun kita sesama manusia harus saling membantu kan ?"
"Baik lah kalau bapak gak keberatan "
"Mari mba ikut saya di sebelah kiri " usul polisi itu sementara RENI hannya menurut saja .
RENI pun duduk di salah satu kursi yang disediakan bengkel itu , pada akhirnya polisi itu lah yang memberi tahu sang mekanik bengkel tentang apa masalah motor yang baru di bawanya tiba tiba .
"Mungkin agak lama , bapaknya masih mengganti ban motor saya "
"Terima kasih atas bantuannya pak "
"Sama sama ... tapi kalau boleh , ini kan diluar kantor , dan saya sudah lepas dinas , tolong panggil saya YUDI saja , umur kita tak jauh beda kan ?"
RENI pun hanya bisa mengangguk saja .
Obrolan demi obrolan pun mereka lakukan untuk memecahkan suasana canggung di kursi tunggu bengkel itu , sementara pak TEJO si mekanik bengkel masih sibuk dengan kerjaannya . Pada akhir nya tak terasa kini ke dua nya sudah bertukar nomor secara spontan karena kebetulan motor RENI belum selesai , sehingga dia terlebih dulu diantar oleh YUDI ke tempat kerjanya .
"Terimakasih ya mas , sudah mau repot repot nganter saya "
"Sama sama , nanti kalau sudah jadi aku chat kamu ya "
"Tapi kan mas mau pulang ?"
"Ga apa apa , aku juga masih ada urusan ko di sini "
"Sekali lagi terimakasih ya mas "
"Ya udah aku pergi dulu ya " pamit nya sembari membawa motor bebek nya .
Sementara dari dalam toko sahabatnya sudah bersiap siap dengan celoteh nya .
"Cieee..ciee... kok bisa sih kamu deket sama babang tampan " godanya sesegera mungkin .
"Kamu ga inget kalau om ku kerja bareng si mas nya"
"Ciieee....udah manggil mas mas aja nih..aduhhh..kayanya cewe cewe yang minta di tilang kemaren harus nangis deh mulai sekarang "
"Apaan sih DIN , mulai dehhhh "
"REN... ayo lah... udah saat nya kamu untuk bahagia , aku yakin ko dia cowo baik , buktinya om kamu aja udah ngenalin kamu sama dia "
"Entah lah DIN , semua aku serahkan sama ALLAH , karena siapapun yang nanti didekatkan kepadaku semoga itu yang terbaik untuk ku "
"Amin.."
Ke dua gadis itu pun kembali bekerja , tapi lain hal nya dengan HP RENI yang setiap beberapa menit terdengar notifikasi pesan yang datang .
# # #
Hari pun berganti hari , tak terasa sudah seminggu sejak RENI dan YUDA bertemu di bengkel dan bertukar nomor telphone , dari seminggu itu sudah banyak hal hal yang mereka bicarakan termasuk kehidupan YUDA di masa lalu , dimana dia pun pernah mengalami kegagalan dikala sebulan sebelum acara pernikahan dengan mantan kekasihnya , singkat cerita dari pihak keluarga wanita meminta pesta super megah , sementara disisi keluarga YUDA tak bisa memenuhi karena bertepatan dengan biaya perkuliahan adik adik YUDA , seandainya mereka mau mengundur kan tanggal acara bisa saja keluarga YUDA memenuhi.
Tapi.... mungkin suratan takdir berkehendak lain , bila mana YUDA mau pun RENI harus berlabuh pada CINTA KE DUA mereka .
Sejak 2 minggu perkenalan itu , YUDA pun sering datang mendatangi kediaman RENI beserta keluarganya, dia pun mengutarakan segala niat nya dengan membawa keluarganya untuk MEMPERSUNTING gadis manis didalam keluarga itu , tentu saja dengan malu malu RENI hanya bisa mengangguk saat ditannya oleh ayahnya , bila mana dia mau untuk dipersunting seorang YUDA itu .
Dengan beberapa pertimbangan waktu diputuskanlah pada tanggal 9 - 2 - 2019 oleh keluarga mereka untuk menggelar acara pernikahannya .
" KAMI PUN TAK MENYANGKA , SETELAH JALAN YANG PERIH YANG KAMI LALUI , SANG PENCIPTA RUPANYA MENGGANTIKAN KAMI HARI HARI YANG INDAH , SAAT INI PUN KAMI MASIH MENIKMATI MASA MASA PENGENALAN , KARENA PACARAN SETELAH MENIKAH RUPANYA SANGAT BERKESAN UNTUK KAMI "
(RENI)
"JODOH ADALAH MISTERI DARI TUHAN , JUJUR SAJA .... DULU SAAT AKU GAGAL AKU SEMPAT FRUSTASI KARENA BERFIKIR SEMPIT , TAPI SEKARANG AKU SADAR , BILA TUHAN AKAN MEMBERIKAN SESEORANG YANG TERBAIK UNTUK KITA TANPA KITA SADARI , I LOVE YOU ISTRIKU "
(YUDA)