❖ 〉〉〉Berakhir virtual〈〈〈❖
Aku Adalah seorang gadis yang suka dengan Novel.....
Novel? Yah beberapa orang menganggap novel adalah sebuah gangguan dengan pembelajarannya.
Hari ini adalah hari Senin dimana seperti biasa melaksanakan upacara bendera merah putih .Bukan putih merah.
Aku memiliki seorang teman bernama Erieza dia memiliki wajah yang cantik juga tubuh yang bisa dikatakan cukup sempurna.
Berbeda dengan ku yang sama sekali tidak memiliki daya tarik.
Akhirnya upacara bendera telah selesai dilaksanakan.
Aku dan Erieza memasuki kelas bersama sama.
Erieza: "Lyn,tugas math kamu dah siap belum?"
Ucapnya.
Lyana:"udah dong kalau engga gimana aku nunjukin muka di depen kelas ini"
Sahutku.
Erieza seperti terpanah akan sesuatu.Ia melihat dengan wajah penuh ke kaguman.
Aku penasaran apa yang membuat Erieza terpanah begitu.
Aku memutuskan untuk melihat kebelakang.
Dan betapa kagetnya diriku.
Ada seorang pria tampan memasuki kelas.
Pria tersebut masuk ke kelas di barengi dengan guru yang berjalan di belakang.
Kami semua menatap pria tersebut dengan penuh semangat.
Karena jarang jarang ada murid baru ke sekolah ini.
Guru membuka mulutnya secara perlahan dan berkata " Ini dia murid baru kita,Namanya Steven"
Seketika murid murid perempuan lainnya bersorak kegirangan karena pria ini sangat tampan.
Ketika murid murid perempuan bersorak kegirangan,para murid lelaki memasang ekspresi tidak senang seolah olah mereka ada saingan baru.
Sekilas Aku kontak mata dengan Steven.
Dalam hatiku yang paling dalam aku melompat kegirangan.
Steven sangat tampan seperti deskripsi sebuah novel!.
Tapi tentu saja aku sadar diri.
Bahwa aku itu,tidak pantas bersama dengan dirinya.
Pada hari ini, Aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada Steven.
Erieza:" waduh,waduh,ganteng banget dia kan Lyn?"
Ucap Nya.
Lyana: "ho.oh"
Sahutku.
Lyana:"Ri,,jangan bilang kamu jatuh cinta pada pandangan pertama?"
Ucapku dengan jahil.
Erieza: " Iyah bangett!! Bisa ga yah? Bisa ga yah?"
Ucapnya.
Lyana:"....."
Erieza:"Lyn kenapa diem?"
Ucapnya sembari memiringkan kepala.
Lyana:" oh hahahha tidak,Aku hanya sedang memikirkan bagaimana jika kalian menjadi couple .dan yah sangat cuocokk banget"
Ucapku dengan full senyum di wajahku.
Guru menyuruh Steven si murid baru untuk duduk di bangku kosong yang ada di sampingku.
Jantung ku serasa akan copot.
Bagaimana mungkin ini terjadi.
Aku dan Steven akan bersamping sampingan.
Erieza:" kyaaa~ Lyn dia Deket ma kitaa!!"
Ucapnya seperti akan segera melompat dari gedung sekolah.
Lyana:" waduh waduhh!! Sanzz dong"
Sahutku.
Steven berjalan perlahan ke bangku kosong.
Gila nya jantungku malah semakin berdebar!!
Aku memalingkan muka dari Steven dan melihat buku pelajaran ku.
Steven: "Hai~"
Arghh!! Arghh sial!! Suaranya!! Spek Noveltoon,wattpat,Go novel,manhwa,manhua,anime,drakor!! Semuanya!! Sepertinya aku akan benar benar mimisan batinku.
Lyana:" Oh hai~" ucapku membalas.
Steven:" senang bertemu kamu,aku harap kita bisa jadi teman yah"
Ucapnya sembari mengulurkan tangannya.
Lyana: " oh oh Ahahha tentu saja!!"
Ucapku sembari mengulurkan tanganku kembali padanya untuk berjabat tangan.
Steven berjalan ke bangku nya kemudian duduk sambil berkenalan dengan teman di bangku depan dan belakangnya.
Saat aku sedang sibuk memperhatikan aktivitas Steven, Erieza memukul mukul pundakku.
Lyana:" aduh!! Aduh sakit!"
Ucapku sembari menggerutu.
Erieza:" Ya Tuhan! Dia ganteng banget! Bisa bisa seisi sekolah jatuh cinta padanya!!"
Ucap Erieza dengan mata ber api api.
Hari demi hari mulai berlalu dengan diriku yang selalu memendam rasa pada Steven.
Erieza:" Aduh kamu masih belum berubah ubah ya!! Kamu ga pake skincare yang aku kasih?"
Ucapnya sembari mengoceh oceh.
Lyana:" upss heheheh sorry banget yah"
Ucapku sembari menyodorkan beberapa makanan manis padanya.
Erieza mengambil nya dengan senang hati tetapi masih dengan gerutu di mulutnya.
aku terkekeh dengan tingkah laku sahabat ku ini.
Erieza:" eh Lyn,,gw kapan di tembak sama si Steven yah?"
Ucapnya sembari mengguncang guncang tubuhku.
Lyn:" Aduh aduh!! Santai dikit ihh! Gw pusing!"
Erieza:"aduhh iyahh dehh... Tapi kapan sih!!".
Lyn:" Ya ampun gw mana tau!!"
Erieza:"aduh aduh!! Padahal gw berharap tau ga?!"
Lyn:" Yah kalau berharap,berharap aja dehh gausah gw yang lu protes kali"
Erieza:" ahh lu Mahh ga asik!!"
Erieza terlihat geram dengan Steven sampai menyumpah serapahi.
Saat Erieza sedang menyumpah serapahi Steven,tiba tiba Steven berada di belakang nya.
Dengan segera aku menutup mulut Erieza yang pedas ini.
Erieza:" mhppphhh!!"
Karena Erieza terus memberontak dan tidak melihat keadaan,aku memutar badannya tepat di depan Steven.
Seketika Erieza terdiam.
Wajahnya Semerah tomat.
Dia segera berlari membawaku bersamanya.
Sepanjang pelajaran berlangsung, Erieza terlihat geram dan malu.
Aku menggoda goda dirinya dengan kejadian yang tadi.
Seketika dia melemparkan bukunya padaku.
Lyn:" ahahahah"
Erieza:" diem aahh!"
Lyn:" ahaha iye lah"
1 Tahun berlalu....
Erieza:"heiii!! Lynn!! Gw di tembak!!kyaa!!"
Ucap Erieza sembari melompat kegirangan.
Seketika hatiku perih mendengar hal itu.
Lyn:"wahhh bagus bangett dong!!"
Ucapku berusaha menyembunyikan perasaan ku.
Erieza:" ho.oh happy banget gw!!"
Kami berdua sama sama tertawa dengan riang.
Dia mulai menceritakan bagaimana dia di tembak.
Erieza:" tau ga sih gila banget!! Gw di tembak itu semalem!.......
Dia bawa aku date gitu kan di sebuah cafe saat gw makan tiba tiba dia ngomong gini..
Ri,gw suka sama lo.gw suka udah lama gw selalu mendem rasa ke elo karena kita udah mau lulus mungkin aja beda universitas,gw mau ungkapin perasaan gw sebenernya.
NAHH Lo tau ga sihh tiba tiba temen temennya muncul semua gila sih mana mereka sambil nyanyi.yah gw diem dulu yah kan biar macam jual jual mahal"
Ucapnya.
Hatiku semakin sakit saat mendengar nya.bagaimana tidak?
Aku juga sudah memendam rasa pada Steven mulai saat pertama.
Mana selama ini dia kaya akrab banget ke gw.
Lyana:" terus lu terima ga?" Ucapku.
Erieza:" pasti lahhh!!"
Sahutnya dengan semangat.
Erieza:" hah biar lu juga dapet pacar,gw bakal ngajarin lu pake skincare."
Lyana:"oke deh"
Aku mengangguk setuju.karena,aku juga berharap dengan ini aku bisa melupakan Steven.
Hari demi hari berlalu dengan diiringi sahabat ku yang selalu setia mengajarkan ku merawat diri.
Hari demi hari,bulan demi bulan berlalu,hari ini adalah hari kelulusan kami.
Kami mengadakan makan makan bersama di kelas.
Steven:" perhatian semuanya"
Ucap Steven sembari berdiri di depan kelas.
Seketika semua murid memperhatikan Steven.
Steven:" hey girl~ do u know what i want?"
Mata Steven melirik ke arahku dengan senyuman lembut di wajahnya.
Steven:"I want to express my feelings for a girl in this class, namely you, Lyana.
Ucap Steven dengan tidak mengalihkan pandangan dariku.
Lyana:yeahh what's that?
Ucapku.
Seluruh kelas terpaku dengan kami berdua.serta wajah Erieza yang melongo.
Aku tahu Erieza pasti marah denganku.kenapa pacarnya melihat ku dengan lembut seperti itu?.
Steven" Lyn sebenarnya gw udah lama suka sama Lo bukan sebagai teman ataupun sebagai Sahabat.
Tapi sebagai orang yang gw kasihi dan cintai.gw mau lu jadi pacar gw karena gw akan melanjutkan kuliah di Amerika.lu bersedia ga jadi pacar gw?."
Seluruh kelas mulai berteriak
TERIMA! TERIMA! TERIMA!
Aku menatap ke arah Erieza.
Dia menatap ku dengan diam.
Seketika dia berteriak sembari menguncang guncang tubuhku.
Aku kembali menatap Steven dan berkata.
Lyana:" Lo gila? Udah punya pacar tapi nembak gw?!"
Steven:"hah gw? Siapa?"
Ucapnya dengan penuh kebingungan.
Lyana:" Erieza kann?!"
Ucapku dengan penuh percaya diri.
Steven melirik ke arah Erieza.
Erieza:" ah apa maksudmu Lyn?"
Lyana:" bukannya kamu dah pacaran ma Steven?!"
Erieza:" pffttt?!! Ahaha kapan?"
Lyana:" terus pacar kamu siapa?"
Ucapku dengan penuh kecanggungan.
Erieza:" Jonathan dong ahaha sorry yah ga pernah kasih tau namanya ataupun fotonya lagian kamu ga nanya sih Ahahha.
Aku malu astaga benar benar kejadian gila.
Aku kembali menatap ke arah Steven dengan wajah Semerah tomat karena malu.
Seluruh kelas menertawakan ku.
Steven:" Lyn kamu mau ga?"
Seluruh kelas kembali lagi bersorak
Terima! Terima! Terima!
Lyana:" i Iyah gw mau"
Ucapku malu malu.
Steven:" good girl"
CIE CIE~ seluruh kelas meledek aku dan Steven lagi dan lagi.
Semenjak saat itu aku masih berpacaran dengan Steven walau virtualan karena jarak kami jauh.
~Tamat~