Ciara Alifia, se-orang gadis yang berusia 18 tahun yang berwajah cantik dan berbadan mungil, memiliki kulit khas orang beriklim teropis.
Ciara Alifia, atau sering di pangil Cia, dia tinggal bersama keluarga nya di sebuah desa yang berada dipinggirkan kota metropolitan.
Kehidupan kedua orang tua Cia terbilang sangat sederhana, pendapat orang tua Cia hanya cukup untuk makan sehari-hari, Tidak cukup untuk biaya Sekolah dirinya dan kedua adik kembar nya yang sudah bersekolah di jenjang Sekolah Dasar.
Untuk memenuhi biaya sekolah nya Cia harus bekerja paruh waktu agar dia bisa mengikuti ujian kelulusan.
"Cia, kita pergi keacara pesta kelulusan yang diadakan oleh anak-anak yuk." Ajak Teman sekelas Cia.
"Sori Rin, tidak bisa, gue harus kerja paruh waktu di toko sembako." Cia menolak dengan ramah ajakan teman sekelas nya yang bernama Karina, Atau sering di panggil Rina.
"Besok aja lagi." Pinta Rina.
" Tidak bisa gue harus bekerja, gue sudah janji pada bos tidak akan bolos bekerja selama satu bulan ini agar hutang gua cepat lunas." Tolak Cia lagi.
"Yahhh, ko lo giti sih, pesta kayak gini kan cuma terjadi sekali seumur hidup. Emang lo hutang sama bos lo untuk apa sih?" Tanya Rina lagi.
"Untuk bayar sekolah gue. Rin, gue bukan orang kaya seperi lo, gue harus bekerja keras agar bisa terus bersekolah, gue tidak bisa mengandalkan biaya dari orang tua gue."Jelas Cia.
"Oh begitu, yasudah gue akan ajak teman yang lain saja kalau gitu, biar saat gue datang ada teman nya. tapi, kalau lo bisa datang lo datang yah." Pinta Karina.
"Insa Allah, gue tidak bisa Janji." Jawab Cia.
Sesapainya nya di rumah sederhan milik Keluarga kecil Cia.
"Asalamungalaiku, Bu, Cia pualang."Panggil cia.
"Walaikum salam, ibu sedang pergi kak." Jawab Salah satu adik kembar Cia.
" Ibu kemana Dek? " Tanya Cia.
" Tidak tau, saat aku pulang main, ibu sama Kari sudah tidak Ada." Jawab si kembar yang bernama Al kara, dan sang adik bernama Al kari.
"Mungkin ibu pergi ke warung." Jawab Cia.
"Mungakin. Kakak, bentar lagikan libur panjang, kapan kita pergi ke rumah nenek di kota?" Tanya Kara.
"Tidak tau dek, kita tanya Ayah saja nanti malam." Jawab Cia.
" Kalau tannya Ayah pasti jawabnya nantiyah kalau sudah ada uang lebih," Jawab Kara.
" Yah mau bagai mana lagi, Ayah kan memang tidak punya uang lebih, kakak saja harus bekerja paruh waktu di toko pak ucup biar bisa terus sekolah, bahkan kakak harus berhutang biar kakak bisa ujian. " Jelas Cia.
" Benarkah?, kalau gitu maafkan Kara kak, Kara janji tidak akan mintak aneh-aneh ke ibu dan Ayah. " Jawab Kara.
"Iya, Kakak ngerti. sekarang kakak mau ganti baju, kakak mau berangakat ke toko pak ucup, kakak harus bekerja biar hutang kakak cepat lunas." jelad Cia.
"Kara ikut yah kak, biar hutang kakak cepat lunas." Pinta Kara.
" Boleh, tapi kamu disana jangan nakal yah." pinta Cia.
"Iya, kara janji, kara ikut buat bantu kakak kerja, bukan nakal." jelas Kara.
" Yasudah, kakak ganti baju setelah itu kita berangkat bersama." jawab Cia.
Setibanya ditoko sembako pak Ucup bos cia.
"Siang pak ucup, Pak, kara bantu kak Cia yah, biar hutang kak Cia cepat lunas, dan bisa ongkosi kita sekeluarga liburan ke rumah kakek." pinta Kara.
"Boleh kara, pinter kamu kara, masih kecil tapi sudah mau bantu kakak nya bekerka. Cia Adik kamu lucu banget yah." Puji pak Ucup.
" Iyalah, Al kara gituloh." jawab kara dengan bangga.
"Al Kari juga luci dan imut." sahut Kari yang kebetulan melintas di depan ruko tempat Cia bekerja bersama sang ibu.
" Oh, AL Kari. Iya Al kari juga lucu, imut dan gemes." puji Bu Ucup yang tidak jauh dari pak ucup suami nya.
" Makasih Bu Ucup " jawab Kari.
"Kari kamu dari mana sama ibu?, kenapa aku tidak di ajak, aku kan jadi sendirian di rimah, untung kakak Cia cepet pulang, kalau tidak Kara bisa nangis di rumah sendirian." Omel kara panjang lebar.
" Bu ngantuk." jawab Kari.
" Kari, kakak nya bicara malah ngantuk!." omel Kara.
" Abis kak kara ngomongnya panjang banget." Jawab Kari.
" Eh komalah ribut, Kara tadi kara bilang apa sama kakak, kara boleh ikut tapi jangan nakal," tegur Cia.
".Oh iya, Kara lupa. Kari kita lanjur dirumah debat nya. kalau gitu apa yang bisa ucup kerjakan." tanya karake pada pak ucup
Kara duduk saja dulu nanati kalau ada hala yang pelu kara bantu, pak ucup berintau Ucap.
*****
2 miggu kemudian.
"Cia, ini upah kerja mu, ini, ibu kasih lebih untuk mu sebagai bonus." jelas Bu Ucup.
" Jangan bu, bu ucup sudah banyak membatu Cia, bahakan bu ucup sudah membatu uang sekolah Cia." Cia menolak Halus apa yang Bu Ucup berika.
"Tidak apa-apa sayang, ini Uang buat si kembar, antar si kembar berlibur ke ruamah kakenya, masih ada waktu 1 minggu buat berlibur." Jelas pak Ucup.
" Terima kasih pak,Bu, Cia selalu merepotkan anda." Ucap Cia.
"Iya sama-sama, Bapak sama ibu cuma bantu sekedar nya saja." Jawan Bu Ucup.
"Kalau gitu Cia pamit." Pamit Cia.
"Iya, salam buat si kembar." Jawan Bu Ucup.
*******
Di ruamah Cia
" Dek, adek kalian dimana." Panggil Cia.
"Ada apa kakak, Adek sudah tidur, inikan sudah jam 9 malam". jawab Ibu Cia.
"Ibu ayah, malam ini kita beberes besok pagi kita berangakat ke kota keruamah kakek, tadi Bos Cia kasih uang lebih buat ongkos si kembar berlibur ke ruamha kakek dan Nenek." jela Cia.
" Benarkah?, tidak buat ditabung saja buat kuliah kami." pinta ibu Cia.
"Tidak, Cia tidak lanjuta kuliah, Cia mau kerja dan batu ayah sama ibu cari uang," jelas Cia.
" Tapi...?"
"Ibu, Cia tidak apa-apa, Cia iklas demi masadepan sikembar." Jelas Cia.
"Maafkan ibu sayang, ibu merasa bersalah sama kamu," ucap ibu Cia sambil memeluk Cia.
"Iya bu, Cia iklas." jawab Cia.
*****
Pagi hari nya.
"Yeeeee, Pergi kerumah kakek dan nenek!,ye ye ye ye ye, pergi kerumah nenek ye ye ye. " seru sikembar girang saat di beri tahu akan pergi kerumah nenek nya.
" Sudah sana siap-siap satu jam lagi kita be rang....?"
"BERANGAkATTTTT!!! " seru si kembar. meneruskan ucapan Cia.
"Bu, senang meliahat mereka bahagia," ucap Cia pada ibu nya.
"Makasih kakak, Ayah bangga mempunyai putri seperti mu." puji sang Ayah.
"Sama-sama Ayah, Cia juga bangga mempunyai Kalian." Jawab Cia ikut memuji kedua orang tua nya.
Satu jam kemudia.
Cia dan seluruh Keluarga sudah siap untuk berangakat menuju Kota, merek mengunaka Bis Antar kota.
"Kakak, Apa kita akan segera samapi?" tanysa Kari.
"Belom sayang, ini saja belum keluar kampung kita." jawab Cia.
"Payah kamu, belum aja 5 menit kita naik bis udah mau sampai saja." sahut Kara yang duduk di sebelah kari.
"Haha, iyayah." Sahut Kari sambil Tertawa.
Sepanjang perjalanan menuju kota dimana kakek dan nenek Cia dan si kembar tinggal, Kara an kari sangat menikmati perjalan mereka. mareka bermain dan berguraw bersama. sedangakan Cia tertidur pulas di kursi nya yang berada di samping mereka.
"Ayah!, Ibu!, Kari, Kara, kalian dimana." panggil Cia. yang tiba-tiba berada di taman dan terdapat sunggai yang membelah taman yang indah itu.
"Kakak, kita disini." Jawab Kara dan kari dari sisi sunggai yang berbeda dengan Cai.
"Dek kenapa kalian ada di sana?, tunggu kakak!, kakak mau cari jembatan nya." sahut Cia.
"Sayang, jebatanya jauh di ujung sana, kamu di sana saja, kalau sudah saatnya kamu boleh ikut." Jawab sanga ayah.
"Tapi ayah, Cia mau ikut." pinta Cia.
" Maaf sayang kita harus pergi." Jelas Sanga ibu.
" Dada kak Cia, Al kara dan Al Kari sayang sama kakak," pamit Kara.
" Jangan lupakan kita ya kak." imbuh Kari
"Ayah, ibu, Cia ikut!!, dek tunggu kakak!." panggil Cia namun merek tetap saja pergi meninggalkan Cia, mereka hilang di balik kabut putih yang tebal.
"Ayahhh!, Ibu?, tungguin Cia!...., Kara, kari jangan tinggalin kakak, Kara..!! kalian dimana...?
"Dokter, dokter pasien sadar." pangil sang suster memanggi dokter.
Dokter yang di panggil datang dan segera. memerikas keadaan pasien.
"Sukurlah, dia sudah setabil, kondisinya juga baik-baik saja." ucap sang dokter.
"Ibu, Ayah, kara, kari, kalian di mana?, aku ada dimana?, kenapa tiba-tiba aku di sini?, Kara kari kalian dimana?." Tiba-tiba saja Cia terbangaun dan sudah berada di bangsal ruamah sakit.
" Nak, kamu ada dirumah sakit." jawab Sang dokter wanita itu.
"Ruamah sakit?, kenapa bisa? " tanya Cia.
" Apa Kamu lupa?, bis yang kamu dan keluarga kamu tumpanggi mengalami kecelaka'an, dan seluaru penumpang tewas, hanya kamu yang selamat ." jelas sang dokter.
" Apa!, kecelakaan?, mana mungkin?, dokter bohong kan?, terus dimana Ayah, ibu dan kedua adik ku ?" tanya Cia yang terkejut mendengar apa yang dokter katakan.
"Maaff.., mereka ikut menjadi korban, dan meraka sudah di makamkan kemarin, karena kamu sudah 2 hari tidak sadarkan diri." jelas Sang dokter.
" Tida!, tidak mungkin!, dokter bohongkan?, dokter bercanda, ini tida benar? " tanya Cia yang mulai histeris.
"Maaf nak..." ucap sang Dokter sendu.
"Tida!, tidak, tidak mungkin, ayah,Ibu, Hik hik, Kara Kari hik hik, tidaaaaaa ayahhhh ibuuuuu kenapa kalian tingalin Cia, ayah Cia mau ikut kaliannnn Cia tidak mau sendiri'an." Cia menagis histeris mendengar kebenaran yang terjadi pada keluarga nya, Hingga Cia kembali takak sadarkan diri lagi.
******
Satu minggu kemudian.
Cia sudah di perbolehkan pulang dan seluru biaya rumah sakit sudah di tanggung oleh asuransi.
"Cia,.kamu yang tabah yah, mungkin ini sudah jalan dari Allah untuk mu, Allah pasti sudah merencanakan hal yang sangat indah untuk mu," Dokter yang merawat Cia memberi nasihat .
"Iya dok, terimakasih" jawab Cia.
Ciapun pergai untuk kembali menuaju kerumah nenek Cia.
"saat tiba di rumah sang nenek cia. kembali mendapat kabar duka, ternyat nenek dan kakek Cia juga sudah meninggal duni karena syok saat mendengar kabar yang menimpa keluarka anak semata wayang nya yaitu Ibu Cia. dan mereka di kubur dalam satu areal pemakaman yang berda di desa sang kakek.
"Ayah, ibu, kara, Kari, kenapa kalian ninggali kakak, bahakan nenek dan kake juga?" tanya Cia di atas pusaran mereka.
Sekarang Cia harus hidup sebatang kara, tidak ada sana saudar atau pun teman,
Ayah, ibu, Cia janji akan kuat menjalani hidup ini, Kara kari tunggu kakak, suatu saat nanati kakak akan menyusul mu." guman Cia.
Dua bulan kemudian Cia sudah kembali ceria, meski Cai masih merasakan duka di hati namaun Cia mencoba Untuk kuat dan tabah. Bahakan Cia sudah kembali mendapatkan pekerjaan
Bahakan Cia mendapat kemapuan yaitu Cia bisa melihat mahluk takkasat mata.
"Ataga, Allah huakabar, cia terkejut saat melihat mahluk tak kasat mata yang sangat menyeramkan, wajah nya hancur, penuah darah, kepala ratak dan otak nya melelah keluar, badannya banyak yang robek sana sini, yang sepertinya korban kecelakaan.
" isss muncul bilang-bilang bos." grutu Cia Lalubpergi mningglkan maluk itu.
TAMAT
Happy Birthday...😘😘😘😘