AISYAH...
*BAB 1*
"Syah..ada telepon dari abimu"
kata umi pengasuh pesantren
"Iya umi.."
jawab Aisyah..
Dan hari itu juga Aisyah pulang kampung halamannya,abinya sedang dirawat karena penyakit jantugnya kambuh.
Aisyah langsung menuju rumah sakit dimana abinya dirawat,barang-barang bawaanya sudah dibawa pulang oleh supir keluarganya.
ya Aisyah adalah putri satu-satunya Haji Hassanudin konglomerat terkaya di Desa xxx semenjak umi Aisyah meninggal dunia 10 tahun lalu abinya tidak menikah lagi saat itu Aisyah masih berumur 7 tahun.
Aisyah mempunyai kakak angkat laki-laki yang bernama Ikhsan.
Ikhsan diangkat menjadi kakanya oleh Abinya sejak usia Aisyah menginjak 8 tahun,saat itu ikhsan berusia 12 tahun.
Aisyah tersenyum dari arah pintu masuk kamar rawat inap Abinya,melihat kakak laki-lakinya sedang menyuapi Abinya dengan telaten dan sabar Aisyah tersenyum.
"Assalamualaikum.."
suara Aisyah merdu mengalihkan perhatian kakaknya dan juga Abinya.
"Waalaikumsallam.."
jawab mereka berdua secara serentak
Abinya tersenyum lebar dan merentangkan tangan, Aisyah segera berlari menghambur ke pelukan sang Abi dan terisak menangis tersedu.
Abinya memeluknya dengan erat dan berkata.
"Sudah-sudah Abi tidak apa-apa,ada kakakmu yang menjaga Abi siang dan malam"
"Maafkan Ais Abi,Ais tidak bisa menjaga Abi"
ucap Aisyah penuh sesal,Abinya memang memanggilnya dengan sebutan Ais.
"Tidak kamu tidak bersalah nak,Ais bisa pulang Abi sudah senang"
Kemudian Ais melepas pelukan sang Abi dan menoleh ke arah sang kakak yang sedari tadi memperhatikan interaksi anak dan bapak tersebut.
Ais menyapa sang kakak..
"Apa kabar kak?
"Baik,,kamu apa kabar??
Ucap lkhsan balik bertanya.
"Aku baik, terimakasih sudah menemani dan merawat Abi ya kak"
Ucap Aisyah..
"Kamu ngomong apa bukankah aku anak Abi juga!!
Jawab lkhsan pura-pura kesal.
Merekapun sama-sama tersenyum,berbeda dengan Haji Hassanudin yang seperti orang termenung memikirkan sesuatu.
*BAB 2*
*Kisah lkhsan*
"Siapa anak laki-laki itu??
ucap Haji Hassanudin kepada pegawai perkebunan.
"Dia anak Maryam tuan Haji"
Jawab pegawai itu sambil menundukkan kepala.
"Kenapa dia ada diteras gudang dengan baju basah kuyup begitu dimana orang tuanya??
Sambung Haji Hassanudin.
"Dia menunggu tuan Haji katanya ingin bertemu tuan Haji"
Jawab pegawai itu lagi.
"Suruh masuk dan berikan pakaian kering"
imbuh Haji Hassanudin.
"Baik tuan Haji"
Kemudian pegawai itupun segera membawa anak laki-laki itu masuk menemui Haji Hassanudin,yang sebelumnya sudah diberi pakaian kering berupa kaos agak kedodoran mungkin kaos milik pegawai itu.
"Siapa namamu"
Tanya Haji Hassanudin.
"Nama saya lkhsan tuan Haji"
Jawabnya sambil menunduk.
"Ada perlu apa kamu ingin menemui ku"ucap Haji Hassanudin.
"SSaya ingin minta ijin tuan"
Kata lkhsan gugup sambil meremas kaosnya.
"Ijin untuk apa"
Imbuh Haji Hassanudin.
lkhsan kembali menundukkan kepala dan dengan takut-takut mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit.
"Sasaya ingin meminta ijin menggantikan ibu saya bekerja di sini tuan"
Tiba-tiba lkhsan menjatuhkan tubuhnya dan bersimpuh dikaki Haji Hassanudin sambil menangis.
Haji Hassanudin kaget dan menunduk untuk membangunkan bocah laki-laki itu.
" Kenapa kamu ingin bekerja bukankah kamu seharusnya masih sekolah dimana orang tuamu"kata Haji Hassanudin.
"Sa,.saya sudah tidak mempunyai orang tua tuan,saya Yatin piatu"
Ikhsan berucap sambil mengusap air matanya,kemudian menceritakan kisahnya yang mengharukan kepada Haji Hassanudin,ibunya meninggal beberapa hari lalu sedangkan ayahnya meninggal di perantauan sejak dia masih dalam kandungan sang ibu,lkhsan tidak tahu apa orang tuanya memiliki saudara apa tidak karena semenjak kematian sang ibu tidak ada satupun sanak saudara yang menjenguknya.
Haji Hassanudin hatinya berdenyut nyeri mendengar ucapan serta kisah cerita nasib malang anak laki-laki itu barusan,ia teringat Aisyah putrinya yang juga sudah kehilangan ibunya beberapa tahun lalu.
Dan singkat cerita Haji Hassanudinpun membawa lkhsan pulang kerumahnya mulai saat itu lkhsan diangkat menjadi anak laki-laki Haji Hassanudin seorang konglomerat terkaya di Daerah xxx itu,yah Rezeky,jodoh dan mati hanya Alloh yang maha tau.
Aisyah sangat senang mempunyai kakak laki-laki yang selalu membelanya dan melindunginya dimanapun berada,karena mereka selalu bersama-sama.
Bahkan lkhsan dan Aisyah menempuh pendidikan agama di pondok pesantren yang sama,karena lkhsan usianya lebih tua empat tahun dari Aisyah lkhsanpun lulus lebih dulu.
Ikhsan membantu Haji Hassanudin menjalankan berbagi bisnis dan usaha milik Haji Hassanudin,sambil merampungkan pendidikan di perguruan tinggi setempat.
Ikhsan terkenal ramah,cerdas,religius dan tentu saja tampan,banyak gadis-gadis teman kampusnya yang secara terang-terangan mengatakan suka padanya namun hanya dibalas senyuman oleh lkhsan.
rupanya lkhsan sudah mempunyai tambatan hati seorang gadis satu tingkat dibawahnya,mereka kenal sewaktu lkhsan diminta oleh dosenya membimbing adik tingkatnya,dan sejak saat itu hubungan mereka mulai dekat hingga saat ini.
Ikhsanpun sering menceritakan hal hubungannya dengan gadis pujaannya yang bernama Zahra kepada adiknya Aisyah.
Aisyahpun mendukung hubungan kakaknya dan sangat antusias ingin bertemu calon kakak iparnya itu,menurut Aisyah Zahra gadis yang cantik dan ramah Aisyah sangat menyukainya meski belum pernah bertemu secara langsung,hanya melihat melalui vicall dari hp sang kakak.
Haji Hassanudin sangat bangga dan menyayangi lkhsan.
Dikampus tidak ada yang tau bahwa lkhsan merupakan anak angkat Haji Hassanudin.
Mereka mengira lkhsan adalah anak kandung Haji Hassanudin,karena memang begitulah yang di inginkan Haji Hassanudin,agar lkhsan tidak merasa rendah diri bergaul bersama teman-temanya.
Bahkan tak segan-segan Haji Hassanudin memanggil lkhsan dengan sebutan anakku.
*BAB 3*
*****
Setelah beberapa Minggu Aisyah kembali ke pondok karena sang Abi sudah sehat.
Aisyah kembali menekuni kegiatan sehari-hari yang ada di pondok pesantren tersebut,hingga pada akhir kelulusan,hanya sang kakak yang hadir mendampingi wisudanya,karena sang Abi kembali dirawat kali ini sedikit kritis.
Aisyah menyeka air matanya sedikit kecewa karena ini impian sang Abi,ingin melihat Aisyah lulus dengan predikat terbaik.
Setelah berpamitan semua pengurus pondok dan teman-temanya Aisyah segera pulang ingin melihat kondisi sang Abi yang sedang dirawat.
Entah mengapaa kali ini Aisyah merasa was-was seolah akan terjadi sesuatu.
"Lebih cepat sedikit pak"
Ucap Aisyah kepada sang sopir.
" Sabar dik, pelan-pelan asal selamat"
Sambung lkhsan.
Tidak ada percakapan diantara Aisyah dan lkhsan,semenjak meninggalkan pondok tadi Aisyah terlihat murung dan gelisah,akan tetapi lkhsan tidak berani bertanya,mungkinkah adiknya sedang memikirkan seseorang kekasih mungkin,kenapa adiknya tidak pernah cerita,lkhsan akui adik sambungnya kini telah berubah menjadi gadis yang cantik tinggi semampai putih wajah tegas seperti Haji Hassanudin,namun juga murah senyum seperti almarhum uminya.
Meski tidak mengenal secara langsung umi Aisyah lkhsan masih ingat sewaktu dulu dia sering mengantar makanan untuk sang ibu yang bekerja di kebun milik Haji Hassanudin.
Suatu hari ia bertemu sosok wanita cantik dan bertutur kata lembut sedang menyapanya supaya jangan lari-lari agar tidak jatuh.
Ikhsan tersenyum simpul mengingatnya,andai sekarang wanita itu masih ada betapa bahagianya memangginya ibu.
Meskipun ibunya takkan pernah tergantikan oleh wanita manapun di dunia ini.
Sesampai di rumah sakit Aisyah dan lkhsan segera menuju ruangan dimana Haji Hassanudin berada.
Aisyah terkejut kenapa ramai sekali begitu pula dengan lkhsan,padahal mereka melihat Abinya masih tersenyum-senyum di dampingi segenap keluarga.
"Akhirnya yang di tunggu-tunggu sudah datang"
ucap sang paman adik Abinya.
"Kemarilah anak-anakku"
lirih suara sang Abi sambil merentangkan tangan ingin memeluk kedua anaknya.
Aisyah dan lkhsan segera menyabut rentangan tangan sang Abi mereka bertiga berpelukan,Aisyah menangis entah mengapa ia merasakan sesuatu akan terjadi.
"Sahhh"
Kata itu terucap menggema diseluruh ruangan rumah sakit tempat Haji Hassanudin dirawat,ya firasat Aisyah benar Abinya menginginkan ia menikah dengan kakak angkatnya sendiri,
Abinya merasa sudah tidak mampu lagi melindungi putri semata wayangnya dan sang Abi mempercayakan putrinya kepada,tak lain dan tak bukan adalah putra angkatnya sendiri yaitu lkhsan Maulana.
*Author*
eh perasaan baru ngeh nama lengkap lkhsan😂😂..gubrak..kaburrr..
Dua jam setelah ijab qobul selesai dilaksanakan,lkhsan terlihat menggandeng tangan Aisyah mereka berjalan agak tergesa.
"Syah ini gak bener kamu tau aku sudah mempunyai kekasih,bagaimana dengan Zahra"
ucap lkhsan.
"Aku tau kita bicarakan lagi lain waktu"
setelah berkata Aisyah pergi meninggalkan lkhsan sendiri dipojok ruang rumah sakit,lkhsan nampak frustasi sambil meremas rambutnya.
*BAB 4*
Air hujan masih menetes deras mengiringi pemakaman Haji Hassanudin,ya seminggu setelah Aisyah dan lkhsan resmi menikah kondisi Haji Hassanudin semakin memburuk karena beliau menolak untuk dipasang ring pada penyempitan jantungnya.
Merasa sudah waktunya bertemu sang istri tercinta dan hatinya sudah lega karena sudah menitipkan putri semata wayangnya kepada orang yang tepat.
Sejatinya penderitaan Aisyah baru saja dimulai,laki-laki yang di percaya sang Abi untuk menjaganya sudah mempunyai kekasih.
Mereka tidak mungkin membantah keinginan sang Abi,apalagi sang Abi dalam kondisi kritis,Aisyah dan lkhsan hanya mengiyakan saja keinginan sang Abi.
"Kak kita bicara setelah sholat magrib berjamaah ya"
lkhsan hanya menganggukkan kepala tanpa suara.
Aisyah sangat miris,kakak yang dibanggakanya dan disayanginya berubah 180 derajat sejak mereka sah menjadi suami istri.
Ya semenjak mereka selesai menunaikan ijab qobul dirumah sakit dimana Abi mereka dirawat,lkhsan tak lagi hangat seperti biasa seolah-olah ada dinding pemisah yang sangat dingin dan tinggi,setidaknya itu yang dirasakan Aisyah.
Seharusnya lkhsan menjadi orang pertama yang mnguatkanya pasca ditinggal sang Abi,tapi apa kenyataannya dia tidak lebih seperti manekin berjalan seolah tanpa nyawa.
Aisyah menyadari,ini semua mungkin karena kakaknya kecewa harus menikah dengannya dan kali ini Aisyah bertekad akan mengakhiri semuanya.
"Makan dulu kak"
kata Aisyah ketika melihat kakaknya sekaligus suaminya,baru pulang dari masjid habis sholat magrib berjamaah,meski kakaknya seolah tak peduli denganya,Aisyah tetap berusaha menjadi istri yang baik,menyiapkan makan,pakaian kadang kadang tak digubris oleh lkhsan.
"Mau bicara apa"
Tanya lkhsan tanpa melihat Aisyah.
"Habiskan dulu makanya kak"
Imbuh Aisyah
"Praakkk"
Ikhsan membanting sendok dan berdiri meninggalkan meja makan.
"Tunggu kak kita bicara diruang kerja Abi"
Aisyah berkata lalu berjalan mendahului menuju ruang kerja Haji Hassanudin.
Aisyah duduk lebih dulu kemudian disusul lkhsan duduk dihadapannya.
"Mari akhiri semua ini kak,aku lelah melihat kakak seperti melihat musuh setiap kali melihatku"
air mata Aisyah sudah mengalir menganak sungai tanpa bisa dicegah.
Ikhsan tersentak kaget apa yang baru diucapkan Aisyah dan berkata.
"Kukira setelah lulus pondok pesantren dengan predikat terbaik akan membuatmu lebih pintar ternyata tidak,jangan pernah ucapkan itu lagi karena aku tidak akan pernah mengabulkanya"
Sambung ikhsan
"Kalau begitu aku yang akan pergi"
Kata Aisyah lagi.
"Coba saja kalau bisa"
Jawab lkhsan lagi,Aisyah kemudian berdiri dan berkata.
"Kita lihat nanti apa aku bisa atau tidak"
Setelah berkata Aisyah berjalan meninggalkan sang kakak.
"Aisyah!!!!!!
Teriak lkhsan merasa ucapanya diabaikan oleh Aisyah.
Aisyah terkejut kemudian berbalik dan menatap tajam lkhsan.
"Siapa kamu berani membuat hidupku menderita,meneriakiku,memarahiku,menganbaikanku kamu pikir dengan sikapmu selama ini membuatku bahagia!!!iya!!aku tahu kamu kecewa karena permintaan Abiku,tidakkah kamu sadari aku juga korban aku juga tersiksa,merasa bersalah karena memisahkan sepasang kekasih,
seharusnya kita duduk bersama membicarakan masalah ini dengan kepala dingin,bukan malah menganbaikanku berbulan-bulan"
Nafas Aisyah naik turun menahan amarah yang sudah hampir tiga bulan ia tahan pasca meninggalnya Sang Abi,kini meledak sudah.
Aisyah kemudian pergi meninggalkan lkhsan yang masih syok dan terbengong apa yang terjadi barusan,iyakah itu tadi adiknya Aisyah,sosok manja yang selalu tersenyum.
Ikhsan berlari mengejar Aisyah sampai ruang tamu dan berseru.
"Tunggu Aisyah"
Ikhsan nafasnya terengah-engah lalu berkata.
"Ba,baiklah kita bicarakan baik-baik"
Aisyah berhenti berjalan tanpa menoleh lkhsan ia berkata.
"Besuk jam 10 pagi kita bicara lagi ijinlah tidak masuk kantor sehari"
Kemudian Aisyah melangkah pergi masuk kamrnya.
*BAB 5*
Semua sudah berkumpul diruang tamu. Aisyah duduk bersebelahan dengan pamanya,lkhsan duduk di depan Aisyah juga dua orang yang akan mengurus perihal penceraian mereka.
"Semua sudah berkumpul bisa kita
mulai"
Ucap Aisyah memecah keheningan.
"Silahkan ls"
Ucap pamanya berkata,berbeda dengan sang Abi kalau Abinya memanggilnya dengan sebutan Ais,maka pamanya memanggilnya dengan sebutan lsyah.
Meskipun menjadi piatu sejak kecil Aisyah tidak pernah kekurangan kasih sayang dari keluarganya.
Namun tidak dengan dari keluarga sang ibu karena beliau anak tunggal dan tidak ada saudara yang dekat,karena ibunya berasal dari suku yang agak jauh.
"Silahkan dibacakan Pak"
Ucap Aisyah lagi mempersilahkan salah satu dari dua orang yang diutusnya akan mengurus perceraian.
Pengacara itupun membaca bait demi bait draf yang sudah dituliskan berdasarkan hukum yang ada dan ditambah draf permohonan,kali ini sebagai pemohon adalah Aisyah.
"Tunggu"
Cegah lkhsan menyela ditengah pembacaan belum selesai,pengacara itupun berhenti sejenak dan melihat ke arah lkhsan.
"Biar diselesaikan dulu kak nanti kita bicara setelah selesai"
Imbuh Aisyah,namun lkhsan ngotot.
"Tidak..tidak jangan dilanjutkan Pak,Aisyah kumohon jangan..aku akan merasa bersalah seumur hidupku kepada Abi karena aku tidak bisa menjagamu"
Ya sebenarnya lkhsan diam berhari-hari hanya berfikir bagaimana caranya mengambil sikap disatu sisi ada kekasihnya di lain sisi ada adiknya yang sangat dia sayangi melebihi hidupnya sendiri.
Hanya tanpa dia sadari dia termenung terlalu lama hingga hampir tiga bulan,membuat Aisyah habis kesabarannya.
Terlihat mata lkhsan memerah berkaca-kaca,namun Aisyah tidak terpengaruh dan berkata.
"Kak menjagaku tidak harus menikahiku bukan,seandainya keadaan tidak segenting waktu itu,aku yakin Abi pasti mengerti,aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini karena kamu ku anggap kakakku sendiri"
Ucap Aisyah sambil tersenyum lembut menatap sang kakak,hati lkhsan menghangat dia melihat adiknya telah kembali seorang Aisyah yang manja dan selalu tersenyum.
Tanpa sadar lkhsan berdiri dan berjalan mendekati Aisyah segera dipeluknya adiknya yang sudah Syah menjadi istrinya,selama hampir tiga bulan baru kali ini dia menyentuh istrinya,harum rempah dari tubuh Aisyah mampu menenangkan pikirannya yang sedang kalut,dia hirup dalam-dalam aroma itu dan akan dia simpan jauh dilubuk hatinya yang paling dalam.
"Ehemm"
Suara sang paman mengagetkan mereka berdua kemudian lkhsan melepas pelukannya terlihat Aisyah pipinya memerah menahan malu begitu juga lkhsan.
"Kalian mau bercerai,masih ingat untuk apa kita berkumpul disini"
Ucap sang paman,Aisyah bergelayut manja dilengan pamanya dan berkata.
"Iya iya pamanku yang paling tampan lsyah tidak lupa kok"
Pamanyapun tersenyum dan memeluk sang keponakan yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri, karena dia belum juga dikaruniai seorang anak meski usia pernikahanya sudah hampir 8 tahun.
Paman dan bibinya sangat menyayangi Aisyah seperti anak sendiri sehingga Aisyah merasa memiliki orang tua dua keluarga setelah Abinya dan kakaknya lkhsan.
"Ikhsan..paman tau apa yang kamu pikirkan,tetapi masalahnya tidak sesederhana itu,kamu menikahi Aisyah urusan selesai iya itu selesai kalau kalian tidak punya hati bagaimana dengan perasaan Zahra,seandainya Aisyah diposisi Zahra paman akan digaris depan meminta keadilanmu sebagai seorang
laki-laki.
"Paman sebenarnya orang pertama yang menentang keinginan Aisyah hari ini,namun setelah mendengar cerita Aisyah,pamanpun mendukung karena ini menyangkut kebahagiaan Aisyah,dalam keyakinan kita bercerai adalah sesuatu yang tidak akan pernah diridhoi,akan tetapi ini demi penyelesaian konflik rumit yang kalian alami,kalian harus lkhlas dan berdamai dengan keadaan itu pesan paman"
Lalu pamanya merentangkan tangan memeluk mereka berdua,Aisyah tidak bisa mencegah air matanya begitu pula dengan kedua laki-laki yang berada didekatnya begitu murahnya air dimusim kemarau kali ini,air mata tentunya,dua orang pengacara itupun terharu dan memalingkan muka takut ketularan drama hari ini.
*BAB 6*
Hujan menguyur bumi seharian sampai malam,lampu padam entah apa yang terjadi,lkhsan sibuk membawa lilin untuk diletakkan di ruang tamu.
*Kak berikan hakku,a,aku tidak mau menjadi janda tapi masih perawan"
Sepontan lkhsan menoleh mencari sosok dari suara itu ternyata Aisyah ada di belakangnya, diamatinya wajah sang adik yang kini telah menjadi istrinya perlahan tangannya mengangkat wajah itu,wajah yang tidak bulat juga tidak lancip,putih bersih,bulu mata yang lentik alami,hidung yang tidak begitu mancung namun menggemaskan, bibir mungil agak tebal berwarna pink alami tanpa polesan terlihat sangat menggairahkan,lkhsan dengan susah payah menelan ludahnya seakan sudah seabad gak minum.
Mereka saling menggenggam tangan melangkah menuju kamar Aisyah, perlahan pintu ditutup oleh lkhsan didudukanya Aisyah ditepi ranjang sekali lagi lkhsan memandangi wajah
Aisyah perlahan tangannya membelai rambut,pipi lalu mata kemudian yang terakhir bibir,entah siapa yang mulai duluan bibir mereka berdua sudah menyatu,direbahkanyan tubuh Aisyah dirangjang,sangat perlahan seolah takut tubuh itu retak atau pecah.
Aisyah menggeliat kekiri dan kekanan setiap inci tubuhnya yang disentuh oleh lkhsan membuatnya terhanyut dan tenggelam semakin dalam,sedangkan lkhsan seperti mendapat mainan baru dia tidak bosan-bosanya menyentuh meremat lagi dan lagi mengisap lagi dan lagi,ini adalah pengalaman pertama mereka berdua.
Jangan tanya bagaimana dengan Zahra,dia belum tau masalah ini.
Hingga di penghujung pagi suara lirih mereka mengakhiri pergulatan panjang semalam,awalnya penyatuan itu membuat Aisyah bagai dibelah sangat sakit,namun seiring beberapa kali mereka melakukan penyatuan sakitnya tidak begitu dirasakan oleh Aisyah,sebaliknya berganti dengan..entahlah yang pasti baik Aisyah maupun lkhsan tidak henti-hentinya menyebut nama mereka bergantian.
Kumandang adzan subuh terdengar sayup-sayup ditelinga lkhsan namun tubuhnya tidak juga bergerak,kegiatan mereka semalaman benar-benar menguras tenaganya lkhsan bagai seorang gladiator yang tidak kenal lelah dan menyerah selalu maju bertempur pantang mundur.
Meskipun masih mengantuk dan lelah lkhsan memaksa tubuhnya bangun dirabanya sosok disebelahnya sudah tidak ada,mungkin dia bangun lebih dulu tapi kenapa tidak membangunkan ya,dengan malas dia bangun dan berjalan menuju kamar mandi tanpa sehelai benangpun entahlah ada perasaan cuek dibenaknya,mungkin karena merasa sudah saling melihat tubuh masing-masing,seandainya kepergok Aisyahpun dia tidak akan malu.
Selesai mandi lkhsan keluar dari kamar mandi tiba-tiba dia merasa tidak enak hati masih sepi seperti sebelumnya,ada teh hangat diatas nakas samping tempat tidur segera dia menyeruput teh hangat itu buatan istrinya pikirnya,diletakkan gelas teh itu ada kertas di lipat samping gelas itu sejak kapan kenapa dia baru sadar setelah minum,diraihnya kertas itu.
"Ini tulisan Aisyah"gumanya
dengan gemetar dia membaca surat itu segera dia berlari membuka pintu kamar dan memanggil-manggil nama istrinya.
"Aisyah.. Aisyah.. Aisyah.."
Sepi tidak ada jawaban pembantu rumah belum datang karena ini baru setengah lima pagi,biasanya pembantu datang jam lima pagi dan sopir jam enam pagi,dia luruh kelantai seolah tak bertulang Aisyah sudah pergi tanpa berpamitan kepadanya secara langsung,hanya sejenak dia bersimpuh dilantai teras karena teringat belum menunaikan sholat subuh perlahan berdiri lalu berjalan menuju kamarnya untuk ganti baju saat ini dia masih memakai handuk saja membelit perutnya,andai pembantu memergokinya pasti akan memalukan untung si embok belum datang.
Ikhsan melewati kamar Aisyah sejenak berhenti karena pintu masih terbuka,memandang sejenak kamar itu,kamar kenangan terakhir mereka dia berbalik berjalan menuju kamarnya untuk menunaikan sholat subuh.
Selesai sholat subuh tak lupa mendoakan kedua orang tuanya dan orang-orang yang menyayanginya termasuk Abi dan Umi Aisyah,dalam do'a dia memohon ingin dipertamukan dengan Aisyah lagi sebelum mereka menjalani kehidupan masing-masing.
Selesai berdo'a dia teringat sesuatu,,ya hpnya buru-buru beranjak dan meraih gaget itu lalu mencari kontak yang di inginkanya,beberapa saat tidak ada jawaban dia terus menunggu akhirnya terdengar nada sambung,nomor yang anda hubungi sedang sibuk,terus begitu hingga beberapa menit akhirnya dia memutuskan panggilan teleponya nomornya diblokir.
Dua jam sebelum Ikhlas bangun tampak seorang wanita sedang berjalan keluar kamarnya dengan susah payah menyeret dua koper besar,taxi sudah menunggu didepan rumah.
"Bandara pak"
Aisyah tidak bisa tidur lalu memutuskan pergi sebelum lkhsan bangun dia tak sanggup berpamitan secara langsung dengan sang kakak hanya berpamitan melalui selembar kertas tak banyak yang dia tulis,taxi berjalan lebih lancar dari biasanya karena jalanan masih sepi belum banyak kendaraan berlalu lalang,Aisyah teringat apa yang dia tulis untuk abangnya sekaligus suaminya..
*Bang terimakasih sudah memberikan hakku,akan aku kenang seumur hidup pengalaman pertamaku bersama Abang..selamat berpisah bang,,jangan pernah mencariku kalau Abang menyanyangiku aku ingin menenangkan diri sambil menuntut ilmu dan jangan bertanya dimana aku dan kemana aku,nanti pada waktunya aku akan kembali akta cerai akan dikirim untuk Abang nanti,hiduplah bahagia bersama kekasih Abang aku titip makam Abi dan Umi mohon Abang sesekali mengunjunginya,jadilah abangku selamanya Ais menyanyangimu*
**Adikmu Aisyah**😘
*Author*
"keknya pas ikhsan memberikan hak Aisyah gak pake pengaman ya gaes..waduh bisa panjang nih urusanya"
*Sekian dulu ya gaes next sambung lagi part Aisyah 2*😘😘😘