Saat 'Nur' Berganti Menjadi 'Kang Sate Madura'
[Duh, ganteng sekali suami orang!]
Aku mengernyit, menatap notifikasi yang muncul sejenak di ponsel suamiku yang tertinggal.
Aku pikir, mungkin aku salah lihat. Tapi aku rasa tidak!!?
Penasaran, aku ambil benda pipih itu. Aku gulirkan tanganku berusaha membukanya. Ah, sial!! Ada password segala yang menghalangiku.
Berpikir kalau itu hanya pesan spam, ku letakkan saja ponsel pintar itu.
Tapi entah kenapa hatiku terasa tak nyaman. Kulirik lagi dia yang sudah tergeletak di meja, eh ternyata dia kembali bergetar.
[Lagi dimana nih?! Sibuk ya?! Lagi sama istri?! Kok tidak balas?!]
Pesan bertubi-tubi masuk dari orang yang sama dengan kontak 'Kang Sate Madura', yang aku pikir sebelum nya adalah seorang pria. Eh tapi kenapa foto profilnya wanita?!! Jilbaban pula!
Semakin aku abaikan, semakin penasaran aku di buatnya! Tak boleh jadi ini! Aku harus tahu siapa 'Kang Sate Madura' yang mencoba merayu suamiku.
Aku ambil lagi lah smartphone itu, aku biarkan jariku menari diatasnya. Menekan nomor-nomor ulang tahun suamiku, kedua anakku dan bahkan diriku sendiri. Namun nihil!! Benda pipih itu tak mau terbuka!
Sial!! Apa paswordnya?! Aku frustasi!! Dari sepuluh angka yang tertera di layar, kombinasi empat angka mana yang mungkin suamiku gunakan?!
Kesal, aku asal saja tekan angka O empat kali!
Bingo!! Ternyata terbuka!
Wah sepertinya Tuhan tengah membantu diriku ini! Bisa-bisanya aku menemukannya dengan tanpa sengaja seperti ini.
Dengan hati berderu dan nafas yang memburu, aku buka lah aplikasi pesan berwarna hijau itu.
Sebuah chat masuk dari kontak 'Kang Sate Madura' muncul paling atas. Ada 5 pesan yang belum terbuka. Aku teliti lagi lah.
Memang benar pula, aku tak salah lihat!! Itu foto wanita! Cantik dan bening pula. Jilbab menutupi auratnya tapi ia berpose panas pada sebuah cermin besar di tempat gym. Bajunya memang menutup seluruh kulitnya, tapi mencetak setiap lekuk tubuhnya.
Aku berpikir sejenak! Mungkin saja ini hanya akun 'fake', mana mungkin suamiku kenal dengan orang beginian!? Pikirku begitu.
Zaman sekarang kan sering tuh nomor tak dikenal tiba-tiba mengirim pesan mesra ke nomor kita. Seolah-olah kita memiliki hubungan spesial dengannya.
Aku mengangguk-angguk, berpikir bahwa itu benar.
Ah~ sudahlah! Aku meletakkan smartphone itu. Kemudian melanjutkan kegiatanku merapikan baju anak-anak.
Eh! Tapi tunggu! Kalau pesan spam, biasanya kan kontaknya tak tersimpan?! Lha ini kan tersimpan, pakai nama pria pula!!
Semakin dipikirkan kok semakin aneh! Aku ambil lah lagi ponsel itu, aku buka pula lagi password nya. Aku cek-cek lagi.
Aku coba baca statusnya. Ada namanya lah si 'Nur'.
Untungnya aku cukup kreatif, kecintaanku pada drama Korea membuatku menjadi lebih sensitif! Aku meluncur pula ke sosmed suamiku! Aku ketikkan pula nama 'Nur' di daftar pertemanannya. Dan muncullah satu nama 'Nur' yang memiliki wajah serta penampilan yang mirib dengan kontak 'Kang Sate Madura'.
Selama dua puluh menit aku menjadi stalker akunnya si'Nur' ini. Aku jadi tahu bahwa 'Nur' ini ternyata wanita yang kesepian.
Dia lama merantau di kotaku, suaminya itu tinggal di kampung halamannya jualan sate. Dan dia sendirian bersama satu karyawan wanitanya, jualan sate di sekitar daerah tempatku tinggal.
Ah~pantesan suamiku doyan sekali makan sate akhir-akhir ini! Ternyata bukan satenya yang menarik buat dia, tapi penjualnya! Wah sialan!pikirku!
Aku cek-cek lagi akunnya dan ketemulah akun suaminya. Langsung saja aku ambil smartphoneku. Aku cari pria itu di akun sosmedku dan langsung aku tambah pertemanan.
Tak pakek banyak drama, aku langsung foto-foto semua bukti chat dia di ponsel suamiku dan aku simpan baik-baik di dalam galeri ponselku. Aku tak tahu akan berbuat apa, tapi jika mereka melakukan hal-hal yang salah. Jangan salahkan aku jika semua ini tersebar.
Belum pula aku memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Ponsel suamiku kembali lagi berdenting. Kali ini bukan dari aplikasi perpesanan. Tapi dari inbok media sosial suamiku.
Wah si nur ini sepertinya sudah tidak tahan. Bak cacing kepanasan setelah tahu akun suamiku online, dia langsung kirim pesan. Pakek kasih foto menantang segala ke suamiku.
[Katanya kamu suka wanita tiga puluhan yang olahraga!!Aku suka olahraga lho mas! Kamu suka tidak?!]
Langsung aku foto lah pesannya itu. Dan aku langsung simpan pula di galeri ponselku.
Meskipun aku geram bukan kepalang. Tapi aku bukan wanita yang asal berbuat sembarangan. Aku tunggu suamiku pulang untuk mendapat penjelasan darinya.
Saat pertama kali pulang, yang suamiku tanyakan bukanlah diriku atau anak-anaknya. Tapi ponselnya yang tertinggal.
"Ma, ada ponselku tidak?! Aku bingung cari-cari gak ketemu di tas!" Ujarnya.
"Tuh di meja!" Sahutku seadanya.
"Ada yang hubungin aku tidak ma?!" Tanyanya biasa.
"Ada tuh si nur!" Sahutku, "Katanya kalau mau ketemu ayok di tempat gym!"
Hening....
Tak ada jawaban dari suamiku.
Aku pun tak menoleh ke arahnya. Bersikap acuh tak acuh padahal hatiku geram luar biasa. Mau ku tabok saja dia, tapi aku tahan!
"Oh, i-itu ... Temen papa, ma! Si Nurhayanto! Temen baru papa suka NgeGym bareng!" Ucapnya beralasan.
"Nurhayanto?! Cewek apa cowok itu pa?! Kok aneh sekali namanya?! Ambigu begitu, bikin salah paham!" Ucapku sok tidak tahu.
"I-itu .. itu cowok ma!" Sahutnya gelagapan. "Mana mungkin aku NgeGym sama cewek!"
Aku mencebik membelakanginya. Mentang-mentang aku jarang keluar rumah, bukan berarti aku bodoh ya! Aku dongkol sekali dibuatnya.Alasan klise macam apa yang dia buat itu?! Tak berbobot sama sekali.
"Ma-mama tidak salah paham kan?!" Tanyanya gagap.
"Buat apa salah paham?! Kan papa tidak berbuat 'salah'!" Ujarku dengan penekanan pada kata 'salah'.
"Be-benar juga..." Sahutnya. Ia kemudian beranjak menuju ke sebelahku. Mengambil air untuk diminum.
"Oh iya pa, si 'Tukang Sate Madura' juga kirim pesan tadi!" Celetukku.
Brrusshhhh!!!
Suamiku langsung menyemburkan air yang hendak ia minum. Kemudian terbatuk-batuk hebat.
Aku diam saja, fokus membersihkan sayuran sembari meliriknya dengan ekor mataku.
"A-apa yang dia kirim?!" Tanyanya menyelidik.
"Katanya, 'ganteng sekali suami orang'!!" Ujarku apa adanya.
"Ah! Ah! Itu... Dia memang orang yang suka bercanda lho ma! Hahaha.." tawanya garing.
"Oh, begitu! Dia pria kan pa?!" Tanyaku.
"Lha iya, namanya kan 'Kang Sate Madura' masa iya cewek ma?! A-ada-ada saja kamu!" Sahutnya.
"Oh, begitu!? Tapi kok Poto profilnya cewek ya pa?!"
"Ah! Mama macam tidak tahu saja, kan dia pakek Poto istrinya begitu!" Dalihnya alami.
"Humnn.. begitu ya! Istrinya kembaran kah pa?!"
"Huh?! Kembaran?!" Suamiku mengernyit bingung.
"Lha iya, kok ya istri 'Kang Sate Madura' sama Nur wajahnya sama?? Kalau tidak kembar berarti apa dong pa?!"
"Ah... I-itu.. itu..." Gagap suamiku menjawab. Wajahnya berubah kebiruan dan pandangannya tak fokus. Aku meletakkan sayuran yang aku cuci dan aku tatap suamiku dengan tajam.
"Apa pa?! Kenapa tidak jawab??Kenapa malah gelagapan?!" Tanyaku.
"I-iya.. kan si nur ini istrinya si 'Kang Sate Madura' ma!" Sahut suamiku sembarangan.
Aku mengernyit, melongo khas orang bego.
"Apa?! Apa mereka berdua tidak waras, atau papa yang tidak waras. Nur- si nurhayanto itu kan pria papa bilang tadi, kok bisa-bisanya menikah sama 'kang sate Madura' yang juga pria?! Apa mereka ada kelainan, pa?!"
Hey...
Poetri disini!!
Masih ada sambungannya!Kalau masih ada yang penasaran, bisa kasih like atau komen ya!!Biar Poetri lanjutkan lagi!! Ini kisah nyata lho 😁😁 Pengalaman pribadi!