Dahulu kita sangatlah dekat tapi mengapa sekarang kita sangatlah jauh seperti tidak saling mengenal satu sama lain? Mungkinkah ini rencana semesta untuk kebaikan kita berdua? Tapi mengapa semesta selalu mengambil orang yang paling penting dalam hidupku tanpa memb rikan sebuah alasan dan peringatan terlebih dahulu? Mungkin semesta l bih menyanyai kita berdua untuk tidak bers ma kembal seperti Dahulu at u saj sem sta sudah membuat rencana terbaik untuk kita?.
Aku terhanyut dalam lamunanku endiri dengan banyak asumsi asumsi dalam benakku, semuanya telah berubah bahkan kamu yang dahulu sangat dekat dan peduli padaku sekarang telah berubah dan menjauh dariku mengapa semesta ini sangat cepat membuat perubahan dalam sikap dan perilaku seseorang?
Apa kesalahanku sampai dia menjauh dan membenciku? Mungkinkah aku membuat sebuah ke alahan yang membuat dia membenciku dan menjauh dariku?
01. Suatu hari dimana langit sudah terlihat berubah menjadi gelap di sebuah taman di tengah kota yang ramai aku berdiri dan terdiam dengan melihat orang orang yang sibuk dengan aktivitasnya masing masing, aku termenung berjam jam di sebuah taman di tengah kota yang ramai, aku melihat berbagai kejadian disana melihat betapa bahagianya orang orang itu untuk menjalini hidupnya tanpa ada rasa kesepian sedikitpun, ingin sekali aku ada di posisi mereka yang hidup tanpa sebuah penyesalan sedikitpun mungkin hidupku akan lebih berwarna walaupun hanya sedikit, hahaha tapi itu hanyalah sebuah illusi dan hulusinasiku saja sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi.
Setelah aku cukup puas untuk melihat mereka semua ku mulai berjalan menembus kegelapan malam serta ribuan orang yang berlululalang di jalanan yang padat dengan dersik kan angin dan berisiknya suara kendaraan kota, aku pun pulang ke tempat di mana kebanyakan orang seharusnya merasa nyaman dan melupakan segala beban dan kesiapannya yang ada, dan biasanya mereka menyebutnya dengan kata " Rumah ".
Rumah yang membuat kebanyakan orang nyaman tapi tidak dengan diriku sendiri aku lebih merasa tertekan dengan beradanya aku di rumah membuatku semakin merasa kesepian seolah olah aku hidup sendiri di dunia dunia ini.
02. Di pagi hari yang cukup cerah ini ku mulaii dengan pergi ke kampus, aku pergi untuk mengambil tas punggungku dan mulai melangkahkan kakiku menuju parkiran ku pergi ke kampus dengan mengendarai kendaraan ber roda empat yang kebanyakan dikatakan orang orang kendaraan yang sangat mereka idam idamkkan, tapi menurut ku apa yang ku miliki sekarang tidak lebih penting dan lebih baik dari apa yang mereka miliki belum pernah ku miliki dan rasakan.
Setelah ku sampai di kampus dimana tempat yang terburuk yang pernah ku injakkan kakiku saat ini, aku pun mulai melangkahkan kakiku untuk masuk ke dalam. Aku melewati lapang dimana banyak orang yang terlihat membicarakan dan menatapku seolah olah aku pernah membuat salah pada mereka, mereka membiacarakanku habis habisan sampai moodku berubah menjadi malas untuk menanggapi ucapan yang mereka lontarkan padaku.
Sekarang ku telah sampa di dalam kelas, ku terduduk diam di kelas tidak ada seorang pun yang berbicara padaku meskipun aku ada semua terasa senyap bagai benda mati tanpa ada sebuah percakapan sedikitpun hening tanp ada suara. Perlahan ku menggerakkan mataku untuk melihat ke arah meja barisan paling kanan dekat pintu, ku melihat seseorang pria tinggi dan tampan yang terduduk disana dengan membaca bukunya, pria yang paling ku rindukan meski sekarang kami sudah tidak pernah saling bertanya sapa lagi tapi aku senang bisa melihat dia dalam keadaan baik baik saja, pria itu bernama Alka Abirismana Wiratma dia orang yang paling ku rindukan selama ini, ku berharap pria itu kembali berubah menjadi Alka ku yang dulu bukan Alka yang kasar, dingin dan cuek seperti sekarang.