PETUALANGAN DI BUMI
Sebuah ruang hitam legam dengan suhu dingin, ada bola hijau yang menggelinding dan menabrak apa pun yang dilaluinya. Goresan demi goresan tercetak di bola tersebut. Saat cahaya misterius menghantamkan, tiba-tiba tangan berlendir muncul dari dalam bola hijau itu. Tangan kecil dan warna kulitnya pucat pasi. Perlahan, makhluk kecil ini pun keluar dari bola tersebut. Matanya sungguh menawan laksana galaksi yang kaya akan campuran warna.
Kakinya menginjak dataran yang dingin. Hal pertama yang menarik perhatiannya adalah pusat tata Surya, Matahari. Kemudian, beberapa planet yang setia membuntutinya. Menapaki Planet yang jauh dari galaksi Bimasakti, makhluk tersebut hanya duduk sambil menikmati kelap-kelip bintang di ruang angkasa. Tahun demi tahun, makhluk ini tumbuh dewasa. Dia seorang diri di Planet yang bahkan para umat manusia tidak ketahui. Lalu, pada suatu hari, tubuhnya mendapatkan dorongan dahysat hingga terpental ke Bulan.
Seluruh tubuhnya merasakan nyeri tidak tertahankan, dia merintih. Samar-samar, seseorang yang mengenakan pakaian antariksa memikat kedua matanya. Menatapnya lekat, makhluk itu penasaran hingga akhirnya diam-diam mengamati seorang astronot tanpa tahu betapa mengerikannya para manusia yang haus ilmu pengetahuan di Bumi. Mungkin, dia akan menjadi obyek penelitian para astronom di NASA.
Makhluk ini memiliki kemampuan istimewa, yaitu tubuhnya bisa transparan tanpa bayangan. Akhirnya, setelah dua bulan mengekori astronot tersebut. Makhluk ini berhasil masuk ke pesawat ruang angkasa dan mengikuti astronot itu menuju Bumi. Mulutnya tak berhenti-henti mengatakan beberapa hal dalam aksen dan bahasa aneh. Dia bahkan masuk ke kehidupan pribadi astronot itu.
Suatu ketika, kala astronot itu diberikan kesempatan untuk berlibur, dia mengikuti sampai ke rumahnya. Sebenarnya, makhluk ini hanya menempel dipunggung astronot bernama Michael sambil terlelap. Sesampainya di rumah Michael, makhluk luar angkasa ini membuka kedua matanya. Sepasang mata dengan pupil berwarna spektakuler dan siapa pun yang melihatnya seakan tersihir.
Michael memasuki kamarnya yang sudah berdebu, sebelum melepaskan pakaian, dia menatap ke sebuah potret yang menciptakan senyum kerinduan di wajah tampannya. Dulu, dia akan selalu bersemangat menjalankan misi untuk terbang ke luar angkasa, karena ditemani oleh istrinya. Namun, empat tahun kemudian, istrinya hilang kontak dan dinyatakan menghilang secara misterius di Antariksa.
"Linda, dimanakah kamu? Apa kamu tahu betapa kesepiannya aku tanpamu. Kamu egois karena sudah meninggalkanku!" ucap Michael mengepalkan tangannya, lantas dia mengusap foto yang menunjukkan wajah Linda.
Makhluk luar angkasa yang mengikuti Michael, kini sedang berdiri di depan pintu kamar. Pandangannya mengedar ke sekelilingnya, dia berdecak kagum. Di kala asyik memperhatikan sekitarnya, makhluk ini menabrak pintu kamar Michael. Sang empunya kamar terperanjat dan segera keluar kamar.
"Siapa di luar sana?! Lancang sekali masuk ke rumah orang lain seenaknya!" seru Michael kesal.
Makhluk ini hanya diam memaku, kemudian tatapannya jatuh ke sosok lelaki bertubuh tinggi besar. Rambutnya berwarna pirang, mata biru laut dan kulit putih tetapi penuh goresan luka. Saat itu, makhluk ini telanjang bulat yang membuat Michael segera mengalihkan pandangannya. Sejurus kemudian, dia melemparkan jaket. Namun, dibiarkan.
"Pakai itu, bodoh!"
Akhirnya, setelah menirukan apa yang dilakukan Michael, makhluk ini pun tahu apa yang harus dilakukannya. Dia mengenakan jaket hitam dengan gambar Kunai dan tulisan Jepang. Hari-hari berikutnya, terpaksa Michael mengurusi si makhluk yang tidak bisa berbicara ini. Dia tidak tahu dari mana asalnya, namun dia selalu menunjuk ke fotonya yang sedang mendarat di bulan dan memakai baju antariksa.
Lambat laun, makhluk ini mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Awalnya, di luar angkasa, dia sendirian dan kedinginan. Namun, di sini dia memiliki Michael dan merasakan kehangatan matahari. Dia mulai nyaman berada di Bumi. Namun, dia kesulitan bernapas di sini.
"Baiklah, aku akan menamaimu Nebula, saja! Karena saat menatap matamu aku teringat pada nebula. Panggil aku Michael, setelah aku mendapatkan misi ke luar angkasa lagi, kembalilah ke tempat asalmu di sana! Jangan mengganggu kehidupanku di sini!" cetus Michael menatap tajam Nebula.
Nebula mengangguk. Meskipun dirinya tidak akan lama di Bumi, tetapi setidaknya dia memiliki kenangan indah semasa di sini. Dia dan Michael berwisata ke Bali, ke Menara Eiffel, tembok besar China dan lainnya. Namun, sesuatu kekaca terjadi di kantor NASA. Mereka mendapatkan sebuah hal yang mengejutkan yaitu sebuah makhluk mengerikan meluluhlantakkan pesawat-pesawat pada astronot. Bahkan, beberapa UFO berseliweran di langit dan menembakkan cairan beracun yang langsung melelehkan.
Nebula jatuh sakit, wajahnya seputih kertas dan napasnya tersengal-sengal. Bahkan, sering muntah darah. Dia selalu menyebutkan sebuah nama yang asing, ternyata nama itu adalah makhluk yang memporak-porandakan ruang angkasa. Dia adalah sumber dari cahaya misterius yang menghantamnya. Di napas terakhirnya, seluruh tubuhnya memancarkan cahaya misterius sampai ke tanah airnya, Planet asing di galaksi lain.
Sebuah cahaya itu mengenai makhluk raksasa yang mengerikan, lantas makhluk itu pun hancur oleh cahaya dari tubuh Nebula. Beberapa alien di UFO pun mati saat hendak kembali ke tempat asalnya. Para manusia pun berusaha keras untuk memulihkan kembali Bumi. Michael menatap kuburan Nebula, dia pun menaruh syal yang dirajut istrinya untuk buah hati mereka di masa depan.
"Nebula, tolong temani Linda di ruang angkasa sana. Jangan biarkan dia kedinginan dalam sunyinya ruang angkasa. Aku mengizinmu untuk berpetualang di Bumi, maka perbolehkan juga istriku untuk menjelajahi duniamu."