11 November
Pukul 08:00 malam. Eric seorang ahli virologi mati di apartemennya dengan tembakkan di kepala. Menurut penyelidikan polisi, laporan sementara ia dinyatakan bunuh diri. Rekannya, sarah adalah orang terakhir yang diketahui keluar dari rumah eric. Setelah kematian rekannya, sarah tidak dapat dihubungi ataupun di temukan. Hal itu membuatnya dicurigai sebagai pemicu dalam bunuh diri rekannya.
****
Pukul 8:45. Sam seorang detektif dari lembaga kepolisian. Ia mendapat sebuah pesan rahasia dari temannya sekaligus tetangganya yang sekarang sedang dicari oleh kepolisian untuk dimintai kesaksian mengenai kematian rekannya yang diduga melakukan bunuh diri. Pesan itu berisi;
‘Rahasiakan pesan ini dan temui aku di jembatan A segera! Sebuah bencana akan terjadi jika kamu tidak menemuiku. Ini berkaitan dengan kematian eric. Jangan banyak bertanya, aku akan menjelaskan segalanya ketika kita bertemu.
Note : Percaya kepadaku dan jangan membawa rekan.’
****
Sam mencari sosok yang mengirimi ia pesan beberapa waktu lalu. Sebuah tangan menariknya ketempat sepi di bawah jembatan. Pandangan wanita yang menariknya menelusuri sekelilling mereka, memastikan tidak ada orang mencurigakan yang mengikuti mereka. Wanita itu lalu menghembuskan nafasnya yang tertahan karena rasa tegang.
“Sarah, kau sedang apa? Polisi sedang mencarimu. Sebaiknya kau ikut aku sekarang ke kator polisi. Kami membutuhkan kesaksianmu ter-“
“Sssstt” sarah memotong pembicaraan sam. Lalu berbisik “Aku janji aku akan mengikutimu ke kantor polisi dan memberikan kesaksian atas kematian eric. Tapi sebelum itu, kau harus ikut denganku. Banyak hal yang harus kita lakukan. Hanya kau yang bisa kupercaya saat ini”
“Apa yang terjadi sebenarya?” tanya sam sambil ikut berbisik.
“Kau ingat tentang proyek yang aku kerjakan dengan eric beberapa tahun yang lalu?”
“Aku tidak terlalu mengerti, kau adalah ahli rekayasa genetika. Tapi, saat itu kau memberitahuku kau sedang mengerjakan proyek pembuatan sebuah virus”
“Benar, virus ini adalah virus vektor yang dapat mengubah DNA manusia. Aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan. Akan kuceritakan detailnya nanti kita harus mencari virus itu terlebih dahulu”
“Apa hubungannya dengan kematian eric. Aku masih belum mendapatkan benang merahnya”
“Baik, akan kujelaskan secara singkat. Eric gila! Ia terobsesi dengan teori over populasi dapat merusak suatu ekosistem. Dia menggembangkan proyek kami dan menciptakan sebuah virus yang akan disebarkan oleh kaki tangannya pada pukul 11:11. Kau harus membantuku mencari virus tersebut dan menghancurkannya”
“Bagaimana kau mengetahui dia akan menyebarkan virus tersebut pada pukul 11:11 dan mengapa harus pukul 11:11?”
“Karena beberapa filsuf zaman baru percaya bahwa jam 11:11 melambangkan sebuah keberuntungan. Ia memberitahuku tentang rencananya dan ketika aku pergi ke apartemennya untuk mencegahnya, ia sudah mati. Kupikir ia akan menyebarkan virus itu sendiri. Akan tetapi ia bunuh diri sebelum pukul 11:11 jadi, aku menduga ia memiliki kaki tangan”
“Kalau begitu, kau tau siapa kaki tangannya?”
“Aku tidak akan meminta bantuanmu jika aku tau siapa kaki tangannya”
Sam berpikir sejenak lalu wajahnya menegang “Bisa jadi ia sudah menyebarkan virus itu”
“Tidak mungkin. Aku sudah lama menjadi rekan penelitiannya dan dia adalah orang yang sangat konsisten. Ayo, tidak ada waktu kita harus mencari virus tersebut”
“Satu pertanyaan lagi, mengapa ia bunuh diri”
“Ia menghasilkan penelitian yang luar biasa. Tentu saja banyak pihak luar yang menekannya. Dia menciptakan virus itu bukan untuk keuntungan pribadi jadi dia tidak akan menjualnya kepada siapapun. Ayolah kita tidak punya waktu hingga pukul 11 lewat 11”
“Baiklah kita harus pergi ke mana?”
“Kita pergi ke rumah orang yang paling ia percaya”
****
Di balik pagar rumah sekertaris eric.
“Apakah dia kaki tangan eric?” bisik sam sambil merunduk.
“Tidak tau, aku sempat memeriksa panggilan terakhir di ponsel eric sebelum aku meninggalkan apartemennya. Selain menghubungiku dia juga menghubungi sekertarisnya dan satu lagi nomor yang tak di kenal. Aku rasa dia mungkin tau sesuatu” bisik sarah dari balik punggung sam.
“Mengapa kita tidak langsung masuk saja?” tanya sam masih berbisik.
“Kau lihat orang-orang di depan rumah itu?” tanya sarah sambil menunjuk ke depan ke arah dua orang yang berjaga di depan rumah sekertaris eric.
“Mereka bukan orang-orang eric. Mereka dari lembaga pemerintahan yang mengincar virus ciptaan eric sejak lama. Aku tau karena mereka juga mencariku tadi sebelum aku melarikan diri”
“Bukankah kasus ini lebih aman diserahkan kepada pemerintah?” tanya sam.
“Semua kemajuan teknologi yang dikembangkan pemerintah atau orang-orang yang berkuasa akan dijadikan senjata. Seperti nuklir cotohnya. Aku takut virus ini akan dijadikan senjata biologis oleh pemerintah”
“Tapi bisa jadi tidak?”
“Aku terbiasa memikirkan kemungkinan terburuk”
“Jadi apa rencananya?” tanya sam.
“Aku akan memasuki pintu belakang menemui darren. Aku sudah menghubunginya tadi sebelum orang-orang itu sampai di sini. Kau alihkan perhatian mereka dari depan.
****
Sarah melompat melewati pagar dan terjatuh di tanah. Tubuhnya yang jatuh ke tanah terdengar agak nyaring dan membuat suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Ia segera bersembunyi di balik dinding. Langkah kaki semakin mendekat membuat sarah menahan nafas.
“Halo, apakah ini rumah bapak derren? Saya sam dari kepolisian” terdengar suara sam lantang mengajak berbicara orang-orang yang berada di depan rumah. Langkah kaki yang sudah semakin mendekat ke arah sarah seketika berbalik arah karena nampaknya rekannya memanggil dia untuk berurusan dengan sam.
Sarah berlari kecil ke arah belakang rumah. Pintu belakang rumah tidak terkunci dan langsung bertemu dengan dapur. Dari dapur terdengar sayup-sayup orang-orang yang sedang beradu argumen. Suara itu berasal dari sebuah kamar. Sarah tau suara orang itu. Sepertinya darren sedang berargumen dengan seseorang.
“Aku bersumpah aku tidak mengetahui apa-apa” teriak darren. Sarah mendengar dari balik pintu. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Membuat sarah bersembunyi di balik tembok terdekat sambil menahan nafas berharap ia tak tertangkap.
Langkah kaki itu terdengar memasuki ruangan tempat darren berada. Lalu, terdengar dua langkah kaki keluar dari ruangan.
“Mengapa polisi bisa terlibat?” tanya suara yang sarah dengar habis beradu argumen dengan darren.
Setelah langkah kaki menjauh, sarah langsung berlari kecil menghampiri ruangan darren. Darren yang sedang termenung di atas kusrsi mendonggak menatap ke arah sarah.“Sarah” katanya.
“Kamu pasti mengetahui virus yang akan disebarkan malam ini. Apakah kamu mengetahui kaki tangannya?”
“Tidak! Dia tidak mau memberitahuku karena aku menentang gagasannya. Akan tetapi, aku menemukan catatan ini. Aku memberikan catatan ini karena aku mempercayaimu sarah. Kau harus segera pergi dari sini sebelum mereka kembali”
Sarah membuka kertas catatan yang diberikan darren dan membaca isinya.
‘Dunia akan lebih baik saat di mana orang-orang berkumpul di dekat tempat di mana saat orang-orang berduka akan kematianku’
“Aku mengasumsikan maksud dari kalimat tersebut adalah dunia akan lebih baik ketika virus itu sudah disebarkan dan ia akan menyebarkan virus itu di rumah kediaman kedua orang tuanya yang dijadikan rumah duka karena pada saat itu semua orang akan berkumpul di sana. Mulai dari rekan, kerabat, wartawan bahkan pembisnis yang membutuhkan teknologi yang ia ciptakan”
“Jadi, ia menggunakan kematiannya sendiri untuk menyebarkan virus tersebut?” tanya sarah tak percaya dengan apa yang ia baru saja dengar.
Darren mengangguk lesu lalu berkata “Kau harus segera pergi ke sana sarah untuk mencegahnya. Sekarang sudah pukul 10:15. Butuh 30 menit untuk pergi ke sana aku akan memberikan alamatnya kepadamu” darren menuliskan sebuah alamat pada secarik kertas dan memberikannya kepada sarah.
Sarah yang sudah kehabisan waktu segera pergi dan meninggalkan ruangan tersebut. Akan tetapi, baru sampai ambang pintu ia langsung berhadapan dengan laki-laki yang sepertinya tadi adalah orang yang beradu argumen dengan derren. Sarah membeku sejenak lalu berlari menuju pintu belakang. Laki-laki tersebut ikut mengejarnya. Laki-laki tersebut berhasil meraih tangan sarah dan membuatnya terjatuh kebelakang. Sebelum laki-laki tersebut melakukan hal lain, ia terlempar kebelakang. Darren membuatnya jatuh tersungkur lalu melemparkan sebuah kunci ke arah sarah.
“Cepat pergi lalu kunci pintu dari luar”
Sarah menangkap kunci tersebut sambil beranjak lalu melakukan hal yang di perintahkan darren. Sementara darren sedang sibuk menahan laki-laki tadi untuk tidak mengejar sarah.
Sarah berlari menuju halaman depan. Sesampainya di halaman depan, sebelum para laki-laki besar yang berjaga di depan rumah darren sadar atas kehadirannya, sebuah suara teriakkan terdengar dari dalam rumah.
“Kejar wanita itu!!”
Sarah mempercepat larinya, membuatnya tak memperhatikan langkahnya karena gugup. Iapun tersandung dan jatuh tersungkur di tanah membuat orang-orang yang mengejarnya tidak perlu tenaga ekstra untuk menangkapnya. Seorang laki-laki menyeretnya kembali ke dalam rumah. Sementara rekan-rekannya yang lain sudah terlebih dahulu memasuki rumah derren mengikuti instruksi bosnya.
Belum sampai memasuki rumah tiba-tiba cengkraman di lengan sarah terlepas. Sarah menoleh ke belakang, laki-laki itu pingsan. Sam memukul belakang kepalanya dengan sebuah balok. Sam lalu menarik pergelangan tangan sarah.
“Ayo kita tidak punya banyak waktu” katanya.
Orang-orang dari dalam rumah sadar dan mengejar mereka. Sarah mengemudikan mobilnya berlawanan arah dari alamat eric yang sebenarnya untuk mengalihkan perhatian orang-orang yang mengejar mereka. Sedangkan sam, ketika sampai di daerah gelap yang terdiri dari pepohonan rindang dan semak belukar, sarah mendorongnya turun dari mobil. Sarah sudah menceritakan semua informasi yang ia dapatkan dari darren dan menyuruh sam pergi kerumah orang tua eric untuk mencegah penyebaran virus. Sarah mengijinkan sam meminta bantuan rekannya asal sam berjanji ketika virus itu di temukan, virus itu harus dihancurkan atau paling tidak virus itu harus jatuh di tangan yang tepat.
****
11:03
Sam dan rekan-rekannya sampai ke kediaman orang tua eric yang sudah dipenuhi oleh orang-orang yang berbela sungkawa. Awalnya orang tua eric tidak mengizinkan polisi masuk. Akan tetapi, sam menjelaskan tentang virus yang diciptakan oleh eric dan semua informasi yang ia dapatkan dari sarah.
Beberapa orang yang mendengar perbincangan sam dan orang tua eric langsung panik dan terjadilah kekacauan di rumah duka itu. Mereka semua berlomba-lomba keluar dari rumah itu. Ketakutan. Panik.
Sebelum terlambat, sam melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tidak ada boiler khusus yang dipasang untuk penyebaran virus. Tidak pula ditemukan di sistem udara manapun. Tidak ditemukan apapun di ruangan ini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11:11 dan polisi tidak menemukan apapun di sini.
*****
Pukul 11:11
Seorang laki-laki berpakaian serba hitam dan menutupi wajahnya dengan topi baseball meletkkan sebuah kantong di atas genangan air di dalam sebuah gua yang sangat gelap.
“Misinya sudah selesai. Dunia akan lebih baik” pikirnya sambil tersenyum.
****
Ruang introgasi kepolisian keesokkan harinya.
“Jadi, kami tidak menemukan apapun” kata sam menatap tajam sarah di hadapannya.
“Bagaimana jika, virus itu sudah menyebar sebelumnya? Apakah kalian sudah memeriksa seluruh orang yang datang kesana”
“Ya, sudah dan mereka tidak ada satupun yang terlihat memiliki gejala terjangkit suatu virus apapun”
“Virus ini tidak memiliki gejala yang terlihat pada orang-orang yang terinfeksi. Mereka harus melakukan pemeriksaan darah. Aku akan melakukannya”
“Sebenarnya penyakit apa yang ditimbulkan dari virus ini?” tanya sam sambil bersadar di kursinya.
“Ini merupakan virus yang di gunakan untuk mensterilisasi manusia”
“Jadi, virus ini menyebabkan kemandulan kepada orang-orang yang terinfeksi?” sam menegakkan tubuhnya.
“Virus ini akan menyebar dari hembusan nafas atau batuk ataupun yang keluar dari tubuh manusia yang terinfeksi dan menyebar lewat udara. Jadi kita harus menghentikan penyebaran virus, karena aku sangat yakin kemarin pukul 11:11, kaki tangan eric sudah menyebarkan virus tersebut” jelas sarah.
“Jika Virus itu menyebar secara global, maka semua orang menjadi mandul dan manusia pada akhirnya akan punah” kata sam ngeri sambil termenung.
“Kepunahan bukan tujuan eric. Ia terinspirasi dengan wabah hitam yang menyebar di eropa dan menewaskan sepertiga dari jumlah orang yang terinfeksi. Eric menciptakan virus-virus aktif secara acak. Jika seluruh warga dunia terinfeksi, maka hanya sepertiga dari seluruh warga dunia yang akan mengalami kemandulan. Sehingga menurunkan angka kelahiran dan mencegah over populasi. Dengan adanya virus ini eric berpendapat bahwa ia dapat menguragi angka penduduk bumi tanpa menciptakan kematian yang menyebabkan mayat-mayat bergelimpangan di lorong-lorong rumah sakit dn menyebabkan orang-orang mengalami kesedihan yang mendalam”
“Kapan rantai wabah itu bisa berhenti?”
Sarah menggeleng lesu “Tidak akan pernah, virus ini dapat di wariskan secara DNA”
Sam tertegun dan wajahnya memucat. Ia kehilangan kata-kata.
“Oleh sebab itu, aku harus menemukan orang-orang yang sudah terjangkit. Kita harus mengisolasinya untuk mencegah penyebaran dan aku akan berusaha melakukan penelitian untuk menciptakan vaksinnya” lanjut sarah.
“Baiklah, ayo kita mulai dari orang-orang yang hadir ke rumah duka eric”
*****
Sarah memeriksa seluruh tamu yang datang ke rumah duka eric dengan mengambil sampel darah dari masing-masing orang. Akan tetapi, tidak ada satupun yang positif terinfeksi virus tersebut.
“Bagaimana kamu bisa yakin bahwa eric benar-benar memiliki virus tersebut dan akan menyebarkannya” tanya sam di samping sarah yang berdiri lesu menatap hasil tes.
“Eric adalah orang yang sagat sombong dan orang sombong jarang berbohong” jawab sarah.
****
Satu minggu setelah kematian eric.
Sarah sudah kembali bekerja di labolatorium sejak beberapa hari yang lalu. Ia membersihkan bekas meja yang pernah di gunakan rekannya eric dan ia menemukan sebuah brosur tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal. Itu sebuah goa. Namanya goa B. Seingat sarah, eric tidak pernah tertarik dengan hal-hal seperti ini. Ia melihat lokasi goa tersebut dan tertegun. Letaknya tidak jauh dari rumah orang tua eric. Ia lalu membuka catatan yang di berikan darren.
‘Dunia akan lebih baik saat di mana orang-orang berkumpul di dekat tempat di mana saat orang-orang berduka akan kematianku’
Dalam catatan tersebut terdapat kata “di dekat” artinya lokasi tempat dilakukan penyebaran bukanlah rumah orang tua eric di mana orang-orang berduka atas kematian eric. Akan tetapi, lokasi penyebarannya adalah tempat di dekat rumah duka tersebut.
Sarah mengetikkan sesuatu di ponselnya dan semua jadi masuk akal. Goa tersebut dikunjungi setidaknya 1500 orang dalam sehari baik wisatawan lokal maupun turis asing. Virus itu tidak disebarkan melalui boiler ataupun alat lainnya. Akan tetapi, suatu metode yang lebih cerdas. Sarah yakin virus itu disebarkan dalam air yang terdapat dalam goa lalu air dalam goa menguap dan memenuhi dinding-dinding serta udara dari goa. Pada akhirnya udara tersebut di hirup oleh para pengunjung goa tersebut. Penyimpanan virus dalam air menyebabkan virus tersebut lebih bertahan lama dari pada langsung menyebarkannya ke udara.
Sarah lalu segera menghubungi sam.
****
Goa tersebut benar-benar dijadikan lokasi penyebaran virus. Sarah menemukan kantong yang berasal dari labolatoriumnya sudah kosong dan terdampar di pinggir goa. Bukti tersebut diperkuat dengan pemeriksaan beberapa pengunjung goa tersebut dari satu minggu belakangan, dan semuanya dinyatakan positif terinfeksi.
****
Dua jam setelah di ketahui tentang penyebaran virus.
Seluruh media baik koran, radio, televisi dan media sosial semua ramai membicarakan tentang virus yang sudah menyebar keseluruh negri bahkan di duga virus tersebut sudah menyebar secara global.
Darren duduk di kursi santainya sambil menikmati secangkir kopi di tangannya. Ia tersenyum puas dan bangga karena segalanya berjalan mulus.
Selesai/end
Nb: Cerita ini fiksi dan tidak bermaksud menyinggung golongan atau kelompok manapun.