Forhidden Love bagian 2
🍁❤️🍁

Sudah seminggu sejak kejadian itu aku tak ingin terlibat dengan kak Angga dan aku sengaja mendekati kak Yaya yang ku tau kalau dia menyukaiku.
Dengan sengaja aku selalu bersikap manis dan manja pada kak Yaya setiap kali aku melihat kak Angga, karena aku ingin dia menyerah padaku dan juga karena waktunya tak akan banyak lagi jadi dia tak akan bisa mendekatiku karena kegiatan untuk para mahasiswa perwakilan negara itu sangat padat, terlebih lagi dia tinggal di sini hanya tinggal 2 bulan lagi.
"Kak ini sangat enak, apa kakak mau mencobanya?" aku menyuapi kak Yaya saat aku melihat Kak Angga datang bersama teman - temanya untuk makan siang.
"Wah iya enak, sangat segar." Kaka Yaya terlihat sangat senang
"Benarkan aku tak pernah bohong, aaa..buka lagi mulutnya." aku menyuapi lagi dan kami sangat baik.
"Ae kenapa kau sekarang selalu keluar bersama dengan kak Yaya, aku kesepian tau" Yi mulai merengek padaku karena selam seminggu aku selalu meninggalkannya untuk makan siang dengan Kak Yaya.
"Baiklah nanti akhir pekan kita akan kencan ok, kita akan membantu kafe Daddy." ucapku dan Yi langsung sumringah.
Sesuai dengan janji aku dan Yi malam itu pergi ke kafe Daddy untuk membantu Daddy karena malam itu akan ada acara perkumpulan klub yang menyewa kafe Daddy sepenuhnya.
"Ae, Yi kalian datang. Duh Daddy senang sekali kalian datang." Daday Sin berkata dengan sangat senang melihatku dan Yi datang membantu
"Ya ampun Ae ini ramai sekali, aku sangat bersemangat." Yi bekerja dengan sangat semangat
Malam itu sangat sibuk sekali, 12 pegawai Daddy terlihat kewalahan melayani semua orang yang datang malam itu, aku dan Yi juga sangat sibuk dan tak berhenti dari sejak datang.
"Ya ampun lelah sekali, dan akhirnya selesai juga ini acaranya." gumamku yang duduk tak berdaya
"Ini minuman untuk kalian." Daddy Memberikan minuman gratis padaku dan Yi
Hampir semua orang - orang itu sudah pulang dan juga ada yang beberapa baru datang serta masih tinggal, karena kafe Daddy memang di sewa untuk semalam penuh karena sebagian dari orang klub itu juga tinggal di motel milik Daddy yang ada di sebelah kafe ini.
"Ae, Yi kalian tak perlu pulang tinggal di sini saja, Daddy sudah menyiapkan kamar untuk kalian." ucap Daddy yang sangat pengertian
"Wah terima kasih Dad." jawab ku dan Yi bersamaan dengan sangat senang.
Kami pun minum dengan sangat puas hingga Yi yang sudah habis 3 botol minuman mulai mabuk dan meracau serta bikin pusing karena dia selalu mau pergi.
"Ayo ke kamar kau sudah mabuk." aku membawah Yi yang sudah mulai mabuk.
"Ae, ayo minum lagi." Yi teriak sepanjang jalan
"Hei jangan teriak orang - orang sedang istirahat." aku memarahi Yi yang terus saja berteriak sambil berjalan tak stabil.
"Ikut aku." Kak Angga menarik ku saat aku dan Yi mau masuk kamar.
"Eh kak."
Kak Angga tak mendengarkan ku dan menarik begitu saja, sehingga Yi jatuh ke lantai.
"Apa yang ingin kakak lakukan, awas aku mau pergi." aku mendorong kak Angga
"Kau." Kak Angga mencengkram leherku dan mendorongku masuk kedalam kamar.
"Ugh." Aku menahan tangan kak Angga agar tak terlalu kuat mencengkram leherku karena itu terasa sakit dan membuatku merasa sesak.
"Kak sakit" keluh ku
"Menurut lah." Kak Angga melepas ku dan aku mulai terbatuk.
"Sebenarnya apa mau kakak, kenapa kakak melakukan ini pada ku." aku menatap kak Angga dengan marah.
"Aku menginginkan mu apa kau tau itu." jawab kak Angga menatapku dengan tajam.
Aku tersenyum dan menatapnya tajam juga "bukankah kakak sendiri yang bilang kalau Kakak tak menyukai pria dan menyukai wanita. Dan asal kakak tau, bagiku kakak adalah kenangan yang menyakitkan yang tak ingin ku ingat lagi. Jadi tolong jangan ganggu aku lagi." ucapku menekan setiap kata - kataku.
"Bagaimana bisa, apa bisa kau melupakan ku dan melupakan semua cintamu padaku." ucap kak Angga dengan percaya diri
"Memangnya kenapa, cinta itu sangat menyakitkan dan aku tak ingin mengingat cinta yang menyakitkan itu" ucapku dan aku melangkah melewati kak Angga menuju pintu keluar.
"Begitukah, jadi cintaku sangat menyakiti perasaan mu waktu itu. Kalau begitu aku akan membuatmu lebih sakit lagi, dan bukan hanya perasaan mu tapi juga fisikmu."
Aku menoleh dan menatapnya bingung karena aku tak mengerti dengan maksud dari kata - katanya.
Ku lihat kak Angga melangkah mendekatiku dan menarik tanganku dengan paksa dan melemparkan aku ke tempat tidur.
"Apa yang kakak um"
Kak Angga menyentuhku dengan paksa dan sangat kasar. Tenagaku hampir tak mampu melawan tenaga kak Angga yang bagai orang kehilangan akal.
"Sakit kak." teriakku saat kak Angga memaksakan masuk
"Jadi selama 6 tahun ini kau masih perawan hem." bisik kak Angga ke telingaku dan memaksa masuk.
Kesal, marah, nikmat semua bercampura aduk. Aku tak tau lagi apa yang harus aku rasakan, aku bingung dengan perasaanku saat ini. Aku menyukai setiap sentuhan yang kak Angga berikan padaku karena itu yang selama ini ku inginkan, tapi aku juga tak suka karena melakukan semuanya dengan paksaan, terlebih lagi aku sudah berusaha keras untuk melupakannya selama 6 tahun ini.
"Apa yang Kakak lakukan ini hah?! Apa kakak puas sekarang." aku marah pada kak Angga
"Auh." Aku merasakan tubuhku sakit semua dan rasanya remuk
"Jangan langsung bergerak itu akan terasa sakit." Kak Angga terlihat khawatir padaku
"Ho jadi Kakak sudah sangat berpengalaman ya, tak heran kalau kakak melakukannya dengan sangat baik." aku berkata dan memberikan tatapan menghinanya.
"Aku belum pernah melakukannya dengan siapa pun dan ini adalah pertama kalinya bagiku." ucap kak Angga dan mengambilkan aku air minum.
"Aku tak mau." aku menampik tangan kak Angga hingga gelas itu jatuh dan pecah.
"Beril.!!" Kak Angga teriak padaku dan menyebut nama lamaku
"Jangan menyebutku dengan nama itu, Beril sudah tiada." teriakku balik
"Apa kau tau, aku mencari dan terus mencari mu karena kau pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak." Kak Angga mencekram bahuku
"Bukankah Kakak yang bilang kalau kakak tak ingin melihat wajah ku yang menjijikan, apakah kakak tau bagaimana aku harus menahan rasa sakit hati dan juga malu waktu itu. Aku .erasa dirimu bagai orang yang hina karena menyukai pria." teriakku dan menangis mengingat kenangan 6 tahun yang lalu.
"Maafkan aku, waktu itu aku tak menyadari perasaan ku. Tapi saat kau pergi dan menghilang aku merasa terganggu dan sangat kehilangan mu." Kak Angga duduk didepan ku dan menggenggam tanganku
"Apa kau tau, aku mencari kamu dan tanya kepada semua guru tapi mereka tak ada yang tau kamu pindah kemana, dan alamat rumahmu yang dulu juga bukan kamu lagi karena keluargamu telah menjual rumah itu, dan semua tetangga tak ada yang tau keluargamu pindah kemana."
"Aku mencari mu seperti orang gila, dan saat aku tau kalau ayahmu adalah orang Jepang aku yakin kau pasti akan tinggal di sini, jadi aku mengikuti bimbingan dan mendaftarkan diri untuk ikut menjadi pertukaran pelajar ke Jepang karena aku ingin menemukanmu."
"Dari sejak tiba di sini sampai 1 bulan aku berkeliling untuk mencarimu, tapi tak ada yang tau tentang dirimu dan aku sangat senang saat aku menemukanmu di sini. Aku hampir gila dan ingin memelukmu saat aku melihatmu tapi aku terkejut karena kamu tak mengenaliku."
"Maksud kakak apa?" aku bertanya dengan bingung karena kak Angga menceritakan semuanya seperti itu bukan kebohongan karena aku melihat air mata kak Angga dan tatapannya yang sangat tulus.
"Saat pertama kali kita bertemu dan kau menabrak ku, aku langsung tau kalau itu kamu karena aku mengenali tanda di lehermu" Kak Angga menyentuh leherku
"Apa? Jadi selama ini Kakak sudah tau aku" ucap ku kaget
"Iya, dan aku jadi tak tahan melihatmu bersama adegan pria lain apa lagi Yaya yang selalu membuatku kesal." kak Angga meletakkan kepalanya di pangkuanku.
"Kak Angga selama ini mencari aku? Tapi kenapa." Aku masih gak percaya akan hal itu
"Apa lagi, tentu saja karena aku mencintaimu, tidak tapi aku amat sangat mencintaimu." jawabnya dan itu membuat benteng yang ku bangun selama 6 tabun runtuh begitu saja.
"Kakak serius" tanyaku memastikan
"Tentu, aku sangat serius. Dan aku sudah memutuskan untuk pindah ke sini dan aku sudah mulai memproses semua berkas pindah ku." jawab Angga
"Kenapa?" Aku bertanya dan menatapnya
"Karena aku ingin bersama mu dan tak ingin jauh dari mu." Angga
Aku tersenyum dan tersipu malu mendengarkan jawaban dari Kak Angga, seolah ada banyak sekali kupu - kupu yang berterbangan di perut dan dadaku, hingga membuatku merasa geli.
"Kenapa, kau suka." tanya kak Angga padaku dan aku mengangguk dengan pasti.
Aku memang tak punya pendirian tapi mau bagaimana lagi, karena aku memang mencintai kak Angga sejak lama. Walau aku berusaha keras untuk melupakannya tapi kenangan tentangnya tak pernah hilang dan aku sangat merindukannya selama ini.
"Jangan pernah pergi meninggalkan aku lagi, dan jangan pernah berani bermain dengan pria lain, karena aku akan menghukum mu kalau sampai hal itu kau lakukan." ucap kak Angga
"Tidak akan lagi" jawabku malu dan menunduk.
"Kau sangat menggemaskan saat malu - malu begini." Kak Angga kembali menindih ku dan mencium ku, tapi kali ini dengan sangat lembut.
"Auh sakit." keluhku saat kak Angga membalikkan tubuhku
"Maaf, sakit banget ya. Maaf aku terlalu kasar tadi karena aku sangat marah padamu yang terus menolak ku dan kau terus bermain dan tersenyum manis dengan semua pria." Kak Angga menghentikan aktifitasnya dan tidur sambil memelukku.
"Ayo kita tidur" Kak Angga menarik selimut untuk menutupi tubuh kami.
"Aku mencintaimu" kak Angga mencium keningku dan memelukku.
"Hem, aku tau" jawab ku biasa saja, padahal dalam hatiku aku sungguh sangat bahagia.
Malam itu aku tidur dalam pelukan kak Angga, cinta pertamaku yang menyakitkan dan kini telah menjadi cintaku yang manis, walau diawali dengan sedikit keras dan kasar.
"Apakah masih sakit, tolong maafkan aku" ucap kak Angga saat kami terbangun dipagi hari.
"Hem, itu masih sakit." jawab ku dengan manja dan menyusupkan kepala ke dada bidang kak Angga
"Maafkan aku sayang, tapi nanti kalau sudah terbiasa tak akan sakit lagi" ucap kak Angga dan mencium puncak kepalaku dengan penuh rasa sayang.
Aku tau kalau cinta antara dua orang yang sesama jenis adalah cinta yang terlarang, tapi aku tak mampu untuk memungkiri perasaanku kalau aku sungguh sangat mencintai kak Angga yang saat ini ada di sampingku dan sedang memelukku dengan erat. Kebahagian ku pun melimpah karena cinta yang ku pendam selama bertahun - tahun kini telah terbalaskan.
Saat ini aku telah menjalani hubungan dengan kak Angga dan kami selalu menghabiskan waktu bersama bahkan kami selalu saling membantu dan mendukung. Dan kak Angga yang telah pindah ke Jepang pun tinggal bersama dengan ku dan juga sama Daddy dan Papaku karena kami telah mendapatkan restu dari orang tuaku dan juga orang tua kak Angga.
I Love You kak Angga, I Love You Forever 🌹
The End