Narani adalah gadis perawan yang akan ditumbalkan oleh keluarga besarnya untuk memenuhi perjanjian dengan iblis, perjanjian itu sudah berjalan berpuluh puluh tahun, setiap tiga tahun sekali harus ada tumbal darah suci dari keluarga besar Mahanata karena perjanjian mereka dengan iblis yang mereka sembah.
Tahun ini adalah tahun dimana Narani akan menjadi tumbal selanjutnya, pasalnya usia Narani sudah memenuhi persyaratan sang iblis, 18 tahun silam Ayah Narani berjanji akan memberikan anak gadisnya itu tepat pada usianya 18 tahun.
Sebelum menuju tempat penyerahan tumbal malam itu, semua keluarga besar Mahanata berkumpul memberikan pemujaan terhadap iblis yang mereka jadikan sebagai tuhan dalam keluarga mereka, Narani dibuat tidak sadarkan diri, karena memang Narani tidak mengetahui perjanjian jenis apa itu, seingatnya mereka menyembah iblis Mozalus yaitu iblis neraka ke-5.
Gadis cantik itu tidak mengetahui bahwa ada perjanjian tumbal yang harus mengorbankan manusia, yang ia tahu saat acara penyerahan tumbal itu anak anak tidak diperbolehkan ikut, hanya mereka para orang tua yang boleh mengikuti acara penyerahan tumbal, dahulu keluarga itu selalu menumbalkan gadis perawan lainnya bukan keluarga mereka, namun tahun ini adalah tahun perjanjian mutlak yang harus dipenuhi oleh keluarga Mahanata, iblis yang meminta anak di dalam kandungan ibu Narani saat anak itu berumur 18 tahun, anak itu adalah Narani darah suci perawan Mahanata.
***
Acara Ritual Penyerahan Darah Suci 11:00
Acara sakral itu dipimpin langsung oleh ayah Narani, ia mengorbankan darah dagingnya sendiri demi kekuasaan dan kekayaan, bahkan ia tak peduli dengan Narani, yang ia tahu adalah menumbalkan Narani demi kepentingan keluarganya yang tak ingin jatuh miskin karena tidak memenuhi permintaan iblis Mozalus, keluarga itu sangat takut akan kemiskinan, namun tidak dengan Narani, darah suci di dalam tubuhnya itu membuatnya menjadi seorang gadis sederhana dan tidak sombong akan kekayaan yang dimiliki keluarganya.
***
Narani terbangun dari pingsan, ia sangat terkejut mendapati dirinya terikat di atas altar penumbalan tanpa memakai sehelai benangpun yang melekat pada tubuh indahnya, ayahnya sedang melakukan ritual pemanggil iblis Mozalus, Narani hanya bisa berteriak dari balik penutup mulutnya, ia berharap ada pertolongan dari keluarganya yang lain, namun semua orang di dalam ruangan itu mengacuhkannya.
"Apakah semuanya sudah siap?"tanya Ayah Narani diikuti dengan seluruh anggota keluarga.
"Lepaskan aku!, ibu, nenek tolong aku."teriak Narani menangis histeris saat penutup mulutnya dibuka oleh lelaki yang ia panggil ayah itu, berkali kali ia berteriak meminta pertolongan, namun tidak ada satupun yang menghiraukannya.
"Wahai tuan kami Mozalus persembahan untukmu sudah kami penuhi."suara sang Ayah mulai berteriak membaca mantra memanggil iblis Mozalus.
"Tidak!"lepaskan aku, aku mohon!"teriak Narani meronta ronta dengan air mata yang terus mengalir tak terbendung.
"Eaeaeaeae……...yaa yayaya…..eaeaeaea...yayaya."seru seluruh orang tampak bernyanyi memanggil tuhan mereka, iblis Mozalus.
Di dalam ruangan penyerahan itu sangat ramai, irama nyanyian serta puja puji untuk Mozalus sebagai tuhan mereka.
Setelah itu semua orang meninggalkan Narani sendirian, hanya beberapa lilin yang menemani Narani di dalam ruangan itu, ia sangat ketakutan meronta menjerit serta mulai memaki maki keluarganya, ia tersulut amarahnya sendiri yang menimbulkan dendam, tak lama ia merasakan ketakutan yang luar biasa, ia merasakan merinding di sekujur tubuhnya yang seketika menjadi sangat dingin, Mozalus iblis itu datang menerima tumbal dari keluarga laknat itu, Narana berteriak histeris saat melihat sosok iblis yang mereka sembah selama ini, begitu menyeramkan bersayap serta bertanduk.
"Kyaaaaaaaaa…"teriak Narani saat sang iblis menampakan wajah seramnya.
Tubuh gadis itu bergetar hebat menahan rasa takutnya, ia hanya bisa menangis dan memaki memerintah sang iblis untuk pergi, namun itu hanyalah sesuatu yang sia sia, Mozalus mulai menggerayangi tubuh indah gadis itu, Narani lagi lagi berteriak histeris saat jari jari yang begitu kasar menyentuh kulitnya, ia memejamkan matanya hanya berteriak dan meronta ronta itulah yang bisa ia lakukan.
"Kyaaaaaaaaaa…"sekali lagi teriakan dasyat itu memenuhi seisi rumah besar itu membuat semua orang terkejut.
Mozalus sudah mengambil darah sucinya terlihat bercak darah di sela sela selangkangan Narani, tak ada tangisan lagi, hanya ada tatapan kosong dari kedua bola mata itu mendapati dirinya yang harus melayani iblis tuhan keluarganya itu, sebelum memakan jiwa Narani iblis itu lebih dulu menghisap darah dari lehernya, lalu ia akan mengambil roh Narani, dendam membuat Narani menjadikannya gadis muda yang sangat kejam.
"Tunggu, sebelum kau membunuhku aku mempunyai satu syarat."ucap Narani air matanya tak henti henti mengalir.
Narani menyampaikan keinginannya kepada sang iblis, ia ingin semua keluarganya ikut mati bersamanya, ia ingin kematian yang paling menyedihkan untuk seluruh keluarganya, dengan begitu kematiannya tidak akan ia sesali, dia akan mati dengan tenang, sang iblis tidak menolak permintaan itu, iblis memenuhi permintaan itu dengan membuat keluarga itu menderita, sang iblis menyuruh anak anaknya memperkosa wanita yang ada di rumah itu, dan membuat semua laki laki saling membunuh satu sama lain.
Permintaan Narani terkabulkan hanya dengan lima menit, rumah besar itu menjadi rumah darah yang mengalir membasahi seisi rumah, tak ada yang selamat bahkan bayi sekalipun tewas mengenaskan, kini giliran Narani memenuhi keinginan sang iblis yang menginginkan rohnya.
Namun alangkah terkejutnya Narani saat sang iblis tidak mengambil roh nya melainkan hanya menipunya agar membuat dendam di dalam hati Narani, saat itu juga gadis itu menangis histeris, semua keluarganya sudah mati namun ia dipaksa untuk hidup, memikul beban itu sendirian, sang iblis tertawa lantang, Narani menyesali perbuatannya, jika hanya keperawanannya yang diinginkan sang iblis maka tak seharusnya ia membinasakan seluruh keluarganya, sang iblis sangat pandai dalam menggoda, ia tergoda dan membinasakan keluarga Mahanata atas keingingannya sendiri, dan itu menjadi beban besar yang harus ia pikul, ia sangat menyesali perbuatannya, ia menangis histeris tak henti henti.
Fajar telah tiba, amis darah yang tak hilang dari rumah itu mengundang binatang buas, Narani mempersilahkan dirinya di koyak koyak oleh binatang buas yang juga menginginkan sisa sisa dara dari kesuciannya.
Tak ada yang selamat dari tragedi itu, semuanya tewas atas kesalahan dan dosa mereka masing masing.
.
.
.
.
.
.
Tamat.
.
.
.
.
.
Ada yang tahu mengapa harus darah suci yang dijadikan tumbal..?
Yang tahu jawabannya silahkan tulis dikolom komen ya, jangan lupa juga like jika menurut kalian ceritanya lumayan bagus hehe 😁