Prolog~
hai guys..
salam kenal yaa.. kenalin namaku Laras Ilzen
kuucapin...
buat yang baru kenal "salam kenal"
buat yang udah lama kenal "welcome to my cerpen"
buat yang baru gabung dan baca "selamat menikmati"
buat yang udah sering ikutin cerita ku di novelnya "terimakasih"
btw.
disini author bakal bawain cerita pendek koleksi author, karna cerita nya pendek, gak mungkin kalau di-up di novel nya ya, jadi kita masuk di area cerita pendek saja
Nb.
disini author akan beberapa kali kirim cerita pendek tentang yang terjadi di sekitar kehidupan author jadi ini terjadi secara nyata (kisah nyata) yang tentunya author terlibat didalam cerita jadi semua nama yang terkait adalah nama asli bukan samaran
disclaimer.
cerita mengandung unsur horor, mistis dan dunia lain intinya paranormal activity
just information.
cerita akan author bagi menjadi dua, biar tidak terlalu panjang membuat kalian bosan membaca, dan ini part 1
okeh, lanjut dan langsung ke cerita..
kisah dimulai dari hari dari pemeran utama yang bernama ANTIKA WIDIA
bisa di ingat ya, untuk nama lengkapnya?
Antika Widia atau biasa dipanggil dengan panggilan Anti, lepas dari sekolah SMA, alias kelulusan
singkat cerita, dimana selepas sekolah, Anti memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang sekolah lebih tinggi seperti kuliah dan sebagainya seperti teman temannya
mungkin Anti satu satunya murid dalam kelasnya yang memutuskan bekerja, karna semua murid dari kelas Anti memutuskan untuk melanjutkan perkuliahan dan jurusan untuk mendapatkan gelar
semua teman teman Anti mengajak bahkan merayu agar Anti ikut dengan mereka melanjutkan kuliah
"Anti, sayang loh.. gak mau gitu nyobak?"
"iya Anti, toh banyak kampus yang membuka untuk beasiswa"
"bener, beasiswa miskin maupun beasiswa pintar"
semua menawari tawaran kedua beasiswa itu bahkan mau membantu Anti karna mereka semua tau betul bagaimana Anti
Anti adalah anak yang pintar bahkan paling pintar dikelasnya meski tidak paling pintar disekolah, tapi Anti juga terlahir dari keluarga yang kekurangan
namun mereka tidak bisa memaksa Anti untuk ikut, hanya bisa merayu dan menyarankannya saja
Anti tersenyum, lalu berkata...
"aku memang tidak ingin melanjutkan kuliah, kalau kuliah dilanjutkan secara terpaksa, bukankah itu malah tidak akan menghasilkan hal apapun" jawab Anti
mendengar itu semua terdiam, yaa mau bagaimana lagi, Anti benar!
ditambah juga mereka tau bagaimana Anti harus bekerja keras menghidupi ayah ibunya dimana ia adalah anak tunggal dirumah yang bisa dihandalkan
masuk background orangtua dan keluarga Anti..
ayah Anti bernama Setiadi..
Setiadi sudah sangat tua, karna memang menikah dengan ibu Anti sudah terbilang terlambat, mengingat usia ayah Anti sudah berkepala empat dan menunggu hitungan bulan saja masuk kepala lima
sementara ibunya bernama Saniyah tidak jauh berbeda dengan ayah Anti, ia dibawa usia ayah Anti hanya lima tahun, jadi Saniyah juga berkepala empat
jadi tak heran jika keduanya sering sakit sakitan, tidak bisa capek sedikit, atau aktifitas sedikit saja sudah kelelahan bahkan seringnya jatuh sakit juga
itu membuat Anti memegang berat beban menjadi seorang anak tunggal yang tidak hanya diharuskan mandiri namun juga bertanggung jawab atas orangtuanya
"kamu mau beneran nyari kerja?" tanya Saniyah
"iya buk, mau kemana lagi? Anti gak kepikiran lain selain kerja"
"kamu bisa kan cari informasi yang kuliah gratis" kata Saniyah lagi
"gak ah buk, percuma, bisa saja sih, kalau nyari kuliah gratis, banyak teman Anti disekolah nawarin kemarin, cuma Anti gak respon"
"memangnya kenapa gak mau kuliah? selagi bisa tanpa bayar kan?" tanya Saniyah
"kalau Anti memaksa kuliah dan gak fokus gimana? kalau sampai selesai, kalau cuma ditengah jalan? buang waktu kan buk"
"yaudah yaudah, kalau dia tidak mau, jangan maksa, susah, bener juga Anti, percuma kalau hatinya gak disitu" jawab Setiadi
"mending nyari kerja, dapat duit, bantu bapak sama ibuk, mending gitu Anti mah"
"yaudah terserah kamu saja lah nak" jawab Saniyah
"yaudah pak, buk, doain Anti sukses nyari kerja hari ini ya" kata Anti
disini lah dimulainya petualangan seorang Antika Widia, dimana Anti memutuskan untuk mencari pekerjaan di hari berikutnya setelah hari kelulusan atau hari bebas nya terlepas sebagai murid sekolah
ia tak pantang menyerah untuk mencari pekerjaan meski tidak mudah didapatkan
hingga ketika ia mengumpulkan semua lowongan pekerjaan yang ia dapatkan, ia mulai mendatangi satu satu semua orang yang membutuhkan orang untuk bekerja
namun sayangnya dari 13 lowongan, dimana ke-13-nya semua sudah didatangi satu persatu oleh Anti, tidak ada yang masuk dengan kemampuannya
entah apa yang membuat Anti bingung dengan pekerjaan mengapa semua tidak bisa masuk pada dirinya
singkat cerita, seminggu berlalu, dimana situasi masih sama dengan sebelumnya dimana Anti belum juga mendapatkan kerjaan yang pas dengan dirinya
ia terus berpikir dan memutar otak, kalau terus mencari yang pas dengan keinginannya, itu tidak akan selesai selesai dan tidak akan ia dapatkan sampai benar benar pas dan cocok
"belum dapat juga nak?" tanya Setiadi
"iya pak, gimana ya?"
"jangan ngeluh, terus usaha, tapi jangan forsir dirimu, kalau butuh istirahat, berhenti dulu"
"iya pak"
"jangan iya iya tapi gak dilakukan, bapak lihat kamu sudah berusaha setiap hari, bapak tau ini gak mudah"
"makasih ya pak, bapak selalu mengerti kondisi ku"
"tentu, ibumu juga kok, cuma cara nya beda saja"
"iya beda, aku sama bapak beda cuma ibu sama dengan ayahmu, kau segalanya, makanya ibuk ingin kau yang terbaik" sambar Saniyah
"yang penting buat Anti sekarang mah buk, doa ibuk, itu saja"
"oh jelas, sangat jelas doa utama ibuk"
"yaudah Anti berangkat"
"yaudah sana" kata Setiadi
"hati hati Anti" kata Saniyah
tidak pantang menyerah..
terus berusaha dimana akhirnya pekerjaan itu ia dapatkan
sehari, dua tiga hari, bertahan namun sayangnya Anti malah bekerja tidak pernah tahan lama, paling lama hanya bekisar tiga minggu hingga satu bulan saja
seperti misalkan di toko kain, ia pertama diterima kerja di toko grosir kain
cukup besar memang tokonya, namun sayangnya Anti memutuskan berhenti setelah ia bekerja selama dua minggu karena ia sering sembarangan melayani costumer, selalu kurang atau lebih ketika mengambilkan barang yang mereka beli
itu membuat banyak pelanggan yang sering datang kembali ke toko untuk komplain
disini memang bos pemiliknya marah, tapi marah sewajarnya karna memang kerjaan Anti salah
dari sini Anti merasa dirinya bersalah jadi memutuskan berhenti
tak lama dari berhentinya Anti di toko kain tersebut, tentu di hari esoknya langsung melamar pekerjaan dan diterima di salah satu toko roti
di toko roti juga sama dimana Anti memutuskan berhenti bekerja setelah seminggu bekerja disana dengan alasan sering merusak barang alias merusak roti yang akan dibeli pelanggan meski ia tidak sengaja namun tetap salah Anti
hari lainnya juga dimana Anti bekerja di toko kelontong, sayangnya aturan terlalu ketat dari sang bos dan waktu kerja melebihi batas wajar jadi ia memutuskan berhenti setelah bekerja satu minggu
bekerja di toko lain kembali yaitu konter handphone dan sebagainya, cukup lama yaitu tiga minggu
pekerjaannya memang santai, hanya duduk menunggu pelanggan
namun itu yang membuat Anti memutuskan berhenti bekerja, karna terlalu membosankan jika harus bekerja menunggu pelanggan dan sisanya hanya diam
dan setelah dari konter, ia masih melamar pekerjaan dan bekerja di beberapa tempat dimana semua selalu tidak sampai sebulan
baru bertahan sebulan penuh ia dapat gaji kerja, ia kembali memutuskan berhenti karna ia bekerja sebagai pengawas di salah satu pabrik cerutu
dimana pekerjaannya hanya keliling, melihat lihat area pabrik, penuh kebisingan, bau tembakau, gaji kecil
namun dari semua pekerjaan dilakukan Anti, Anti selalu mendapatkan bayaran kok, ya bayaran selama Anti bekerja saja
perjalanan pencarian pekerjaan itu terus berjalan, Anti mengumpulkan banyak pengalaman pekerjaan mulai dari bekerja di tempat kecil hingga tempat besar
mulai dari toko, pasar, kantor, pabrik, retail, grosiran, mebel, rumah makan, cafe, spg, marketing, sales beberapa pekerjaan lainnya
sampai akhirnya ia mendapatkan satu pekerjaan yang membuat dirinya percaya bahwa ia bisa melakukan pekerjaan itu secara full time dan sepenuh hati
yaitu pekerjaan yang selama ini dicari Anti yang tidak harus full time kerja dan bisa menelfon atau sekedar mengabari orangtuanya ketika repot bekerja, tidak ada target dipekerjaan, dan terutama santai tidak keluar panas-panasan atau hujan-hujanan
yaitu sebagai asistan rumah tangga atau art, atau kata kasarnya sebagai pembantu atau babu
disini Anti bekerja pertama tak jauh dari rumahnya jadi ia bisa pulang ketika kerjaan selesai, dan bisa berangkat dari rumah ketika akan mulai bekerja kembali
benar saja, disini Anti sangat bersemangat ketika bekerja dan sangat telaten, apalagi ia juga sangat bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti masak, menyapu, ngepel, cuci setrika, bersih bersih, bahkan jaga anak alias baby sitter
semua Anti bisa kerjakan mengingat Anti memang orang yang harus melakukan itu ketika dirumah
Anti lahir dari orangtua yang tak hanya serba kekurangan namun juga orangtua yang nyaris terlambat menikah karna menikah diusia sangat tua
jadi ketika usia Anti masih belasan tahun, sementara orangtuanya sudah hitungan bulan akan masuk usia kepala lima
padahal Setiadi dan Saniyah juga sering dititipi anak oleh saudara mereka karna sibuk bekerja
menerima titipan keponakan nya dengan terpaksa karna tidak enak kalau ditolak, padahal usia mereka sudah bukan untuk mengurus anak kecil
disini lah peran Anti sangat diberlakukan, ia harus bisa mengurus adik-adik sepupu nya, anak omnya (adik ibunya), anak budenya (kakak ibunya), anak pakde nya (kakak ayahnya), tante satu lagi (adik ayahnya)
tak jarang juga sepupu sepupu nya yang berusia di bawa Anti sering datang kerumah Anti untuk menginap ketika liburan karna dititipin orang tua mereka
jadi mengurus anak bisa juga dilakukan olehnya
disini ia cukup lama bekerja dari sebelumnya, yaitu selama enam bulan
selain karna ia betah dan cocok dengan pekerjaannya tapi karna kontrak juga, dimana kontrak yang harus disepakati dari awal dimana Anti harus bekerja selama enam bulan sebagai awal bekerja
sampai akhirnya ia memutuskan untuk menghentikan kontraknya, karna ia ingin istirahat sebelum kembali bekerja lagi
Anti tidak memperpanjang kontraknya karna seperti sebelum sebelumnya, Anti bosan jika lanjut bekerja di tempat yang sama dalam waktu yang lama, ditambah juga, Anti ingin pengalaman lainnya
"kamu sudah selesai kontrak kerja lalu mau kemana lagi?" tanya Saniyah
"apa kamu melanjutkan kontrak dengan bos mu kemarin?" tanya Setiadi
"gak pak, gak kepikiran, bosan, nyari referensi lain, tapi butuh istirahat saja"
"iya, gak usah maksa, gak perlu sampai ngoyoh (memaksakan)" jawab Setiadi
setelah dua hari saja dari Anti memutuskan berhenti dari tempatnya bekerja
Anti merasa dirinya butuh banyak istirahat dan menikmati kebersamaan nya bersama orang tua dan keluarganya sebelum Anti kembali bekerja
sayangnya Anti dapatkan pekerjaan, yang tentunya masih sama yaitu sebagai art, namun beda majikan
itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk berlama lama melepas rindu setelah cukup lama berbulan bulan ia tidak ngobrol lama, curhat, santai bersama ayah ibunya
"kamu kok mau pamitan lagi" tanya Saniyah
"iya mak, sudah ada yang telfon"
"katannya kemarin kamu mau sedikit lama sebelum balik kerja?"
sayang mak kalau ditolak, kesempatan gak datang dua kali"
"hemm, anak ini biarkan eksplore apa dia mau, kita dukung saja keinginannya" kata Setiadi
"yaudah Anti pamit ya mak, pak"
Anti pergi lagi..
"anak jaman sekarang ya, semangatnya itu bener bener" gerutu Saniyah
"gak semua anak muda sekarang seperti Anti mak, makanya mak bersyukur saja, dia butuh dukungan kita saja" jawab Setiadi
sementara itu Anti, ketika mendapatkan pekerjaan baru, sayangnya disini ketika kontrak awal akan di sepakati, ternyata majikan meminta Anti untuk tinggal dalam alias tinggal dirumah bosnya jadi tidak pulang pergi
sebenarnya tidak jauh, ya masih searah dengan tempat kerja sebelumnya namun aturan majikan kali ini mengharuskan menginap
Anti pulang kerumah, mendiskusikan ini ke ayah ibunya, mereka memberikan izin
namun keluarga yang lainnya memberikan izin cuma kali ini mereka mulai berani untuk meminta bantuan dari Anti untuk menyambung hidup mereka
"Anti, kami anak bantu kamu jaga bapak ibumu selama kamu kerja disana, tapi boleh satu hal tante minta?" kata Ulfa, kakak perempuan Saniyah
"apa bude?"
"bantu bude ya nak, keuangan bude, berapa pun deh itu, bude terima" kata Ulfa
"berapa bude butuh?"
"iya kalau berat berat deh, bude minta kamu bantu anak bude setidaknya buat uang saku, kasihan anak bude sekolah tidak pernah dapat saku" sambar Ulfa
"oh yaudah bude, berapa biasanya?"
"se-dikasihnya kamu" jawab Ulfa
"yaudah, Anti kasih 35ribu seminggu sekali, gimana?"
"gak kebanyakan? jadi sehari lima ribu?"
"gak lah, segitu memang uang saku kan, gak banyak itu, banyak teman teman anak bude di atas itu, itu masuk saku kecil"
"yaudah lah terserah kau saja, bude seberapa dikasih, sudah berterimakasih"
tak lama om / adik laki laki dari Ulfa juga menyambar...
"kalau gitu bisa adil dong, om juga mau dibantu, om kerja cuma buat makan sehari aja masih harus nyari" jawab Mashun, adik kedua Saniyah
"bantu juga om? yaudah bisa om, om butuh apa? tapi om, gak seberapa banyak loh, gaji Anti saja gak nentu, kan baru awal"
"iya om tau, berapa udah kamu kasih buat om, om biar kasih ke istri om, atau kamu kasih istri om saja langsung, buat kebutuhan yang lain dirumah" jelas Mashun
"yaudah, om sama bude tenang saja, nanti akan Anti bagi buat kalian, tapi janji ya sama Anti jagain emak sama bapak Anti" kata Anti
"iya, om akan luangin banyak waktu buat bapak kamu" jawab Mashun
"bude juga ya bude"
"iya Anti, kamu tenang saja, bude bisa kapan saja ketemu mereka kok, akan sering ngawasi merek nanti" kata Ulfa
mendengar itu, Anti merasa aman ketika bekerja bisa meninggalkan ayah dan ibunya
ketika hari berganti, Anti menerima dan mulai bekerja ditempat itu, ia bekerja dengan sangat bebas karna sudah ada di pashion nya untuk melakukan pekerjaan rumah
setelah bekerja dan kali ini hanya enam bulan juga harus berakhir karna masa kontrak habis
bosnya meminta lanjut kerja jadi langsung memperpanjang kontrak nya sekalian
namun Anti meminta izin libur satidaknya lima hari sampai seminggu untuk istirahat, dan bosnya mengizinkannya
namun itu hanya alasannya saja, karna sebenarnya lepas kontrak itu ia ingin mencari pekerjaan lainnya karna itu ia memutuskan mencari pekerjaan nya sedikit lebih jauh lagi
yaitu ia memutuskan mengambil pekerjaan keluar kota
Anti menikmati liburnya selepas kontrak itu, dan menghabiskan kebersamaannya yang sebelumnya sempat tertunda
"kamu mau lanjut kerja lagi dimana?" tanya Saniyah
"ini juga mak, mau Anti bahas"
"bahas? mau bahas apa?"
"pak, sini pak, Anti mau ngomong sama bapak juga" kata Anti
"kenapa? ada apa Anti?" tanya Setiadi
Anti menjelaskan disana tentang rencana dia bekerja keluar kota, dan tentu saja respon keduanya sangat berat melepas Anti keluar kota
mengingat mereka semakin tua jika ditinggal semakin jauh akan semakin sulit bertemu dan ada kemungkinan jika akan sama sekali tidak bisa bertemu
ditambah juga karna mereka tau jika Anti tidak pernah keluar kota entah untuk urusan keluarga, urusan penting lainnya, sama sekali Anti tidak pernah keluar kota jadi kedua nya kuatir dengan kondisi Anti selama diluar kota nanti
"kami cuma takut kamu gimana, sama siapa? disana kamu di kota orang, gak bisa ini itu seperti di kota sendiri" kata Saniyah
"iya bener emakmu Anti... diluar kota itu kejam, kamu mau keluar kota serba mahal, serba kejam" tambah Setiadi
"kan yang penting sekarang Anti bekerja pak, mak, Anti tau diri di kota orang, wilayah asing"
Anti terus meyakinkan untuk mereka memberikan izin, hingga akhirnya mereka memberikan izin meski sangat berat
mau bagaimana lagi, toh yang dilakukan Anti untuk mereka, untuk berlangsung nya hidup mereka
ditambah juga Ulfa dan Mashun sangat mendukung keputusan Anti bahkan membantu Anti agar diizinkan oleh Setiadi dan Saniyah
mendengar cerita terkait Anti akan bekerja diluar kota, mendengar juga tentang Anti ternyata membantu keuangan bude dan om dari Saniyah, tentu membuat adik dan kakak dari Setiadi juga iri
mereka malah ikut meminta jatah untuk bantuan Anti, dimana mereka akan memberikan timpal balik untuk mengurus orangtua Anti selama Anti bekerja diluar kota
"Anti.. pakde dengar, kamu mau keluar kota kerjanya? pakde dengar juga kamu bantu bude Ulfa sama om Mashun" kata Jumali, kakak Setiadi
"iya pakde, bener semua"
"kalau gitu bisa adil dong, tante juga mau dibantu, tante kerja cuma buat makan sehari aja masih harus nyari, kamu tau gimana tante sama suami tante kan" jawab Narni, adik Setiadi
"iya sama Anti, janji deh kita disini akan bagi tugas menjaga bapak emakmu, tapi bantu saya juga, saya buat makan saja kamu tau gimana" kata Jumali juga
mereka memberikan izin namun kali ini mereka mulai berani untuk meminta bantuan dari Anti untuk menyambung hidup mereka
perjanjian itu Anti terima dimana ia juga meminta perjanjian lain agar mereka menjaga ayah ibunya dan memberikan apapun ayah ibunya mau
"okeh... tante, pakde, gini, kalian Anti kasih jatah sama"
"beneran?" tanya Narni senang
"iya bener ini? katakan sudah syaratnya?" kata Jumali
"ya cuma minta jagain bener bener pak sama mak, karna kemarin Anti titipin ke bude Ulfi sama om Mashun kan cuma izin menginap bekerja nya, ini bukan hanya menginap malahan diluar kota"
mereka berjanji dan meyakinkan Anti akan membantu mengurus ayah ibunya juga, Anti semakin lega ketika kerja keluar kota
singkat cerita akhirnya ia bekerja diluar kota, masih belum berani ambil luar kota yang terlalu jauh dari kotanya, jadi masih yang dekat dekat
masih sama seperti sebelum nya kerja, habiskan kontrak, kerja lagi keluar kota lebih jauh, habiskan lagi kontrak, cari pekerjaan keluar kota lebih jauh lagi
itu terus berjalan beberapa tahun berikutnya, dimana Anti terus memutuskan ambil pekerjaan keluar keluar kota untuk mencari gaji yang lebih mahal dan lebih mahal lagi dari sebelumnya ia bekerja
prinsip Anti, ia bekerja di tempat barunya harus diatas gaji dari pekerjaan sebelumnya, itu lah membuat Anti terus berani ambil pekerjaan diluar kota yang jauh dan lebih jauh lagi
hingga akhirnya ia memutuskan untuk pertama kalinya pergi keluar negri
ia mendapatkan tawaran dari PT, dengan segala keberanian Anti kumpulkan untuk memberanikan diri lanjut pekerjaannya ke luar negri
ketika izin ke orangtuanya, disini mereka benar benar menolak dan tidak sama sekali mengizinkan Anti pergi
"mak, ayolah mak, ini kesempatan Anti mak buat terus bekerja dan dapat uang lebih dari kemarin" kata Anti
"gak ya Anti, gak mau mak kasih izin, mak gak izinkan, mak udah berat kasih izin kamu keluar kota, ini malah keluar negri" kata Saniyah
"pak, izinin Anti ya pak, sekarang Anti cuma nunggu izin bapak"
"Anti, gak juga bapak kasih izin, bapak ikut aturan mak sekarang, kamu dikasih kasih izin, malah melunjak" kata Setiadi
"pak, Anti mohon pak, bantu Anti sekali aja"
"gak ya Anti, gak sekali sekali ini bapak bantu kamu bicara sama mak, sekarang bapak ikut aturan mak"
terus mereka berdebat tidak ada habisnya, sampai Anti dikurung oleh mereka untuk tidak boleh keluar rumah
mendengar itu, Ulfa, Mashun, Jumali dan Narni sebenarnya juga berat atas keputusan dari Anti
ia harus bekerja keluar negri itu bukan hal mudah, luar negri itu berkali kali lipat lebih kejam daripada ketika keluar kota
namun apa boleh buat, mereka yang juga bergantung kebutuhan pada Anti, harus memihak pada Anti dimana harus mereka izinkan Anti bahkan membantu Anti bicara sama Setiadi dan Saniyah
keempatnya memberikan masukan dan terus merayu agar kedua orangtua Anti memberikan izin Anti pergi namun sayangnya mereka malah disemprot
"kalian ini mau memperbudak Anti keluar negri, mikir kebutuhan kalian sendiri ya?" tanya Saniyah
"gak suka saya, Anti kalian kerjakan rodi (dipaksa), kalian boleh meminta uang, meminta jatah, meminta apa saja kebutuhan kalian, tapi tidak dengan mengizinkan Anti keluar negri" jawab Setiadi
"ini bukan masalah keluar kota lagi, kita akan beda negara, beda aturan pula"
"intinya tidak untuk izin keluar negri, kita akan sangat jauh sama Anti, Anti anak satu satunya kami, kalian harus tau bagaimana kami bertumpu pada dia"
keempat nya terus merayu tanpa pantang menyerah, dimana akhirnya keduanya luluh dan memberikan izin namun dengan jawaban..
"okeh, sekarang saya kasih izin Anti, tapi saya tidak bisa bantu apapun dan saya akan kasih masalah Anti kepada kalian ketika dia bermasalah dengan pekerjaannya" kata Setiadi
"saya juga setuju, saya memberikan tanggung jawab penuh pada kalian, saya tidak peduli kalian harus mengurus semua masalah dan apapun dibutuhkan Anti" kata Saniyah
disini mereka memberikan izin meski mereka sepenuh hati masih berat, dan itu membuat keduanya tidak lagi menyapa anak mereka
jadi ketika Anti tau ia dapat izin dari kedua orangtuanya untuk pergi keluar negri, lalu bersiap siap mengurusnya, selama persiapan itulah Anti sama sekali tidak direspon orang tuanya
Anti sangat sakit dihatinya namun bagaimana lagi, ia tetap harus pergi
Anti memutuskan untuk pergi bekerja keluar negri, tidak jauh, ia pergi ke malaysia
tak mudah untuk mengambil keputusan bekerja diluar kota, banyak hal harus dilewati dengan susah payah oleh Anti
mengingat Anti berangkat keluar negri untuk bekerja menjadi tkw atas bantuan dari calo alias PT yang tidak resmi
jadi membuat Anti menjadi buronan ketika ada pengawasan dari pihak kepolisian dari negri tempat Anti bekerja
Anti mulai bekerja di malaysia..
tidak langsung mendapatkan pekerjaan yang enak, karna ia harus melindungi dirinya dari aparat agar tidak di ringkus karna bekerja secara ilegal di negara mereka
ia harus berlari dan sersembunyi dihutan, ia harus menyelam lautan dan bersembunyi di bawah dasar laut
intinya banyak hal sulit dilewati bekerja disana hingga akhirnya satu tahun lamanya ia kontrak dan mengakhiri kontraknya
ia tidak mau melanjutkan bekerja ke luar negri secara ilegal jadi ia memutuskan mencari PT yang resmi
Anti balik ke negaranya dan kembali kerumahnya, sayangnya disini ayah ibunya juga masih bersikap dingin terhadapnya, namun meskipun begitu mereka tetap memberikan perhatian kepada Anti selayaknya sang anak dan mereka orangtuanya
ketika di rumah dan sudah balik dari malaysia, Anti lanjut mencari pekerjaan baru, namun ia mencari dari PT resmi
tak sulit untuknya mendapatkan PT resmi, dan mengurus segala kebutuhan dan surat surat selama bekerja diluar negri seperti surat izin bekerja, surat penting lainnya yang menandakan dirinya adalah pekerja resmi dan memiliki sertifikat
perjalanan singkat diluar negri dimana Anti bekerja diluar negri kembali dimana kali ini bekerja di singapura
skip story..
Anti terus berkerja keluar luar negri, mulai dari malay, singapur, saudi, china, jepang, korea, amerika, afrika, dan beberapa negara maju lainnya dan dipekerjaan yang masih sama yaitu art
seiring berjalannya waktu, banyak pengalaman terkumpulkan oleh Anti selama bekerja
mendapatkan pekerjaan paling berat sedunia, paling ribet sedunia, pekerjaan yang santai dan damai, dan pekerjaan pekerjaan beragam lainnya
seiring berjalannya waktu, pengalaman Anti sudah sama sekali tidak diragukan, pekerjaan apapun dimana pun ia bisa lakukan dan handle dengan kaki tangannya sendiri
ia menunjukkan pada dunia bahwa ia mampu di perhitungkan,
ia menunjukkan pada semua teman temannya bahwa kuliah bukan hal utama dari kesuksesan,
ia menunjukkan pada semua manusia bahwa pekerjaan art tidak seburuk yang mereka kira,
dan terutama pada ayah ibunya dan juga keluarga besarnya dikampung dimana ia bisa mengangkat derajat satu keluarga besar, satu keluarga bukan hanya ayah ibu saja berarti ya, tapi juga pakde, bude, tante dan om dan sepupu sepupunya yang lain
dari mereka yang bukan siapa siapa, bahkan makan saja benar benar kekurangan, hidup miris berkekurangan yang sangat sangat miris menjadi keluarga yang mampu disegani
jadi selama bekerja diluar luar negri inilah, keluarga Anti dikampung perlahan menjadi OKB alias orang kaya baru, bahkan paling kaya satu kampung
yaa.. balik lagi, di balik senang dengan kekayaan mereka, ada yang harus bisa berkorban yaitu ya Anti
dia harus rela menjadi perantau keluar negri, di beberapa negri orang, bertemu orang asing dan orang baru yang benar benar random sifat dan sikapnya
tiba dimana akhirnya Anti bekerja di salah satu negara, dimana ia pertama kalinya datang kesini, ia tertarik karna bayarannya sangat mahal
bahkan tiga kali lipat dari harga gajinya sebelumnya
tentu tergiur dengan itu Anti menerima tawaran itu
ia mulai mengobrol itu dengan pihak management nya, membahas dengan keluarga dan orangtuanya
btw. disini Setiadi dan Saniyah sudah bisa menerima dengan lapang dada dan tidak lagi bersikap dingin ketika Anti balik dari luar negri menyelesaikan kontraknya
mereka hanya orangtua biasa, yang akan luluh dan lemah ketika bertemu sang anak yang sudah berjuang buat mereka dinegri orang malah mereka perlakuka begitu, bukan lah kemampuan orang tua manapun membenci anaknya apalagi sang anak berusaha dan berkerja sekeras itu demi nama keluarga
singkat cerita, Anti mulai bertemu dengan PT, membahas semua terkait kontrak, pekerjaan, bos, gaji, dan lainnya
sayangnya ada satu hal yang Anti lupa..
ia lupa tidak menanyakan tentang bagaimana background keluarga dari sang bos
ia tidak tau jika bosnya masih mudah
ketika sudah di negara dituju, lalu menuju ke PT di negara itu, untuk selanjutnya bertemu dengan calon bos
disini ia baru tau jika ternyata bosnya sangat mudah, bahkab usianya hanya berjarak lima tahun saja, bosnya lima tahun lebih tua dari Anti
"salam kenal Anti.. saya Della" kata Adelia
"salam kenal juga, emm bos, saya Anti"
mereka berdua berkenalan disana sebelum akhirnya Anti ikut dengan Della ke rumahnya dan memulai bekerja disana
Della yang memiliki nama asli dan nama panjang Adelia Francess Monata, lahir memang lima tahun di atas Anti
jadi Anti lahir tahun 1993 sementara Della lahir tahun 1988, jadi di tahun ini (2023), mereka masing masing berusia 30tahun (Anti) dan berusia 35tahun (Della)
tapi ketika cerita ini terjadi, ketika mereka masing masing berusia 28tahun (Anti) dan berusia 33tahun (Della)
lebih tepatnya terjadi kurang lebih di dua tahun sebelumnya yaitu tahun 2020 akhir
.
.
.
bersambung . . .