Yoga ,Ferry ,Nanda ,Jane dan Ulya .
Lima sekawan ini suka sekali melakukan perjalanan diwaktu - waktu tertentu .
Setiap perjalanan yang mereka lakukan akan disertai dengan game atau permainan tantangan .
Tentu saja permainan tantangan ini sulit dan rumit .
Untuk pemenang game dia berhak menentukan tempat perjalanan berikutnya dan juga bebas akomodasi alias gratis .
Hemmmm .... menarik .
Yoga sebagai pemenang game pada perjalanan kemaren ,yaitu mengajak atau meminta tolong pada orang gila .
Orang gila tersebut harus paham dan mengerti apa yang dimaksud Yoga tanpa mengeluarkan satu patah kata karena mengunakan bahasa isyarat .
Sulit gak ???
Perjalanan kali ini ,Yoga mengajak keempat kawannya ke daerah pegunungan tak jauh dari tempat tinggal mereka di kota Rembang yaitu gunung Lasem .
Gunung Lasem merupakan sebuah gunung yang terdapat di bagian tengah Kabupaten Rembang membujur mulai dari pegunungan Kapur Utara di bagian selatan hingga ke pesisir pantai utara. Gunung dengan ketinggian 806 meter dpl ini sebagian besar berada di wilayah kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Jawa Tengah.
Yoga berpikir tak perlu jauh keluar kota karena cuaca yang tak begitu mendukung .sudah memasuki musim penghujan .
Jane yang baru saja birthday kemaren tanggal 11 bulan 11 sempat dilarang ikut sama ibunya .
Tapi kegigihan Jene sewaktu meminta ijin dengan berbagai alasan akhirnya luluh juga hati ibunya.
Dengan berat hati sang ibu pun mengijinkan dan berpesan agar Jane cepat tidur sebelum jam sebelas malam .
Jane tentu saja ngotot mau ikut ,sebab selama ini dia belum pernah menang dan ingin sekali menang .
***
Lima sekawan tadi memulai perjalanan dari kota sekitar pukul empat belas lebih tiga puluh menit .
Dengan mengunakan jasa taksi online mereka pun menuju ke Lasem .
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam mereka sampai diperkampungkan yang mengharuskan mereka untuk berjalan kaki .
Dengan mengendong ransel dan perlengkapan masing - masing mereka berlima berjalan kearah bukit .
Melewati jalan kampung yang mendaki tapi sudah cukup baik karena pemerataan pembangunan desa .
Melintasi perkebunan kelapa dan palawija milik warga ,sesekali bertegur sapa dan tersenyum pada mereka yang melintas .
Waktu sudah menunjuk pukul lima sore ketika perjalanan mereka sampai diujung desa dan akan melintasi jalan setapak kearah hutan untuk sampai ke puncak .
Dengan sedikit payah karena lelah mereka berhenti sejenak untuk sekedar meregangkan otot serta minum .
Jane dan Ulya tampak mengusap peluh yang menetes pada wajah mereka .
Tak lama Jane mengerutkan dahi tanda berpikir .
Nanda yang melihat pun tampak heran dan bertanya .
" ono opo Jane ??? "
" kok kayak mikir gitu "
Jane tampak menggelengkan kepala tanpa menjawab .
Namun dahinya masih saja tak berubah bahkan terlihat makin berkerut .
" hai Jane ... buruan ..! " teriak Ulya .
Ternyata mereka sudah siap melanjutkan perjalanan .
Jane tampak gugup dan segera memakai ranselnya kembali dan memasang senyum kecut .
***
Perjalanan yang melelahkan ini terbayar ketika mereka sampai dipuncak .
Pemandangan indah tampak dari arah kota ,lampu kelap - kelip bak bintang di langit .
" tak kalah dari kota Texas ..." begitu teriak Nanda .
" Halah ,kayak pernah ke Texas aja " Ferry menoyor kepala Nanda .
Nanda hanya terkekeh menangapi .
" woiii ... bantuain napa bikin tendanya "yoga menginterupsi .
Ferry dan Nanda pun bergegas ikut membantu agar tenda cepat terpasang .
Jane dan Ulya tampak sibuk mengeluarkan bekal dan merapikannya.
Mereka akan makan malam setelah ini .
***
Makan malam sudah selesai ,api unggun masih menyala dan Ferry sedang memetik gitar sambil bersenandung pelan .
" ayok mulai game nya " ajak Yoga pada yang lain.
karena ditengoknya jam sudah hampir menunjuk angka sebelas .
Ketiga kawannya mulai mendekat tapi Jane tampak diam saja .
" Jane ...Jane ..." panggil Ulya .
" ehhh ... eghh aku tidur aja deh "
" ngantuk ini " Jane tampak gugup dan masuk tenda yang lebih kecil karena hanya untuk dirinya dan Ulya .
sedang tenda yang satunya untuk ketiga kawannya yang laki - laki ukurannya lebih besar.
" ahhh gak asyik Jane ..." Nanda merajuk .
" katanya pengen menang "
Ahhh Jane lupa ,dia ikut kan emang pengen menang tapi perasaanya sedang tidak enak .
Lagipula tadi ibunya berpesan agar dia tidur tak lebih dari jam sebelas .
Huhhh....
" Gak lah ,aku gak ikut " Jane berkata final dan masuk ke tenda bersiap untuk tidur .
Ulya angkat bahu pada ke empat kawannya .
Akhirnya mereka pun sepakat hanya berempat .
Game kali ini cukup mudah ,hanya mengumpulkan kayu bakar untuk api unggun mereka yang sudah hampir padam .
Waktu pengumpulan dan kembali hanya tiga menit .Sapa yang mengumpulkan paling banyak dia yang menang .
Setelah melakukan tos mereka pun berpencar .
" lho Jane ,tadi kan kamu tidur kok udah dapat kayu banyak gini ? " teriak Ulya kaget .
Ulya datang lebih awal diabnding ketiga kawannya sambil membawa kayu yang didapat .
Tentu saja Ulya bingung .
Bukankah tadi dia melihat jane masuk tenda untuk tidur ???
Kok sekarang dia melihat Jane datang bersamaan dengannya dari arah lain dan membawa kayu lebih banyak dari miliknya???
Jane hanya tersenyum menanggapi .
Dari arah belakang Ulya tampak Yoga dan Nanda datang disusul kemudian Ferry .
" hai ...sapa menang ini ? " Fery bertanya bingung karena dia juga kaget akan keberadaan Jane .
Serempak mereka berempat saling pandang dan berlari kearah tenda sambil berteriak ngeri .
" Jane ....!!!! "
Dari dalam tenda tampak keluar Jane masih dalam keadaan setengah sadar dan mengucek mata .
Jane terbangun karena mendengar suara gaduh dari luar tenda .
END
author nulisnya sambil lirik kanan kiri nie ...
merinding ,soalnya ini malam Jumat ... 🙄🙈✌️