Netra langit itu menatap daun semanggi yang berhelai tiga. daun semanggi yang diperolehnya oleh seorang anak berusia sekitar lima tahun.
"kenapa hanya tiga helai saja? bukannya daun semanggi itu empat helai?" Tanyanya bingung. "ah tidak perlu dipikirkan." gadis itu menggelengkan kepalanya kemudian menaruh helai clover itu kedalam buku hariannya.
***
pagi telah tiba. gadis bersurai malam itu berangkat ke akademi dengan mengayuh sepedanya. surainya berayun ayun tertiup angin pagi. sesekali maple musim gugur mengenai surai malamnya.
"hei Vera kau dapat juga daun clover?" tanya seorang gadis bersurai pirang bernetra daun
"kau punya?" tanya Vera
"tentu saja. kenapa seorang varsha alexis tidak dapat." gadis itu pun membuka buku yang dipegangnya. menunjukkan daun semanggi berhelai empat.
"empat?" tanya Vera
"ya. kau harus tahu. semua helai daun semanggi itu punya makna. yang pertama faith atau kepercayaan. yang kedua hope atau harapan. yang ketiga luck atau keberuntungan. yang keempat. eh eh Vera kau dimana?" teriak Varsha.
"ada apa mrs Alexis?" Tanya seorang senior perempuan
"tidak ada senpai. aku pamit kekelas." gadis bersurai pirang itu segera berlari menyusul sang sahabat.
***
"kau tahu mengapa kita dikumpulkan diaula?" Tanya Varsha.
Vera mengangkat bahu. hanya memperhatikan sesosok loli bersurai langit bernetra magenta. loli itu sesekali tersenyum kearah Vera.
"Clovera Alaska. apakah kau mendengar apa yang kukatakan?" Tanya Varsha
"entahlah."
kini seorang perempuan bersurai emas itu berdiri didepan podium. topi kerucut penyihirnya sesekali bergoyang. dialah kepala akademi Starsky di Planet Aixia.
"saya mengumpulkan kalian untuk bertanya apakah kalian sudah menerima clover milik kalian. yang merasa helai daun clovernya tidak sempurna harus menemuiku di klub sejarah. sekian."
"ayo pergi vera."
"Kau lengkap?"
"tentu." Varsha memperlihatkan daun semanggi berhelai empat.
"bisakah kau perlihatkan daun clovermu?"Tanya Varsha
Vera mengeluarkan daun semanggi berhelai tiga memperlihatkannya kepada Varsha.
"sepertinya kau kurang sesuatu."
"apa yang kurang?"
"hanya satu kata..."
***
kini empat orang berdiri didepan meja Mrs Alice.
"apa permasalahan kalian sehingga clover kalian tidak sempurna."
Mrs Alice pun memegang clover milik keempat siswa.
"Clovera Alaska."
"ya mrs."
"apa yang tidak kau percayai di keempat filosofi daun semanggi?" Tanyanya
"Cinta." jawab Vera
"kau harus tahu bahwa cinta bukan hanya antar lain jenis. tapi ada banyak definisi cinta, salah satunya cintai alam.." demikian ceramah Mrs Alice
Vera keluar dari ruangan klub sejarah dengan wajah cerah.
***
Vera mencuci tangannya setelah menanam pohon di halaman rumahnya. netranya membentur daun semanggi berhelai empat didekatnya. dibalik daun semanggi, terukir dengan emas CLOVERA ALASKA