Hallo perkenalkan nama ku venggo juandika. Jadi hari ini adalah hari pernikahan ku. Sekarang aku akan segera menikah dengan gadis yang sangat aku cintai, yang bernama Liska juanita. Kami melaksanakan pernikahan kami di daerah yang dekat dengan pegunungan dengan pemandangan yang sangat indah karna sebelumnya aku dan liska telah merencanakan tempat pernikahan kami sejak lama.
Jujur aku sangat merasa gugup karna ini pertama kalinya aku akan menikah. Jadi aku berulang kali menghafalkan izab kabul namun aku selalu lupa dengan kalimat terkhir, mungkin karna aku merasa sangat gugup jadi aku terus lupa, lalu aku terus menghafalkannya di ruangan hias pengantin pria.
Di saat aku akan pergi ke pelaminan aku tiba-tiba melihat seseorang lewat di jendela, seperti seorang gadis yang berjalan melintasi jendela itu dengan menggunakan pakaian pengantin.
Aku mengira kalau itu adalah Liska yang mungkin sedang mencariku.
Lalu aku mencoba untuk mengikutinya dan memanggil namanya berulang kali, namun ia sama sekali tak menoleh ke arah ku.
" Liska! Liska tunggu!" kemana dia pergi kenapa cepat sekali! Lalu aku terus mencarinya di beberapa tempat, dan aku melihatnya keluar dan mengarah ke hutan yang dekat pegunungan.
"Liska kau mau kemana?" tanyaku namun lagi-lagi ia tak menghiraukan ku, aku yang terus mengejarnya dengan masih memakai jass pengantin. Aku terus mengikutinya yang masuk kedalam hutan.
Apa yang dilakukan liska dengan masuk kedalam hutan lebih baik aku terus mengikutinya. Dan beberapa saat setelah aku mengikutinya namun aku kehilangan jejaknya.
Apa!! Dimana aku sekarang! Aku rasa aku sekarang sedang tersesat tunggu! Dimana ini sekararang, lalu aku meraba saku baju dan celanaku berharap aku dapat menemukan ponselku.
Namun aku tidak menemukan ponselku, sepertinya aku lupa membawanya ohh,, astaga!! Kemana aku akan pergi sekarang, aku yang sedang bingung entah harus pergi kemana karna sedari tadi aku sudah berusaha untuk mencari jalan keluar dari hutan tapi tak menemukan jalan keluar, ya sepertinya aku sekarang benar-benar tersesat.
Lalu aku pun duduk di bawah pohon yang besar dan bersandar di batang pohon itu sambil memikirkan jalan keluar, dan saat aku melihat jam di tangan ku, aku rasa seharusnya sekarang pernikahanku sudah dimulai saat ini. Tapi bahkan aku masih berada di dalam hutan belantara sekarang beberapa kali aku mengacak-acak rambutku karna tidak seharusnya aku tersesat tapi dimana liska apa dia sudah kembali?.
Aaakkhh" Bagaimana ini jika liska sudah kembali maka dia pasti menungguku di pelaminan sekarang.
Aku pun memejamkan kedua mata ku sambil menarik nafas dan menghembus kannya dengan kasar namun aku mendengar seperti ada seseorang yang mendekatiku dan memanggil seseorang, awalnya aku mengira kalau itu suara dari liska.
" Suamiku!" ucap gadis yang berdiri di hadapan ku, lalu aku pun mendongak kearahnya dan melihat wajah gadis itu.
Dia yang sedang memakai gaun pengantin dan berwajah cantik namun terlihat sangat pucat seperti orang yang sedang sakit.
Saat mendengar panggilan dari gadis itu aku sempat merasa terkejut karna ia menyebutku dengan sebutan 'suamiku' yang membuat ku heran mengapa ia memanggil ku debgan sebutan itu, aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya, lalu ia memanggilku lagi yang membuat ku tersadar karna aku sempat melamun karna pikiranku.
" Apa kau sedang menungguku suamiku!"
"Apa!! Kenapa kau memanggil ku suamiku" ucap ku dengan langsung bertanya kepada gadis itu.
" Karna kita sudah menikah " ujarnya yang membuatku semakin terkejut mendengarnya.
" Apa sejak kapan?! Aku menikah dengan mu" protesku padanya.
" Apa kau tidak mengingat ku lagi hiks,,hiks kau sendiri yang meminta ku untuk menunggumu disini lalu aku terus menunggumu sangat lama dan akhirnya kau datang kesini sekarang hiks" jelas gadis itu padaku dengan menangis tersedu-sedu yang membuatku sedikit mengasihaninya.
Di tempat lain Liska yang sedang menunggu kedatangan Venggo di plaminan.
" Dimana mempelai prianya? Ini sudah sangat lama di belum juga muncul. Apa dia melarikan diri dari pernikahannya sekarang" ucap maminya liska yang mencemaskan pernikahan putrinya.
" Aku yakin venggo akan datang mam, sebaiknya kita tetap menunggunya."
" Benar, mungkin saja putra ku sedang mengalami masalah jadi dia menunda untuk datang" ucap ibu dari venggo.
Namun kami yang menunggunya sampai malam berada di plaminan tidak ada tanda- tanda kedatangannya sama sekali, lalu kedua orang tua ku merasa sangat marah dan kesal, lalu membawaku pulang ke kota tempat tinggal kami, mereka bahkan mengatakan akan menikahkan ku dengan orang lain karna venggo tidak juga datang.
' Aduh bagaimana ini 'aku yang berada di kamarku saat ini, dan merasa cemas karna mami sama sekali tidak bohong dengan kata-katanya yang akan menikahkan ku dengan pria lain, berulang kali aku menolak namun mami tetap pada keputusanya.
Di hutan.
" Jadi kau sudah lama berada disini menunggu ku? "
Ucapku sambil menenangkanya agar berhenti menangis.
" Iya karna kau yang memintaku untuk tetap berada disini"
" Tapi aku..." aku yang berusaha untuk menjelaskan bahwa bukan aku pria yang ia tunggu, namun ia tidak memberiku ruang untuk menjelaskan.
" Baiklah aku akan membawamu ke desa aku yakin mereka semua sudah lama menunggu kita" ucapnya dengan menarik lengan ku dan membawaku berjalan menuju suatu tempat dan aku hanya bisa terus mengikutinya saat ini. Jadi aku rasa gadis yang aku ikuti tadi adalah dia dan bukan liska kenapa alu bisa begitu bodoh dengan tidak menyadari hal ini, aku yakin liska pasti kecewa padaku saat ini karna telah meninggalkannya sendirian di plaminan.
Setelah itu kami pun sampai di temoat yang gadis itu tujukan padaku. Lalu aku melihat ke sekeliling dan menatap beberapa orang yang terkihat sangat aneh semuanya berwajah sangat pucat seperti orang mati.
" Apa disini sedang ada pesta Hallowin? Mereka semua terlihat seperti hantu" tanyaku pada gadis itu dengan penasaran karna semuanya terlihat sangat aneh.
" Apa kau belum sadar juga, ini adalah tempat untuk orang mati, karna kau juga mungkin sudah mati itulah mengapa kau juga berada disini"
" Apa! Tunggu aku belum mati kau tau" teriakku padanya dan semua orang yang ada di sana pun menoleh kearah kami sekarang.
" Benarkah! Tapi kau adalah suamiku" ucapnya padaku dengan nada polos.
" Tapi aku ini.."
"Baiklah bagaimana jika kita bertanya pada tetua di desa ini apa benar kau masih hidup"
Dia tang selalu saja memotong penjelasanku yang kadang membuatku kesal padanya, tapi dengan berat hati aku mengikutinya untuk berjumpa tetua desa itu, lau kami pun sampai diasana dan di persilahkan untuk masuk ke kediaman nya yang menyeramkan.
Sebenarnya saat di perjalanan aku yang terus mencoba untuk kabur dan sembunyi, namun gadis itu terus saja menemukanku dan akhirnya aku menyerah dan sampai di rumah tetua itu.
"Selamat datang Jila, apa yang membawamu kemari? Apa kau sudah menemukan pengantin pria mu?" kata tetua itu padanya.
"Iya kakek aku sedah menemukan suamiku" ucapnya namun entah kenapa aku hanya diam saja melihat gadis itu yabg terlihat sangat
gembira, dan membuat ku tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Tapi kakek rasa dia masih hidup lila "
"Tapi kek aku sudah lama menunggunya dan ingin bersamanya " ucap gadis itu yang sambil berlinangan air mata, dan semakin membuat ku
namun berulangkali aku menekan bell dan tidak ada yang membukakan ku pintu untukku lalu aku langsung memanjat dinding yang menuju kamar liska dan sampai di depan jendela kamarnya, aku yang melihat liska berada di kamarnya yang sedang berjalan mondar madir seprti tengah mencemaskan sesuatu, lalu aku mengetuk kaca jendelanya dan sontak membaut liska menoleh ke arah jendela dan sempat terkejut melihat ku berada di sana.
Lalu liska segera membukakan ku jendela kamarnya,
" Venggo!! Dari mana saja kau! Mengapa kau tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa memberitahuku." liska yang langsung memeluk ku dengan erat.
" Aku sangat meeindukan mu"
" Aku juga" jawab ku.
Lalu aku pun meceritakan semua yang aku alami padanya.
" Ya mungkin kau tidak percaya tapi itulah yang sebenarnya terjadi padaku." jalasku
" Aku percaya dengan apa yang kau katakan, tapi aku rasa aku sekarang dalam masalah besar"
" Katakan apa masalah mu?"
" Masalahnya adaah mami akan segera menikahkan ku dengan orang lain "
Aku tau kalau saat ini liska pasti sangat sedih namun aku juga tidak dapat membantunya, karna mungkin saja aku akan mati secepatnya.
"Liska! Maafkan aku" ucapku padanya sambil mencium bebirnya dengan lembut karna aku rasa ini akan menjadi ciuman perpisahan.
Tapi tiba-tiba ada seseorang yang berteriak dari belakang ku saat itu.
"Suamiku apa yang sedang kau lakukan!" jila berteriak dengan penampilan yang sangat mengerikan kini ia terlihat seperti hantu yang menyeramkan, dia terlihat sangat cemburu karna melihat ku yang sedang berciuman dengan liska.
" Beraninya kau membohongiku, dan berselingku di belakangku saat ini" melihat itu liska terlihat terkejut dan sangat ketakutan.
" Aku akan membawamu pulang suamiku sekarang" ia yang langsung menarik tangan ku lalu membawaku pergi secepat bayangan.
Dan langung membawaku ke tempat sebelumnya dan membuatku meminum racun yang ia berikan sehingga membuat ku mati keracunan.
***
Salam manis dari author semoga kalian suka, dan jangan lupa like 😊