Pada suatu hari ada gajah dan angsa. Dua sahabat itu sangatlah akrab, susah senang bersama. Karena mereka selalu bersama mereka berencana membuat perkebunan buah-buahan
“hai, gajah maukah kamu membuat perkebunan buah” kata angsa. “ya, aku mau” jawab gajah. “ya udah kita berdua berkumpul di dekat sungai sana” “wokeh?”
Pada esok harinya kedua sahabat itu berkumpul di dekat sungai dan mulai membuat perkebunan buah “mari mari gajah kita beraksi” kata angsa “let’s go bray” jawab gajah
Kemudian mereka mulai membuat kebun. mereka slalu menolong satu sama lain. hari pun mulai menginjak sore gajah pun mulai merasa kecapekan tetapi angsa masih semangat. “angsa aku sudah cape” “Kurang sedikit saja gajah, kita akan selesai” “kau selesaikan saja sendiri sa. aku mau pulang” “tapi jah…” “udah jangan banyak cing-cong”
Gajah pun mulai pergi meninggalkan perkebunan. angsa pun mengerjakan sendiri dengan sabar. hari pun sudah petang. “akhirnya aku sudah selesai. Pasti gajah senang melihat semua ini”
Angsa pun mulai berjalan pulang. Gajah memikirkan angsa karena tadi sore dia meniggalkan angsa sendirian. akhirnya gajah tertidur pulas. Matahari pun mulai terbit dari balik gunung ayam-ayam mulai berkokok, gajah pun mulai bangun dia langsung menuju perkebunan
“wow, angsa memang hebat dia menyelesaikan pekerjaannya dengan baik” Kemudian angsa pun datang “hai gajah kmu udah lama nunggu aku ya” “aku tidak menunggumu, buat apa aku menunggumu” “oh gitu ya” Gajah pun bertanya “kamu kemari ikhlas nggak” “ya ikhlas la kamu kan sahabat aku yang paling sejati”
Angsa ingin mengatakan sesuatu “oh ya gajah. aku besok ke rumah pamanku aku ada urusan”. “oh gitu ya” “oh ya aku hampir lupa, aku juga tidak pulang ke rumah lagi, aku minta tolong untuk jagain perkebunan buah buahan ini apabila sudah matang semua tolong beritahu aku ya” “siap bos” Sang gajah merasa iri hati karena dia disuruh suruh menjaga perkebunan sendiri. ‘enak saja kau ini sa aku disuruh suruh’ kata gajah di dalam hati. “terima kasih gajah. aku tak pulang dulu membersihkan barang barang
Setelah berjalanannya waktu akhirnya sudah dua bulan. “kok gajah belum memberitahu aku, ah pasti buah buahanya belum matang makanya gajah tidak memberitahu aku”
Di kebun buah buahan itu gajah merasa senang karena di situ tidak ada angsa, dan semua buah buahan itu sudah matang semua “oh ya aku baru ingat bahwa kalau buah ini sudah matang aku harus beritahu angsa, ah ngapain juga aku beritahu angsa dia kan nggak mau menjaga buah ini”
5 hari lagi angsa mulai merasa cemas karena gajah sudah lama tidak memberi tahu, lalu angsa ingin melihat perkebunan itu “wah, kenapa kebun ini tidak ada buahnya sama sekali”
Tiba tiba angsa melihat gajah yang ada di pojok kebun. angsa mendekatinya dengan mengendap-endap. Gajah tiba-tiba bicara sendiri “aku sudah kenyang kalau angsa ke sini.. aku akan diapakan ya” Angsa mendengarkan semua perkataan itu dia sangat kecewa melihat temannya yang sangat serakah. “gajah!.. kamu memang temanku yang serakah kamu membohongiku, aku mau persahabatan kita putus!!!” Akhirnya angsa dan gajah saling bermusuhan satu sama lain. angsa memberitahu semua perbuatan gajah ke semua penduduk hutan yang damai itu.
Cerpen Karangan: Noval Samudera Facebook: Nopal Samudera SMPN 1 Puri Mojokerto