Di sebuah laut yang luas ada seekor raja laut. Raja laut itu adalah hiu. Walaupun ia raja laut, dia sangat rakus dan tidak mempedulikan rakyatnya sendiri. Banyak sudah ikan yang jadi korban hiu. Saking bencinya, rakyatnya ingin membunuh hiu tapi caranya selalu gagal karena tubuh dan giginya yang terlalu kuat.
Sang hiu kemudian membuat peraturan, bahwa rakyatnya harus memberi makanan kepada hiu setiap hari. Apabila tidak mematuhi aturannya dia akan membunuh rakyatnya secara sadis di depan seluruh ikan.
Untunglah ada seekor ikan yang beracun ingin menyelamatkan ikan-ikan. Dengan sengaja ia tidak memberi makan kepada hiu. Hiu pun marah dan langsung memakan ikan beracun tersebut. Hiu tak tahu bahwa ikan itu beracun.
Beberapa jam kemudian hiu langsung lemas dan pucat. “Tolong… tolong … tolong aku!!” Teriak hiu yang kesakitan.
Akhirnya, ikan-ikan bergembira melihat hiu mati tapi mereka juga sedih melihat pahlawannya mereka mati.
Cerpen Karangan: Muhammad Kahlil Gibran Facebook: www.facebook.com/Giban.The.Master Perkenalakan nama saya Muhammad Kahlil Gibran. Umur saya baru 13 tahun. Saya bersekolah di SMP Negeri 1 Banyuasin 3 Kelas 8. Saya sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia, termasuk Cerita Pendek. Kenapa? Karena bahasa indonesia itu sangat mudah dipahami.