Di suatu halamam rumah ada dua ekor ayam yang berjenis kelamin betina dan jantan. Ayam betina itu bernama Tina, sedangkan ayam jantan tersebut bernama Toni. Tina dan Toni sudah bersahabat sejak mereka masih kecil. Mereka ke mana-mana selalu bersama. Bahkan saat mencari makan pun selalu bersama.
Pada suatu sore yang cerah dua ekor ayam tersebut sedang mencari makan di sekitar halaman pemiliknya. Mereka mencari makan bersama-sama tanpa ada pertengkaran. Mereka kesal karena dari tadi mencari makan, tidak dapat makan sama sekali. Toni berkata kepada kepada Tina. “Tina bagaimana ini? Kita dari tadi mencari makan tetapi tidak mendapatkan makanan sama sekali. Kalau begini caranya kita bisa mati” Tina pun menjawab, “Sabar Ton, bagaimana kalau besok kita mencari makan di kebun belakang rumah pemilik kita?” “Ya sudah kalau begitu caranya aku setuju”
Akhirnya dua ekor ayam itu pun kembali ke kandangnya masing-masing untuk tidur agar besok bisa bangun pagi-pagi. Pagi pun telah tiba, Toni segera bangun untuk membangunkan Tina yang masih enak-enakkan tidur di kandangnya. “Tina cepat bangun, katanya mau mencari makan, tapi kamu kok masih enak-enakkan tidur, ayo cepat bangun!!” “Iya iya sabar”
Mereka pun segera pergi ke kebun di belakang rumah pemiliknya. Tina dan Toni yang biasanya mencari makan bersama, tapi kali ini mereka berpencar mencari makan sendiri-sendiri. Tina pergi mencari makan ke sebelah selatan, sedangkan Toni pergi mencari makan ke sebelah barat. Toni mencari makan dengan santai tanpa memikirkan Tina tadi mencari makan ke mana. Tina pun juga begitu mencari makan sesuka hatinya tapi tidak memikirkan sahabatnya Toni itu.
Hari mulai siang, mereka sudah merasa kenyang dan ingin segera pulang untuk tidur. Mereka berdua baru sadar kalau pada saat mencari makan tadi tidak bersama-sama. Kedua ekor ayam tersebut panik dan saling mencari-cari. Tina berjalan ke utara untuk mencari Toni. Ia mencari Toni sampai ke ujung utara kebun tapi tidak ketemu juga. Ia pun kembali ke tempat pada saat mereka berkumpul sebelum mencari makan sendiri-sendiri, siapa tau nanti Toni kembali ke tempat itu.
Pada saat perjalan ke tempat itu, ada seekor ular yang tiba-tiba menyerang Tina. Si ular itu menggigit kaki Tina. Tina mecoba untuk menyerang Si ular itu, tapi tetap saja tidak bisa karena kakinya digigit. Tiba-tiba ada seekor musang yang menyelamatkannya dari ular itu. Setelah beberapa menit musang itu akhirnya dapat mengalahkan ular itu. Tina sangat berterima kasih kepada musang karena sudah menyelamatkan dirinya dari ular itu.
Musang bertanya kepada Tina, “Apakah kakimu tidak apa-apa?” “Tidak, cuma berdarah sedikit” Musang bertanya kembali kepada Tina, “Kenapa kamu sendirian di kebun ini, kebun ini kan berbahaya” Tina menjawab dengan muka yang sangat sedih, “Sebenarnya saya tadi bersama sahabatku untuk mencari makan bersama-sama. Tapi kita tidak sadar kalau kita tiba-tiba mencari makan sendiri-sendiri” “Ya sudah mari kita menacari sahabatmu itu bersama-sama”
Mereka mencari Toni bersama ke semua ujung kebun dan akhirnya mereka menemukan Toni. Toni langsung bertanya kepada Tina kenapa kakinya berdarah, “Tina kenapa kakimu berdarah?” “Kakiku berdarah karena digigit ular pada saat mencarimu tadi, untung saja tadi ada musang yang menolongku” Toni pun berterima kasih kepada musang kareena sudah menyelamatkan sahabatnya itu.
Setelah peristiwa itu terjadi kedua ekor ayam yang bersahabat itu pun saling meminta maaf satu sama lain dan berjanji untuk tidak melupakan sahabatnya dalam hal apapun itu.
Cerpen Karangan: Putri Andini Tri Tulianti Facebook: Putri Andini Nama: Putri Andini Tri Yulianti tgl lahir: mojokerto, 31 juli 2002 alamat: dsn kademangan ds dlanggu kec. dlanggu kab. mojokerto jawatimur sekolah: smp negeri 1 puri kelas: 8b