Pada suatu hari, hiduplah seekor serigala di suatu hutan yang sangat luas. Setiap hari ia melihat-lihat sekeliling hutan tempat ia tinggal itu. Ia melihat banyak sekali keberagaman flora maupun fauna. Setelah bertahun-tahun tinggal di sana, ia merasa semangkin bosan. Karena hutan menjadi sepi karena para hewan ditembak oleh pemburu yang tidak bertanggungjawab.
Hari telah berlalu dengan lama sekali. Rasanya 1 hari seperti 1 minggu bagi Serigala. Hingga pada suatu hari, ia melihat seekor binatang yang dia jarang temukan yaitu Kuskus. Karena ia baru melihatnya, ia mengira bahwa Kuskus adalah pendatang baru. Timbulah niat Serigala untuk mengerjai Kuskus. Dan ia dibuat marah dengan kehadiran Kuskus di sarang Serigala karena ia belum dapat beradaptasi.
“Kuskus, apakah kau tahu bahwa ini sarangku? Janganlah kau berbuat semena-menanya, ya!” bentak Serigala pada Kuskus. “Baiklah Serigala.. Aku tidak akan berbuat semena-menanya, tetapi bisakah kau pelankan suaramu yang mebahana itu?” tanya Kuskus. “Argh.. Terserah kau lah!” kesal Serigala. “Sabarlah Serigala, kau akan mempermainkan dia, dia akan kapok,” batin Serigala.
Keesokan harinya Serigala berniat mengerjai Kuskus. Ia sudah persiapkan mimik wajah seasli mungkin yang dapat ia tunjukan agar berhasil. Sampai pada pagi hari..
“Selamat pagi, Kuskus, apakah tidurmu nyenyak?” tanya Serigala. “Ya nyenyak sekali, tetapi di sini sangat berisik sehingga beberapa kali kuterbangun dari tidurku,” “Kalau begitu apa kau mau tempat yang besar tetapi sepi?” “APA? Tentu ku mau! Dimana letaknya itu? Apakah jauh?” “Tidak, tetapi saat menuju kesana kau akan diuji dengan halangan halangan yang harus diselesaikan,” “Baiklah kalau begitu, ku akan berlatih. Bantu aku Serigala!” “Baiklah!” ucap Serigala yang dilanjutkan dengan tawa jahatnya itu.
“Serigala, aku telah lelah, apakah ada latihan yang langsung tanpa basa-basi?” tanya Kuskus. “Hmm.. Ada!” “Bagaimana?” “Kau harus memukul sarang lebah itu sampai jatuh, dengan begitu kau akan dianggap sakti dan tidak perlu melewati rintangannya,” “Baiklah, aku akan melakukan apa yang kau perintahkan sekarang juga!” “Bagus!”
Kuskus pun mengikuti semua yang diperintakan oleh Serigala dengan semangat luar biasa. Namun, Kuskus tidak tahu bahwa ia telah dipermainkan oleh Serigala. Lebah-lebah pun akhirnya keluar dan menyerang Serigala.
Flash back Kuskus langsung menyadari apa yang telah dilakukannya dan menaruh tongkat yang dipakai untuk memukul sarang lebah tersebut di sebelah Serigala yang sedang tertawa tanpa henti. Serigala tidak menyadari apa yang telah Kuskus lakukan, sehingga ia tetap tertawa lepas sementara Kuskus sudah berlari kencang meninggalkan Serigala.
Akhirnya Serigala pun merasakan apa yang pantas didapatkannya karena niat licik yang telah ia pikirkan itu. Akhirnya, Serigala pun mendapatkan pelajaran yang sangat berharga yaitu jangan berniat jahat kepada seseorang.
Cerpen Karangan: Twingy Facebook: Twingy Twinry Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan di hati pembaca.