Ingatlah ketika kalian berada di dekat kuburan kramat yang ada didalam hutan, jangan pernah mencoba untuk mendekat, jika tidak ingin terjadi apa-apa karena disana adalah tempat kramat, dan jika kalian melanggar maka kalian tidak akan pernah selamat dan tidak akan pernah kembali ke alam dunia. "Pesan tetua desa kramat"
**************
Hari ini adalah hari terakhir ujian semester, aku dan teman-temanku berencana untuk mengadakan liburan bersama-sama, selesai ujian kami berkumpul dikantin kampus membahas rencana liburan
"Enaknya liburan kemana ya gaes" tanya ku pada teman-temanku
"gimana kalo liburan ke lombok aja" Jawab vino
"gak asyik kalo ke lombok, ke bali aja sekalian cuci mata" sahut arka
"Sekalian cuci mata pakai pasir aja biar melek" gerutu aska
"enak aja, bukannya melek malah merem terus" jawab arka dengan kesal
"gimana kalo liburan kali ini kita mendaki di gunung keramat, kayaknya asyik deh, soalnya kemarin gue lihat d google viewnya bagus dan masih alami" ideku
"Sebentar gue lihat dulu di google, kalo emang iya viewnya bagus gue setuju" kata vino
Ketika vino melihat lihat foto yang ada di google dan menunjukkannya pada yang lain, dan yang lainnya menyetujui, maka kami berencana untuk melakukan perjalanan mendaki besok siang
Siang pun datang, teman temanku berkumpul di rumahku karena kita berangkat menggunakan mobilku, tak butuh lama kami pun berangkat agar tidak kesorean sampai disana
Hanya butuh waktu 2 jam kami sampai di lereng gunung, ketika sampai di tempat parkiran yang sudah tersedia dilereng gunung, perasaanku tiba-tiba tidak enak, tapi entah kenapa
"kok gue ngerasa gak enak ya" ucap arka
"emang ngerasa apa lo?" tanya vino
"entahlah, mungkin perasaanku saja" jawab arka
Aku hanya diam saja menyimpan perasaan tidak enak ini, agar teman-temanku tidak berpikiran yang tidak-tidak
Ketika sudah turun dari mobil, kami langsung menuju tempat informasi, disana sudah ada para petugas hutan dan juga ada seorang yang di segani disana yaitu tetua desa kramat
Tetua desa kramat yang bernama mbah rejo, memberi kami wejangan dan satu pesan yang tidak boleh dilanggar jika kita bisa selamat sampai tujuan, selasai dari tempat informasi kami langsung beranjak untuk mendaki gunung keramat
Awal mendaki suasana biasa saja, kami bergurau dan tidak lupa kami mengabadikan momen dengan camera yang aku bawa, ketika hari mulai petang suasana hutan yang kita lewati mulai mencekam dengan diiringi sahutan-sahutan dari suara burung hantu
Mendadak aska mulai gelisah, karena disini aska lah yang paling penakut, dia tidak mau berjalan sendiri selalu menggandeng tanganku agar tidak ketinggalan langkahnya
Ketika sampai dipersimpangan jalan, kami bingung harus memilih jalan yang mana, dengan beberapa perdebatan, kami memutuskan untuk mengambil jalan kekanan karena disana tidak ada tulisan yang bisa memberikan petunjuk
Ketika melewati beberapa tanjakan yang terjal arka merasakan badannya sangat berat
"vin, badan gue kok mendadak berat ya, apalagi punggung gue berat banget" keluh arka
"sini gue pijitin bentaran, palingan nanti enakan lagi" kataku
Kami pun beristirahat sebentar untuk menghilangkan rasa capek, tetapi kami merasakan hawa yang panas, dan ternyata kami beristirahat di tempat yang salah yaitu di pinggir sebuah makam, karena sudah terlanjur istirahat kami pun tidak ambil pusing, toh kami hanya dipinggiran saja
Selang beberapa menit, entah ada angin apa kami semua mulai merinding
"gua takut"ucap arka
"Jangan menakuti kita arka, slow aja ya"kata vino
Dalam hatiku aku juga merasa takut, tapi tidak ku perlihatkan pada mereka, mendadak aku ingin buang air kecil, aku pamit pada mereka dan pergi di balik pohon
Ketik aku selesai dengan ritualku, aku melihat ada cewek cantik yang memakai pakaian adat jawa atau disebut dengan kebaya, aku terpanah oleh kecantikannya, entah dorongan apa aku tidak tau, yang ku tahu hanyalah aku harus mendekatinya
Semua teman-temanku berteriak memanggilku untuk tidak mendekat, tapi aku tidak menghiraukannya
Ketika aku sampai dibatas makam, teman-temanku langsung menarik dan menjauhkanku dari makam
"Jangan Mendekat, atau kau akan celaka" ucap aska
Aku langsung tersadar, dan ketika sadar aku melihat kearah makam dan ternyata sudah tidak ada cewek cantik yang aku lihat
Jika teman-temanku tidak menarikku mungkin aku sudah.....entahlah
aku melupakan pesan tetua desa kramat agar jangan mendekat, tetapi aku hampir saja mendekat
Kami pun memutuskan untuk kembali turun, agar tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan
Sesampai di tempat informasi tetua desa kramat begitu cemas, beliau memiliki firasat tidak enak, dan ketika melihat kami kembali, beliau merasa lega, karena tidak terjadi apa-apa
Setelah itu kami berpamitan pulang
Dalam hatiku, aku tidak akan pernah kembali kesana karena aku takut tidak akan bisa kembali melihat duniaku
THE END