Ada anak baru di Sekolah Hewan. Dia adalah kuda, namanya Gorald. Surainya panjang dan berwarna cokelat terang. Warna tubuhnya kuning keemasan.
Semula tidak banyak yang mendekati Gorald. Namun pulang sekolah, banyak yang mengerubungi kuda emas itu.
“Rumahmu di mana?” tanya Loin Singa. “Di sana, nomor 9, yang cat putih,” jawab Gorald dengan senang hati. “Wah, itu kan rumah bagus, mainanmu?” pekik Cetty Kucing. “Aku? Mm, banyak! Ada mobil-mobilan yang pintunya bisa dibuka, kereta yang bisa jalan dan mengeluarkan gelembung, ada relnya juga!” jawab Gorald setengah ragu.
“Aku pernah melihat harganya, dan kalian tahu? Harganya mahaaal… sekali,” Dhessy si Platypus memekik. Sayang, orangtua mereka memanggil pulang. “Besok lanjutkan ceritamu ya!” bisik Loin Singa. Gorald mengangguk sambil mengerutkan keningnya. Ah, Gorald menjadi bingung dan murung.
“Ayo, ayo! Lanjutkan ceritamu,” desak Dhessy. “Mm… Maaf teman-teman, sebenarnya… Soal rumah dan mainan itu, aku membual. Aku adalah orang miskin, aku takut jika kalian mengejekku,” jelas Gorald sambil menunduk malu.
Semua tertegun. “B-baiklah… Tidak apa-apa, namun yang penting kita masih berteman, bukan?” Suara Loin memecah keheningan. Semua senyum-senyum, dan mengangguk serentak. Ah, leganya Gorald!
Cerpen Karangan: Naysha Alifa Facebook: Naysha Putri Alifa