Ini kisahku, bacalah sampai akhir maka kau akan tau bagimana akhir kisahku.
Hari ini seperti biasa dilbara melakukan kewajibannya sebagai seorang istri namun sang suami hanya bersikap acuh tak acuh padanya, walaupun kenan tak menyiksa seperti biasa dan sekarang sudah mau menerima perhatian dari istrinya namun ,Hati dilbara pun sangat sakit melihat kelakuan acuh tak acuh suaminya itu.
" mas, mari sarapan terlebih dahulu" ajak ara pada suaminya. namun, kenaan tak menanggapi dan langsung pergi ke kantornya tanpa melihat ara.
" ya allah, apa salahku? Kenapa dia begitu kejam. Aku sudah tak sanggup lagi. Hiks hiks".
Bi umi yang melihat majikannya menangis pun merasa kasian, apa kurangnya nona ara. Dia begitu baik dan tulus namun tuan kenan dengan begitu teganya berlaku kasar padanya.
" non, non jangan bersedih." hibur bu umi sambil memeluk ara.
" hiks, ara sakit bi. Ara harus apa bi?"
" non yang sabar, semua pasti akan ada hikmaknya non. Ayuk bibi antar ke kamar saja"
Sesampainya di kamar Dia termenung di balkon kamarnya sambil melamunkan masa lalunya sambil meneteskan air matanya
Flashback on
6 bulan yang lalu.....
Saat itu dilbara baru saja selesai wisuda, dia berencana untuk memulai karirnya. Dilbara tinggal bersama ayah kandung dan ibu tiri dan kakak tirinya. Namun, dilbara tak pernah mendaptakan kasih sayang dari mereka. Dulu sekali ayahnya masih sangat menyanyanginya, bahkan setelah kedatangan ibu tirinya. Tak lama setelah itu sikap ayahnya pun berubah karena ibu tirinya memfitnah dirinya, dia mengatakan bahwa dilbara dengan sengaja menaruh racun dimakanannya sehingga dia masuk rumah sakit.
Tak hanya itu, dilbara pun tanpa sengaja mendorong kakaknya sampai jatuh dari tangga karena waktu itu kakaknya mau mengambil kalung pemberian ibu kandungnya. Namun, sang ayah tak mau mendengarkan penjelasannya dan mengurung ara digudang 2 hari 2 malam dan hanyak diberi makan satu kali sehari.
Setelah itu pun dilbara mendapatkan bahu dingin dari ayahnya dan selalu mendapat perlakuan kasar dari kakak dan ibu tirinya, ayahnya hanya tutup mata dan telinga. padahal beliau tau dan mebiarkan dilbara disiksa oleh kakak dan ibunya. Sampai pada puncaknya, ara disuruh menggantikan kakaknya yang akan menikah tetapi kakanya itu entah hilang pergi kemana. Dan sejak itu penderitaannya pun semakin bertambah.
Flashback off
Dilbara yang mengingat perlakuan buruk dari keluarga maupun suaminya pun hanya bisa bersabar dan menangis meminta pertolongan pada sang maha kuasa. Tetapi sepertinya lagi lagi kesabaran dilbara harus diuji kembali, 1 bulan lalu ara divonis mengidap penyakit kanker. Entah karena apa ara pun tak tahu, memang dia beberapa bulan yang lalu sudah sering mimisan dan merasa pusing, namun dia tak menghiraukan itu semua dan puncaknya satu bulan yang lalu dia pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
Tak ada yang tau ara sakit. Ara tau waktunya tak akan lama lagi, yang dia inginkan hanyalah kasih sayang suami dan orang tuanya. Penyakitnya semakin lama semakin menggerogoti dirinya, dia tak lagi berobat karena tabungan ara yang sudah habis dan dia tak mendapat uang sepeserpun dari suaminya. Namun, apalah daya dia hanya sendiri di dunia ini.
Dia pun tak pantang menyerah, walaupun dia mendapati penyakit itu dia akan berusaha tetap hidup sampai dia tak akan sanggup lagi untuk hidup.
Ara mulai menulis surat untuk keluarga dan suaminya, ara menulis cerita tersebut sambil menangis dan tangan gemetar.
Setelah selesai ara beranjak dari duduknya dan dia berbaring tak lama dia tertidur. Ara terbangun dan melihat hari sudah sore, seperti biasa dia mulai menyiapkan air mandi dan baju untuk suaminya.
Ceklekk
Pintu kamar terbuka, kenan masuk dan membuang tas dan dasi sembarangan. Dia lalu duduk di sofa sambil memejamkan matanya, ara datang dan memungut tas dan dasi lalu meletakkannya di tempat lalu dia membuka sepatu suaminya.
Kenan membuka matanya lalu menatap ara, entah kenapa dia akhir akhir ini sering memikirkan ara semenjak dia tak sengaja melihat ara mimisan dan wajahnya pucat. Apa dia sudah keterlaluan selama ini? Apa dia sakit ? Pikirnya.
" apa kamu baik baik saja?" tanya kenan karena melihat wajah ara yang terlihat pucat.
Ara menatap kenan dengan lekat, lalu menjawab.
" aku tak baik baik saja mas, hatiku sakit melihatmu bersikap acuh dan kasar padaku" ara pun meneteskan air matanya dan segera menghapusnya. Kenan pun hanya diam saja, dia berpikir sebenarnya ara gadis yang baik dan cantik, tp kenapa dia bisa begitu membencinya.
" mas, aku ingin meminta satu permintaan apakah boleh?"
"apa?"
" aku ingin sebelum kita berpisah, kau mempelakukanku dengan baik dan memberikan hakku"
Lama kenan terdiam dan menimbang apakah dia harus menerima atau tidak
" baik, aku akan menerima permintaanmu"
Ara pun sangat bahagia dan setelah kesepakatan itu kenan memperlakukan ara dengan begitu baik dan lembut, dia akan memulai dari awal, toh apa salahnya ara istrinya dan dia harus melupakan masa lalunya.
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan tak terasa kedekatan mereka sudah terjalin selama 3 bulan, kenan sudah merasa dia mulai mencintai ara, istrinya. Sedangkan, Ara semakin hari semakin drop, dia sering merasa pusing dan kesakitan. Kadang dia pingsan saat di kamar, namun dia menutupinya dengan begitu apik sehingga kenaan tak memgetahuinya. pernah kenaan bertanya. kenapa wajah ara begitu pucat dan mengajak ara pergi ke rumah sakit. tetapi ara menolaknya karena dia tak ingin mendapati rasa kasihan dalam mata kenaan suaminya.
Namun, kebahagiaan itu pun harus sirna saat kakanya kembali mengusik hidupnya, dia tak terima melihat ara begitu bahagia dengan kenaan. Dengan rencana busuknya dia menjebak dan memifnah ara berselingkuh. Isabel kakaknya memberikan foto ara berpelukan bersama dengan laki laki lain pada kenaan, padahal laki laki itu adalah sahabat ara.
" ARAA" teriak kenaan
" ada mas? Kenapa pulang teriak teriak hm?"
" kau berselingkuh ara? APA MAKSUD DARI FOTO INI ARA HA" bentak kenaan, nafasnya memburu, hatinya sakit melihat ara berpelukan dengan pria lain, padahal dia akan memberitahukan ara perasaannya bahwa dia sangat mencitai ara.
" mas aku bisa jelaskan, dia hanya"
Belum sempat ara menjelaskan, kenaan memtong ucapan ara
" CUKUP, DASAR WANITA ******" bentak kenaan dan berlalu begitu saja.
Ara pun menangis sejadi jadinya, setelah kejadian itu kenaan jarang pulang ke rumah dan selalu bersikap dingin pada ara.
Tak lama kemudian ara pun mendapat kabar bahwa dirinya hamil. Namun, saat memeriksa kadungannya saran dokter harus menggurkan kadungannya karena itu terlalu beresiko dengan dirinya yang menderita penyakit kanker. Tapi itu tak mematahkan semangatnya, dia pun pulang dan berencana akan memberitahu suaminya dan siapa tau suaminya akan luluh kembali.
Namun, saat dia pergi ke kantor kenaan dan akan masuk ke dalam ruangan dia mendengar bahwa percakapan antara isabel dan kenan bahwa isabel juga sedang hamil anaknya kenaan, dan kenaan berkata akan bertanggung jawab dan akan menikahinya. Seketika dunia ara hancur, hatinya hancur berkeping keping.
Ara berlari keluar kantor dengan menangis tersedu sedu. Dia berpikir, jadi selama ini mas kenaan tidak pulang ke rumah karena dia selalu pulang ke apartemen isabel.
"hiks hiks, ya allah. Apa kurang cukup penderitaanku selama ini? Aku lelah ya allah, baru saja aku mendapat kebahagiaanku tapi sekarang? Hiks hiks"
" ara ? " panggil rey sahabat ara, dia tak sengaja melihat ara yang duduk sambil menangis di halte bis.
" rey hiks hiks" ara pun memeluk rey
Rey adalah sabahat ara dari kecil, dia tau semua penderitaan ara selama ini. Dia sudah mencoba membujuk ara untuk pergi meninggalkan mereka semua, tapi ara tak mau.
" sudah ara, jangan menangis". Ara pun pulang diantar oleh rey, kejadian itu lun tak luput dari pandangan kenaan, kenaan menahan amarahnya dan melajukan mobilnya untuk pulang.
Setelah kejadian itu, kenaan pun dengan berani membawa isabel untuk pulang ke rumah dan tinggal seatap, betapa hancurnya hati ara. Dia kembali mendapat perlakuan buruk dari isabel disaat kondisinya yang seperti itu, dia juga sedang hamil dan kondisinya semakin melemah, tapi kenaan tak peduli, dia terlanjur terlalu larut salam kesalah pamahanam yang dibuat isabel, sudah berkali kali ara ingin menjelaskan tapi hanya bentakan yang didapatakan ara.
Bi umi yang melihat majikannya diperlakukan seperti itupun dia begitu geram, tapi dia tak berani melakukan apa apa. Tapi ara selalu sabar dan selalu berdoa. Sungguh hati yang seluas samudra.
Pagi ini ara kondisi ara benar benar drop, dan berniat untuk beristirahat. Tapi, isabel tak membiarkannya. Dia mengajak ara untuk menemaninya belanja.
Saat sudah berbelanja, dengan ara yang membawa barang belanjaan isabel. Mereka ingin pergi ke cafe depan mall. Isabel dengan sengaja mengucapkan hal yang bohong agar membuat ara meninggalkan kenaan, dengan begitu dia bisa menikah dengan kenaan.
" Ara, kamu jangan bermimpi untuk bisa memiliki kenaan. Kenaan sudah menikahiku kau tau itu? "
Deggg, apa lagi ini tuhan. Jerit batinnya karena kenaan tak mengatakan bahwa dia sudah menikahi isabel.
" kakak, kenapa kau begitu tega padaku hiks hiks. Dari dulu aku selalu mengalah dan tak pernah menyakitimu namun kenapa kau selalu menyakitiku kak? Hiks hiks"
" kau tau apa salahmu? Ha? Itu karena kau lebih cantik dan lebih disukai semua orang daripada aku" ucap isabel dengan mengguncang bahu ara dan menahan amarah. Mereka bertengkar di pinggir jalan.
" kakak, kau tau? Aku tak pernah membencimu. Aku menyayangimu kak. Walaupun kau menyakitiku. Kau mau kenaan kak? Aku akan menyerahkan kenaan padamu kak, sama seperti aku menyerahkan kasih sayang ayah seutuhnya padamu. Aku senang memiliki saudara perempuan sepertimu kak, jaga kenaan dan ayah ya kak, aku akan pergi jauh dari kalian semua, kalian bahgia kan kak kalau aku tidak ada?" jawab ara sambil menatap mata kakaknya. mata ara menyiratkan betapa dia menyayangi kakaknya dengan tulus.
Setelah mendengarkan itu isabel pun merasa tersentil hatinya, dia mengingat ngingat perlakuan buruknya pada ara sampai dia tak sadar dia sudah mundur beberapa langkah dan masuk ke dalam jalan raya.
Ara melihat dari kejauahan bahwa ada mobil yang hendak menabrak kakaknya, lalu dengan berlari dia mendorong isabel dan dirinyalah yang tertabrak.
"KAKAK" teriak ara dan langsung mendorong isabel dan ara langsung tertabrak begitu saja. Dia terpental cukup jauh.
"ARAAA" teriak isabel
Ara terbaring lemah, dengan darah yang mengucur dadi kepalanya. Dipangkunya kepala ara .
" kakak, aku ingin setelah sadar nanti. Aku bisa melihat kakak, kenaan, rey , mama dan papa kak. Hiks hiks" ucap ara dengan terbata bata menahan sakit
" iya, kakak akan membawa mereka" jawab isabel dengan terisak.
Ara langsung dibawa ke rumah sakit. Isabel terus terisak dia tidak menyangka ara akan mengorbankan nyawanya hanya demi dirinya saja.
" maaf. Maafkan kakak ara" dia begitu menyesal sekarang. Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur.
Isabel lantas mengubungi kenaan, papa dan mamanya. Namun, tidak ada orang yang datang. Mereka hanya menganggap angin lalu saja. Hanya ada bi umi saja yang datang, melihat bi umi datang isabel lantas pulang untuk membawa kenaan dan orangtuanya seperti yang diminta oleh ara tadi.
Ceklekk
Pintu terbuka nampaklah dokter yang tadi menangani ara.
" apakah anda keluarga pasien?" tanya sang dokter
" iya dok. Saya bibinya" jawab bi umi
" maaf, kami tidak bisa menyelamatkan bayi pasien. Dan kondisi pasien sudah sangat parah, apalagi penyakitnya yang sudah memasuki stadium akhir dan pasien tak memiliki semangat hidup lagi. hanya tinggal menunggu saja. Silahkan anda masuk"
" ya allah, baik dok" bi umi pun langsung menangis melihat kondisi majikannya.
Bahkan disaat terahkirnya tak ada orang yang menemaninya. Betapa kejamnya mereka. Bi umi geram sekali ingin memaki mereka semua.
Ara yang hanya melihat bi umi pun hanya tersenyum.
" bi kemarilah, ada yang ingin ara sampaikan" ucapnya dengan lemah
" kenapa non? Non pasti sembuh" ucap bi umi sambil memegang tangan ara
" bi, ara sudah ikhlas dengan semuanya. Ara akan bahagia disana dengan anak ara bi. Hiks hiks. Terimakasih bibi sudah merawat ara selama ini, ara akan menyusul ibu bi. Ara akan bahagia, bi ara minta tolong untuk memberikan surat ara yang sudah ara buat untuk keluarga dan suami ara Ya bi" ucap ara dengan lemah sambil memberikan beberapa surat kepada bi umi dan meneteskan air matanya
" iya non, bibi akan sampaikan" lalu bi umi pun menangis dengan kencang
" bi ikhlasin ara, sekarang ara sudah tenang. Selamat tinggal bi" Dan ara pun pergi selama lamanya
Tak lama rey datang, dia begitu cemas dengan kondisi sahabat sekaligus cinta pertamanya. Namun dia terlambat, ara sudah tiada dia sudah meninggalkannya untuk selama lamanya. Rey pun menangis di depan jenazah ara.
Bi umi pun meberikan surat ara kepada rey. Lalu rey membacanya, disana dia meminta bantuan rey untuk membersihkan namanya kepada ayah dan suaminya, lalu meminta rey untuk menguburnya disamping makam ibunya, tapi jangan biarkan keluarga atau suaminya melihat dirinya untuk terakhir kalinya anggap saja itu hukuman untuk mereka dan rey menyanggupinya, dia langsung menyuruh anak buahnya untuk memberikan semua bukti yang mampu membersihkan nama ara. Setelah itu dia berbegegas untuk mengebumikan ara sebelum keluarganya datang.
Kenaan yang mendengar kabar bahwa istrinya mengalami kecelakaan pun kalang kabut, jujur saja dia sangat mencitai ara. Dia saat ini sedang ada di luar kota, dia langsung pulang saat itu juga tapi dia terkena macet. Kenaan berdoa semoga aranya baik baik saja. Tinggg bunyi notifimasi hpnya.
Kenaan membaca email itu, seketika hati kenaan hancur setelah membaca itu. Jadi selama ini dia dipermainkan oleh isabel dan mengetahui semua penderitaan ara. Kenaan menangis dalam mobilnya, dia ingin segera ingin bertemu dengan aranya.
Disisi lain, ayah ara sedang melakukan rapat. Disaat dia keluar dari ruang rapat dia mendapati ada email masuk dan 5 panggilan tak terjawab dari isabel dan dia mengatakan bahwa ara ada di rumah sakit. Dia pun membuka email, dan betapa geram dan menyesalnya dia selama ini tak mempercayai ara dan malah mempercayai orang baru. Dia segera pulang dan menuju rumah sakit.
Namun, mereka semua terlambat. Ara sudah dikebumikan, mereka sangat menyesali perbuatan mereka selama ini. Kenaan begitu hancur, dia baru mengetahui fakta bahwa ara pergi meninggalkannya bersama buah hati mereka, dan ayahnya ara pun sama hancurnya saat mengetahui kebenaran dan penyakit yang diderita putrinya.
Bi umi mendekati mereka, dan menyerahkan isi surat dari ara. Apa isinya hanya kenaan dan ayahnya ara yang tau. Setelah membaca itu mereka menangis meraung raung sambil mengucapkan kata maaf. Bi umi memberitahu dimana ara dimakamkan. Mereka langsung pergi kesana. Mereka menangis di depan pusara ara meminta maaf akan kesalahan mereka.
1 minggu kemudian
Kenaan menjalani hari harinya dengan tidak semangat, separuh hidupnya telah meninggalkannya. Dia bagaikan mayat hidup, setiap Malam ia akan menangis menyesali perbuatannya.
Sedangkan nasib ibu tiri dan isabel pun sama tragisnya setelah mengetahui yang sebenarnya ayahnya ara langsung menceraikan ibu tiri ara. Ibu tiri ara dan isabel sekarang sudah menjadi gelandangan, karena kerir isabel pun turut dihancurkan oleh rey dan kenaan. isabel sangat menyesali perbuatannya selama ini, namun dia tak diberikan kesempatan oleh ayahnya dan diusir bersama ibunya. Ayahnya ara pun menjalani sisa hidupnya dengan penuh penyesalan.
TAMAT.....