Ada Suka Ada Derita Dengan Di Oren
Dering bunyi alarm Hp yang nyalakan musik yellow membuat runguku berteriak-teriak. Cari cemarin lentikku menyapu kasur dengan sprei Paris in love warna peach di sekitarku. Begitu benda pipih itu tersentuh aku langsung menggenggam nya.
Dengan mata setengah mengantuk telunjukku dengan lincah menekan tombol berhenti alarm pada layar HP. Dengan mata masih setengah mengantuk jempolku dengan lincah tanpa kode membuka aplikasi novel favoritku dan langsung menuju ke profil sudah menjadi rutinitas pagi begitu bangun tidur.
Begitu menemukan kolom berita yang tertulis pemberitaan kotak hadiah jempolku refleks tanpa bertanya pada otak mengkliknya.
"Wow boom!" sorakku riang sambil menyibakkan selimut yang menutupi sebagian tubuhku.
Aku bangun dan mengatur dudukku mencari tempat ternyaman dengan mata yang sudah membulat penuh seketika kantukku hilang.
Manik mataku turun naik jelalatan mencari pemberitaan kotak Hadiah atau biasa disebut kotak orange karena bagi hampir sebagian orang yang aktif di grup chat novel itu selalu menunggu kotak itu.
Setelah menulis chat thanks aku lompat ke GC lain tapi tetap memantau GC yang itu, sambil melempar kotak absen aku juga rajin mulung di setiap GC. Bagiku pagi hari adalah aktivitasmu yang menyenangkan.
"Hah! Kenapa nama gue di-tag," kuman ku sedikit kaget saat melihat GC di mana Aku dapat bom men-tag namaku.
Begitu masuk ke GC itu aku langsung membaca dan maskronya ke atas, saat manik mataku membaca kalimat denda atas namaku aku sedikit bingung.
"Lola denda ya Kak? Denda apaan?" Tanyaku pada siapa saja yang saat itu sedang on.
"Denda camat kotak tanpa ava La," jawab jawab salah satu member GC itu yang biasa aku sapa Ka Ki.
"Astagfirullah hari ini harus wajib apa ya.," Typingku sambil memberikan emot tepuk jidat.
Melihat kehebohan dendaku yang disorokin rame-rame tiba-tiba sang pemilik grup chat nongol dan langsung menagih denda itu.
"La! Denda 20 kopi bayar cash!" Typing owner GC itu.
Seketika aku memaki sambil melototi hp-ku tepat di nickname owner GC itu.
"Sueek! Malak gak kira-kira, masa cowok cuman gajian denda 20 kopi gila aja tuh orang!" geramku.
Tapi demi harga diri walaupun aku hanya seorang member dengan poin yang sangat minim tetap ku penuhi dan kupatuhi aturan itu dengan sangat berat hati aku kasih gift 20 kopi.
Setelah chat sebentar bla bla bla bla bla, aku kembali ke GC ku dengan perasaan kesal.
Aku melempar stiker menangis yang langsung mengundang pertanyaan beberapa orang member yang sudah aku anggap sebagai keluarga online ku.
"Kenapa Dek pagi-pagi sudah mewek?" tanya kak Wulan Kakak online ku.
"Nyebelin Kak pagi-pagi udah kena denda 20 kopi." jawabku masih dengan emot menangis.
"Di mana Dek? Banyak amat?" tanya Kak Wulan kembali.
"Tuh di GC Ono Kak," jawab ku dengan emot sedih.
"Emangnya kenapa Dek?" tanya Kak Wulan kembali.
"Lupa Kak hari ini wajib ava, Lola comot kotak gak pakai ava. Tapi kan nggak segitu kali dendanya," jawabku kesal lebih seperti memprotes.
"Kalau kakak gak mau stay di GC itu mendingan left aja. ngapain masih stay di kayak gitu. Main GC itu buat have fun bukan ngebanyakin denda." kata kak Wulan menyampaikan pendapatnya.
Menurutku apa yang dikatakan Kak Wulan bener kita main di grup chat untuk bersilaturahmi online dan juga bersenang-senang bukan malah mengeluarkan sesuatu yang kita sendiri merasa berat hati dan bikin dongkol.
"Ya udahlah kalau gitu besok mendingan Lola left aja." kataku mulai meneguhkan hati.
Sebelum aku left aku menatap kotak orange itu, kotak yang bagiku selalu menjadi magnet kuat untuk memburunya tapi juga membuatku berpikir ulang bahwa tidak setiap kotak bisa membuat kita bahagia makanya harus hati-hati kalau comot kotak di grup chat mana pun.