"Sakit tolong, tolong.. seseorang tolong aku" aku menjerit jerit tanpa henti hentinya, namun sayang tak ada yang mendengar. ya... saat ini aku sedang sekarat didasar tebing. aku terjatuh didorong oleh temanku sendiri. aku tak tahu mengapa dia menyakitiku, apa salahku? banyak hal yang berkecamuk di pikiranku. aku butuh penjelasan mengapa aku jadi begini. apakah aku akan mati? "aku belum mau mati hik..hik...aku belum mau mati..." tangisanku. aku masih ingin memiliki pacar dan aku ingin pergi liburan dengan pacarku, memiliki karir yang kuimpikan. lalu menikah, lalu memiliki anak dan mengurus keluarga. " seseorang tolonglah aku aku belum mau mati. aku disini..aku disini cepat tolong aku, selamatkan lah... tolonglah..."
" Ketemu disebelah sini...sini... " seseorang berteriak.
" bawa kemari tandunya keadaanya sungguh memprihatinkan. cepat..."
" Kasihan sekali nasibmu, tega sekali suamimu membunuhmu demi wanita lain. semoga tenang di alam sana".
Seseorang meletakkan bunga dipangkuan ku. apa yang kau katakan, aku disini masih disini tolong aku aku tak bisa bergerak. kulihat orang berlalu lalang dengan kesibukannya tanpa melihat diriku. sebenarnya apa yang terjadi aku bingung, apa yang terjadi kenapa tak ada yang melihatku. akupun menguatkan tekat untuk bangkit berdiri dan melihat apa yang terjadi, aku melihat sendiri tubuhku yang terbujur kaku tak bergerak. di seluruh tubuhku penuh luka sayatan dan tusukan, aku sendiri saja ngeri melihatnya. Dan akhirnya aku sadar aku telah mati. mati ditangan orang yang kucintai, cinta yang membutakan ku. imajinasi ku saja aku bahagia, hidupku sangat tragis ditangan suamiku sendiri. aku menangisi diriku sendiri. kenapa malapetaka ini terjadi padaku. aku menyesal mengenalnya, aku menyesal ...nasib sudah begini aku mati tanpa tau apa kesalahanku.
satu bulan sebelum kejadian,
ting..tong bel rumahku berbunyi dengan segera aku membuka pintu. betapa terkejutnya aku melihat teman sekolah ku dulu. kejutan.... aku kangen kamu. ya dia adalah teman sekolah menengahku dulu nama vina anaknya cantik, baik. " apa aku tak dipersilakan masuk.." aku tersadar dari keterkejutan ku " maaf ini mengejutkanku hingga aku menjadi orang yang tolol, silakan masuk " aku dan vina pun duduk diruang tamu, kerna udh lama tak bertemu kamipun hanyut dalam obrolan kami dan tak terasa hari sudah malam. " udah malam aku pulang dulu, ntar kita ngobrol lagi. kan kita tetangga. aku ada dilantai 3 nomor 210 jangan lupa mampir kerumah ya" vina pun pamitan. aku melirik jam ya ampun aku kelupaan aku harusnya memberikan dia hadia pindahannya. akupun bergegas mengejar temanku.
" ting " pintu lif terbuka aku masuk kedalam dan menekan tombolnya. " ting" pintu terbuka akupun keluar dan mencari cari nomor rumah yang disebutkan temanku.
Dari kejauhan ku lihat seseorang yang kukenal
" loh..bukankan nya itu mas anton ya, kenapa ada di sana? bukanya mas anton bilang dia keluar kota apa aku salah lihat" aku pun bingung dengan apa yang kulihat tapi siapa wanita yang sedang dipeluknya. aku pun bertanya-tanya. aku memajukan langkahku selangkah dua langkah, akhirnya tubuhku kaku, wajahku pucat kini kulihat suamiku sedang memeluk wanita lain yg tak lain adalah vina sahabatku sendiri. aku berlari menjauh, air mataku menetes aku tak menyangka suami ku selingkuh dengan temanku.