Didalam sebuah hutan yang lebat, hiduplah berbagai hewan Yang hidup dengan aman dan damai yang dipimpin oleh seekor singa jantan. Kedamaian dan ketentraman sangat terlihat, Semua hewan Yang hidup disana berbahagia sebelum kedatangan para manusia yang rakus akan alam.
kedatangan manusia membuat para penghuni hutan sebelumnya hidup dengan aman namun sekarang menjadi sebaliknya. Manusia memburu serta menebang pepohonan sehingga para penghuni hutan kebingungan dimana mereka akan tinggal dan berlindung.
Disinilah pembalasan hewan terhadap perbuatan manusia di mulai. Singa mengumpulkan rakyatnya disebuah goa , ia memberikan arahan kepada semua penghuni hutan agar tetap bersama dan Saling melindungi. singa juga memerintahkan mereka agar tetap berada ditempat yang aman, setelah singa membubarkan Semuanya kembali pulang
Si tupai terkejut dalam perjalanan didepan matanya ada manusia sedang berjalan perlahan-lahan mendekati kancil, tupai spontan berteriak kepada kancil , manusia itu pun langsung mengarahkan senapang nya ke arah kancil, kancil garcep menjauh saat manusia menarik senapang nya "Dor" Kancil melompat dan suara tembakkan yang keras mengagetkan seluruh hewan yg bersembunyi di sekitar, para hewan berlarian menghindari manusia itu namun ada sebagian hewan yang tertangkap.
Kancil yang selamat berserta hewan lainnya pergi ke goa tempat tinggal singa, mereka menceritakan apa yang telah terjadi, kancil meminta singa mengambil tindakan agar mereka tidak terancam punah .Singa pun memerintahkan kekawanannya dan juga para harimau serta serigala untuk menyarang markas manusia yang berada dipinggir hutan. Mereka sepakat akan menyerang pada malam hari disaat manusia manusia itu sedang beristirahat.
Saat malam tiba, tepat tengah malam para singa dan bala tentara nya menuju markas manusia, mereka langsung menyerang setiba disana. harimau dan serigala menerkam serta mencabik cabik tanpa
belas kasihan , Manusia yang sempat mengambil senjata memberikan Perlawanan namun percuma saja, harimau dan serigala lebih ganas.
Tidak ada satu pun manusia yang selamat dari serangan bala tentara singa.
Burung kakak tua yang menyaksikan penyerangan tersebut memberi tahukan kepada markas besar , bahwa semua anggota di markas hutan telah terbunuh oleh para binatang yang menyerang mereka . Sejak penyerangan terjadi tak ada satu pun manusia yang berani menginjakkan kaki di hutan itu, karna sudah di jaga harimau dan serigala.
Pemimpin markas besar memberikan surat sebuah permintaan maaf untuk para penghuni hutan kepada burung kakak tua. Burung kaka tua memberikan surat tersebut kepada singa, namun singa menyuruh burung kakak tua membacanya dengan lantang untuk rakyat nya.
Singa mengumpulkan rakyat nya dan memerintah mereka untuk mendengarkan burung kakak tua membacakan surat tersebut.
Sebelum para hewan memaafkan perbuatan manusia. Para hewan membuat perjanjian
Agar manusia tidak melakukan perbuatan seperti sebelumnya, perjanjian tersebut di setujui oleh pemimpin markas besar. Sejak itu manusia dan hewan pun berdamai tidak ada lagi pemburuan dan penebangan.
TAMAT
AMANAT :
Kita sebagai manusia yang di ciptakan dengan sempurna janganlah kita memiliki sifat yang rakus terhadap milik atau hak orang lain maupun itu binatang/hewan, tumbuhan. Karna setiap makhluk hidup di bumi ini mempunyai hak nya tersendiri. Bumi kita akan tetap seimbang jika kita menjaga dan melestarikan flora dan fauna