Perjalanan Raka yang beruntung
Raka seorang Anak muda yang mencari Uang demi memenuhi kebutahan Hidup di dunia yang sudah modern.
Dengan tidak adanya keluarga disisi Raka karena kedua orang tuanya telah tiada sejak iya kecil.
Setelah di tinggal orang tuanya Raka mencari kerja dan membiayai kehidupannya sendiri.
Raka termasuk anak yang jenius yang selalu mendapat beasiswa di sekolah-sekolah negeri termasuk beasiswa yang Raka dapatkan diwaktu kuliah sekarang ini.
Raka selain kuliah juga seorang katiawan toko di salah satu mall besar di kota tempat dia tinggal.
Raka bekerja sebagai pramuniaga atau pelayan dari salah satu toko baju wanita di mall tersebut.
Suatu malam Raka sedang bekerja merapikan baju di tokonya, Raka mendengar suara anak kecil menangis dan duduk di depan pintu toko itu. Lalu Raka menghampirinya.
"Adik manis kenapa kamu menangis"kata Raka sambil berjongkok menanyai anak kecil tersebut.
Anak kecil perempuan berusia 3 tahun itu malah semakin keras setelah Raka menanyainya.
Orang-orang yang ada di lewat menghakimi Raka karena melihat Raka yang berjongkok di depan anak kecil itu.
"Dasar pegawai toko sekarang membawa adiknya bekerja dan memarahinya" kata salah satu orang yang lewat di depan toko.
"Mmmmmm bagaimana caraku agar anak ini tidak menangis Lagi" gumam Raka dalam pikirannya.
"Cilub baaaaaa, cilub baaaaaa, cilub baaaaaa, cilub baaaaa, cilub baaaaa"Kata Raka sambil membuka tutup wajahnya dengan segala ekspresi yang dia tampilkan
Anak kecil yang melihat Raka seperti itu malah ketawa dengan bahagianya....
"Adik.... Sudah jangan menangis lagi"kata Raka menatap gadi kecil itu dan memegang pundaknya
"I i iya" jawab gadis keil itu terbata-bata
"Kenapa kamu di sini kemana keluargamu"tanya Raka ke gadis kecil itu
"Ke kelual ga"kata gadis kecil itu tidak tau maksud yang di tanyakan Raka
Raka menepuk jidadnya dan bergumam
"Kenapa aku jadi bodoh di hadapan gadis kecil ini, sudah aku tau dia belum mengerti apa-apa"
"Ka... Kakak i i itu"kata gadis kecil itu terbata bata sambil menunjuk Raka dengan jari telunjuknya yang kecil
"Tidak apa-apa ayo"kata Raka lalu menggendong Gadis kecil itu berjalan menuju tukang es cream dan membelikan es cream ke gadis kecil itu.
Gadis kecil itu tampak bahagia mendapat es cream dan menjilat-jilatnya, Raka yang melihat itu merasa senang.
lalu Raka kembali ke toko tempat dia bekerja dan mnyuruh kasir yang perempuan di toko tersebut untuk menjaga anak kecil itu tapi anak kecil itu tidak mau melepas tangan Raka dan akhirnya anak kecil itu menemper di Raka.
Beberapa waktu berlalu Raka berencana ke pusat keamanan Mall tapi tidak sempat karena banyaknya kerjaan yang kerjaannya di kerjakan sambil di ikuti anak kecil dari belakangnya.
Tiba-tiba datang seorang wanita yang sangat cantik seumuran dengan Raka, masuk ke toko Tempat Raka bekerja.
Plaaaaakkkkkkkkkk.
Suara tamparan keras menempel di pipi Raka yang dan Raka terduduk karena tidak siap menerima tamparan tersebut.
"Auuuuuhhhh aaah"gumam Raka sambil menengok wanita itu dengan wajah merah tapi anak kecil itu sudah ada di pangkuan wanita itu.
Kasir yang mendengar tamparan tersebut sangat keras langsung menuju tempat ke jadian dengan buru-buru dan sudah di depan dan membantu Raka berdiri.
"Nona anda salah masalah ini, sebenarnya adik anda tadi berdiri menangis di depan pintu tapi aku yang mau kesana sudah melihat raka menghiburnya"Kata kasir itu yang juga seorang wanita.
Wanita muda itu mukanya yang dari tadi merah menyala langsung merasa bersalah.
"Maafkan aku kak aku gak sengaja kirain itu, adik ku di culik sekali lagi maafkan aku kak" wajah wanita muda itu dengan menyesal meminta maaf
"Tidak apa-apa,bawa adikmu pergi aku masih banyak kerjaan." Kata Raka sambil merapikan semua baju tanpa memperdulikan wanita itu.
Wanita muda tidak merasa Raka memaafkannya
"Aduhhh aku tidak sengaja menamparnya, apakah dia benar-benar memaafkanku, besok aku akan kembali ke sini dan aku akan meminta maaf baik-baik"gumam wanita muda itu dalam pikirannya sambil berjalan pergi membawa adiknya.
Raka masuk ke dalam toilet untuk membersihkan mukanya di depan cermin.
"Seumur hidup tidak ada yang pernah menamparku karena kepintaranku dan kerjaku hidupku di landasi dengan banyak hal kebaikan, apakah ini balasan hanya membuat anak kecil yang semakin menangis tadi saat aku mengajaknya bicara"kata Raka sambil mengingat semua kejadian
Setelah Raka membersihkan mukanya dan kembali bekerja di toko sampai tengah malam baru dia balik, dan pagi seperti biasa Raka kuliah selesai kuliah dia malamnya kerja di mall itu.
"Dimana pria kemarin...."tanya wanita muda itu ke wanita yang ada di kasir
"Dia masih memperbaiki dan menyusun baju seperti biasa disana Nona"kata wanita di kasir sambil menunjuk arah.
Lalu wanita muda itu menuju kesana dengan mengendap-endap berjalan perlahan menuju ke arah yang di tunjuk kasir tersebut.
"Kak soal kemarin bisa gak kakak memaafkanku, aku memang tidak sengaja, sungguh aku tidak sengaja kak"kata wanita muda itu, dari belakang Raka.
"Aku sudah bilang tidak apa-apa, bisa kah anda pergi kalo tidak berbelanja disini aku sedang sibuk merapikan baju"kata Raka sambil mengusir dan memperbaiki baju di tempat itu.
"Kalo kakak memang memaafkanku, kenapa kakak tidak mau menatapku dengan serius dan memaafkanku"kata wanita itu memaksa
"Aku sedang sibuk, dan saat aku bekerja disini aku hanya boleh dua hal pertama merapikan barang dan kedua melayani pelanggan"kata Raka tegas
"Baiklah aku akan membeli baju disini,coba rekomendasikan baju yang cocok untukku"Kata wanita muda itu...
Raka berbalik memeriksa tubuh wanita itu
"Tidak gemuk, tidak kurus, wajah bundar dan pipi sedikit gemuk. Oke aku akan merekomendasikan baju untukmu"kata raka setelah melihat wanita itu
Wanita itu melihat Raka dengan serius dan terpana oleh ketampanan Raka sampai wajahnya memerah dan pipi bulatnya seperti tomat.
Raka pergi mencari baju dan kembali membawa dua stell baju dengan gaya modern
"Ini warna pink baby bentuknya seperti baju setengah gaun cocok untuk jalan dan pas buat tubuh nona
Ini warna Hidau daun pisang dan bentuknya berbeda di lehernya ini sedikit terbuka dari pada yang pink baby, jadi nona mau yang mana"kata Raka hanya memandang bau dan tidak memandang wanita itu
"Bagaimana kau tau baju ini cocok untukku dan kamu benar-benar yakin"kata wanita muda itu.
"Kalo kamu tidak percaya coba sendiri"kata Raka dengan kesal mendorong wanita itu masuk ke ruang ganti dan menaruh baju itu di tempat gantungan ruang ganti.
"Aku tunggu sepuluh menit mau mencobanya atau tidak itu terserah dirimu, biarkan saja bajunya disana nanti aku bereskan"kata Raka sambil pergi bekerja lagi
Didalam ruang ganti setelah wanita muda itu berganti baju dan melepaskan dua baju yang benar-benar cocok untuknya dan sangat senang lalu keluar menghampiri Raka.
"Namaku Riska, aku boleh tau namamu"tanya wanita di belakang Raka
"Raka, puas....kalo sudah silahkan nona Riska pergi"kata Raka sedikit ketus
"Bagaimana caranya agar kamu memaafkanku"kata Riska.
Raka berdiri lalu menatap tajam wanita itu, menyenderkan Riska pada dinding dan kedua tangan raka menempel di dinding sebelah kiri kanan Riska
Riska yang menatap mata Raka memerah seperti tomat, Raka tidak melihat itu sama sekali dan dia hanya mentap mata riska.
"Bagaimana kalo nona Riska menikah denganku sebagai maafmu..."Kata Raka goda wanita itu.
Raka kira akan di tampar atau di caci maki oleh wanita itu,
"Iya aku akan menikah denganmu"kata Yang keluar Dari mulut Riska
"Itu tidak mungkin nona kamu orang kaya dan aku orang tidak punya" Kata Raka sambil menunduk dan ingin kembali bekerja
"Kamu sudah melamarku dan aku sudah menerimanya, sekarang ikut aku"kata Riska menarik tangan Raka dengan paksa dan tidak mau melepaskannya
"Nona lepaskan tanganku"kata Raka dan berniat melepaskan diri
Tapi Riska terus membawa Raka turun lewat tangga menuju tempat parkir
Setelah sampai mobil Raka di masukkan seolah barang oleh Riska dan Raka tidak bisa apa-apa.
Setelah Riska mauk lalu menanjap gas mobilnya dan sampai di rumah mewah, Riska mearkirkan mobilnya di depan rumah itu
"Turun"kata Riska kepada Raka
"Rumah siapa ini aku belum pernah kesini"kata Raka
Riska turun dari mobil dan dengan cepat menuju pintu tempat Raka duduk dan Riska membuka pintu itu lalu menarit tangan Raka masuk ke dalam
Sesampai di sebuah tempat ada seorang yang duduk, Riska dan Raka datang dari belakang orang tersebut
"Pah aku ingin menikah dengan pria ini, kalo papah tidak merestui aku akan bunuh diri"kata Riska kepada ayahnya
"Wanita gila ini"gumam Raka di pikirannya sambil menunduk tidak berani menatap kedepan.
Orang tua itu perlahan dan berputar. Dan melihat Raka mahasiswanya disana menunduk malu.
Orang tua itu adalah profesor Dian Gusti dan salah satu keluarga besar di kota itu.
"Mmmmmm apakah benar kamu mau menikah dan sudah berapa hari kalian kenal?"kata profesor Dian sedikit merubah suaranya agar tidak di kenali Raka.
"Dia melamarku dan aku menerimanya karena mencintainya pada pandangan pertama satu jam yang lalu"kata Riska dengan wajah memerah
"Aduh bisa gawat kalo orang tuanya sampai marah"gumam Raka dalam pikirannya
"Ok aku setuju"kata Profesor Dian
Raka mengangkat kepalanya dan sangat terkejut memandang orang tua Riska.
"Eh eh eh ehhhhhhhhh profesor dian maafkan aku, aku cuma bicara sembarangan saat aku ingin menikahi Nona Riska"kata Raka meminta maaf
"Eeeehhhh dia mahasiswa papah"kata Riska ikut terkejut.
"Aku tak mau tau karena kamu sudah melamar putriku jadi kamu harus menikah besok besok dengan putriku titik, masalah uang dan uang lamaran terserah kamu, berapapun jumlahnya aku tidak akan menolak."kata profesor dian dengan tegas
Raka tidak bisa menolak itu dan kembali ke rumahnya. Memikirkan acara pernikahannyan.
Keesokan harinya Raka dan Riska menikah hanya dihadiri oleh kedua keluarga dan tidak ada kendalaa sedikitpun
Dari itu cerita Raka berakhir menjadi orang kaya berkat menikahi orang kaya.
Catatan.
Kayaknya novelku selanjutnya akan alur cerita seperti ini