Hari ini adalah minggu ke3 gua bekerja part time sebagai guru les di salah satu keluarga yang cukup terbilang holkay eh maksud gua konglomerat, Nama gua Aski Haeri Sifabella biasa dipanggil Airi usia gua masih 19 thn dan berstatus sebagai pelajar.
Tahun ini adalah tahun kedua gua masuk kuliah setelah lulus sekolah luar negeri dengan jalur beasiswa dan tak lupa dengan prestasi gua yang cukup bagus dalam berbahasa, yah gua juga tau kalo gua gak pintar setidaknya gua gak butu huruf
Sama seperti biasanya pagi ini tepat pukul 11:23 aku sudah sampai di rumah tempatku bekerja sebagai guru les, biasanya gua ngajar selama 4 atau 5 jam dalam sehari karena kuliahku yang memang selalu dapat kelas malam jadi lebih bebas saat di pagi siang ataupun sore hari.
Saat mendapat beasiswa untuk kuliah di negeri ginseng ini awalnya gua cuman niat buat fokus belajar, tapi sayang nya jiwa keinginan gua lebih besar di banding niat, ah kebalik. Karena sangat tergila gila dengan Korea tentu saja gua gak bisa diam diam bae selama ada disini, semaksimal mungkin gua harus ngelakuin apa yang gua suka semisal bertemu dengan idol idol korea yang sangat terkenal bekerja layaknya warga asli korea menghabiskan waktu liburan musim panas
Tapi karena hanya berstatus pelajar sepertinya keinginan gua gak bisa terwujud sepenuhnya apalagi keinginan buat ketemu bias itu benar² pupus dalam sekejap hanya karena masalah biaya, itulah kenapa gua mutusin buat kerja part time ngumpulin duit sebanyak mungkin. Ah lama pea'
..........
"Yakk, Jin seo" Teriak Airi untuk sekian kalinya
"Apa kau sepintar itu untuk membantahku hah? Kau sudah mengatakan izin sebanyak 3 hari hanya karena kau tak ingin belajar" ucap Airi tegas
"Aku tidak bilang kalau malas aku hanya ingin pergi ke suatu tempat" jawab Jin seo sedikit menutup badannya melihat kemarahan gadis dihapannya itu
"Jinja-ghe?" Tanya Airi dengan nada mengancam
Hoho kau pikir gua bodoh apa sampai² tak akan tahu niatmu ingin bolos lagi hari ini.
"Baiklah kalau begitu aku akan ikut bersama mu kemanapun kau pergi bahkan jika kau pergi bersama dengan pacarmu hari ini" pinta Airi, yah kali gua bakal pulang lagi mana rumah gua jauh
"Apa-apaan, kenapa kau mau ikut. Tidak perlu tahu" teriak Jin seo sedikit terkejut dan memutuskan langsung pergi
"Oh kau tidak akan mengajakku? Baiklah tunggu sebentar aku lupa dimana kontak ibumu yang kusimpan hari itu.. tunggu" teriak Airi dengan raut wajah marah tak terkontrol terlebih dengan tatapan melotot
"Ha-haraso, terserah kau ingin ikut atau tidak" Ucapnya kini Jin seo benar² meninggalkan Airi
Hah beruntung gua ngancam dia tadi yah setidaknya gua gak gabut yekan.
Beberapa saat kemudian
Aelah kalo tau gini gua gak ikut. Batin Airi yang hanya duduk terdiam di kursi belakang sebuah mobil
"why did you take him with you?" Tanya seorang pria yang sedang menyetir mobil kepada Jin seo
Jin seo seketika melihat kebelakang menatap tajam Airi, sadar dirinya di tatap Airi mulai sadar kalo pria itu membicarakan dirinya
"Apa?" Tanya Airi dengan raut wajah cemberut
"I asked him because he threatened me" jawab Jin seo
"Astoge lu ngomong apa sih, di tanyain ini jawabnya itu" gerutu Airi menggunakan bahasa indonesia
"what did he say? looks like he's angry?" Tanya pria itu lagi
Hei oppa aku tahu kau itu kakak Jin seo yang tak lancar berbahasa korea tapi setidaknya jangan lah menggunakan bahasa inggris gua kan gak ngerti.
"Just ignore him " pinta Jin seo pada Jungkook yang mana adalah kakak nya
"Acuhkan? Kau meminta dia mengacuhkanku?" Teriak Airi
"Tidak diamlah" jawab Jin seo
Aish.
........
Airi dan Jungkook telah lama saling mengenal, yang saat itu perkenalan tak sengaja dan berjalan cukul buruk namun akhirnya mereka tetap saling berteman
Karena meraka mendapat kelas yang sama saat pertama Jungkook pindah dan melanjutkan kuliahnya di korea setelah meninggalkan Amerika
Hari berlanjut dan berlanjut, berlalu dan berlalu, kini bulan semakin berganti Airi dan Jungkook kini sudah akrab layaknya teman seperti biasanya terlebih karena Airi yang bekerja sebagai guru les Jin seo mereka berdua memiliki banyak waktu bersama
kadang juga mereka menghabiskan waktu bersama saat berlibur musim panas maupun musim dingin, Jungkook sangat dingin dan pendiam itulah kenapa dia hanya berteman dengan Airi dan terus bersama layaknya seorang kekasih, bahkan saking seringnya bersama kadang Jungkook tak ingin berpisah dengan Airi walau kadang dia menyiksanya namun pertemanan mereka tidak pernah berakhir
Suatu malam di tengah musim dingin Jungkook mengajak Airi untuk berkencan, tentu saja ini hal yang mengejutkan untuk Airi karena korea berbeda dengan Amerika yang bebas berkencan atau berduan dengan teman sendiri karena di korea kencan itu hanya untuk para kekasih, yah walau begitu Airi tak menolak tawaran Jungkook tak pedulu bagaimana akhirnya nanti
Iya dong masa gua mau nolak kan kesempatan uwu gini kapan lagi.
Saat pertengahan kencan itu Airi membuat masalah kepada Jungkook yang membuat Jungkook marah dan mendiaminya selama mungkin sejak saat itu,
Airi merasalah bersalah dan terus ingin meminta maaf tapi merasa takut dwngan kemarahan Jungkook sampai² ia meminta bantuan Jin seo untuk meyakinkan Jungkook agar tak marah lagi
"Apa kau sudah berbicara dengannya?"
Tanya Airi gugup dan terus memegangi kedua tangannya
"Ani" jawab Jin seo menatap Airi sesaat dan kembali fokus belajar
"Kenapa? Ap kau tidak berniat membantuku?" Tanya nya lagi dengan raut wajah hampir menangis
Jin seo kembali menatap Airi "aku sudah menemuinya, tapi dia melarangku berbicara" ucapnya meyakinkan Airi bahwa itulah yang terjadi
Sekarang gua mau nangis, sad banget sih padahal pertanyaan gua juga gak salah monyet.
Setelah melihat jam yang menandakan pukul 17:33 Airi pun memutuskan untuk pulang karena sepertinya tidak adalagi harapan untuknya
"so don't look for trouble with Jungkook " ledek Jin seo yang saat itu sedang bermain vidio game, Airi tak menjawab dia hanya memukul kepala Jin seo singkat lalu pamit untuk pulang
Setelah Airi sudah tak terlihat lagi Jungkook terlihat menuruni tangga dan bergegas keluar dengan cepat, Jin seo hanya menatap kakak nya itu secara singkat.
Saat di kampus Airi dan Jungkook semoat berpas²an di salah satu koridor yang sedang sepi itu, mereka saling bertatapan agak lama yang mana kemudian Jungkook mengalihkan perhatiannya dan pergi meninggalkan Airi. Tak hanya beberapa langkah dia kembali memutar dan berjalan ke arah Airi dan langsung memeluknya sambil mengatakan minta maaf
Airi yang syok karena mengira tidak akan seperti ini tiba2 menangis dia memukul Jungkook dan mendorong nya perlahan
"Aku pikir kau marah padaku karena hari itu" ucap Airi setengah menangis
"Maaf" jawab Jungkook
"Itu artinya semua gosib tentang wanita itu benar..." Kata² Airi terpotong oleh Jungkook yang langsung saja menjelaskan semuanya
"Aku memang meninggalkannya saat di Amerika tapi kami sudah putus hubungan, itu hanya gosib" jelas Jungkook pada Airi dengan tatapan serius
"Maaf" Airi kembali menangis di pelukan Jungkook walau sepenuhnya dia telah lega karena Jungkook tidak marah lagi padanya
Saat tahun berganti dimana penaikan semester kini mulai muncul Airi mendapat kabar mengenai keluarga nya yang berada di indonesia dan meminta agar Airi segera kembali ke indonesia, awalnya dia mengira kalau hanya untuk sesaat tapi ternyata dia benar² harus merelakan kuliahnya padahal tinggal beberapa bulan lagi untuk kelulusan nya
Airi merasa sedih dan terbebani karena harus segera kembali ke indonesia terlebih saat ini dia sepertinya sudah memiliki perasaan tarhadap Jungkook, dia kesulitan untuk mengucapkan selamat tinggal, tapi keputusan tetap harus dibuat saat itu juga
Dan akhirnya Airi menyerah kepada keluarganya dan memilih meninggalkan korea.
"Huhuhu... Apa kau benar benar akan pergi" tanya Jin seo
"Yah tentu saja kau pikir aku berbohong" jawab Airi, lu kira gua bakal bilang kalau ini prank apa.
"Aku sudah mengatakan nya dengan jelas jadi berhentilah menangis" pinta Airi dengan wajah datar
"Huhuhu kau tidak sedih apa... Huhu" tangis Jin seo menjadi jadi ntah itu tangisan asli atau tidak dia benar² menangis
"Bodoh" Airi mulai sedih namun sebisa mungkin dia tetap bersikap dingin dihadapan Jin seo dan juga Jungkook tentunya.
'Sebuah pelajaran jika kau meninggalkan seseorang tetaplah bersikap dingin seolah tak sedih sedikitpun agar kau tak menyesal, oke'
"Airi" ucap Jungkook dengan tatapan penuh harap untuk Airi
Kalau dibayangkan bikin jantung copot.
Airi berjalan kearah Jungkook lalu kemudian memegang kedua pipi Jungkook dengan tangan mungil nya, tak lupa tatapan Jungkook tak hilang seditikpun mereka tatp bertatapan agak lama
"Aku akan kembali, tunggu saja" bisik Airi berusaha meyakinkan Jungkook
"Kau janji" tanya Jungkook yang kemudian dibalas anggukan Airi
Dan kemudian saja suara toak eh suara spiker yang membawa informasi agar penumpang bersiap pesawat akan lepas landas sebentar lagi, Jungkook memeluk singkat Airi sebagai tanda perpisahan mereka dan Jin seo yang sejak tadi menjadi nyamuk antara kedua orang itu kembali menangis
"Hei diamlah, kau sudah dengar yang ku katakan bukan? Aku akan baik baik dan tidak akan melupakanmu jadi berhenti menangis bdoh aku akan pergi sekarang" tegas Airi sesekali memegang rambut Jin seo
Setelah mendengar semua nya Jin seo langsung menurunkan tangan Airi dari rambutnya lalu mengatakan kalau dia sudah tidak menangis dan meminta Airi untuk pergi jika tidak pesawatnya akan hilang
Dasar anak gada aklak untung gua baik jadi manusia.
Setelah perpisahan dramatis itu akhirnya Airi meninggalkan korea dan kembali ke indonesia, hatinya kembali sakit tidak yakin apakah dirinya akan kembali kesini atau Jungkook akan rela mencarinya ke indonesia?
Apapun itu membuatnya sedih, memang seperti ini perpisahan selalu berakhir menyedihkan. Pesawat itupun hilang dari langit korea kini tinggal samar samar bayangan putih nya yang masih tetap ditatap oleh Jungkook dari bandara tempat tadi sebelum dia memutuskan untuk pergi.
Arghh mianhae, mianhae
Awalnya aghu mau buat cerpen humor tapi malah meleset kek gini.
Moga terhibur.