Ibu mertua yang ku angap sebagai ibuku sendiri malah menjelek kan diriku seakan tak ada pantasnya bersanding bersama anak lelakinya...
Mati - matian menjatuhkan ku menfitnahku hingga menjelekkan ku ke daerah sebrang tempat tidur sang plokamator indonesia Bung Karno
Ini lah sepengal kisahku
Naysila Ibrahim
" Mas ini uang amplop orang yang datang ke rumah dapat 3,2 juta... Di bawa aja atau gimana? Ucap ku
" Bawa aja lah dek kali aja butuh gitu! Ucap suamiku Ahmad Basroni
" Ya sudah mas ini kita bawa ya! Ucap ku.
Selesai melakukan percakapan dengan suami aku pun di rias di rumah ku! Untuk acara unduh mantu di rumah mertua! Selesai di rias aku pun siap dan acara unduh mantu pun tiba..
Begitu khitmat setiap rangkaian Acara!
Hingga tak terasa aku meneteskan air mata, Aku yang melihat kasih sayang ibu dan bapak mertua sangat terharu!
Karena dari kecil aku hidup bersama nenek ku! sedangkan ke 2 orang tua ku sibuk gila kerja tak tahu waktu
Bahkan foto masa kecil ku pun tidak ada hanya ada bingkai foto dengan seragam TK!
Aku tak akan menyia-nyiakan kasih sayang ibu mertua ku! akan aku muliakan beliau seperti ibu sendiri
Malam acara
" Dek ini uang yang 1 juta mas pakek ya!" Ucap Roni suami ku
" Buat apa mas?" Tanyaku
" Beli minuman dek!" Ucap Roni
" Oh iya beli aja mas ngak papa!" Ucapku tak memikirkan minumam apa yang akan di beli suami ku
Pukul 9 malam
" Dek aku mau ganti ya!" Ucap ku pada sari adek kandung ku yang memang ikut menginap tapi besoknya pulang
" Ya wis lah mbak gantio baju aku tak keluar!" Ucap Sari
Aku menganti baju tadi sore dengan baju biasa, Membersih kan setiap make up yang ada
Tak lama adekku datang
" Mbak mas roni loh minum bintang!" Ucap Sari
" Bintang itu apa dek? Nama orang kah?" Ucapku polos
" Huduk mbak! Bintang itu mabuk itu loh!" Ucap Sari
Deg...
" Mabuk?" Gumam ku
Aku kaget karena se umur hidup aku tidak tahu bagaimana itu orang mabuk! Ya karena aku kuper dan kecilku ku habiskan waktu di sawah mencari ikan aku tak pernah berteman dengan yang begitu - begitu beda dengan adik ku yang sifatnya kebalikanku
bayangkan dari lahir thn 99 hingga 2015 baru sekarang aku tahu alun - alun malang! padahal aku orang malang! Itu pun karena kakeku sakit jadi kami ke rumah sakit melewati jalan itu, sungguh aku orang bodoh pikirku! saat ini! ku ingin mengulang sejarah hidupku di masalalu, ya meski harus seperti adik ku sedikit memberontak sedangkan hidup ku lempem aja gak neko - neko
Ke esokannya
Sudah ramai orang membantu acara sepasaran!
Aku yang sadar diri di rumah mertua bangun pagi ku sapu tenda yang di pakai nikahan ku tadi malam, kebetulan sekarang di bongkar
Bukan untuk di angap rajin oleh mertua karna aku gabut apa yang di kerjakan! tanah seluas 10x13 meter itu sekarang bersih tanpa ada sampah 1 pun
Aku dan adikku yang bekerja membersihkan nya.
Selesai menyapu aku ikut memasukkan kue - kue yang akan di bagikan ke tetangga!
Kurasa hidupku lebih mulia disini di temani ibu mertua yang baik hati
2 bulan setelah menikah!
" Sil suamimu suruh mandi!" Ucap bu ana
" Iya bu.. kebetulan mas Roni sudah bangun tidur keknya biar sholad ashar juga!" Ucap ku
Aku pun membangunkan suamiku yang tampak tidur lelap!
Tiba - tiba
Ceklek - ceklek
Suami ku mengunci pintu dan menyembunyikan kunci di belakang punggung nya!
Aku berusaha meraihnya!
Karna aku sungkan ibu mertua menyuruh suami ku malah tak mau segera mandi, seakan malah mengulur waktu biar ngak mandi!
" Owhh Ancene GENDENG (Gila)" Kata itu lolos dari mulut ibu mertua yang berada di luar pintu kamarku
" Sopo seng kon ilokno buk!" Sahut bapak mertua
Tetap bergumam tak jelas
Aku yang mendengarnya membeku aku tahu kata itu untukku sedangkan suami ku tak tahu atau seoertinya tak mau tahu.
" Jawab en buk!! Sopo seng kok gendengno!" Kali ini bapak mertua bukan lagi bertanya tapi membentak
" Aku pak seng gendeng aku!" Ucap Bu ana
Dari sini lah kejadian demi kejadian tak mengenakkan keluar dari mulut ibu mertua.
Seperti halnya setelah 5 bulan pernikahan.
" Ron temenmu yang pernah kau ajak ke sini ternyata sudah hamil besar ya!" Ucap Ibu mertua dengan melirikku
Aku yang tahu siapa yang di maksud (Teman) disini tak lain adalah mantan suami ku
" Oh si risa buk! Iya memang sudah hamil!" Ucap suami ku
" Cepet banget ya ron! Ngak kayak istrimu belum hamil juga!! Mungkin gak di di kasih anak wong gendong si atta aja nangis kejer si atta, Padahal Atta itu manis gembul banget ibuk suka!" Ucapnya.
Mendengar hal itu aku pun sekaan seperti menelan bongkahan batu besar sulit sekali untuk di telan
di bulan ke 6 pernikahan aku pun hamil, Di saat usia kandunganku 6 bulan ibu mertuaku mengajakku jalan - jalan
" Ayo mlaku - mlaku ojok turu ae! nanti kalau melahirkan susah jadinya!" Ucap Bu ana Sembari mengendong dan menyuapi atta
Aku pun manut tak membantah aku ikuti kemana pun jalannya! karena selama aku menikah aku tak banyak keluar paling - paling ke warung beli rokok.
Berjalan mulai jam 6 pagi hingga jam 8 aku tak tahu seberapa jauh perjalanan itu hingga sampai rumah aku mengambil minum dan kaki ku terasa kaku!
Ku pikir ini hanya capek biasa! Malamnya aku kontraksi perutku mengencang hebat tak ada tanda pergerakan dari bayiku
Aku hanya bisa menangis menahannya
" Kenapa kamu?" Ucap Mas Roni
" Mas perutku sakit mas! Tolong di sini aja ya jangan keluar - keluar" Ucap ku memohon pada mas Roni yang biasanya sudah hilang Nongkrong di warung mbak meri
" Ngak aku gak keluar ku tungguin di depan (Ruang tamu) Sembari minum kopi sama sapri!" Ucapnya
Deg...
Kenapa begini?
Aku pun mencari posisi paling nyaman! setelah berjuang menahan sakit dari ashar hingga jam 11 malam aku pun akhirnya bisa tidur.
3 bulan setelah melahirkan
2 bulan sudah tingal di rumh mertua ya meski lahiran aku melahirkan di mbatu rumah bapak ibuku, Itu pun yang menyaran kan tetangga samping rumah karena miris melihat keadaan ku. Hamil ngak tambah naik berat badan malah kelihatan kecil ya karna setiap makan kalau ngak ada bapak mertua aku ngak akan makan
Ketika aku akan makan kalau bapak mertua ngak ada! ayam bumbu balado pedas yang di masak tadi pagi hilang!!
Tapi ketika ada bapak mertua lauk semua ada LENGKAP
Hari ini tasyakuran 3 bulanan anakku, ibu mertua mintak sekalian aja di bareng kan sama lebaran ketupat! Aku setuju saja sehari sebelum hari H semua masakan sudah matang, Dengan segala keyakinan yang ada ibu mertua meyakin kan ku kalau itu tak akan basi!!
Pas hari H Aku naik sepdah mengantar berkat Tasyakuran anakku sedangkan adik suamiku Dani?
Dia asyik main ML tanpa mau menemani riwehnya di rumah, Ntah kenapa ibu mertua membiarkan saja! Padahal dulu waktu beberapa bulan nikah Mas Roni pernah ingin meninju wajah mulus adiknya itu
Karna mengumpat pada ibu! Ya aku sangat kecewa karena meski karakter suamiku yang mengebu - gebu kalau bicara jarang di saring! Tapi tak pernah sekali pun Mengumpati ibuk mertua dengan kata kasar, Tapi ibuk mertua malah membiarkan Dani dengan bermalas - malasan
Karena banyak kenak lubang di jalan di tambah 3 hari ini aku angkat - angkat kecapek an dan aku lupa tidak memakai korset akhirnya aku pun Canser
Aku yang dari pagi badan panas kepala pusing tidak bisa bangun anakku aku ajak tidur di samping ku..
Tapi tiba - tiba ibu mertua langsung mengambil alih anakku!
Oh ternyata suami ku akan pulang kerja!!
Ku dengar ibu mertua memberi anakku air puti bayangkan umur 3 bulan di kasih air putih
" Ron lihat anakmu kalau minum air putih udah pinter!" Ucap ibu mertua
" Loh buk lah sila mana?" Tanya Mas Roni
" lagi tiduran katanya ngak enak badan! Tadi mau di pangilkan Mbok Sumi dukun beranak ngak mau katanya!" Kata ibu mertua yang masih bisa ku dengar
Mas Roni menghampiriku
" Kamu di tawari ibuk kok ngak mau sih sil?" Tanya Mas Roni
" Ya allah ngak mas! ibuk tadi ngak bilang mau di panggilkan! Ibu tadi ngajak buat aku kesana! Jangan kan buat jalan buat bangun aja mas ini aku udah ngak kuat mas kepalaku pusing! Nanti kalau sampai aku pingsan di jalan di kira aku kenak Covid mas!" Ucapku dengan hati remuk dan air mata berderai lolos begitu saja tak bisa di cegah
" Tauk lah siapa yang bener tak pangil Mbok Sumi dulu!" Ucap Mas Roni
Setelah itu aku di pijat Mbok Sumi dan benar saja aku ternyata kenak Canser turun peranakan karena angkat berat - berat.
" Gimana Sil? Sudah enakan?" Ucap Bapak mertua
" Sudah pak ini habis di pijat Mbok Sumi!" Ucapku
" Ini ada tahu campur makan! Kamu menyusui dari tadi pagi ngak makan!" Ucap bapak mertua
Memang dari pagi hingga sore aku tidak makan karena terlalu sakit pada perut hinga tak merasakan lapar sama sekali!
Aku icipi
" Wah pedes sekali ini kesukaan mas roni! Kalau aku ngak kuat makan ini karena pasti langsung diare!" Gumam ku
Ku biarkan Makanan itu di meja pikirku akan aku kasih ke Mas roni nanti
Tiba - tiba
" Heh sil kamu di beliin apa tadi sama bapak!" Ucap ibu mertua
" Itu buk tahu campur tapi pedes keknya kesukaan Mas Roni!" Ucapku
Tanpa ba bi bu tahu campur pemberian bapak langsung di lahap habis tak bersisa! piring nya pun langsung di bawa ke rumah utama!
Karena aku tinggal di rumah saudara yang di biarkan kosong tiap minggu ibu mertua membersihkannya! itupun per sebulan sekali di gaji.
Isya' Mas roni merasa kelaparan aku pun merasa demikian karena 1 hari tak makan di tambah aku menyusui sekarang
Aku lihat tidak ada lauk sama sekali telor 1 biji pun tak ada dengan kepala yang pusing aku mengambil nasi ternyata bapak belum tidur
" Loh Nduk!! Kok ngambil nasi sama garam saja? Tahu campur bapak tadi ngak kamu makan!" Ucap Bapak Mertua
" Ngak pak pedas di makan sama ibuk!" Ucapku
Seketika bapak langsung memandang ibuk.
Ibuk seakan pura - pura tak tahu arti pandangan bapak
" Ya sudah bapak belikan sate ya!" Ucap Bapak mertua
" Ngak usah pak merepotkan nanti!" Ucapku tak enak
" Gak papa!" Bapak langsung berangkat memberikan 1 porsi sate
Aku mengambil 5 ku makan ber 2 dengan mas Roni masih ada sisa sate.
Malam jam 12 aku bau sate padahal di kampungku gak ada jualan sate aku pun merinding hebat karena kabarnya rumah yang aku 2 bulan huni ini adalah rumah angker
Besuknya
Astaufirullah
Ku kira kemarin hantu ternyata jam 12 malam ibu mertua lagi angetin sate! Terlihat wajan pengorengan yang masih ada sisa bumbu - bumbu sate.
Singkat cerita bapak mertuaku meningal dunia di usia anakku masih 9 bulan beliau meninggal karena keracunan obat kehabisan cairan
Alfatihah untuk bapak mertua saya
Karena tidak ada yang menengahi di setiap perdebatan dan wafatnya bapak mertua tidak menjadi pukulan untuk ibu mertua malam menjadi sarana kebebasan mengoceh berbuat ulah. Aku dan Mas Roni memutus kan untuk kontrak rumah walau hanya beda gang dengan ibu mertua
Tapi aku ingin meski jauh tetap bisa memantau ibu mertua kalau sakit dan ada apa - apa! Karena kalau mengandalkan dani dia itu ku angap anak goblok bodoh gak guna se dunia! Bayangkan pas bapak mertua lagi sakit keras ia tidak membawa bapak ke rumah sakit malah asyik main game,
Setelah bapak lemas Dani telfon Mas Roni yang posisinya ada di rumah ku saat itu. Mas Roni yang bingung harus mengabari siapa?
Terpaksa Mas Roni menghubungi kepala pemuda kampung memohon membawa bapak ke rumah sakit karena kekurangan cairan parah beliau akhirnya menghebuskan nafas...
Untuk yang tanya kenapa bisa betah?
Jawabannya tidak betah
Saya juga manusia biasa saya memiliki hati yang rapuh!
Saya mengambil siasat 1 bulan di rumah saya 1 bulan di rumah mertua. itu terjadi setelah saya hamil hingga mempunyai anak.. suami pulang pergi dengan jarak 1.5 jam perjalanan demi kenyamanan saya!
Awalnya tidak setuju setelah saya rayu - rayu dan suami tahu ibu mertua lebih sayang atta dari pada anak saya akhirnya dia mau menuruti kata saya!
Saya tidak berniat menjauhkan anak dari ibunya tak kurang - kurang saya menahan semua derita yang setitik dari itu semua saya tuangkan di cerita ini.!
Dari awal nikah hingga bapak mertua tiada semua luka caci maki saya pendam sendiri.. tak pernah wadul/ mengadu pada suami pasti ujung"nya ribut saya tak mau itu terjadi
Tapi ntah hingga sekarang saya tetap salah tidak ada benarnya hingga pernah di buat kambing hitam. Demi memisahkan ku dengan Maz Roni menfitnahku tak hanya 1x
ini lah akhir kisah ku!
Ambil lah positifnya suatu hari kita juga akan menjadi mertua jangan sampai kita dzolim pada menantu, menantu kita dulunya sangat di sayang oleh ke 2 orang tuanya lantas mengapa kita yang tinggal menikmati hasilnya malah mempersulit dan menyia - nyiakan!
Byee... selamat bertemu di cerita selanjutnya