Readers,
kalian ngapain sih baca cerpen ini?
Cerita ku gak menarik loh...
Toh nanti kalian bosan juga.
Kenapa masih di baca?
kalian penasaran sama cerita ku?
Hai. Aku Miya. Jujur aku gak suka nama ini. Tapi penulis ngotot dan, terpaksa deh aku iya-in. Aku juga benci cerita hidup ku. Sumpah, penulis kurang vitamin untuk ngarang cerita yang bagus.
Jadi, aku punya 2 sahabat. Irvan dan Niko. Kalian mungkin bilang aku suka caper sama cowok. Tapi emang, aku suka temenan sama cowok.
Tapi, sebelum lanjut aku mau ngingetin kalian, kalau nama nama di atas itu cuma karangan penulis. Jadi kalau ada kemiripan, ya... gak usah geer deh. Toh penulisnya malas ngarang nama yg keren kayak yang ada di komik.
Lanjut. Aku kenal mereka di TK. Kami mulai dekat waktu di SD. Ditambah rumah kami agak berdekatan. Jadi kami akrab dong.
Tanggal lahirku sama dengan Irvan. Gak jarang kami ngerayain ulang tahun bareng di rumahnya. Kami juga sering tukar hadiah. Jadi Irvan lebih istimewa buatku.
Hingga ketika kami masuk SMP. Irvan masuk asrama, Niko di SMP swasta, sedang aku, di SMP negeri. Kalian paham lah ya aku gak pintar, bodoh,konyol,narsis lagi. (penulis yg maksa aku ngomong gini). Di tambah lagi aku harus pindah rumah yg membuat jarak di antara kami. Nyesek sih waktu perpisahan. Tapi apa boleh buat.
Bertahun-tahun berlalu. Kami hanya berhubungan lewat chat. Kami baru bisa ketemu setelah tamat SMA. Irvan dan Niko ternyata udah jadi youtuber. Mereka sama sama terkenal.
Kadang kadang kami buat konten bareng. Dan uang yg kami kumpulkan berhasil membuat kami membeli 1 rumah yang gak terlalu besar. Kami emang gak tinggal di situ. Tapi di rumah itu kami sering ngumpul bareng. Buat konten,main game,makan bareng, bahkan kadang nginep.
Aku dan Niko mutusin untuk lanjut kuliah. Sedang Irvan tetap jadi youtuber. Ya gapapa lah.
Di kampus, aku ketemu 1 cewek. Namanya Micha. Dia anak yang baik, cantik lagi. Aku ngenalin dia ke sahabat ku. Mereka pun saling dekat. Lama lama Irvan dan Micha dekat. Akhirnya mereka pacaran. Sebagai sahabat aku seneng dong.
Tapi, lama lama Irvan jadi makin kasar. Dia jadi cuek. Dia juga gk mau buat konten bareng atau kumpul bareng. Dia juga jadi menjauh dari aku dan Niko.
Di hari ulang tahun ku, kami berempat pergi ke cafe langganan. Seperti biasa, aku kasih dia kado. Tapi anehnya dia malah nolak. Dia bilang dia GK butuh. Aku kaget dong. Aku nanya kenapa tapi dia malah marah-marah dan ningalin kita semua.
Niko pergi ngejar Irvan. Sedang aku duduk berdua bareng Micha.
Dengan suara lemas aku nanya ke Micha, "Irvan kenapa jadi aneh?" "Irvan gak aneh, justru seharusnya menjauh dari kalian. Kalian udah ngeganggu hubungan kami. Uangnya yang seharusnya di kasih ke-aku malah di pake buat ngurusin rumah dan kalian."Jawabnya.
Aku tambah kaget. "Dasar cewe matre! Kamu GK layak jadi pacar Irvan! Aku udah salah menilai mu" bentak ku.
Tanpa ku sadari ternyata Irvan udah ada di belakang ku. Tatapan matanya sangat menyeramkan. Seakan aku akan mati saat itu. "MIYA!! Ternyata gini perlakuan kamu sama Micha. Kamu emang gak seharusnya jadi sahabatku. Sebaiknya kita gk ada hubungan lagi." katanya sembari menggandeng Micha keluar cafe.
Oh my God...
Penulis apa yang kamu pikirkan?!
Situasi apa ini?
Awas aja kalau ketemu
penulis: " Ampun bang jago"
Aku pengen ngejar mereka tapi kaki ku seakan tak punya tenaga lagi. "Tapi, Irvan kita sahabat tau!" teriakku. Aku terduduk kemas di kursi. Ini hari ulang tahun terburuk. Tiba-tiba Niko datang. Dia ngehibur aku. "Ko, makasih ya, karna masih di sini temani aku." ucapku. Dia tersenyum pahit. Aku pun pulang di antarnya.
Udah berbulan-bulan sejak kejadian itu. Aku merasa lebih baik karna ada Niko di samping ku. Entah sampai kapan aku bersedih jika tidak ada dia. Chanel YouTube Irvan mengalami penurunan. Entah karena apa.
Ini bulan Desember. Sebentar lagi natal.Aku dan Niko di beri cuti. Kami berencana ngajak Irvan ngerayain natal di rumah kami. Setelah susah payah di bujuk akirnya dia setuju nginap 1 malam.
Aku senang banget. Akhirnya bisa ketemu dia.
Gak terlalu jauh dari halaman rumah, aku ngeliat Micha duduk berpelukan sama cowok lain. Micha selingkuh!? Aku marah dong.
Kami sempat adu mulut sebelum aku menamparnya. Cowok tadi langsung mencekik leherku. Sulit sekali bernafas.
Niko yang mendengar keributan dari dalam rumah langsung menolongku. Dia memukul tangan cowok tadi yang membuatnya melepaskan cekikannya. Aku terduduk di tanah dan batuk-batuk.
Tiba-tiba Irvan muncul dari balik pohon. Dia berjalan ke arahku. Awalnya aku takut karna dia pasti gak akan percaya aku.Ternyata dia menggendong aku.
Micha terkejut. Dia nanya kenapa Irvan nolongin aku. Irvan jawab "aku udah liat kejadiannya dari awal sampai akhir. Micha aku menyesal mempercayai mu." Mica langsung pucat. Dia minta maaf tapi gak di dengarkan.
Aku bertanya pada Irvan "kenapa nolongin aku?"
"Kan kita sahabat tau!" katanya.
Irvan menggendongku sambil berjalan ke arah Niko yg sedang bertarung dengan sekingkuhan Micha. "Udah cukup bro. Ayo ngerayain natal bareng. Aku yang traktir deh."
Niko berhenti memukul dan menyusul kami ke rumah.
Di rumah Irvan mendudukkan aku ke sofa. "Mana yang sakit?" tanyanya lembut. Aku tersenyum. "Gak ada. Untung aku kuat. Jadi gak langsung mati" canda ku. Tiba tiba Irvan memelukku. "Maaf ya. karna gak percaya kamu."
Aku mendorongnya." gak. aku GK akan maafin kamu. " kataku sambil melipat kedua tangan.
Dia tersenyum. ''Kalau aku beli donat, mau?''Godanya. "Masih kurang....'' rengekku. Dia tertawa kecil."Yaudah deh aku beliin dua kotak donat." "Yeyy oke... aku maafin". sorakku.
Niko datang sambil membawa sebungkus kembang api. Natal kali ini kami bermain kembang api bersama.
~~penutup~~
Miya. :"Irvan kok kamu cuma nawarin aku donat
sih?"
Irvan. :"rencananya aku mau beliin tas tapi penulis
bilang beli donat aja biar gk buang buang
uang"( ^‿^)
penulis: (pura pura GK dengar)h
Miya. : &%#@/+¥
Miya:. "Dear penulis...
bisa GK bikin akhir cerita yg lebih
membahagiakan?
seperti Irvan membelikanku baju natal
baru... atau 1 unit mobil verary... atau
apapun? Bukan hanya donat."
penulis :"kebanyakan mimpi lu"
Miya : ಥ‿ಥ
sad ending
Sekian dari penulis. Penulis berterimakasih dan mengucapkan #KIKO_ENAK_TAU